
Elie dan Eveline kembali ke ruangan Finn, namun ketiga laki-laki di ruangan itu menatap Elie dan Eveline dengan kening mengerut sesaat setelah masuk ke dalam ruangan.
Pasalnya baik Elie maupun Eveline, wajahnya terlihat sembab seperti habis menangis. Namun ada ekpresi bahagia pada keduanya, Eveline yang kini tengah memeluk lengan Elie dengan wajah tersenyum.
"Sayang kamu kenapa, habis nangis?" tanya Finn menghampiri dan menarik Elie dalam pelukannya.
"Isshh, ketua main serobot aja..." ucap Eveline kesal karena di serobot Finn yang mengambil alih kakaknya yang tengah ia peluk.
"Kenapa?" ucap Finn dengan datar dan dingin, tak lupa tatapan tajam kepada Eveline.
"Awwsss sayang, sakit" ringis Finn mengelus perutnya saat Elie mencubit perut sixpack nya.
"Jangan buat takut adikku, Finn" ucap Elie melototi Finn.
"Adik?" Beo Finn terkejut menatap kedua wanita itu.
"Kakak, kamu yang terbaik. Aku mencintaimu" ucap Eveline senang di bela kakaknya.
Ia hendak memeluk Elie, namun ia di halangi oleh Finn yang membuat Eveline mencebik kesal karena nya.
Arthur dan Justin yang menjadi penonton hanya tercengang, menyaksikan Drama di depannya.
Drama kebucinan bos mereka, Finn dan sifat terpendam Eveline si gadis beku yang ternyata bisa menjadi wanita manja di depan kekasih bosnya.
"Sayang, bisa kau jelaskan? Apa maksudmu Eve adalah adikmu?" tanya Finn menatap Elie meminta penjelasan.
"Aku akan jelaskan, ayo duduk dulu!" ucap Elie.
Finn membawa Elie duduk di sofa yang hanya muat dua orang. Membuat Eveline kesal, karena Finn menyabotase tempat miliknya bermanjaan dengan sang kakak.
"Eveline adalah Adelia adik angkatku dan juga Adik angkat Daniel juga Keegan. Dia hilang hampir tujuh tahun yang lalu dan aku tidak bisa melacak keberadaannya selama ini" ucap Elie membuat Finn, Justin dan Arthur terkejut.
"Jadi Eve adik kamu?" tanya Finn memastikannya sekali lagi.
"Hmm, Lia adalah adikku yang sudah lama hilang. Finn, aku ingin berterima kasih padamu, karena sudah menyelamatkan dan memperlakukan Lia dengan baik" ucap Elie tersenyum tulus.
"Sayang, tidak perlu berterima kasih. Jika dia bukan adik kamu pun, aku akan tetap menyelamatkannya" ucap Finn apa adanya. Dia mengelus lembut kepala Elie.
__ADS_1
"Jadi ketua adalah calon kakak iparku kak? Kok kakak mau sih, sama manusia dingin dan bermuka datar tanpa ekspresi seperti dia?" ucap Eveline menunjuk Finn dengan dagunya.
Elie hanya terkekeh mendengar ucapan adik angkatnya itu, tidak ada yang salah yang Eveline bicarakan tentang Finn. Memang kenyataannya Finn selalu bicara datar dan dingin dengan orang yang tidak dekat dengannya.
"Eve!! Kau bicara seperti tidak pernah bercermin saja. Kau tidak sadar? aku dan JRS bahkan tidak pernah dengar kamu bicara lebih dari dua kata sebelumnya. Dan juga kau tidak sadar jika wajahmu lebih datar dariku" ucap Finn tidak kalah.
Justin dan Arthur menahan tawanya, mereka tidak menyangka bisa melihat perseteruan antara dua kutub dunia.
"Kalian ini, sudah jangan berdebat lagi! Lia, kamu harus sopan dengan Finn. Dia adalah kekasihku, dan kau juga harus berterima kasih padanya, karena telah menyelamatkan mu" ucap Elie yang membuat Finn senang karena di akui di depan orang lain.
"Hmm, Terimakasih kakak ipar" ucap Eveline pada Finn dengan tulus. Karena memang benar jika Finn yang menyelamatkannya. Dan Eveline bukan tipikal orang yang lupa dengan orang yang baik juga padanya.
"Hmm, sama-sama" balas Finn
"Apa kakak mencintai ketua?" tanya Eveline menatap Elie
"Ya, Aku mencintainya. Jadi kalian jangan berdebat lagi mulai saat ini, Oke" ucap Elie, Eveline mengangguk.
"Good Girl" ucap Elie tersenyum pada adiknya itu.
Finn jangan di tanya lagi, jantungnya sedang berdisko ria. Jika tidak ada orang lain dalam ruangannya, dia mungkin sudah menerkam Elie dengan ciuman mautnya.
Ungkapan cinta itu membuat Finn terbang ke Nirvana dengan jutaan kupu-kupu menggelitik perutnya, sangat menyenangkan.
"Sayang..." ucap Finn lembut dengan tatapan penuh cinta. Membuat Semua orang hampir menjatuhkan rahang mereka karena terkejut, melihat ekspresi Finn.
Kecuali Elie yang membalasnya dengan tersenyum manis pada kekasihnya itu.
"Astaga, Kakak ku yang lugu dan polos. Sekarang sudah merasakan yang namanya jatuh cinta. Dan yang menaklukannya adalah si ketua dingin" ucap Eveline dalam hati.
"Tapi aku senang, aku harap kak Queen bisa bahagia dan terus tersenyum seperti saat ini. Aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti orang paling berharga buatku" ucap Eveline tersenyum.
....
Bayangan tangisan, suara tertawa wanita yang melengking di sertai de**han tiap sudut ruangan, bau darah, dan teriakan kepedihan. Semuanya bermunculan di dalam benak Sean.
Mimpi itu kembali lagi muncul, Sean mengingat bagaimana wanita gila itu memukul dan melecehkannya.
__ADS_1
Di sudut ruangan selain dirinya, ada dua orang anak perempuan kecil menangis karena melihat pemandangan yang tidak seharusnya mereka lihat.
Wanita gila itu tengah berpacu di atas seorang laki-laki dewasa tanpa busana dan saling mend*sah. Mereka bertiga tidak bisa menutup mata maupun telinga.
Karena saat mereka melakukannya dan terlihat wanita gila itu. Sebuah cambuk akan melayang ke arah mereka dan membuat mereka di paksa melihat adegan yang tidak pantas untuk di lihat.
"Kakak aku takut, aku mau pulang" ucap gadis kecil pada kakak perempuannya dan hampir menangis dengan badan gemetar.
"Kakak juga takut dan mau pulang dek. Kamu jangan nangis dan tutup mata, nanti wanita gila itu memukulmu" ucap Anak perempuan lebih besar itu.
"Kita harus keluar dari sini" ucap Sean kecil
"Bagaimana caranya? Kita bahkan tidak tahu saat ini siang atau malam. Semua pintu keluar di kunci" ucap anak perempuan itu.
Tak lama, Sean kecil di seret wanita itu dan memaksa tangan kecilnya untuk memegang tubuh wanita itu. Sean menolak dan pukulan lagi-lagi menghantamnya.
Sampai adegan di mana kakak beradik itu di pukul hingga kepala mereka berdarah, karena membelanya.
"TIDAAAKKKKK!!!" teriak Sean.
Teriakan itu membuat Alexa terkejut. Ia segera menghampiri ranjang Sean dan memegang pipi laki-laki yang tengah gelisah dalam tidurnya itu.
"Tuan muda, apa kau mimpi buruk? Bangunlah aku di sini, tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja" ucap Alexa mencoba menenangkan.
Perlahan Sean tenang, dan membuka matanya. Alexa melihat Sean sadar menghela nafas lega dan senang.
Namun itu tidak berlangsung lama sebelum membuatnya terkejut. Sean yang membuka mata langsung terduduk, menarik Alexa mendekat padanya.
Cup!!!
Alexa terlonjak kaget saat bibir pucat Sean menempel bahkan ******* bibirnya. Alexa memberontak namun ciuman itu tidak juga lepas.
...••••...
Maaf update satu Bab Lagi🙏 Badan Author belum sehat bener ternyata.😢
Terlebih harus istirahat lebih awal, karena besok pagi ada Diklat selama tiga hari.😪
__ADS_1
Author usahain di sela waktu Diklat bisa nulis chapter lanjutan meskipun satu BAB. Harap maklum, karena saat Diklat Fokus author bukan di ponsel, tapi ke materi.
Sabar selama tiga hari mulai besok ya, jika author ada waktu luang yang banyak, insya Allah di usahain buat Crazy up☺️🤗