
Kedua pria kekar itu terkejut saat melihat Cheryl yang perutnya bersimbah darah. Mereka saling menatap seakan memberi kode, apa yang harus mereka lakukan?
"Sssshhh sakiiittt, aaaahhh perutku. Tolooong, jahitanku terbuka hiks sakiiittt sekali..." Isak Cheryl sambil meringis kesakitan sebelum dirinya jatuh tidak sadarkan diri.
"Kamu pergilah beritahu Madam Freya, kita harus membawanya ke rumah sakit segera sebelum terlambat" ucap Si A pada si B.
Si B mengangguk, ia memakai celananya dan segera berlari menemui Madam Freya dan mengatakan semua yang terjadi.
Tentu saja Madam Freya mengumpat karena anak buahnya sangat bodoh dan ceroboh.
Padahal sebelumnya, ia sudah mengingatkan keduanya untuk tidak menggunakan kekerasan fisik melebihi sebuah tamparan, mengingat Cheryl baru saja melahirkan secara sesar, yang pastinya rawan terbuka jahitannya.
"Dasar Bodoh! Ayo sekarang kita bawa wanita itu ke rumah sakit! Aku akan memberi kabar tuan Ari. Setidaknya ia harus memberikan ku uang perawatan selama wanita itu sakit. Aku tidak ingin rugi" ucap Madam Freya.
Mereka kemudian membawa Cheryl ke rumah sakit. Untungnya, Cheryl mendapatkan penanganan lebih awal, hingga tidak berakibat fatal dan menyebabkan kematian.
Hanya saja saat ini, Cheryl masih tidak sadarkan diri, karena terlalu banyak mengeluarkan darah dan di jahit ulang untuk lukanyanya yang terbuka setelah memastikan jahitan sesar itu tidak terkena infeksi.
Pihak rumah sakit langsung menghubungi bank darah untuk menanyakan stok darah yang sama, yang akan di donorkan pada Cheryl, beruntung semua golongan darah saat itu tersedia, hingga proses donor darah pun berjalan dengan lancar.
Semua biaya di tanggung oleh Ari setelah ia di hubungi oleh madam Freya, dan menempatkan beberapa anak buahnya untuk menjaga Cheryl. Agar ia tidak bisa kabur setelah pulih.
....
Di tempat lain, Acara pernikahan berjalan dengan lancar, ketiga pasangan pengantin itu beranjak menuju tempat istirahat yang sudah di sediakan di salah satu hotel mewah bintang tujuh terdekat.
__ADS_1
Ya, mereka satu hotel, hanya saja dengan lantai yang berbeda.
Di mobil Elie duduk tampak sedikit gelisah, entah mengapa perasaannya sejak pagi tadi tidak enak.
Melihat istrinya gelisah, Finn yang tengah memeluk istrinya di jok belakang mobil pun bertanya dengan lembut.
"Sayang kamu kenapa? Aku perhatikan sejak tadi kamu gelisah terus" ucap Finn dengan lembut dan ngelus surai istrinya dengan sama lembutnya.
"Entahlah, aku sendiri juga bingung mas. Perasaan ku sejak pagi tadi tidak enak, aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada orang-orang yang dekat denganku" ucap Elie
"Sudah kamu jangan terlalu di fikirkan, kita akan cari titik permasalahan nya bersama. Hmm...? kamu punya aku sebagai suamimu mulai saat ini, jadi jangan takut karena aku akan melakukan semuanya untukmu" ucap Finn.
"Terimakasih" ucap Elie yang mengeratkan pelukannya.
"Ujang hubungi Arthur untuk membawa laptopku ke kamarku, segera" ucap Finn pada supirnya yang bernama Ujang itu.
Meskipun Ujang bingung untuk apa tuannya meminta laptop, apakah ia ingin bekerja? Tapi bukannya ini malam pertamanya? Oh atau tuan ingin mencari referensi gaya dari situs ooo dan mempraktekkan secara langsung nanti. Begitu yang di pikir Ujang.
Mobil yang membawa Finn dan Elie sudah tiba di halaman Hotel mewah yang akan menjadi saksi malam pertama yang akan mereka lewati.
"Mas, bisa minta tolong bantu aku membukanya? Tanganku tidak sampai" ucap Elie saat ia kesulitan melepas gaun pengantinnya.
Finn langsung beranjak dari duduknya, ia membantu istrinya yang tengah kesulitan itu.
Saat membuka resleting gaun itu, yang nampak pemandangan indah bahu putih mulus dan menggoda di depan matanya.
__ADS_1
Tentu saja ia sudah cukup lama menahan hasratnya, kini ajan segera terbayar.
"Aahhh Mas, jangan sekarang. Aku belum mandi" ucap Elie dengan wajahnya yang memerah, karena Fin mengecup setiap jengkal bahu dan punggungnya.
"Kamu wangi sayang, kamu sudah menggodaku. Aku sudah tidak kuat menahannya lagi. Kita bisa mandi bersama setelah kita melakukan satu ronde hmm..." ucap Finn di sela ciuman sentuhannya di tubuh sang istri.
Elie hanya pasrah, bagaimanapun ini kewajibannya untuk menyenangkan suami dan memberikan, hal yang ia lindungi hanya untuk suami tercinta.
Keduanya kini sudah berada di tepat tidur tanpa sehelai benang pun. Baru saja Finn ingin menyesap choco chip, gangguan pun tiba-tiba saja datang.
Tok! Tok! Tok!
Awalnya keduanya mengabaikan, namun ketukan itu terus berulang dan sukses membuatnya kesal. Finn tahu jika yang datang pasti Arthur, seketika ia sangat menyesali permintaannya tentang hal itu.
"Shiitt, penganggu" maki Finn dalam hatinya
"Bukalah, aku akan ke kamar mandi dan membersihkan diri" ucap Elie yang langsung bergegas masuk ke kamar mandi setelah mengucapkan itu.
Tidak ada yang tahu wajahnya sudah memerah dengan jantung yang terus berdetak kencang.
Ini tidak seperti kali pertama saat ia menikah dulu. Meskipun dulu gugup, tapi tidak se intens yang ia rasakan saat ini.
Finn yang menatap istrinya sudah kabur ke kamar mandi, ia hanya menoleh memelas ke arah Tombak sakti yang sudah siap bertarung sampai tetes air putih yang keruh mencuat dan mencari tempat untuk berkembang biak. Namun tiba-tiba tidak bisa terwujud saat ini..
Finn langsung menyambar kimono dan berjalan dengan kesal menuju pintu. Terlihat Artur yang tanpa rasa bersalah berdiri di depan pintu dengan tangan membawa sebuah laptop.
__ADS_1
Tentu saja Arthur tidak salah, toh ia hanya menjalankan perintah bosnya itu. Benar bukan?
...••••...