
Pagi-pagi sekali Aurelie telah siap berangkat kuliah, seperti biasanya ia sarapan yerlebih dahulu dengan keluarga tercintanya.
Setelahnya ia langsung mengemudikan mobil menuju ke rumah Finn. Ia ragu-ragu menimbang untuk menekan bel dulu atau diam dan menunggu di mobil.
Lalu ia memutuskan untuk menekan bel dan bertemu dengan cara yang sopan, meskipun sebelumnya ia sudah menghubungi Finn lewat Chat yang ia kirim barusan.
Setelah membunyikan bel dan di bukakan oleh pembantu yang menatapnya penuh tanya.
"Maaf, nona cari siapa ya?" tanya pembantu itu dengan pandangan terpesona karena kecantikan Aurelie.
"Apa Finn nya ada bik?" ucap Aurelie sopan pada pembantu yang kira-kira berusia sama dengan ibunya itu.
"Ada di dalam non, Silahkan masuk. Nanti saya coba panggilan tuan muda" ucap pembantu itu terus mencuri pandang ke arah Aurelie setelah mempersilakannya masuk dan duduk di ruang tamu.
Pembantu itu memandangnya bukan karena naksir, karena dia masih normal. Tapi lebih ke heran, karena ia baru bertemu dengan wanita secantik Aurelie. Dan yang lebih mengejutkannya adalah Aurelie datang untuk mencari tuan mudanya yang sangat dingin itu.
Lalu ia beranjak ke kamar Finn untuk memberi tahu kedatangan Aurelie.
Pembantu itu sedikit ragu dan takut dan merasa kasihan pada Aurelie, menyangka jika nasib Aurelie akan sama seperti gadis-gadis lain yang mencoba mendekati tuan mudanya itu, yang di tolak mentah-mentah secara langsung. Melinda Contohnya yang terang-terangan mendekati tuan mudanya, dengan dukungan nyonya besarnya yang merupakan teman dari ibunya.
"Loh, Elie" ucap Fara terkejut melihat Aurelie kini duduk di ruang tamu.
"Halo tante, selamat pagi" ucap Aurelie sopan dan menyalami Fara.
"Pagi juga El, mau ketemu Finn?" ucap Fara tersenyum
"Iya tante, mau jemput Finn. Hmm El mau minta maaf pada tante dan keluarga, gara-gara menyelamatkan El, Finn jadi terluka" ucap Aurelie merasa bersalah
"Tidak apa-apa, Finn udah cerita dan tante maklum kok, namanya juga musibah nggak bisa di prediksi. Lagian kamu juga sudah tolongin tante kemarin, tante berterimakasih padamu tentng itu" ucap Fara dengan lembut dan tersenyum.
"El..." suara Finn terdengar dengan sangat lembut dan penuh cinta.
__ADS_1
Jangan lupakan juga senyuman yang merekah di wajahnya. Bukan hanya pembantu dan Fara yang terkejut melihat sikap Finn yang terlihat jelas sangat senang dengan kedatangan Aurelie.
Tapi juga Aurelie yang sempat tertegun melihat senyuman indah di wajah tampan itu, penampilan Finn juga sangat keren sekali hari ini.
"Maaf membuatmu menunggu lama" ucap Finn
"Tidak lama, aku juga baru sampai" ucap Aurelie
"Hmm, ayo kita berangkat sekarang" ucap Finn
"Eh, eh, main pergi aja ya. Lupa kalau mamah ada di sini iya?" ucap Fara cemberut.
"Eh ada mamah" ucap Finn cengengesan dan menggaruk tengkuk lehernya.
"Nggak ada mamah, ini cuman bayangannya doang" ucap Fara kesal
"Oh cuma bayangannya toh ya-ya, aduuhhh mah sakit sshh" ucap Finn mengelus kepalanya yang terkena jitakan maut sang mamah.
Aurelie tidak menjawab ia hanya terkekeh melihat tingkah ibu dan anak di depannya ini. Hubungan Finn dan Fara terlihat sangat hangat dan harmonis.
"Mah Ih, kok malah ngomporin El biar nggak mau sama Finn sih! Bukannya dukung Finn biar bisa lebih deket sama El, untung-untung bisa cepet jadian jadiin Ep mantu, Ehh..." ucap Finn dan menutup mulutnya karena keceplosan, wajahnya memerah menahan malu.
Aurelie pun yang mendengarnya Finn bicara blak-blak an di depan Fara, terkejut. Wajahnya juga bersemu merah karena merasa malu sendiri.
"Ha-ha, sudah! Sana berangkat kuliah, nanti telat" ucap Fara tertawa karena berhasil mengerjai putranya.
...
Q.A Hospital
Rico tengah berbaring dengan perasaan tidak nyaman sesaat setelah ia sadar. Bahwasannya orang yang merawatnya di rumah sakit adalah orang yang paling tidak ingin ia temui saat ini.
__ADS_1
Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ayah mertuanya juga berada di ruangan yang sama dengannya saat ini.
"Bagaimana keadaanmu sekarang nak?" tanya Adrian
"Aku sudah merasa baikan, Yah" ucap Rico sopan
"Tentu saja adik ipar baik-baik saya ayah, karena aku merawatnya dengan baik sesuai keinginan ayah. Ayah tenang saja aku pastikan Rico segera sembuh" ucap Cheryl tersenyum ringan.
Rico mengeram dalam hati, dirinya begitu muak melihat tingkah Cheryl. Ia baru menyadari jika wanita yang dulu pernah berlabuh di hatinya itu, tak ayal hanyalah jelmaan siluman rubah. Rico sangat menyesali tindakannya di masa lalu, terutama kesalahan besarnya pada mendiang sang istri.
"Bagus kalau begitu, ayah harap kamu bisa menemani dan merawat adik iparmu. Ayah beberapa hari ini mungkin sibuk mengurus perusahaan, sementara selama Rico sakit, ayah akan menghandle semuanya di kantor" ucap Adrian mengelus kepala Cheryl dengan sayang.
"Tentu ay..." ucap Cheryl terpotong oleh ucapan Rico.
"Tidak perlu merepotkan ayah dan kakak ipar. Aku sudah tidak apa-apa kok, Lagian di sini ada dokter dan perawat yang menjaga selama aku di rawat" ucap Rico
Cheryl mengepalkan tangannya mendengar ucapan Rico yang menolak untuk dia temani dirinya di rumah sakit.
"Adik ipar, pasien di rumah sakit bukan hanya kamu saja di sini. Bagaimana jika kamu membutuhkan sesuatu, atau terjadi apa-apa padamu saat di ruangan ini tidak ada siapa-siapa yang menjaga. Bukankah itu sangat membahayakan, lagi pula kita adalah keluarga kamu paling dekat di sini. Tentu saja kami tidak akan merasa keberatan, hanya untuk menjaga kamu selama sakit. Bukankah begitu ayah?" ucap Cheryl menoleh ke ayahnya dan tersenyum
"Ya kau benar Cheryl" ucap Adrian membenarkan ucapan putrinya
"Tapi ayah..." ucap Rico
"Rico, kamu tidak usah khawatir, kamu tidak merepotkan ayah dan kakak iparmu sama sekali karena merawatmu di sini. Lagi pula keluarga besarmu tidak ada di kota ini, dan ayah adalah mertua kamu. Sudah sewajarnya ayah menjaga kamu di sini. Tapi karena perusahaan tidak bisa di tinggal lama, ayah meminta kakak iparmu untuk merawatmu secara bergantian" ucap Adrian memberikan pengertian.
Rico hanya terdiam dan mengangguk pasrah menyetujui ucapan ayah mertuanya. Meskipun ia merasa tidak nyaman berdekatan dengan Cheryl.
Terlebih Rico yakin, Cheryl menyetujui untuk merawatnya dengan tujuan tertentu. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Andai ayah tahu, jika putri di sampingnya adalah seekor rubah yang tega menusuk adik kandungnya sendiri. Dan aku... Aku adalah pria bejat yang telah menyakiti perasaan istriku sendiri, bahkan tangan ini yang membuat orang yang aku cintai memegang nyawa. Apa ayah akan tetap bersikap manis dan penuh kasih seperti ini. Andai... Andai saja aku tidak melepas tangan itu, pasti Rani masih berada di sampingku saat ini dan merawatku penuh cinta" Gumam Rico merasakan perasaan menyesal yang menyakitkan, menyeruak di hatinya.
__ADS_1
...