Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Penyerangan Anggara


__ADS_3

Jam pulang kerja sudah lewat 30 menit yang lalu, Aurelie merenggangkan ototnya lalu membereskan dokumen di depannya, agar Daniel tidak perlu membereskannya lagi.


Ia berniat menemui Finn di rumahnya setelah ia kembali dari mansion miliknya, untuk mengambil ponsel khusus. Dia sudah mengirim pesan pada Finn jika dirinya akan ke sana kurang lebih satu jam ke depan.


Namun saat turun dari lift bersama Daniel, dia mendapatkan kabar dari mommy nya, jika kakak laki-laki nya Angga. Masuk ke rumah sakit karena di keroyok orang tidak di kenal saat pulang kerja.


"Niel, aku tidak jadi ke mansion sekarang, boleh aku minta tolong ambilkan ponsel khusus milikku di laci meja kedua di kamarku?" ucap Aurelie


"Memangnya kenapa tidak jadi ke mansion, nona?" tanya Daniel


"Aku harus Ke Rumah sakit sekarang, kakakku di keroyok orang tidak di kenal. Jadi aku harus ke sana untuk melihat keadaannya. Dan aku juga minta tolong, kau juga retas semua CCTV di jalan Kebon jeruk kawasan Hayam Wuruk. Selidiki siapa yang mengeroyok kakakku, mungkin mereka sudah bosan hidup hingga berani memanggil malaikat maut datang menghampirinya" ucap Aurelie dengan aura membunuh yang pekat dan mencekam.


Daniel yang ada di sampingnya tercekat hingga susah bernafas hanya karena aura Aurelie saja. Beruntung tidak ada orang lain kecuali Daniel di sana dan security yang menjaga di pintu keluar dengan jarak yang cukup jauh dari lift.


"Ba-bai" jawab Daniel susah payah karena aura gelap Aurelie.


Aurelie melangkah cepat menuju area parkir khusus, di mana mobilnya terparkir. Sedangkan Daniel menatap punggung nonanya yang berjalan kian menjauh dari tempatnya berdiri.


"Keledai bodoh mana yang berani membangunkan singa yang sedang tidur. Mungkin masa menghirup udara segarnya akan segera berakhir. Astaga hanya karena auranya saja aku susah bernafas" ucap Daniel dalam hati lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang akan membantunya mengurus permintaan Aurelie.


...


Di Q.A Hospital


Aurelie setengah berlari menuju ruang rawat inap VIP, karena Angga sudah di pindahkan dari IGD ke ruang rawat inap karena lukanya yang cukup parah dan belum sadarkan diri.

__ADS_1


Ceklek!


Melihat pintu terbuka semua keluarga Adhisti yang ada di dalam menoleh ke arah pintu. Di dalam kamar rawat inap selain ada keluarga Adhisti, ada juga dokter, perawat dan seorang wanita yang sebaya dengan Alexa.


Yang Aurelie ingat, jika wanita itu adalah sepupunya dari keluarga sang ibu, tepatnya anak pertama dari adik Stella. Dalam ingatan Aurelie, Nisa nama sepupunya itu. Meskipun tidak dekat dengannya, namun ia memiliki perangai yang cukup baik.


Yang membuat Aurelie bingung, kenapa sepupunya ini berada di ibukota. Setahu Aurelie, Nisa tinggal di kota kembang bersama kedua orang tua juga adik laki-laki yang setahun lebih muda darinya.


"El, kau sudah datang" ucap Stella dengan mata sembab, terlihat sekali jika ia habis menangis.


"Iya mom. Kenapa bisa seperti ini mom? Apa uang sebenarnya terjadi pada kak Angga?" tanya Aurelie


Aurelie melihat luka lebam di hampir setiap sisi wajah kakak laki-lakinya itu, ada perban juga yang melilit kepala sang kakak karena pukulan benda tumpul. Tangan Aurelie mengepal menahan amarah, meskipun wajahnya terlihat datar namun hatinya merasa sakit.


Ia berjanji akan membalas puluhan kali lipat dari apa yang sudah kakaknya terima.


"El ingat Dad" ucap Aurelie mengangguk, ia menurut untuk duduk di sofa dan memandangi Kelvin menuntut penjelasan.


Kelvin menghela nafas dan melihat ke arah Nisa, Nisa paham dan dia mulai mengangkat suaranya.


"Biar aku yang menjelaskannya Rel. Jadi saat itu kita berdua sedang jalan pulang menuju ke mansion Adhisti, karena jalanan macet kita mencari jalan alternatif. Ternyata mobil kita di ikuti oleh satu mobil dan juga dua motor, dan menghalangi jalan kita dari depan dan belakang. Kak Angga keluar dari mobil dan menyuruhnya untuk tetap diam di mobil, aku tidak tahu apa yang di bicarakan Kak Angga dan juga beberapa orang itu" ucap Nisa berhenti sejenak.


"Tak lama salah satu dari mereka memukul dan perkelahian itu terjadi. Aku yang tidak bisa membantu berkelahi langsung menghubungi polisi, sampai akhirnya kaca mobil di pecahkan dan salah satu dari mereka menariknya keluar dan mencoba melecehkanku. Kak Angga yang takut terjadi apa-apa langsung menghampiri, namun salah satu di antara mereka memukul kepala belakang kak Angga dari belakang lalu Kak Angga pingsan. Beruntungnya sirene mobil polisi terdengar dan melepaskanku, lalu kelompok orang itu semuanya berhasil melarikan diri" lanjur Nisa menjelaskan


Aurelie melihat mata Nisa mencari kebohongan di sana, namun ia tidak menemukan kebohongan di matanya.

__ADS_1


"Kenapa tatapan Aurel tajam banget? Aku sampai merinding di buatnya... Ya Tuhan, pasti Aurel marah karena aku tidak bisa menyelamatkan kak Angga lebih cepat. Kalau saja aku bisa sedikit bela diri, bukannya menjadi cewe lemah yang tidak bisa menolong diri sendiri dan orang lain" ucap Nisa dalam hati


Mendengar itu, Aurelie mengalihkan pandangannya. Ia yakin jika Nisa tidak terlibat dalam hal ini.


"Kenapa Nisa ada di ibukota? Bukankah dia ada di Bandung?" tanya Aurelie


"Nisa baru saja sampai di ibukota karena menjadi perwakilan perusahaan ayahnya yang bekerja sama dengan Perusahaan kita. Dan saat itu daddy yang meminta Angga pulang bareng dengan Nisa. Karena Nisa akan tinggal bersama kita selama ia berada di ibukota dalam beberapa hari kedepan" ucap Kelvin.


"Hmm baiklah, lalu apa ada petunjuk siapa pelakunya?" tanya Aurelie


"Daddy juga bingung El, polisi bilang, kamera CCTV di sepanjang jalan kebun jeruk rusak. Hingga kita tidak memiliki bukti dan tidak mengetahui siapa pelakunya. Jelas ini sebuah penyerangan yang sudah di rencanakan" ucap Kelvin.


"Daddy tidak usah khawatir, biar El yang mengurus semuanya" ucap Aurelie


Kelvin dan yang lainnya semua terkejut mendengar apa yang di katakan Aurelie. Melihat itu Aurelie paham dan segera mengatakan sesuatu.


"Percayalah, El akan buat pelakunya merangkak dan memohon ampun pada Kak Angga" ucap Aurelie


"Apa yang akan kamu lakukan El? Jangan gegabah, kita tidak tahu siapa pelaku sebenarnya. Daddy tidak ingin putri daddy juga terluka nantinya" ucap Kelvin merasa cemas


"Benar yang di katakan Daddy kamu jangan macam-macam El, biarkan daddy saja yang menanganinya" ucap Stella menimpali


"Tidak perlu khawatir Dad, Mom, El akan baik-baik saja. El hanya akan menyuruh Daniel untuk menyelidikinya dan mencari semua buktinya" ucap Aurelie


"Baiklah jika kamu menyuruh asistenmu itu, tidak apa-apa. Semoga dia bisa menemukan oelaku penyerangan itu" harap Kelvin saat Aurelie menyebut nama Daniel.

__ADS_1


...


__ADS_2