
Melihat interaksi dua orang di depannya, emosi Melinda meluap. Ia tidak rela melihat pria yang ia sukai dekat dengan wanita lain, terlebih itu di depan matanya langsung.
PLAK!!!
Elie menampar tangan Melinda yang hendak menyentuh Finn. Melinda memang hendak memisahkan Finn dan Elie yang tidak berjarak sama sekali dan menempel. Itu sangat menyakiti hati dan matanya.
"Jangan sentuh, jauhkan tanganmu dari pacarku!" ucap Elie merasa tidak suka, itu tindakan di bawah sadarnya secara spontan.
"Kau ini tidak tahu diri, kau itu hanya di jadikan pelarian Finn, tahu tidak! Dasar pelakor! Percuma cantik kalau cuma modal merangkak di atas paha kekasihku!!" ucap Melinda tidak tahu malu dengan mengeraskan suaranya.
PLAK!!!
Kali ini tamparan keras mengenai pipi yang di dempul bedak 5 cm itu. Tentu saja Finn yang mendengar gadisnya di hina, dengan sangat keras menamparnya hingga tercetak 5 jari di pipi Melinda.
"Tutup mulut kotormu itu ja**ng, siapa kamu berani mengatai gadisku? Kau pikir karena kau anak dari teman ibuku, aku tidak berani berbuat lebih dari sekedar tamparan padamu?" ucap Finn dengan emosi yang meluap.
"Finn..." ucap Melinda tidak menyangka Finn berani membalasnya di depan orang-orang, dengan air mata di pelupuk matanya.
"Kau keterlaluan sebagai laki-laki. Sahabatku adalah calon tunanganmj, tapi kau malah membela selingkuhanmu dan mempermalukan sahabatku seperti ini di depan umum" ucap geram teman dari Melinda, yang pakaiannya sama kurang bahannya dengan temannya itu.
"Kau tidak tahu apa-apa, jadi diam lah sebelum aku bertindak kasar padamu" ucap Finn dingin menunjuk pada teman Melinda.
"Kapan aku setuju bertunangan dengan temanmu itu? Bahkan kedua orang tuaku tidak pernah mengatakan hal tentang pacaran atau pertunangan itu. Aku sudah menolaknya berkali-kali, namun ia tidak punya muka selalu datang ke rumah orang tuaku dan menjilatnya. Tentu saja orang tuaku tidak mungkin mengusirnya karena orang tua ja**ng ini adalah salah satu teman ibuku. Bahkan ia tidak tahu malu mengaku sebagai calon tunanganku? Cih dalam mimpimu saja, aku tidak sudi bersama wanita yang kehormatannya selalu di lelang oleh laki-laki berbeda setiap malamnya. Aku tidak terima jika pacarku kau hina di depan umum, karena dia segalanya bagiku" ucap Finn
Kerumunan yang mendengar ucapan Finn terkejut. Pasalnya mereka mengira Melinda memergoki kekasihnya yaitu Finn, selingkuh dengan Elie.
Namun setelah mendengar ucapan Finn, mereka mengetahui jika Melinda ternyata hanya wanita halu yang terobsesi dengan Finn dan justru menghina kekasih asli dari Finn untuk mempermalukannya.
"Aku akan melaporkan ini pada tante Fara" ancam Melinda
"Silahkan, aku tidak takut. Asal kau tahu, orang tuaku sangat setuju dan merestui hubunganku dengan pacarku. Kau bisa menanyakannya sendiri. Ah dan satu hal lagi, Pergi dari sini sekarang juga atau ku buat kau tidak akan berani lagi keluar rumah selangkah saja, dan ku buat seluruh dunia tahu wajah dan sifat busukmu yang selalu kau sembunyikan selama ini" ucap Finn dengan serius.
__ADS_1
Melinda membelakan matanya, sambil menahan malu ia pergi begitu saja dengan kesal, di ikuti oleh temannya dari belakang.
Setelahnya kerumunan bubar, Finn mengajak Elie untuk duduk. Melihat gadisnya hanya terdiam saja Finn mengelus telapak tangan Elie yang di tangannya.
"Kenapa kamu diam sayang?" tanya Finn
"Berhenti memanggilku sayang, wanita itu sudah pergi. Aku tadi hanya membantumu saja. Kenapa kau membelaku bukan membela calon tunangan itu" ucap Elie dengan wajah cemberutnya.
"Apa El cemburu" Gumam Finn tersenyum
"Tentu saja aku membela pacarku di bandingkan wanita halu itu" ucap Finn apa adanya
"Siapa yang pacarmu?" ucap Elie dengan wajah memerah.
Finn terkekeh dan menyelipkan anak rambut Elie kebelakang telinganya.
"Bukannya kau yang mengatakan jika kita pacaran, sayang" ucap Finn menggoda dengan menaik turunkan alisnya.
"Kan aku bilang tadi aku cuma menolongmu saja, itu hanya pura-pura" ucap Elie memalingkan wajahnya. Din menghela nafasnya.
Elie menatap wajah Finn, terlihat tatapan penuh cinta Finn padanya. Senyum yang hangat dan juga sikap yang sangat lembut.
"Benar kau tidak ada hubungan dengan wanita itu?" tanya Elie penasaran
"Sumpah, aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun selain kamu. Dan hanya ada kamu yang terukir di sini" ucap Finn sambil mengarahkan tangan Elie memegang dadanya.
"Kau rasakan, jantung ini selalu berdetak kencang hanya saat aku berada di dekatku, bahkan hanya dengan memikirkan kamu saja, ia berdetak dengan sangat cepat" ucap Finn
Wajah Elie memerah, ia tentu saja yakin akan perasaan Finn pada dirinya, hanya saja ia ragu tentang perasaannya sendiri untuk melangkah ke tahap yang lebih maju dengan Finn.
"Ayo kita makan dulu, lalu pergi ke bioskop" ucap Elie mengalihkan pembicaraan dan wajahnya yang memerah.
__ADS_1
Finn hanya tersenyum kecil menggelengkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Elie yang menuju foodcourt berada.
...
Keegan sudah beberapa jam yang lalu menunggu di airport ibu kota. Namun tidak ada tanda-tanda kedatangan Elie.
Ia mencoba menghubungi nomer Elie, pesannya belum di baca, teleponnya pun tidak di angkat. Ia pun akhirnya menghubungi Daniel untuk menjemputnya.
"Kau sudah lama menunggu?" ucap Daniel yang baru sampai 45 menit dari pertama Keegan meneleponnya.
"Sangat lama, bahkan aku sampai karatan menunggu di sini" ucap Keegan
"Ini baru 45 menit mas bro. Kau tahu jika ibukota jam seguni kendaraan padat merayap. Orang biasa tidak akan bisa sampai kesini dalam waktu 2 jam karena macet. Lagian kenapa nggak pesan taksi aja sih?" ucap Daniel
"Bukan menunggumu yang karatan, tapi menunggu Queen. Dia janji akan menjemputku saat kembali ke ibukota, tapi sampai berjam-jam aku tunggu nggak ada munculnya" ucap Keegan menghela nafasnya.
"Kamu Udah kabarin Queen?" tanya Daniel
"Sudah dari subuh tadi saat aku prepare pulang" ucap Keegan
"Lewat telepon?" tanya Daniel Lagi.
"Via Chat. Ya kali aku ganggu istirahat Queen yang mungkin masih tidur, yang ada dia ngamuk jika di ganggu jam istirahatnya. Kan jam di sini sama di sana beda" ucap Keegan
"Pantes aja, kau lupa kebiasaan Queen nggak lihat HP saat bangun tidur kecuali ada yang meneleponnya? Mungkin aja dia belum buka HP nya dan nggak tahu kamu pulang lebih awal sehari dari yang sudah di jadwalkan dan mengabarinya dadakan" ucap Daniel
"Bener juga sih, buktinya Chat aku blum dia buka. Hais, ya sudah ayo kita pulang dan tolong bawakan beberapa barang lainnya" ucap Keegan pada Daniel
"Aku bukan pembantumu" ucap Daniel kesal.
"Terserah kalau mau di tinggal juga, itu isinya oleh-oleh untukmu dan Queen" ucap Keegan mengangkat bahunya.
__ADS_1
"Oh baiklah kakakku sayang, aku akan membawanya dengan senang hati kalau begitu" ucap Daniel dengan sekejap mengubah nada biaranya dan dengan cepat membawa Dua paper bag besar.
...