
Suasana di kampus masih relatif sepi, karena masih jam 7 pagi. Dan kelas pagi akan mulai jam 8 nanti.
Gista menghela nafasnya saat ia keluar dari ruangan administrasi. Hari ini ia membayar uang semesternya dengan uang yang ia hasilkan dari menja**ng tentunya.
Ia melangkah tersenyum, ia merasa lega karena salah satu bebannya terangkat dari pundaknya. Apalagi mengingat kabar yang di berikan oleh orang suruhannya.
Yang mengatakan jika Gerald hanya tahu jika ia membohongi tentang status kekayaan dari Aurelie. Mengetahui hal itu, ia berusaha mendekatkan diri pada Gerald dan meminta maaf nanti.
Ia yakin jika di hati Gerald masih ada dirinya. Sayangnya Gista tidak tahu saja jika Gerald telah mengetahui lebih dari hal itu. Bahkan Gerald sudah merasa jijik saat melihat wajahnya.
"Akhirnya aku bisa kuliah dengan tenang tanpa harus memikirkan biaya semester sampai semester depan. Aku merindukan Gerald, aku pastikan ia kembali dalam pelukanku" ucap Gista.
Gista berjalan melewati koridor antara gedung administrasi dengan gedung fakultas bisnis, Ia melihat Gerald berjalan masuk. Senyum Gista melebar, Tuhan memberikannya kesempatan, tentu saja ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan ingin bicara dengan Gerald, dari hati ke hati.
Dengan antusias ia melangkah mendekati Gerald, namun tubuhnya diam terpaku karena melihat Gerald memanggil dan menghampiri Aurelie.
"Aurel!" Panggil Gerald dengan wajah berseri.
Merasa di panggil, mau tidak mau Aurelie yang tengah berjalan menghentikan langkahnya. Namun ia tidak menoleh karena tahu siapa yang memanggilnya.
"Hai Rel" sapa Gerald yang kini sudah berada di samping Aurelie
"Hmm" balas Aurelie dingin
"Kamu mau ke kelas? Aku antar ya" ucap Gerald lembut
Aurelie tidak menjawab ia justru melangkahkan kakinya kembali berjalan menuju kelas. Gerald menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal karena di abaikan, tapi dia tetap mengikuti langkah Aurelie.
Gista yang tahu hal itu mengepalkan tangannya dan mengikuti mereka dari belakang secara diam-diam. Dan menguning pembicaraan mereka.
"Rel, aku ingin minta maaf padamu. Aku sangat menyesal, saat itu aku benar-benar tidak sadar termakan oleh kebohongan Gista tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu" ucap Gerald
Aurelie diam tidak merespon namun Gerald tidak menyerah sampai di situ.
"Ah, aku juga ingin berterimakasih atas jam tangan dan hadiah lainnya, aku baru tahu jika selama ini yang sebenarnya memberikanku jam tangan dan hadiah itu adalah kamu, bukan? Aku sangat menyukainya, terimakasih" ucap Gerald tersenyum sambil menunjukkan jam tangan mewah di pergelangan tangan kirinya.
__ADS_1
Aurelie berhenti melangkah, otomatis Gerald dan Gista yang mengikuti diam-diam di belakang juga berhenti.
"Ah, aku lupa tentang hal itu dan tidak memperdulikannya. Aku juga tidak akan meminta kembali apa yang sudah aku berikan pada orang lain. Untuk rasa terimakasih mu, bukannya kamu sudah mengungkapkannya dengan sebuah ciuman mesra lewat sahabatku? Ah lebih tepatnya, mantan sahabat" ucap Aurelie datar.
Entah karena hal ini, Aurelie harus bersedih atau bersyukur? Karena berkat Gerald dan Gista, dirinya bisa di lahirkan kembali. Namun Rasa sakit yang di derita Aurelie yang asli juga membuatnya sedih.
Dan Aurelie berjanji untuk mewujudkan keinginan dari pemilik tubuh asli, yang menginginkan dirinya untuk menjaga keluarganya
Degh!
"Apa Aurelie melihat aku berciuman dengan Gista saat itu" ucap Gerald dalam hati
"Aku melihatnya" ucap Aurelie membuat Gerald menatapnya penuh selidik.
"Apa Aurel bisa membaca pikiranku?" ucap Gerald dalam hati
"Tanpa harus memiliki kemampuan membaca pikiran orang, semuanya orang bisa membacanya lewat ekspresi di wajahmu yang sangat kentara itu" ucap Aurelie dingin.
"Apa yang kau bicarakan? Aurel, jangan dengarkan perkataan orang lain, itu semua tidak benar" kilah Gerald
Tapi ucapannya mampu membuat Gerald ketar-ketir mendengarnya. Melihat Gerald terdiam Aurelie berkata lagi.
"Aku tidak peduli hubunganmu dengannya, karena itu bukanlah urusanku. Aku sudah melupakan perbuatan kalian berdua, mengenai kau dan dia kedepannya itu tidak ada lagi hubungannya denganku" ucap Aurelie
"Aku minta maaf soal itu, tapi aku sudah tidak ada hubungan dengan Gista, bahkan dari awal kita tidak berpacaran sama sekali" ucap Gerald menatap Aurelie
"Tidak berpacaran tapi berciuman? Lalu hubungan seperti apa kalian berdua? Tapi apapun itu, itu tidak ada hubungannya denganku. Itu hak kalian menjalaninya seperti apa, mau pacaran atau tidak itu hak kalian" ucap Aurelie
Gerald terdiam, dia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Yang di ucapkan Aurelie benar adanya.
"Aku katakan padamu, aku sudah tidak tertarik padamu dan tidak ingin membahas hal ini lagi. Kedepannya jangan sok akrab denganku, karena kita tidak sedekat itu. Jadi tolong jaga batasanmu, anggap saja kita adalah orang asing yang tidak saling mengenal" ucap Aurelie lalu melangkah meninggalkan Gerald yang berdiri mematung di sana.
Gista menatap keduanya, ia juga mendengar semuanya. Jadi benar Aurelie sudah mengetahui wajahnya yang asli dirinya dan Gerald bahkan sudah tahu jika ia telah membohonginya bahkan masalah hadiah-hadiah yang ia berikan juga.
Namun ia lega saat tahu Aurelie tidak lagi menyukai dan mengejar Gerald, berarti dirinya bisa mendekati Gerald lagi tanpa halangan.
__ADS_1
Finn menatap ketiganya dari kejauhan senyum di sudut bibirnya mengembang, terlebih saat Aurelie mengatakan ia sudah tidak tertarik pada Gerald.
"Mungkin ini kesempatan untukku maju, meskipun saingan terberatku saat ini adalah Sean. Aku juga tidak tahu bagaimana perasaan Elie padanya. Tapi aku lega salah satu sainganku Gerald sudah gugur, setidaknya sekarang aku harus berjuang semampuku, melindungi dan membuat Elie bahagia selama aku masih hidup" Gumam Finn sangat pelan dan hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.
Finn melangkah dan mengejar Aurelie dan akhirnya ia bisa menyusulnya sebelum sampai di depan kelas Aurelie berada.
"Gila, jalannya Cepet bener bu!" gumam Finn tidak sengaja dalam hati
"Kamu aja yang jalannya lelet" Jawab Aurelie tanpa menoleh, ia tahu jika itu yang berbicara adalah Finn.
Finn yang berada di belakangnya terkejut, terdiam tak beraksi selama beberapa detik. Sebelumnya melanjutkan ucapannya.
"El, pulang kuliah ikut aku Yuk" ucap Finn
"Kemana?" jawab Aurelie sambil melanjutkan jalannya yang sebentar lagi sampai kelas.
"Aku dengar ada restoran Steak yang baru buka kemarin, dan banyak yang bilang Steak di sana sangat enak" ucap Finn
Mendengar nama Steak langkah Aurelie terhenti dan menoleh ke arah Finn, dengan mata berbinar.
"Aku ada 2 kelas hari ini dan selesai jam 12 siang, kamu kelas sampai jam berapa?" tanya Aurelie secara langsung.
Steak adalah makanan kesukaannya, dan dia tidak pernah tahan dengan godaan nikmatnya Steak.
"Aku hanya 1 kelas sampai jam 10, aku akan menunggumu di kantin saja, bagaimana? Bukannya kamu selesai pas saat jam makan siang? Aku akan reservasi tempat dulu" ucap Finn
"Baiklah, aku masuk kelas dulu, sampai ketemu siang nanti" ucap Aurelie dengan senyum tipis di wajahnya.
Ia tidak sadar jika ia bisa berbicara blak-blakan di depan Finn tanpa harus jaga image. Bahkan tanpa nada dingin atau pun datar sama sekali.
Finn terkejut, bukan hanya melihat senyum tipis di wajah cantik gadis pujaan hatinya. Tapi juga kejutan baru lagi yang ia dapatkan hari ini.
Sudut bibirnya berkedut menahan senyum di wajah tampannya. Sampai akhirnya ia melihat Aurelie masuk ke dalam kelas dan ia berbalik menuju kelasnya berada.
"Kau sangat istimewa El, kau semakin menggemaskan dan misterius secara bersamaan" gumam Finn dalam hati.
__ADS_1
...