Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Keluarga Chu


__ADS_3

Aurelie dan Finn melangkah kembali ke kelasnya masing-masing, karena letak kantin lebih dekat dengan kelas Aurelie. Finn mengantar Aurelie terlebih dulu.


Drrrttttt... Drrrrtttt...


Langkah Aurelie berhenti dan menepi agar tidak menghalangi jalan mahasiswa yang lewat, di ikuti Finn yang juga berhenti.


Aurelie melihat Telepon miliknya bergetar dan nama Daniel terpampang di sana.


"Halo Niel, ada apa?" ucap Aurelie tanpa harus menghindar dari samping Finn.


"Halo nona, bisakah anda datang ke kantor hari ini? Ada beberapa hal penting di perusahaan dan ada hal yang harus di sampaikan tuan Keegan juga" ucap Daniel dengan perkataannya yang formal.


"Baiklah, nanti jam 2 siang aku akan ke sana setelah kuliah" ucap Aurelie kemudian melirik ke arah Finn yang tengah menatapnya dengan senyum hangat di wajahnya.


Langsung saja Aurelie mengalihkan pandangannya, entah mengapa dirinya merasa salah tingkah melihat senyum Finn. Hingga wajahnya bersemu merah hingga ke daun telinganya, jangan lupakan jantungnya yang berdetak di luar kendalinya.


Finn yang melihat itu makin mengembang senyumnya, bukankah kemajuan yang bagus untuknya saat Aurelie mulai salah tingkah melihat dirinya? Mungkinkah saat ini Aurelie punya perasaan yang sama padanya? pikirnya bertanya-tanya. Namun tidak dalam batinanya.


"Baik, kalau begitu kabari jika anda sudah sampai kantor nona" ucap Daniel di ujung telepon.


"Ya, aku akan mengabarimu nanti" ucap Aurelie


Setelah menutup teleponnya, Aurelie menatap ke arah Finn. Finn mengerti akan hal itu ia tersenyum lembut.


"Jika ada yang perlu kau lakukan, pergilah! Aku bisa pulang naik taxi" ucap Finn dengan nada lembut.


Ia memberikan ruang untuk kehidupan pribadi Aurelie, meskipun ia sangat ingin selalu dekat dengan gadisnya itu, namun ia tidak ingin egois.


Finn memiliki telinga yang tajam, ia tahu jika yang menelepon berhubungan dengan perusahaan milik Aurelie. Terlebih saat Aurelie menyebut nama Niel, Finn tahu jika Niel yang di maksud pastilah Daniel, Assistant pribadi CEO Q.A Group, Queen.


Sebelumnya Finn sudah memeriksa identitas Aurelie, baik itu kehidupannya yang dulu ataupun yang sekarang. Jadi ia mengetahui semuanya sampai ke hal detail sekecil apapun


"Apa tidak apa-apa?" ucap Aurelie merasa tidak enak karena mengingkari janjinya untuk mengantar jemput Finn.


"Tentu saja, lagian kamu pasti banyak hal harus di urus" ucap Finn lalu mengacak sedikit rambut Aurelie membuat empunya manyun, karena rambutnya menjadi berantakan.


"Ayo aku antar ke kelas, sebentar lagi kelasmu akan di mulai" ucap Finn menarik tangan Aurelie dengan lembut menuju kelasnya, tanpa penolakan oleh Aurelie.


...

__ADS_1


Demetri Group


Sean berusaha fokus memeriksa laporan dan juga berkas untuk tender sore nanti. Pikirannya masih tertuju pada Aurelie, rasa rindu bergejolak di hatinya. Ingin sekali bertemu dengan wanita yang sudah berhasil mengetuk hatinya itu.


Tok! Tok! Tok!


Pintu ketuk dan tak berapa lama William masuk ke dalam ruangan setelah di persilahkan oleh Sean.


"Ada apa Will?" tanya Sean.


"Saya ingin memberi tahu dua kabar tuan muda" ucap William


"Katakan!" ucap Sean masih dengan tangan yang memegang berkas di tangannya.


"Tender sore ini berpindah tempat dan akan di lakukan di gedung pertemuan Q.A Group. Saya dengar Queen siang nanti akan berada di kantornya yang mungkin akan berada di pertemuan tender" ucap William


Wiliam meletakan berkahnya dan memandang ke arah William, senyum tipis mengembang di wajahnya.


"Maksudmu, kemungkinan aku bisa bertemu dengan Dia Will?" ucap Sean


"Kemungkinan Queen sendiri yang akan memimpin tendernya" ucap William mengangguk.


"Lalu apa berita kedua?" tanya Sean


"Nyonya besar mengatakan pada saya, jika nanti malam tuan muda di minta pulang ke kediaman Demetri. Karena ada makan malam bersama dengan keluarga besar Chu dari Beijing" ucap William


"Apa aku harus ikut, Will?" tanya Sean


Sean tidak ada minat sama sekali makan malam bersama dengan keluarga Chu, yang mana keluarga itu merupakan keluarga ibunya.


Meriana Demetri Chu, Ibu dari Sean merupakan putri pertama dari keluarga konglomerat di Beijing. Keluarga Chu merupakan keluarga besar salah satu dari empat pilar di beijing, China.


Kekayaan keluarga Chu hanya selisih sedikit lebih banyak dari keluarga Demetri. Namun jika di bandingkan dengan Q.A Group, keluarga Chu masih satu tingkat di bawahnya dalam segi kekayaan.


Namun meskipun begitu, Keluarga Chu merupakan keluarga besar dengan sejarah yang panjang di China. Sama dengan 3 pilar keluarga yang lainnya yang punya sejarah ratusan tahun.


"Nyonya bilang jika kakek, nenek dan keluarga paman anda datang. Jadi anda wajib untuk pulang dan ikut makan malam tuan muda" ucap William


"Jangan bilang jika ulet keket itu juga datang" ucap Sean seketika merinding

__ADS_1


"Benar tuan muda, nona Michelle Chu tahun ini ikut datang" ucap William.


Michelle Chu merupakan Cucu dari adik laki-laki Jackson Chu. Yang mana Jackson Chu adalah kakek Sean dari pihak ibu.


Michelle sedari kecil sangat menyukai Sean, dan selalu bertingkah manja dan juga seperti ulat keket yang menempel padanya. Meskipun Sean selalu menolak dan jijik berada di dekatnya dan menolak bersentuhan.


Pernah suatu waktu, yaitu 2 tahun lalu. Tubuh Sean bergetar hebat dengan keringat dingin karena Michelle nekad menyentuh tangannya. Maka dari itu, setelah kejadian 2 tahun lalu, keluarga Demetri dan Chu melarang keras Michelle untuk bertemu apalagi mendekati Sean.


"Astaga, aku harus bagaimana" ucap Sean sedikit bergidik ngeri mengingat dulu ia hampir mati karena sentuhan Michelle.


"Tuan tenang saja, saya akan ikut dan akan menjaga jarak nona Michelle dengan anda agar tidak terjadi hal yang di inginkan" ucap William


"Aku tidak punya pilihan selain harus datang. Sebaiknya kau jangan pernah melangkah jauh dariku dan membiarkan aku bersama wanita itu dalam jarak dekat" ucap Sean


"Baik tuan muda" ucap Sean.


...


Aurelie kini sudah berada di kantornya, ia langsung di suguhi tumpukan dokumen yang menggunung di meja kerjanya.


"Hais, sebanyak ini ini berkas harus aku cek? " ucap Aurelie menghela nafasnya berat


"Benar nona, semuanya sudah saya cek sebelum dan tidak ada kesalahan di dalamnya. Anda bisa melihatnya lagi dan tanda tangani setelah memeriksanya" ujar Daniel


"Baiklah tidak masalah, terimakasih sudah membantu Niel" ucap Aurelie


"Sama-sama nona" ucap Daniel


"Mana Keegan?" tanya Aurelie


"Tuan Keegan masih di ruangannya" ucap Daniel


"Bilang padanya untuk datang ke ruanganku" ucap Aurelie


"Baik, saya akan memberi tahu Tuan Keegan" ucap Aurelie Saya keluar dulu, banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan


"Oke, terimakasih Niel" ucap Aurelie


"Sama-sama nona" ucap Aurelie dan melanjutkan pekerjaannya setelah Daniel pergi.

__ADS_1


...


__ADS_2