Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Mengungkapkan identitas asli Queen


__ADS_3

Daniel tengah sibuk mengawasi acara launching produk dan pengembangan wisata baru di daerah pusat kota, yang tengah berjalan.


Setidaknya acara itu di lakukan selama dua hari berturut-turut. Hari pertama yaitu kemarin, adalah acara Launching secara umum.


Di mana semua orang bisa datang secara gratis di objek wisata baru yang di bawahi oleh Q.A Group. Dan mendapatkan produk baru berupa ponsel keluaran terbaru dengan potongan harga, berlaku hari itu saja.


Sedangkan hari kedua yaitu hari ini adalah pesta pertemuan mitra Q.A Group yang di selenggarakan di Aula AIR Hotel. Selain mitra bisa di katakan, di sana merupakan pertemuan sosial. Dari seluruh pengusaha kelas kakap di negara ini, yang memiliki total kekayaan di atas satu triliun.


Elie sebelumnya sudah mengatur Daniel, untuk mengundang keluarga Lance dan keluarga Adhisti. Untuk keluarga Demetri dan keluarga Eleanor mereka juga di undang, namun tidak di tempatkan di ruangan khusus.


Karena rencananya Elie akan mengungkapkan identitasnya pada keluarga Adhisti dan Lance. Sedangkan Sean dan Adrian yang sudah mengetahui jika dirinya adalah Queen legendaris, jadi Elie tidak memasukan keduanya di ruangan khusus sebelum pesta di mulai satu jam lagi.


"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya, Tuan muda dan nona muda" ucap karyawan Q.A Group yang bertugas mengantar mereka, dengan sopan pada kedua keluarga Lance dan Adhisti.


Kevin beserta keluarga, dan juga Theo beserta keluarga, semuanya masuk ke ruangan khusus.


"Theo kau masuk ke ruangan ini juga?" sapa Kevin seraya berjabat tangan dengan Theo, akrab.


"Duke! Iya, kami kesini karena Queen mengundang kami sekeluarga untuk bertemu secara pribadi dengannya" ucap Theo apa adanya.


"Wah, kebetulan! Kami juga sama. Ternyata keluarga kita berdua sangat beruntung bisa bertemu dengan Queen sang legendaris" ucap Kevin dengan wajah berseri.


"Kau benar!" balas Theo kemudian mereka mengobrol sembari tertawa kecil.


Pemandangan tak jauh berbeda dengan para ibu-ibu rumah tangga. Stella dan Fara saling berbincang ria ala perempuan sosialita, terlebih mereka menceritakan tentang kisah kedua anak mereka yang tengah menjalin hubungan percintaan.


"Ini anak kamu yang satunya jeng? Adik Finn?" tanya Stella melihat ke arah Moza dan tersenyum.


"Benar jeng Stella, Moza ayo Salim sama Tante Stella. Ini adalah mommy dari kakak El kamu" ucap Fara


Mendengar jika ibu paruh baya di depannya adalah ibu dari Kakak Elie-Nya. Moza begitu antusias dan menyalami Fara.


"Hallo Tante salam kenal, saya Moza" ucap Moza sopan dan Salim dengan Fara.


"Salam kenal Moza, Aduh kamu cantik sekali" puji Stella tulus dan mengelus kepala Moza lembut.


"Terimakasih Tante, oh iya Kak Elie kemana ya, Tan?" tanya Moza.

__ADS_1


"Elie bilang dia datang menyusul, kamu bisa mengobrol dengan Alexa dulu. Xa, kemari!! Temani Adek Moza dulu" ucap Stella


Dengan cepat Alexa menghampiri Moza, mereka berkenalan dan juga berbincang. Sedangkan Finn terlihat tengah mengobrol juga dengan Angga di sudut lain.


Ceklek!


Pintu ruangan terbuka, dan masuk seorang perempuan menggunakan Dress cantik berwarna pastel bermodel Sabrina dengan panjang selutut, jangan lupakan topeng khas yang di kenakannya.


Meskipun wajahnya tidak terlihat, pesona dan aura mendominasi tersa di sana. Di belakangnya masuk Keegan bersama dengannya juga. Begitu tampan dengan stelan tuxedo hitamnya


"Selamat malam semuanya" sapa Keegan


"Selamat Malam semuanya, terimakasih sudah datang memenuhi undangan saya yang sederhana dan mendadak ini" sapa Elie.


"Selamat malam nona Queen dan tuan Keegan, justru kami yang berterimakasih untuk undangan spesial untuk keluarga kami. Merupakan suatu kehormatan bisa bertemu secara khusus dengan anda" ucap Theo dan Kevin bersama secara tulus.


Terlihat sebuah senyuman di bibir Elie, ia melihat kedua kakaknya dan juga kekasihnya hanya diam dan tersenyum. Mereka bertiga sebelumnnya sudah tahu tujuan Elie adalah mengungkapkan identitasnya hari ini.


"Saya mengundang Keluarga Adhisti dan juga Keluarga Lance karena ada satu hal yang ingin anda sampaikan pada kalian" ucap Elie


"Tentang apa itu?" tanya Kevin penasaran. Theo juga sama penasarannya.


DEGH!!!


Jantung semua yang ada di dalam ruangan khusus itu, selain Keegan, Alexa, Angga dan Finn terkejut melihat rupa asli dari Queen. Yang lebih membuat mereka terkejut adalah, wajah itu tak lain wajah orang yang mereka kenali yaitu Elie.


Anak, calon menantu dan calon kakak ipar orang yang melihatnya saat ini.


"Elie???" ucap semuanya serempak


"A-Apa maksudnya ini, El? Kau sedang bercanda?" tanya Stella terkejut.


Elie tersenyum dan melihat semuanya satu persatu. Keegan yang kemudian angkat suara menjawab rasa penasaran mereka.


"Elie yang kalian kenal adalah identitas sebenarnya dari Queen legendaris. Beliau adalah Pemilik dan juga pemimpin dari Q.A Group" ucap Keegan.


"APAAA????" ucap semuanya terkejut sambil menoleh ke arah Elie.

__ADS_1


Jika saja bukan karena Keegan yang mereka sangat kenal sebagai wakil CEO Q.A Group yang mengatakannya. Mungkin mereka menganggap jika saat ini Elie tengah bercanda.


"Maaf, Mom, Dad, Om, Tante dan Moza. Elie Baru bisa mengatakannya sekarang. Ini memang benar perusahaan yang El bangun bersama dengan Daniel dan juga Keegan, lebih dari 5 tahun yang lalu. Maaf El sudah menyembunyikan fakta ini semua dari kalian" ucap Elie.


"Ya Tuhan, apa ini adalah nyata??" ucap Moza mengerjapkan matanya.


"Ini nyata Moza" ucap Elie tersenyum.


"Huaaaaa, kak Elie hebaaatt, kau memang idolaku Kak" ucap Moza memeluk calon kakak iparnya itu.


Keegan, tertegun melihat Moza yang terlihat imut dan juga cantik itu memeluk Elie. Jantungnya berdebar kencang saat melihat gadis mungil itu.


"Astaga, menggemaskan sekali" gumam Keegan dalam hati.


Elie yang mendengar batinan Keegan sedikit menoleh ke arah kegan.


"Woah ternyata musim semi sudah datang pada kakak kutubku. Astaga... tidak aku sangka selera Egan adalah Loli, dasar pedofil" gumam Elie dalam hati dan terkekeh


"Ja- jadi Queen itu kamu? Anak Daddy dan Mommy?" tanya Kevin masih dalam keadaan terkejut.


"Yes Daddy, itu aku Queen Aurelie Adhisti, anak Daddy dan Mommy" ucap Elie tersenyum.


"Mommy bangga sama kamu nak" ucap Stella yang kini gantian memeluk Putri bungsunya itu, bangga.


"Pah, ternyata calon menantu kita adalah Queen legendaris. Apa mamah sedang mimpi saat ini?" tanya Fara berbisik.


"Sepertinya bukan mimpi mah, papah juga dengar dan lihat hal yang sama. Finn sungguh luar biasa bisa menaklukan hati seorang Queen legendaris" ucap Theo mengangguk kaku karena masih terkejut.


"Kami terkejut dan tidak menyangka jika Queen legendaris tak lain adalah calon menantu ku, ha-ha-ha" ucap Theo begitu jujur.


"Kita akan menjadi besan Theo" ucap Kevin berpelukan ala laki-laki dengan Theo.


"Benar itu, Duke" balas Theo


Elie yang mendengarnya bersemu merah karena malu. Namun ia senang karena hubungannya dengan Finn berjalan dengan lancar tidak memiliki kendala apapun.


Dari jauh Finn menatapnya dan tersenyum manis, dia menggerakkan mulutnya seakan berkata.

__ADS_1


"Kamu hebat sayang, aku bangga dan sangat mencintaimu" begitu gerakan mulut Finn, membuat jantung Elie berdisko ria.


...••••...


__ADS_2