Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
konfirmasi kebenaran


__ADS_3

Pagi sekali, keluarga Lance sudah duduk di ruang makan untuk menikmati sarapan. Setelah selesai sarapan, Moza menatap kakaknya dan membuka suaranya.


"Kak, Moza nebeng ya ke sekolah ya" ucap Moza


"Minta papah aja yang anterin, sana" jawab Finn


"Ish, dasar pelit, masa Moza di anterin sama orang tua" ucap Moza membuat Theo melotot terkejut karena ucapan putri semata wayangnya.


"jangan salah sayang, papah gini-gini masih terlihat ganteng dan gagah loh dek, aura papah juga wuooohh terpancar" ucap Theo.


"Iya, aura bapak-bapak" ucap Moza telak


"Ha-ha-ha" Fara dan Finn tertawa mendengar ucapan Moza yang suka blak-blakan dan menusuk itu. Sedangkan Theo hanya meringis mendengar ucapan telak dari putri nya.


"Lagian nih ya, tuh jok mobil kesayangan kakak, sayang banget nggak pernah di dudukin orang. Bulukan juga nanti lama-lama" ucap Moza lagi


Namun jari telunjuk Finn di goyang kan ke kanan dan ke kiri, menandakan Finn yang tidak setuju.


"Salah, jok itu sudah di dudukin sama pemiliknya, dek" ucap Finn


"Siapa? Emang kakak punya pacar, halunya Kakak itu loh, ketinggian! Cowok dingin anti cewe kaya kakak, mana bisa punya cewek" ucap Moza julid


"Sayangnya nggak halu tuh, kakak memang udah punya pacar sekarang?" ucap Finn mengangkat kedua bahunya.


"Siapa?" tanya Moza penasaran


"Elie? emang kamu udah berhasil dapetin Elie, Finn?" tanya Fara sedangkan dua orang lainnya hanya menyimak saja.


"Hmm, Finn sama El udah jadian mah" ucap Finn menganggukkan kepalanya.


"Benarkah, sejak kapan?? kenapa kamu nggak bilang ke mamah? Kapan ajak Elie main ke sini Finn? Mamah kangen sama dia" ucap Fara antusias.


"Elie siapa mah?" tanya Theo yang di angguki Moza


"Anaknya jeng Stella sama Duke Kelvin pah" ucap Fara


"Ooohhh..." Theo ber oh ria hanya mengangguk kan kepalanya.


"Emang Kak Elie cantik mah? Penasaran sama calon ipar, sehebat apa dia bisa cairin gunung Es ini" ucap Moza

__ADS_1


Tak!


"Awwss" Moza menggosok keningnya yang terasa pedas saat Finn menyentil kening adik satu-satunya itu.


"Gunung Es, Gunung es, sembarangan kalau ngomong" ucap Finn.


"Ya sudah, aku berangkat duluan. Mau jemput El berangkat ke kampus bareng. Kamu ikut papah aja ya dek, kalau nggak minta anter supirnya mamah. Buat main ke rumah, nanti aku tanyain ke Elie nya dulu mah. Soalnya dia sibuk kuliah dan perusahaan miliknya" ucap Finn langsung keluar setelah mencium tangan kedua orang tuanya dan mencubit pipi tembem adiknya itu sebelum pergi.


"Pacar kakak punya perusahaan sendiri mah, pah?" tanya Moza.


"Nggak tahu, tanya ke mamah" ucap Theo


"Mamah pernah denger dari Finn dan juga jeng Stella, jika Elie memang menjalankan perusahaan sendiri. Tapi mamah nggak tahu perusahaan nya bergerak di bidang apa, dan nama perusahaannya juga mamah tidak tahu" ucap Fara


"Finn pintar cari calon menantu buat kita ya mah" ucap Theo


"Tentu pah, yang penting Elie itu gadis cantik, baik dan juga kuat. Mamah sangat mendukung Finn dengan Elie" ucap Fara dengan antusiasnya.


...


Di kediaman Adhisti, Kelvin dan Stella. Saling berpandangan melihat kedua anaknya tengah melamun. Sedangkan anak bungsunya masih belum turun dari kamar karena masih mandi setelah selesai berolahraga.


"Nggak apa-apa, iya nggak dek?" ucap Angga menyenggol Alexa.


"Ah, eh, i-iya, nggak ada apa-apa kok Dad" ucap Alexa.


Mendengar itu Kelvin tidak menanyakan lebih jauh. Tak berapa lama Elie sudah turun dari kamarnya dan bergabung dengan yang lainnya untuk sarapan.


Setelah selesai sarapan, Kelvin dan Stella berangkat duluan karena ada undangan pertemuan di perusahaan mitra kerja.


Dan kini ketiga anak keluarga Adhisti tengah duduk di ruang tamu. Alexa jelas tidak bekerja hari ini karena tidak ada jadwal pemotretan atau shooting, jadi dia di rumah saja.


Sedangkan Angga masih ada satu setengah jam lagi masuk kantor dan dia ingin membahas sesuatu dulu dengan kedua adiknya.


Bagaimana dengan Elie? Jelas ia tengah menunggu sang pacar tercinta datang menjemputnya.


"El" panggil Angga


"Ya kak" jawab Elie

__ADS_1


"Langsung saja, ada yang ingin kakak tanyakan padamu. Sebenarnya perusahaan apa yang sudah kamu bangun? dan apa nama perusahannya? Lalu apa hubunganmu dengan Finn? Kakak lihat kamu sangat dekat dengannya" tanya Angga berurutan.


"Kenapa pertanyaan kakak banyak sekali. Aku bingung mau jawab pertanyaan yang mana" ucap Elie.


Ia melirik ke arah Kakak perempuan nya yang hanya terdiam tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


"Jawab semuanya" ucap Angga


"Baiklah, masalah hubunganku dengan Finn, kami resmi pacaran. Dia adalah kekasih ku sekarang, kak Alexa juga sudah mengetahui nya" ucap Elie mengangkat kedua bahunya.


Angga melirik ke arah Alexa seakan menanyakan, kenapa kau tidak mengatakannya padaku?


Menyadari tatapan mata penuh makna kakaknya, Alexa membalasnya sedikit melotot dan menggerakkan kepalanya, seakan tatapan matanya mengisyaratkan. Kenapa Kakak menyalahkan aku? Kakak sendiri yang tidak menanyakan nya.


Begitu kira-kira perang tatapan penuh makna antara kakak dan beradik itu.


"Sekarang jawab pertanyaan lainnya. Jangan mengatakan ini belum saatnya, kamu belum siap atau kau sedang mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya. Jawab pertanyaan kakak yang sejujurnya, perusahaan apa yang kamu bangun dan apa nama perusahaan nya?" tanya Angga.


Elie menghela napas nya panjang, ia tahu jika kedua kakaknya sudah mengetahui perihal perusahaan yang ia bangun. Karena sudah mendengar batinan mereka saat makan tadi. Jadi ia tidak bisa mengelak ya lagi.


"Ya, yang di pikiran kakak adalah benar" ucap Elie


"Maksud kamu?" tanya Angga memicingkan mata nya dengan jantung yang berdegup kencang.


"Jangan-jangan adek ku satu ini bisa membaca pikiranku lagi. Apa dia sudah menjadi seorang cenayang sekarang?" batinan Angga


"El paham dan tahu, kakak tidak mungkin menanyakan hal ini dengan serius jika kakak tidak menemukan sesuatu tentangku, dan kakak hanya ingin mengkonfirmasi tentang kebenaran yang sudah kakak temukan padaku. Benar?" ucap Elie


"Huufft, kau benar. Kau memang sangat pintar membaca maksud seseorang hanya dari cara bicara dan raut wajahnya. El, kakak bangga padamu" ucap Angga, ia meyakini jika Adiknya itu sangat peka dengan sikap seseorang.


"Baiklah, aku akan mengatakannya. Tapi aku harap Kak Angga dan Kak Lexa bisa menyimpannya untuk diri sendiri dan tidak memberitahu Daddy dan mommy" ucap Elie yang di angguki oleh kedua kakaknya.


"Jujur saja tadinya aku ingin mengatakannya saat ada acara launching pengembangan wisata baru di perusahaan, bulan depan. Tapi sepertinya, aku tidak bisa menyembunyikan hal ini lebih lama lagi dari kalian berdua" ucap Elie


"Seperti yang kakak berdua tahu. Aku adalah Queen, CEO dan juga pemegang saham mayoritas 80% Q.A Group. Yang artinya, aku adalah ketua dari Q.A Group, atau orang terkaya nomer satu di negara ini" ucap Elie


Degh!!


Meskipun sudah memiliki jawaban dari Elie sebelumnya, tapi tetap saja tidak menutupi keterkejutan keduanya perihal kabar mengejutkan ini.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2