Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Pertemuan


__ADS_3

Di bangsal rumah sakit, Abinaya dan Meriana memandang sedih putranya yang berwajah pucat, yang kini tergolek lemah di rumah sakit.


Mereka di beri kabar oleh William, jika putra semata wayangnya di bawa ke rumah sakit, karena tiba-tiba kesehatannya Drop.


Tatapan Meriana kini beralih ke William, yang dari semalam tidak tidur karena menjaga tuan mudanya itu.


"Will, jelaskan padaku, apa yang terjadi pada Sean?" tanya Meriana pada Asisten puteranya itu.


"Mah, nanti saja kita tanyakannya. Biarkan Wil istirahat dulu, dia bahkan belum tidur sejak semalam" ucap Abinaya


"Tapi pah..." ucap Meriana namun di balas gelengan kepala suaminya.


"Kamu pulanglah dan istirahat dulu, Will. Dan papah juga, bisa berangkat kerja sekarang. Biar mamah yang menjaga Sean di sini" ucap Meriana


"Kalau begitu saya permisi, Nyonya, Tuan" ucap William pamit.


"Kembalilah sore nanti, Wil. Aku menunggu penjelasanmu!" ucap Meriana lagi


"Baik, nyonya" balas William.


"Papah berangkat ke kantor dulu mah" ucap Abinaya pamit dan mencium kening istrinya sebelum pergi.


...


Elie memarkirkan mobilnya di area parkir kampus, hari ini ia memiliki 2 kelas yang harus di hadiri. Terasa ada yang kurang, biasanya Finn selalu menjemput dan menemaninya kemana pun, namun kali ini ia sendirian dan hampa.


"Biasanya Finn yang bukain pintu dan mengandengku sampai ke depan kelas. huft, baru dua hari aku sudah merindukannya" ucap Elie pelan saat membuka Seat belt.


Secara kebetulan Dareen si Maba tampan, baru turun juga dari mobilnya. Ia sedikit tertarik dengan mobil mewah milik Elie, setelahnya ia lebih terkejut saat melihat seorang gadis cantik keluar dari mobil itu.


Mata Dareen menatanya tidak berkedip, gadis di depannya terlihat sangat cantik dan memiliki aura yang misterius yang dapat membuat orang tertarik.


Dareen melihat gadis cantik itu berjalan ke arahnya, Dareen tersenyum menyangka gadis cantik itu ingin menghampirinya atau mungkin berkenalan.


Namun dugaannya meleset, gadis itu justru melewatinya begitu saja tanpa menoleh atau melirik sedikit pun ke arahnya.


Dareen menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, ia malu pada dirinya sendiri karena terlalu percaya diri. Untung dia belum mengatakan apa-apa, jika tidak, mungkin ia akan malu.


"Heyyy..." Panggilnya pada Elie, si gadis cantik yang di maksud.


Elie dengan cueknya berjalan, ia tidak merasa dirinya di panggil. Dia pikir orang di belakangnya sedang memanggil orang lain, bukan dirinya.


"Heyyy" panggil Darren lagi, kini ia mencoba menariknya.


Merasa ujung lengan bajunya di tarik, langkah El berhenti dan menoleh. Ia melihat pria asing yang tidak ia kenal di depannya, lalu beralih ke tangan pria yang masih menarik ujung lengan bajunya itu.

__ADS_1


"Sorry" ucap Dareen melepas tangannya.


"Siapa?" tanya Elie dengan nada datar dan dingin.


"Dareen..." ucap Dareen menyodorkan tangannya dan tersenyum manis.


Bukannya menerima uluran tangan Dareen, Elie justru berbalik dan melanjutkan jalannya. Baginya tidak penting berkenalan dengan orang asing, apa lagi itu pria.


Dareen menarik kembali tangannya yang terulur, ia melihat Elie yang berjalan semakin menjauh. Senyum Dareen justru semakin melebar.


"Menarik" ucapnya.


...


Saat jam makan siang, Elie sengaja makan di kantin karena ia masih memiliki satu kelas lagi yang harus di hadiri setengah jam ke depan.


Elie melangkah ke meja pojok yang kosong, dengan satu piring siomay dan es teh manis, yang berada di tangannya.


Sembari makan ia tengah melakukan Video call dengan Finn yang baru saja selesai melakukan ritual mandi nya. Finn sudah rapih dengan kemeja panjang broken White yang di pakainya, ia terlihat sangat segar dan tampan.


"Apa aku tampan?" tanya Finn tersenyum manis ke arah ponselnya.


"Ya, kau memang selalu tampan" ucap Elie mengangguk tanpa malu lagi.


"Kau sedang makan siang?" tanya Finn lagi


"Bukan, aku sedang ngemil, nih ngemil Siomay" jawab Elie sambil memasukan potongan siomay ke dalam mulutnya.


"Siomay, termasuk cemilan?" tanya Finn yang di angguki Elie dengan mulut penuh.


Finn terkekeh melihat kekasihnya sangat menggemaskan saat sedang makan.


"Bukankah jika belum makan nasi, berarti kita belum makan?" ucap Elie


"Ha-ha ya kau selalu benar, El sayang. Terlihat Indonesia sekali" ucap Finn tertawa.


"Haii, boleh aku duduk di sini?" terdengar suara laki-laki menggunakan bahasa Inggris, duduk di depan Elie. Siapa lagi kalau bukan Dareel.


Mendengar ada suara laki-laki, kening Finn mengerut. Namun melihat kekasihnya diam tidak merespon suara laki-laki tadi, Finn juga diam saja.


"Aku akan turun untuk sarapan, Azel sudah menungguku di bawah. Aku nanti ada meeting, jika sudah selesai aku akan mengabarimu" ucap Finn.


"Oke, pastikan jaga kesehatan, semoga kerjanya lancar" ucap Elie tersenyum


"Terimakasih, kau juga jaga kesehatan hmm" ucap Finn yang di angguki Elie.

__ADS_1


Sambungan video terputus, Elie melanjutkan makannya dengan cepat. Ia mengabaikan pria yang duduk di depannya, yang tersenyum ke arahnya.


"Siapa yang di teleponnya tadi, gadis ini ternyata bisa bertingkah imut juga" gumam Dareen


"What is your name?" tanya Dareen ke arah Elie


Lagi-lagi Elie tidak merespon, justru ia beranjak pergi dari kantin meninggalkan Dareen sendirian. Elie tentu saja tahu jika Dareen bisa berbahasa Indonesia dengan lancar, tentu saja dari batinan pria itu.


Elie malas meladeni cowok yang sok seperti Dareen, sangat tidak penting baginya.


Elie tentunya menjaga perasaan Finn, meski sedang berjauhan. Ia juga tidak mau mencari masalah. Elie tidak bodoh dan kudet, ia tahu jika pria di depannya tadi adalah Maba yang viral di forum kampus kemarin.


"Dua kali... Gadis itu berani mengabaikanku? oh, benar-benar..." gumam Dareen


"Boleh aku duduk di sini?" tanya Gista yang entah muncul dari mana tiba-tiba sudah duduk di tempat Elie duduk tadi.


"Ini lagi, wanita gila nongol Mulu" gumam Dareen malas


Dareen pergi meninggalkan makannya yang masih utuh di atas meja, hanya minumannya yang sudah habis setengah. Ia sudah tidak berselera makan saat melihat wanita yang kini duduk di depannya.


"Ihhh kenapa malah pergi sih" gerutu Gista kesal, ia tidak menyadari jika Gerald sejak tadi memperhatikan tempat yang ia duduki.


Ya, awalnya Gerald memperhatikan Elie yang duduk di sana, malah ia sekarang melihat wanita ular tengah menggoda mangsa yang baru.


...


VIP Meeting Room, Hotel xxx, Kota London.


Finn sampai di Hotel xxx pukul 10 pagi kurang 10 menit. Di belakangnya Azel melangkah mengikuti bosnya itu dengan membawa tas berisi laptop dan berkas.


*(Jam menyesuaikan tempat cerita).


Keduanya langsung melangkah menuju Ruangan di mana mereka akan membicarakan kontrak kerja sama dengan calon mitra kerjanya.


Di dalam ruangan, sudah ada empat orang yang menunggu kedatangan mereka berdua. Finn dan Azel tidak terkejut, namun keduanya sedikit merasa risih.


Keempat orang itu tak lain adalah Robert Kiel, Addy asisten pribadi Robert, Megan Sekretaris Robert, dan Carmila Kiel.


"Halo, selamat datang Tuan Finn. Akhirnya anda bersedia meluangkan waktu anda yang begitu sibuk, untuk menemui orang tua ini" sapa Robert Kiel dengan nada lembut namun sedikit menyindir.


"Halo, Tuan Robert. Terimakasih atas sambutannya. Tentu saja saya bersedia meluangkan waktu sibuk saya, untuk bertemu dengan pembisnis ternama yang sudah sangat Terkenal Namanya" balas Finn. Menyentil Robert dengan menekan kata 'terkenal namanya'.


Tentu saja, selain menjadi orang terkaya di Inggris. Robert Kiel, terkenal sejak dulu sebagai seorang Casanova, bahkan di usianya yang sudah tidak lagi muda. Robert masih sering terlihat menggandeng gadis muda, termasuk sekretarisnya.


...•••• ...

__ADS_1


__ADS_2