Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
BAB 54


__ADS_3

Saat ini Keegan dan Daniel berada di restoran xx yang sebelumnya Daniel sudan memesan ruangan di sana.


Restoran ini memang cukup terkenal di ibukota, dan hanya memiliki 3 cabang sejauh ini. Yaitu Bandung, Surabaya dan Medan.


Restoran khas masakan italia ini memang terkenal kelezatan masakannya, dan tentunya makan di sini harus merogoh kocek yang cukup dalam, karena satu porsi makanan bisa menghabiskan lebih dari seperempat gaji karyawan yang UMR.


Namun Keegan adalah seorang pria royal dan tidak pernah perhitungan terhadap orang-orang terdekatnya. Lagian ia adalah orang kaya, jika kekayaan miliknya di totalkan, itu menyamai total aset milik keluarga Adhisti.


Hanya saja Keegan memilih untuk mengabdikan diri pada Queen dan Q.A Group yang mana dirinya memiliki saham juga di perusahaan tempat ia bekerja.


"Kau berapa lama di sana?" tanya Daniel setelah memesan makanannya.


"Paling lama satu minggu" jawab Keegan.


"Tumben lama, biasanya 2 atau 3 hari cukup" ucap Daniel.


"Ya, karena aku harus mengurus sedikit masalah cabang di sana. Jadi kau harus membantu Queen saat aku tidak ada di perusahaan. Aku akan pulang setelah masalahnya teratasi, Doakan saja segera selesai dan aku bisa cepat pulang" ucap Keegan


"Okeh, jaga diri baik-baik selama di sana" ucap Daniel


"Tentu" ucap Keegan


Mereka terus mengobrol terlihat bukan seperti kakak berani, melainkan seperti sahabat. Itu yang istimewa dari Keegan dan Daniel.


Meskipun sifat mereka berbanding terbaik, namun mereka tidak pernah bertengkar. Jika pun ada perselisihan, dalam hitungan menit pasti salah satunya ada yang minta maaf terlebih dahulu.


..._ยค_...


Keesokan harinya Aurelie menjemput Finn berangkat ke kampus bersama menggunakan mobil miliknya. Mobil Finn di tinggal di area parkir kampus kemarin, karena Aurelie memilih menggunakan mobil miliknya saat berangkat ke kantor.


"Apa aku tidak terlalu merepotkanmu menjemputku sepagi ini, El? Bukannya kamu tidak ada kelas pagi, hanya ada kelas jam 10 nanti? Padahal aku bisa berangkat naik taxi" ucap Finn merasa tidak enak. Saat ia sudah duduk di bangku samping pengemudi.


Ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, masih jam 6.45 WIB.


"Tidak apa-apa, lagi pula aku tidak ada kegiatan pagi ini. Aku bisa bersantai membaca buku di perpustakaan sambil menunggu jam kelas ku mulai" ucap Aurelie


"Baiklah kalau begitu, terimakasih" ucap Finn sambil tersenyum


"Bagaimana lukamu?" tanya Aurelie


"Sudah lebih baik, kau tidak usah khawatir" ucap Finn.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu" ucap Aurelie


"El, kau cantik sekali hari ini. Apa kau sengaja berdandan untuk menjemputku?" ucap Finn tiba-tiba dan memandangi wajah gadis pujaannya dari samping.


Mendengar itu wajah Aurelie memerah, jantungnya berdetak cepat.


"Astaga, tidakkah Finn tahu, jika itu sangat membahayakan mengucapkan kata-kata manis saat aku tengah mengemudi? Kenapa pula jantung ini berdetak cepat sekali. Apa aku terlalu kelihatan? Padahal aku hanya menggunakan lipgloss agar bibirku tidak terlihat pucat" ucap Aurelie dalam hati.


Melihat wajah Aurelie memerah, Finn terkekeh dan mengalihkan pandangannya ke depan. Ia memang sangat detail jika itu mengenai gadisnya.


Aurelie semenjak bangun dari koma memang tidak pernah memakai make up. Maka dari itu Finn langsung menyadarinya saat Aurelie menggunakan lipgloss saat ini.


Setelah sampai di area kampus, mereka berdua turun sambil bergandengan tangan. Tentu saja itu keinginan Finn yang tiba-tiba menggenggam lembut tangan kanan Aurelie begitu ia turun dari mobil.


Aurelie ingin menolak, bukan karena tidak suka tapi karena malu melihat tatapan mahasiswa lain ke arahnya. Namun Genggaman Finn terlalu erat dan tidak mudah di lepaskan.


Tentu saja alasan Finn menggandeng Aurelie karena banyaknya tatapan lapar dari para mahasiswa pada gadis pujaannya. Dan ia juga ingin memproklamirkan pada semuanya, jika mulai saat ini Aurelie adalah miliknya.


Meskipun mereka belum sah menjadi pasangan kekasih, selama Aurelie belum menolak penyataan cintanya. Finn akan terus menunjukkan kasih sayangnya pada gadisnya itu dan tentu saja menjaganya.


Ralat, bahkan setelah Aurelie memberikan jawaban. Ia akan tetap memperlakukan Aurelie sama seperti hari ini.


Dari jauh Gerald menyaksikan Aurelie yang tengah di gandeng mesra oleh Finn. Hatinya terasa panas, ingin sekali ia menghampiri keduanya lalu melepas pegangan tangan itu.


...


"Kenapa kita ke sini? Kenapa tidak ke kelas kamu?" tanya Aurelie saat mereka sudah berada di depan perpustakaan.


"Bukannya kau bilang ingin ke perpustakaan?" tanya Finn


"Hmm iya sih, tapi kenapa kau ikut ke sini?" tanya Aurelie


"Tentu saja mengantarkan calon pacar" ucap Finn sambil mengerlingkan matanya dan tersenyum manis pada Aurelie


"Hais, Kau ini..." ucap Aurelie menepuk dada Finn, dirinya merasa malu dengan ucapan dan juga tatapan Finn padanya.


"Ha-ha-ha kau imut sekali El, seandainya saja kita sudah resmi jadian..." ucap Finn menggantung


"Kenapa jika kita sudah resmi jadian?" tanya Aurelie


"Ah, tidak apa-apa. Lupakan saja" ucap Finn mengalihkan tatapannya, dengan wajah yang memerah, tentu ia tidak mungkin mengatakan jika ia ingin sekali mencium gadis di depannya itu, jika mereka sudah jadian.

__ADS_1


"Kau ini tidak jelas, sana kau ke kelas! Sebentar lagi kelasmu akan mulai huss.. huss" ucap Aurelie


"Hmm baiklah, baiklah, aku ke kelas dulu, aku tunggu di depan kelasmu saat kelasmu nanti berakhir. Kita makan siang bersama, oke? Kita ke resto steak yang kemarin kita datangi" ucap Finn tersenyum dan mengelus Kepala Aurelie lembut.


Tentu saja perlakukan Finn membuat beberapa mahasiswa-mahasiswi yang melihatnya iri. dan sebagian lagi takjub dan terpesona melihat senyum manis yang menghiasi wajah tampan Finn.


"Tentu, Ah... Membayangkannya saja sudah membuatku lapar ha-ha" ucap Aurelie berbinar saat membayangkan Steak lezat yang akan ia makan siang nanti.


"Ha-ha-ha... Manisnya, aku pergi dulu El" ucap Finn pergi dengan enggan dan melambaikan tangan ke arah Aurelie.


...


Sembari menunggu jelasnya mulai, Aurelie duduk bangku paling ujung perpustakaan. Dirinya bukan membaca buku, melainkan membuka tab miliknya yang terpampang data-data perusahaan.


Ia meluangkan waktu mengecek laporan perusahaannya yang di kirim Daniel via email.


Drrtttt!


Sebuah pesan masuk


๐Ÿ’ฌ El, Apa kau jadi mengantarku ke Airport jam setengah satu siang ini? -Keegan


Aurelie menghela nafas saat melihat pesan dari Keegan, ia benar-benar lupa jika siang ini Keegan akan berangkat ke kalimantan.


Namun karena ia sudah terlanjur mengatakan setuju untuk makan siang bersama dengan Finn. Jadi dia dengan berat hati tidak bisa mengantar Keegan ke Airport.


^^^๐Ÿ’ฌ Sepertinya tidak bisa, maaf aku ada kelas di kampus dan janji makan siang bersama teman. -Queen^^^


๐Ÿ’ฌ Baiklah, tapi janji saat aku pulang kamu yang menjemputku. -Keegan


^^^๐Ÿ’ฌ Tentu, aku akan menjemputmu saat kau pulang. Kabari aku saat kau kembali ke ibukota. Hati-hati di sana, kabari aku jika kau memerlukan bantuan. -Queen^^^


๐Ÿ’ฌ Oke -Keegan


Setelah selesai mengirim pesan Aurelie lanjut memeriksa dokumennya lagi. Setelah beberapa saat sebelum ia masuk kelas. Ia menutup tab miliknya dan berjalan menuju kelas.


Namun langkahnya terhenti di depan toilet saat mendengar suara yang sangat ia kenal. Siapa lagi kalau bukan Gista, yang terdengar tengah berbicara via telepon dengan seseorang.


"Aku tidak mau tahu, kau harus mendapatkan barangnya malam ini juga. Karena besok aku akan sibuk ke luar kota selama beberapa hari" ucap Gista terdengar menahan suaranya.


Namun telinga Aurelie sangat tajam hingga mendengarnya terlalu dengan jelas.

__ADS_1


"Barang apa yang di maksud tuh si talem?" Gumam Aurelie pelan.


...


__ADS_2