
Di sebuah mansion di dekat danau di ibukota bagian utara, mansion itu di kelilingi oleh pohon palem dan kelapa juga semak liar yang meninggi. Banyak rumor beredar dan orang-orang tahunya jika mansion itu adalah tempat yang angker.
Yang tidak di ketahui oleh orang awam, mansion angker ini justru di jadikan markas tersembunyi sebuah organisasi narkoba terbesar kedua di negara ini.
Kelihatannya saja sepi dan menyeramkan, namun saat masuk akan di suguhi banyaknya penjaga di sana.
Kenapa pemerintah tidak bisa menangkapnya? Tentu karena permainan uang di pemerintahan selalu menang di atas segalanya dan menutup mata orang-orang. Apalagi yang menjadi target DN sekarang tak lain adalah salah satu anggota parlemen yang terlibat dalam bisnis gelap tersebut.
Gunawan Wicaksono, adalah target yang harus di lenyapkan DN. Karena laporan dari pemerintah setempat, mengenai kejahatan Gunawan namun tidak bisa di proses hukum karena Gunawan kebal hukum di negara ini karena kasus tertentu.
Yang menyulitkan pemerintah untuk menangkapnya meskipun sudah memiliki bukti yang konkret. Di tambah uang yang mampu di gelontorkan Gunawan sangat lah besar hingga membuat petugas hukum sangat sungkan dan hanya mampu menerima lembaran merah muda dengan senang hati dan menutup mata atas kasus itu.
Beberapa fraksi di pemerintahan yang tidak suka Gunawan, meminta mafia The Darkness untuk melenyapkan Gunawan dengan imbalan 1 triliun rupiah.
Tentu permintaan itu di saring terlebih dahulu oleh tim Beta. Karena tidak semua misi di jalankan oleh The Darkness. Mereka hanya menjalani misi jika target memang benar-benar pantas untuk di adili.
Dan sangat kebetulan sekali, orang yang melakukan penyerangan pada kakaknya adalah Ando Wicaksono. Yang mana adalah anak laki-laki satu-satunya Gunawan, juga ikut andil dalam pengedaran narkoba kelas internasional tersebut.
"Apa target sudah berada di markas?" tanya Queen A
"Sudah Ketua" jawab Beta 01
"Bagaimana tanggapan Pemerintah atas permintaanku?" tanya Queen A
"Sudah di tanggapi, ketua. Dan pihak pemerintah tidak keberatan jika kita harus melenyapkan nyawa anak laki-laki dari target juga" ucap Alpha 01
"Bagus, kalau begitu kalian berjaga di sekitaran sini. Jangan biarkan seekor semut pun lolos dari tempat ini" ucap Queen A.
"Siap" ucap mereka kompak.
Queen A menyelinap masuklah markas yang di jaga cukup ketat itu. Earphone aktif di telinga kirinya, Nyamuk buatannya juga ikut pergi mengikuti majikannya. Yang merupakan senjata utama darurat untuk melenyapkan musuh.
"Sudut 40° jarak 5 meter ada dua penjaga yang sedang berpatroli" ucap Beta 01 terdengar dari Earphone
SRING!!!
Queen A jalan dengan santai tanpa suara sedikitpun.
__ADS_1
GREP!!! SRET!!!
Queen menyeret salah satunya tanpa sepengetahuan rekannya yang lain, lalu menebaskan belati kecilnya langsung tepat di lehernya.
Tewas? Tentu saja! Siapa yang tidak tewas saat lehernya di go*ok? Mungkin jaman dulu bisa masih hidup, jika punya ajian Rawa Rontek. Itu pun bagi yang percaya saja.
Queen A dengan cepat melumpuhkan satunya lagi dengan cara yang sama. Hampir 60 orang kini tewas di tangan Queen A dalam waktu kurang dari satu jam saja.
Sangat hebat bukan? Namun menurut Queen A sendiri itu masih sangat lamban. Dulu saat di tubuh lama, ia bisa melakukan itu hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.
"Siapa kau?!!" teriak Ando, sedangkan gadis yang berte***jang berada di sisinya, beringsut menyembunyikan diri.
Ya, kamar yang di masuki adalah kamar Ando yang tengah bergulat panas dengan wanitanya, namun di cabut saat lagi nanggung-nanggungnya. membuat kepalanya minat karena tidak tuntas melakukan ritualnya.
"Jangan mendekat! Atau aku panggil semua pengawal masuk!" ucap Ando terlihat sedikit ketakutan.
Tentu saja takut, Ando hanya pria manja yang hanya mengandalkan kekuasaan orang tuanya dan Bodyguard yang mengawalnya setiap hari. Jadi ia tidak memiliki bekal bela diri apapun, otomatis ia ketakutan saat melihat Queen A.
Apalagi Queen A saat ini tengah berjalan mendekat, ia tidak menggubris ancaman Ando. Toh orang-orang yang berjaga sedang tegang berhadapan dengan raja neraka di akhirat saat ini alias udah ko'it.
"Apa kau suruhan pria pecundang itu? Di bayar berapa kau olehnya? Aku akan membayar dua kali lipat asal kau jangan membunuhku. Aku juga akan menambahkan lima kali lipat agar kau melenyapkannya" ucap Ando.
"Cih dalam mimpimu!!" ucap Queen A mendengar ucapan Ando
KRAK!!!
"Aaakkkhhh!!!" teriak Ando melengkungkan saat hak sepatu Queen A tepat mengenai pipinya dengan keras, hingga darah mencuat karena hak itu menusuknya sangat dalam hingga menembus rongga mulutnya.
"Aaahhh, Ampun... Aku tidak salah, aku tidak tahu apa-apa. Tolong lepaskan aku!!" ucap wanita Ando berlutut dan memohon dengan. tubuh gemetar.
"Tentu" ucap Queen A.
Mendengar itu wanita Ando senang dan bergegas berdiri dan berlari ke arah pintu kamar berada.
JLEP!!!
"Aaaakkkkhhh..." teriak wanita itu saat belati kecil itu melayang dan menancap tepat di kepala belakangnya, membuat tubuh itu ambruk sudah tidak lagi bernyawa.
__ADS_1
Ando melihat itu menggigil ketakutan, ia terus memohon ampun. Namun di abaikan oleh Queen A.
KRAK!!!
Queen A menginjak kaki Ando bergantian hingga patah, ia juga mematahkan kedua tangan Ando.
"Aakkhhh,,, sakiiitty ampuuunnn... Ayaaahh tolong!!!" Ando berteriak sangat kencang.
Namun sayang ia lupa jika kamarnya itu kedap suara. Hingga tidak ada ataupun yang mendengar teriakan Ando.
"Ketua, anda harus bergegas ke tempat Gunawan. Ada beberapa orang yang melihat mayat dan melaporkannya pada Gunawan. Hingga sekarang Gunawan ingin melarikan diri" ucap Beta 01.
"Cih, bahkan demi menyelamatkan dirinya sendiri, ia bahkan lupa jika putranya masih ada di sini dan sedang aku siksa. Dasar orang tua biadab malah kabur sendiri" ucap Queen A berdecih.
"Ti-tidak! Tidak mungkin ayah meninggalkanku" teriak Ando tidak percaya mendengar ucapan Queen A.
"Ah, sepertinya kau tahu situasi nya sekarang. Tenanglah, aku tidak akan membiarkan kamu mati semudah itu, bung" ucap Queen A menyeringai membuat bulu kuduk Ando meremang ketakutan.
BUGH!!!
Queen A menendang tengkuk leher Ando dengan punggung kakinya yang membuat Ando jatuh pingsan.
"Alpha 01 datang dan bawa orang ini ke markas, jangan biarkan ia mati dengan mudah. Biar nanti aku sendiri yang akan menghabisi nyawanya" ucap Queen A.
Queen A melangkahkan kakinya menuju mayat wanita Ando dan mencabut belatinya. kemudian dengan langkah cepat, ia menuju tempat Gunawan yang akan melarikan diri.
Suuuuttttt!!!
JLEP!!!
Belati milik terbang melewati Gunawan dan berhasil memotong telinga kiri Gunawan, lalu menatap di pohon kelapa tak jauh di depan Gunawan dan kedua anteknya.
"Aakkhhh" teriak Gunawan sambil memegang telinga kirinya yang putus dan mengeluarkan darah banyak.
"Sayang sekali lemparanku meleset" ucap Queen A dari arah belakang, dengan raut wajah pura-pura kesal. Padahal dia memang sengaja mengincar telinga Gunawan saat ia melemparnya.
...
__ADS_1