Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Undangan


__ADS_3

Finn melangkahkan kakinya ke mansion keluarga Adhisti. Jantungnya berdetak kencang saat ingin menemui istri yang sedang jelek moodnya itu.


Ia menghela nafas pelan, ia harap istrinya itu tidak lagi marah karena hal itu sangat berat untuknya jika di abaikan.


"Kau sudah pulang Finn?" tanya Stella saat melihat menantunya pulang.


"Ya mom, El di mana mom?" tanya Finn melihat istrinya tidak ada di ruang tamu maupun ruang keluarga.


"Dia di kamar Baby Al, tadi Baby Al sempet rewel. Baru banget tidur kayanya, soalnya udah nggak kedengarannya suara tangisannya" ucap Stella.


"Baby Al kenapa mom?" tanya Finn khawatir


"Biasalah bayi kalau mulai tumbuh gigi memang rewel, kadang panas juga. Kamu lihat aja ke sana, takut Elie ikut ketiduran lagi" ucap Stella


"Hmm, makasih mom" ucap Finn


Ia bergegas ke kamar anaknya yang berdampingan dengan kamar Baby Aidan dan Ariella.


Memang Baik Finn-Elie dan Angga-Tari masih tinggal bersama keluarga Adhisti, karena itu permintaan Kelvin dan Stella. Sedangkan Sean-Lexa tinggal di keluarga Demetri, atas permintaan keluarga Demetri karena Sean merupakan anak tunggal.


Setidaknya Finn dan Elie tinggal di sana sampai baby Al berumur 2 tahun. Lalu akan pindah ke mansion yang sudah di siapkan oleh Finn, untuk keluarga kecilnya.


Ceklek!


Finn membuka pintu kamar Baby Al, ia menghela nafas melihat Istrinya ikut terlelap di samping putra semata wayangnya itu.


Ia lalu melangkah dan berjongkok menyelaraskan tingginya dengan posisi sang istri yang tengah tidur pulas itu.


"Sayang, maafkan aku sudah membuat kamu sedih, marah dan juga cemas. Jangan khawatir aku akan menjaga keluarga kita tetap utuh dan tidak akan berpaling pada yang lain, seberat apapun rintangan dan cobaan yang keluarga kita hadapi, kita akan melewatinya bersama. Aku sangat mencintaimu, cup!" ucap Finn mencium kening sang istri.


"Selamat tidur jagoan ayah, ayah culik bundamu dulu ya. Kalau nggak, nanti ayah kesepian, kedinginan dan tidak bisa tidur nyenyak kalau nggak meluk bundamu" ucap Finn berbisik ke putranya itu lalu mencium kening Baby Al.


Kemudian ia menggendong Elie ala bridal style menuju kamarnya. Setelah membaringkan Elie ke tempat tidur mereka berdua. Finn keluar untuk memberitahu pengasuh Baby Al, untuk menjaga Baby Al di kamar khusus.


Baik Baby Al, Aiden dan Ariella, wajib di dampingi pengasuh saat mereka tidur. Karena takut ada apa-apa, jika tidak ada orang di sana lalu terjadi yang tidak di inginkan.


Di kamar para bayi juga di sediakan tempat tidur untuk pengasuh mereka dan sangat nyaman.


...••••...

__ADS_1


Elie mengerjapkan matanya terbangun saat pagi sudah datang. Ia penasaran kenapa ia merasakan hangat, nyaman dan mencium wangi maskulin yang menenangkan.


Matanya terbelalak terkejut saat mendapati dirinya berada di pelukan sang suami. Bahkan Finn tidak mengenakan Baju alias Shirtless.


"Dia sudah pulang, aku pasti ketiduran semalam jadi tidak tahu kapan ia datang. Karena ia sudah berani pulang, berarti masalah wanita sekretaris itu pasti sudah di selesaikan" gumam Elie dalam hati.


Elie mengelus pipi sang suami, sebenarnya ia merasa tidak enak saat mengatakan kekesalannya pada Finn di telepon. Namun memang hal itu sangat menjengkelkan, tidak bolehkah ia cemburu? Terlebih hormon datang planetnya membuatnya menjadi semakin sensitif.


"Aku tahu jika suamimu ini memang sangat tampan, sayang. Tapi jangan memancingku, karena kau tidak bisa aku masuki saat ini" ucap Finn serak dan berat, dengan mata masih tertutup.


Mendengar itu Elie terkejut dan menarik tangannya, tentu saja ia terkejut karena tiba-tiba Finn terbangun.


Apalagi ucapan Finn barusan, membuatnya heran. Dari mana Finn tahu jika ia sedang palang merah saat ini. Karena memang datang planetnya keluar saat ia ingin berangkat ke mall kemarin dan Finn tidak tentu nya tahu karena malam sebelumnya mereka jos toblos.


Elie hendak beranjak bangun namun di tahan oleh tangan kekar Finn yang memeluknya lebih erat.


"Jangan pergi, biarkan aku memelukmu lebih lama. Jangan bingung. Aku tahu bagian bawahmu sedang siaga dan terhalang, karena aku tidak sengaja lihat saat menganti bajumu dengan piyama tidur" ucap Finn masih dengan mata yang tertutup.


Mendengar itu, Elie langsung melihat pakaian yang ia kenakan. Dan itu benar adalah piyama, sepertinya ucapan Finn adalah benar.


"Sayang, apa kau masih marah padaku?" tanya Finn mulai membuka mata dan menatap wajah cantik alami istrinya.


"Kenapa menyembunyikannya?" tanya Elie.


"Aku tidak menyembunyikannya, sungguh! Aku hanya lupa memberitahumu jika Arthur memiliki sekretaris baru,karena sekretaris yang lama sudah Resign karena mau menikah. Aku juga hanya satu dua kali bertemu dengannya tanpa sengaja di kantor. Memang ia sempat menyapa dan sok dekat, tapi aku langsung memperingatinya. Setelah itu tidak ada obrolan lain. Untuk pekerjaan, aku lebih banyak bertemu Arthur untuk menanyakan segala sesuatunya. Karena aku yang minta untuk Arthur yang bisa bicara padaku tanpa harus dengan perwakilan sekretaris" jelas Finn


"Benar seperti itu?" tanya Elie.


"Aku berani bersumpah, aku tidak akan berani membohongimu" ucap Finn serius


"Hmm, tapi jangan ulangi lagi. Dan aku juga minta maaf sudah bicara seperti itu sama kamu mas. Aku hanya kesal saat tahu ia memiliki niat untuk masuk ke rumah tangga kita dengan cara menggodamu dan ingin memilikimu" ucap Elie.


"Tidak apa-apa sayang, aku mengerti. Tapi jangan pernah bilang atau larang aku bertemu denganmu juga Baby Al. Kau tahu betapa paniknya aku saat mendengar nya? Aku takut aku di tinggal sendiri, karena aku tidak bisa hidup tanpa kalian berdua" ucap Finn


Keduanya berpelukan lama, tak lama Elie melepaskan pelukannya lalu beranjak ke kamar mandi.


Meskipun enggan, Finn melepaskan Istrinya untuk mandi. Karena ia tahu Baby Al membutuhkan ibunya saat ini, karena tengah rewel.


...

__ADS_1


Di rumah sakit


Elie membawa baby Al ke dokter karena panasnya masih belum turun. Finn tentu saja setia menemani istri dan anaknya berobat.


Setelah di periksa, Baby Al sudah di berikan resep obat agar panasnya turun.


Finn menyerahkan resep dan menunggu di panggil, sedangkan Elie duduk di sampingnya menggendong baby Al. Setelah 20 menit, nama Alvino Kingsley Lance di panggil. Finn bergegas mengambil obat putranya.


"Finn...." sapa wanita cantik dengan mata birunya. Jelas kalau wanita itu blasteran indo.


Finn menoleh namun ia diam saja karena gagal mengenali wanita itu.


"Sombong kali kamu di sapa diam aja" ucap wanita itu terkekeh


"Siapa?" tanya Finn datar


"Astaga, sama temen sendiri lupa. Aku Megan, temen SMP kamu dulu" ucap wanita bernama Megan.


Mendengar nama Megan Finn ingat, jika wanita di depannya adalah teman masa kecilnya. Yang dulu sangat nempel pada sepupunya Sean.


"Siapa mas?" tanya Elie menginterupsi


Finn tentu saja terkejut, ia takut istrinya salah paham lagi. Bisa runyam urusannya, jadi ia buru-buru menjelaskan nya.


"Teman lama, namanya Megan. Megan kenalkan, ini istriku Elie dan anakku" ucap Finn


"Hai salam kenal..." mereka saling menyapa dan berjabat tangan dengan ramah dan hangat


"Kamu balik untuk tinggal di indo lagi?" tanya Finn


"Hmm, aku akan tinggal lama di sini, karena aku akan menikah seminggu lagi. Kebetulan ketemu kamu di sini, jadi sekalian aku undang kalian dan juga aku nitip buat Sean ya. Jangan lupa datang loh ya" ucap Megan tersenyum dan menyodorkan sebuah undangan.


"Wow selamat kalau begitu" ucap Finn dan Elie dengan tulus.


Setelah Megan pergi, Finn-Elie dan Baby Al pun keluar dari rumah sakit menuju mobil mereka.


Sesampainya di mobil, Elie dan Finn melihat nama mempelai pria di undangan tersebut dan mereka sangat terkejut.


"WHAT??? Gerald????" teriak keduanya.

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2