
Beberapa hari telah berlalu dengan cepat, Gerald kini sudah mendapatkan semua bukti tentang malam panas dirinya dengan Gista, saat ia terjebak dulu.
Kini sudah tidak ada lagi alasan baginya untuk mempertahankan hubungannya yang tidak sehat dengan Gista.
Ia kemudian melangkahkan kakinta menuju ruang rawat, di mana Gista berada.
Ceklek!
Mendengar pintu kamar terbuka, sosok wanita kurus berwajah pucat dengan tatapan sayu dan tidak ada lagi gairah untuk hidup itu menoleh ke arah pintu.
Ia terkejut, namun ia juga merasa senang karena kekasihnya datang untuk menjenguknya. Meskipun ia tidak tahu dari mana pacarnya itu tahu ia di rawat di rumah sakit ini.
Ia berharap semoga pacarnya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Setidaknya, ia ingin bahagia bersama dengan laki-laki yang kini tengah berdiri di hadapannya, sebelum ia meregang nyawa dan meninggalkan semuanya.
"Sayang..." sapa Gista lirih dan tersenyum manis saat melihat kekasihnya, Gerald datang.
"Tutup mulut baumu itu, Gista. Aku jijik mendengar sapaan sok manis mu itu!" ucap Gerald dengan mimik wajah yang menyiratkan kesan jijik saat menatapnya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu padaku. Aku adalah kekasihmu, wajar bila aku memanggilmu begitu. Kau juga datang untuk menjengukku, karena beberapa hari ini aku tidak masuk kuliah, bukan?" ucap Gista dengan percaya diri meski suaranya masih pelan sedikit bergetar karena kondisi tubuhnya begitu lemah.
"Tapi mulai saat ini, aku memutuskan hubungan kita berdua, Gista. Kita End!!!" ucap Gerald kemudian berbalik hendak melangkah keluar dari sana setelah ia mengatakan itu.
"Tidak! Kamu tidak bisa meninggalkan aku! Kamu hanya milikku Gerald! Aku akan menyebarkan ke media dan mengirim bukti malam panas kita ke orang tuamu, jika kau nekad pergi selangkah saja!" ucap Gista bergetar dengan Volume sedikit naik.
"Oh, silahkan saja kamu sebarkan itu jika kamu masih memiliki buktinya!" ucap Gerald yang menghentikan langkahnya namun ia tidak menoleh ke belakang.
"Aku tidak sedang bercanda, berhenti lah main-main Gerald!" ucap Gista setengah berteriak.
"Aku juga tidak main-main dasar La*ur, kau pikir aku masih mau dengan wanita munafik penuh kebohongan seperti dirimu? Di tambah pekerjaanmu yang hanya nga**kang untuk di tusuk lebih dari satu senjata yang berbeda-beda tiap harinya, untuk menghasilkan uang. Kau pikir aku tidak tahu, Hah?? Dan aku saat ini merasa jijik melihat wanita sepertimu. Aku menyesal dulu pernah memuja kamu, bahkan aku merasa jijik pada tubuhku sendiri. Di mana pengalaman pertamaku di renggut karena di jebak olehmu. Tapi aku masih bersyukur, Tuhan masih memberiku mata, telinga dan otak untuk melihat betapa busuknya KAU!!" ucap Gerald sedikit berteriak.
__ADS_1
Bukan hanya wanita yang memiliki rasa takut saat mahkotanya di renggut, oleh laki-laki yang bukan suaminya.
Namun Laki-laki juga ada yang merasa takut bahkan jijik saat mengetahui dirinya sudah tidak perjaka lagi. Salah satunya Gerald!
Meskipun sebelumnya ia pernah beberapa kali pacaran. Ia tidak pernah menyentuh pacarnya dengan melakukan perbuatan yang melewati batas, ia hanya sekedar melakukan berciuman saja, tidak lebih.
Tubuh Gista makin bergetar, ia tidak menyangka jika sebelumnya Gerald sudah mengetahui tentang dirinya yang menjadi wanita penghibur.
"Aku juga tahu kau menderita penyakit HIV. Aku masih beruntung memeriksakan diri lebih awal, bahkan melakukannya di berbagai rumah sakit. Dan hasilnya sama, aku sehat tanpa penyakit apapun. Aku harap setelah ini jangan pernah kau menganggu ku lagi, anggap mulai saat ini kita adalah orang asing mulai dari sekarang! Aku juga berharap kau cepat sadar dan memperbaiki sikapmu. Jika semua kelakuan yang kamu lakukan adalah salah. Selamat tinggal" ucap Gerald.
Gerald langsung melangkah meninggalkan rumah sakit, sedangkan Gista kini hanya menangis dan meremas dadanya yang terasa sakit.
Kini ia sudah kehilangan semuanya! Harta, kekasih dan juga teman. Ia kehilangan itu!!!
...
Keringat dingin menetes di dahi Elie yang beberapa kali mengerut. Elie ini tengah tertidur di dalam mobil Fin yang terlihat gelisah.
Ia terkejut saat mendapati Kekasihnya yang tertidur di mobilnya terlihat gelisah. Hingga Finn meminggirkan mobilnya dan mencoba membangunkan Elie.
"Ugghh,, haaaahhh.... haaahhh..." nafas Elie tersengal saat ia sadar dari mimpinya saat ia tidak sengaja tidur di mobil Finn.
Sebisa mungkin Elie menghela nafasnya pelan beberapa kali.
"Minum dulu!" ucap Finn memberikan sebuah mineral yang langsung di minum.
"Kau sudah tenang sekarang?" tanya Finn
Sambil menggenggam tangan Elie, dan sebelah tangan lagi meminggirkan anak rambut Elie dan menyeka keringatnya dengan lembut
__ADS_1
"Ini lebih baik, terima kasih" ucap Elie tulus dan tersenyum
"Syukurlah, aku tadi takut erjadi apa-apa padamu. Kau tahu aku sangat khawatir" ucap Finn sambil membawa Elie ke dalam pelukannya.
"Aku tidak apa-apa, hanya mimpi buruk ?" ucap Elie, ekspresi nya datar saat mengingat mimpi barusan.
"Mimpi apa sampai membuat kamu keringat dingin dan gelisah seperti ini??" tanya Finn.
"Aku sendiri bingung, aku bermimpi melihat ada dua gadis kecil orang dan seorang anak laki-laki kecil yang tengah di sekap dan di perlakukan merusak fisik dan mental mereka" ucap Elie
"Itu hanya bunga tidur sayang, jangan di pikirkan oke" ucap Finn mengelus punggung Elie lembut.
"Sepertinya Aku bisa menganalisa nya, apa kau tahu jika saat aku memimpikan hal itu. Aku merasa begitu familiar dengan tempat dan pelaku penculikan itu. Bahkan aku merasa diriku saat itu berdiri memandangi mereka semua" ucap Elie.
Kening Finn mengerut, saat merasa ada yang ganjil dengan mimpi kekasihnya itu.
"Apa mungkin. itu merupakan ingatan dari Aurel saat ia masih kecil?" ucap Finn memberikan pendapatnya.
"Aku juga menyangka hal itu" ucap Elie.
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan, biarkan semua mengalir seperti dulu. Yang jelas aku akan selalu ada untukmu. Biarkan orang lain mengacau, aku akan melayaninya bermain" ucap Finn
"Sepertinya aku harus menyelidiki hal itu, aku baru tersadar. Jika sepertinya ia idak memiliki gambaran sama sekali tentang masa kecil Aurelie. Aku pikir, aku mungkin di lahirkan kembali ada hubungannya dengan Aurelie yang asli" ucap Elie menghela nafas dan mengangkat tangannya lagi.
...••••...
Maaf guys, maaf Author update 1 Bab hari ini.
Author baru sampai di rumah sore tadi setelah Diklat di luar kota selama 3 hari. jadi belum bisa update seperti biasa, karena badan serasa remuk dan otak habis di peras sampai kering🤭
__ADS_1
Besok Author usahakan update normal ya, di novel ini dan sebelah juga🙏
Selamat membaca🤗