Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Dua orang yang polos


__ADS_3

Pernyataan cinta yang mendadak dari Keegan membuat Moza sangat-sangat terkejut. Ia tidak menyangka ini sama sekali, ia pikir Keegan ingin mengatakan sesuatu yang lain.


Ia mengerjapkan mata yang terlihat sangat menggemaskan di mata Keegan. Ingin sekali Keegan mencubit pipi gadis yang ia cintai di depannya itu, namun ia tidak berani.


"Kakak sedang prank aku ya?" tanya Moza dengan polos.


"Prank?" ucap Keegan bingung, karena memang ia tidak mengerti apa itu prank.


"Iya prank" ucap Moza lagi


"Apa itu prank?" tanya Keegan benar-benar tidak mengerti dan bertanya kerena penasaran.


"Serius tidak tahu prank itu apa?" tanya Moza terkejut, yang di balas anggukan kepala Keegan.


"Ya Tuhan Kak Gan-Gan yang bukan Gan-gan Wigandi. Kakak Hidup di jaman apa, masa nggak tahu apa itu prank. Kakak pernah lihat Mytube?" tanya Moza


"Gan-gan Wigandi? Mytube?" ucap Keegan lebih tidak mengerti.


"Astaga ha-ha-ha...." ucap Moza dengan tawa pecah yang ringan.


Jujur saja Moza belum pernah tertawa selepas sekarang ini, dan tawanya itu juga membuat jantung Keegan berdetak cepat saat melihatnya.


"Imutnya..." gumam Keegan menatap Moza dengan berbinar.


"Ekhhhmmm...." Moza berdeham untuk meredakan tawanya, saat mendengar gumaman Keegan yang membuat wajahnya bersemu merah.


"Memang apa yang kakak lakukan setiap hari sampai tidak tahu apa itu Mytube?" tanya Moza


"Kerja" ucap Keegan


Ia mengatakan sebenarnya, ia memang workaholic. Tidak salah ia di juluki laki-laki yang memiliki masa depan gemilang di Indonesia.


"Kak Gan-Gan sini deh!" ucap Moza melambaikan tangannya untuk Keegan mendekat dan menepuk bangku kosong di sampingnya.

__ADS_1


Keegan tentu saja tidak mau menolak, ia langsung berjalan memutari meja dan duduk di sebelah Moza.


Wangi strawberry dari rambut Moza yang manis, tercium Keegan membuat jantungnya terus berolah raga.


Moza juga sama, ia merasakan perasaan menyenangkan dan nyaman saat wangi maskulin dari tubuh Keegan merangsek masuk ke Indra penciumannya.


Ia tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki selain keluarganya.


"Ini loh kak yang namanya Prank dan Gan-gan Wigandi, aku lihat nya di Mytube" ucap Moza sambil memperlihatkan ponselnya dan membuka aplikasi Mytube.


Keegan yang baru tahu mengangguk paham saat Moza menjelaskan hal itu padanya. Ia juga terkejut saat melihat siapa itu Gan-gan Wigandi.


Pria asal Tasikmalaya yang mengikuti ajang bernyanyi, yang memiliki suara seperti wanita.


Moza terkekeh lucu saat melihat ekspresi Keegan yang berubah-ubah. Ia baru tahu di jaman sekarang masih ada yang belum mengenal Mytube, terlebih orang itu masih muda.


"Za, bagaimana pendapat kamu tentang pernyataan kakak barusan?" tanya Keegan tiba-tiba


Sekejap Moza hampir tersedak salivanya sendiri, ia bahkan melupakan pernyataan perasaan itu saat membahas tentang Prank.


"Ka-kakak serius?" tanya Moza sedikit gugup.


"Hmm, lebih dari serius. Maaf kakak menembakmu kurang romantis dan tidak memilih waktu dan tempat. Tapi ini satu-satunya kesempatan kita bertemu setelah terakhir kita bertemu saat itu" ucap Keegan mantap


Moza tidak tahu harus berkata apa, ia bahkan belum pernah merasakan jatuh cinta itu seperti apa.


Dulu saat teman sekolahnya menyatakan perasaan cinta padanya, ia bisa menolaknya dengan tegas dengan alasan ia ingin fokus belajar di sekolah dan belum memikirkan masalah percintaan.


Namun entah mengapa ia merasa berat menolak Keegan. Ia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya sendiri saat ini.


Entah karena ucapannya dulu dan saat ini ia sudah lulus sekolah, atau memang karena ia ada perasaan juga pada Keegan. Hingga ia berat menolak perasaan laki-laki di sampingnya itu.


"Maaf kak..." ucap Moza sambil meremas tangannya sendiri gugup.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kakak mengerti" ucap Keegan tersenyum sedikit di paksakan.


Jujur ia merasa sedikit kecewa karena pertama kali dalam hidupnya ia jatuh cinta dan ia juga merasakan patah hati dalam sekejap saat cinta itu datang.


"Bu-bukan begitu maksud Moza, Moza hanya..." ucap Moza


"Tidak apa-apa Moza, kakak paham... Terlebih kakak sadar jika mungkin kakak terlalu tua untuk kamu, maaf kakak sudah seenaknya menyatakan perasaan kakak. Tanpa memikirkan perasaan kamu" ucap Keegan.


"Bisakah kakak memberi Moza waktu?" tanya Moza, yang membuat Keegan terkejut.


"Hah? Gimana? Mak-maksudmu..." ucap Keegan tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya saat Moza mengatakan hal itu.


"Jujur Moza kaget mendengar pernyataan cinta kakak. Moza juga tidak tahu harus menjawab apa, karena memang Moza belum pernah merasakan perasaan cinta itu seperti apa. Jadi Moza ingin mencari tahu terlebih dulu perasaan Moza ke kakak itu apa" ucap Moza apa adanya.


"Tidak apa-apa, kakak bisa menunggu berapa lama pun itu. Kakak akan lebih menunjukkan perasaan kakak padamu setelah ini.


Kau tahu? Kakak pikir kakak di tolak, tapi... Terimakasih sudah memberikan kesempatan, kakak harap suatu saat nanti kamu akan membalas perasaan cinta kakak" ucap Keegan.


"Tapi kak, beneran kakak nggak masalah menunggu aku jawab yang mungkin lama dan aku tidak tahu jawaban aku sesuai dengan yang kakak mau atau tidak? Memang kakak lagi nggak Deket atau punya pacar gitu?" tanya Moza.


"Kakak yakin, apapun jawaban kamu nanti nya kakak akan menerima dengan lapang dada. Jika kakak punya pacar, Kaka tidak akan berani menyatakan perasaan padamu. Yang ada aku bisa di habisi bahkan di kuliti hidup-hidup oleh kakak iparmu. Dan lagi, selama 28 tahun hidup aku tidak pernah pacaran, dan aku tidak pernah dekat dengan wanita kecuali kedua adik angkatku, Elie dan juga Adelia. Kau bisa menanyakannya pada kakak iparmu, ia tahu segalanya tentangku dan tidak mungkin aku menyakiti orang yang aku cintai bukan?" ucap Keegan


"Aku percaya, hmmm... ayo kita ke pintu kedatangan, bukankah sebentar lagi kak Finn dan kak Elie segera datang?" ucap Moza


"Hmm, ayo" ucap Keegan.


Keduanya beranjak dari coffe shoop, kemudian melangkah keluar menuju pintu kedatangan, karena dalam lima menit kedepan, pesawat jet pribadi milik Finn akan landing.


Mereka dengan sabar menunggu, dan kini keduanya melihat Finn dan Elie tengah melambaikan tangan dan berjalan mendekati mereka.


Di belakang Finn dan Elie ada staf khusus yang membawa barang milik tuan dan nyonya mereka dengan menggunakan troli karena barang bawaan Elie sangatlah banyak.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2