
"Kenapa orang lain yang angkat bicara, cih pelayan saja sombong" ucap Gista dalam hati
"Saya hanya menyapa tuan Keegan saja" ucap Gista dengan wajah di buat sedih.
"Andi, kau urus yang lainnya. Aku harus pergi sekarang juga" ucap Keegan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
Ia melangkah tidak menggubris adanya Gista di sana. Namun Gista dengan sigap menghalangi jalan Keegan dan memegang tangan Keegan.
"Tunggu tuan, sepertinya anda lupa denganku. Aku putri tuan Didi" ucap Gista mencoba mengingatkan
Keegan mengernyitkan keningnya tidak suka melihat Gista masih memegang tangannya. Melihat itu Gista langsung melepaskannya.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja" ucap Gista dengan suara di buat manja dan malu-malu.
Keegan tidak merespon ucapan Gista dan mengabaikannha, dia melanjutkan langkahnya sambil menengadahkan tangannya ke pria di sampingnya. Pria itu cepat tanggap dan memberikan sebuah botol hand sanitizer.
"Tanganku kena kuman ja**ng, Hais... Mimpi apa aku semalam sampai se sial ini" ucap Keegan kesal dan mempercepat langkahnya.
Gista yang melihat itu melongo, kesal dan merasa terhina. Dirinya di perlakukan seperti kuman yang menempel dan harus segera di hempaskan.
"Sial, aku sudah secantik dan wangi seperti ini di perlakukan seperti kuman menjijikan. Sial, aku akan membuat kamu bertekuk lutut di bawah kakiku, tuan Keegan yang terhormat" Gumam Gista.
...
Finn dan Elie melangkahkan kakinya di Mall, mereka berkeliling sambil mengobrol dengan ceria dan membeli sesuatu saat ada yang mereka sukai ketika melewatinya.
"Finn aku ke toilet dulu ya, kebelet. Nggak apa-apa kan aku tinggal sebentar" ucap Elie
"Iya nggak apa-apa, tenang saja aku nggak bakalan hilang kok" ucap Finn terkekeh
"Kau ini" ucap Elie
"Ya sudah, kalau begitu aku tunggu di bangku sebelah sana" tunjuk Finn ke arah bangku kosong yang tidak jauh dari toilet.
"Hmm" ucap Elie mengangguk kemudian melangkah menuju ke toilet.
Sayangnya antrean di toilet cukup panjang, membuat Elie menunggu giliran cukup lama.
"Kenapa toilet selalu jadi tempat favorit di mall yang selalu banyak pengunjungnya?" Gumam Elie pelan. Lalu ia tertawa dalam hati mengingat pertanyaan nya tadi.
__ADS_1
Finn menunggu dengan sabar, ia meletakan belanjaan Elie di bangku sebelah yang kosong, lalu memainkan ponselnya dan membuka Email yang di kirim oleh Justin.
Email laporan hari ini tidak banyak, setidaknya ada 6 berkas yang harus ia periksa dan besok ia harus ke kantor dan menandatangani berkas tersebut.
Biasanya keduanya akan bertemu entah di restoran atau di tempat santai, namun saat ini Finn tidak mau di ganggu saat acara bersama dengan gadisnya. Jadi ia tidak menanyakan ada tidaknya berkas untuk ia lihat.
💬 Kenapa kau tidak mengatakannya tadi saat di kantor, biar langsung aku tanda tangani. -Finn
^^^💬 Maaf ketua, tadi saya tidak ingin mengganggu moment kebersamaan anda dengan nyonya muda. Dan Sebagian berkas memang baru saja selesai di buat setelah anda pergi dari perusahaan. -Justin^^^
💬 Baiklah, kau lolos kali ini, karena aku tengah bahagia. Besok weekend, jadi bawa berkas itu ke tempat biasa saja. -Finn
^^^💬 Baik Ketua. -Justin^^^
Finn keluar dari Chat kemudian melihat kembali berkas yang belum sempat ia baca.
"Finn..." panggil seorang wanita seksi dengan suara bahagia saat melihat Finn.
Finn mendengar suara yang ia kenal, tanpa menoleh tahu siapa yang memanggilnya. Jadi ia tidak merespons sama sekali dan terus melanjutkan membaca berkas di email miliknya.
"Finn, kamu ada di sini? Kenapa tidak bilang padaku, kan kita bisa pergi berbelanja bersama" ucap Wanita itu lagi.
Finn tahu jika wanita itu tengah berdiri di depannya, terlihat dari sepatu High heels wanita itu dan sepatu high heels lain, jatuh di pandangan Finn.
"Finn kenapa kamu diam saja" ucap wanita itu dengan suara sendunya.
"Maumu apa?" ucap Finn datar dan dingin, namun malas melihat wanita di depannya itu, jadi pandangannya tetap di ponselnya.
"Kok kamu ngomongnya dingin gitu sih sama aku" ucap wanita itu lagi.
"Bukan urusanmu, pergi!!!" usir Finn
"Kok Finn jahat sih ngusir aku, aku kan cuma mau menyapa dan temenin kamu di sini. Kau pasti kesepian karena sendirian. Aku kan calon tunangan kamu, kenapa kamu perlakuan aku kaya gini hiks" ucap Wanita itu memakai adegan menangis buaya
"Cih wanita ja**ng ini kenapa sulit banget di usirnya. Aku tidak ingin Elie salah paham karena adanya dia di sini. Apa katanya tadi, calon tunangan? Cih nggak sudi banget, jijik! Lagian mamah juga setuju aku sama Elie, apa nih ja**ng halu nya sudah level dewa? sampai mengaku-ngaku calon tunangan segala" Gumam Finn dalam hati.
Mendengar tangisan wanita itu tidak berhenti, Finn berdiri dengan kesal karena tangisan menjijikkan itu menarik perhatian pengunjung yang lain. Seakan dia menyakiti seorang perempuan.
"Cukup!! Kau pikir dengan suara tangisan kamu yang lebih jelek dari pada gonggongan an**ng itu buat aku kasihan apa?! Berhenti dan pergi atau ku ro... " ucap Finn terpotong
__ADS_1
"Sayang, kok di sini ramai. Ini siapa?" ucap Elie yang kini sudah sudah di samping Finn dan menggandeng lengan Finn mesra.
Degh! Degh!
Jantung Finn berdetak cepat, ia tidak menyangka Elie melakukan tindakan secara mendadak untuk membantunya.
Tentu saja itu tidak di sia-siakan oleh Finn, yang langsung melepas pegangan tangan Elie dan melingkarkan tangannya ke pinggang gadisnya itu.
"Bukan apa-apa sayang, hanya wanita halu yang mengaku-ngaku calon tunangan orang" ucap Finn tersenyum saat menoleh ke arah Elie.
Wanita yang tadi menangis diam dan melihat Finn tersenyum mesra pada wanita yang di peliknya itu, mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Sial, siapa wanita ini? Kenapa Finn yang super dingin itu menjadi lemah lembut di depannya? Sedangkan denganku, seperti kutub utara" ucap Wanita itu dalam hati.
"Siapa dia Finn? Kenapa kau memeluknya di depan mataku?" teriak wanita itu.
"Kenapa kau berteriak sih buat telingaku sakit aja" ucap Elie mengelus telinganya
"Telinga mana yang sakit sayang?" tanya Finn khawatir.
"Dua-duanya, wanita itu kenapa suaranya kaya Toa sih, nggak pernah di servis apa ya?" ucap Elie dengan nada manja dengan pipi menggembung gemas. Membuat Finn terkekeh melihat tingkah imut gadisnya itu.
"Mana ada mulut di servis sayang. Sini aku elus telinganya" ucap Finn dengan lembut.
"Finn!!" teriak wanita itu lagi.
"Apaan sih mbak, ngganggu orang pacaran aja, kamu ini siapa sih?" ucap Elie watados.
Ia tidak tahu saja jantung Finn hampir loncat saking bahagianya mendengar kata pacaran dari mulut gadisnya.
"Aku Melinda, calon tunangan Finn" ucap Melinda.
"Oh, calon sepihak itu ya yang?" tanya Elie polos dan menoleh ke arah Finn. Finn hanya mengangguk saja.
"Perkenalkan mbak, saya Aurelie pacar Finn. Dan mba jangan kebanyakan Halu, nanti pas sadar sakit hati dan maunya, wadidaw... Orang Finn pacar saya eh mbak malah ngaku-ngaku. Dan buat semuanya, ini mbaknya halu jangan di dengerin. Benar kan sayang?" ucap Elie melirik dan tersenyum pada Finn
"Kau selalu benar sayang" ucap Finn tersenyum manis
"Jangan senyum manis begitu, banyak orang" ucap Elie kesal dan menutup mulut Finn dengan tangannya.
__ADS_1
"Maaf sayang, aku lupa" ucap Finn saat Elie melepaskan telapak tangannya.
...