Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Kontraksi


__ADS_3

Saat ini di mansion Milik Ari/Rio


Kenapa Elie memanggilnya Rio? Itu karena di kehidupan nya dulu, keduanya bersahabat dengan baik sebelum kedatangan Rico.


Airani dulu memanggilnya Rio, karena nama Ari adalah Ariohan. Sedang Ari memanggil Airani, Ai. Bukan Rani seperti orang pada umumnya. Jadi itu adalah panggilan masing-masing dari keduanya.


CEKLEK!!!


Pintu utama Mansion di buka dari luar. Riana yang saat itu tengah menemani Rani yang tengah berceloteh, menoleh ke arah pintu utama yang terbuka.


Seketika, ia terkejut dan hampir menangis. Karena melihat sosok yang sudah lama ia rindukan selama 6 bulan ini.


Ia kemudian menggendong Rani dan berjalan bergegas ke arah orang yang tidak lain adalah suaminya, yang kini melebarkan kedua tangannya menyambut keduanya.


GREP!!!


"Aku sangat merindukan kalian berdua" ucap Ari memeluk erat istri dan anaknya. Di ciuminya puncak kepala Riana dan Rani.


"Hiks, aku juga... Sangat merindukan mu" ucap Riana di sela Isak tangisnya.


Setelah melepas pelukan mereka berdua, tangan Riana terulur ke pipi bawah Ari yang kini sudah di tumbuhi bulu lebat. Riana merasakan sakit untuk suaminya, yang terlihat tidak terurus, sedikit lebih kurus dan kumis dan jenggot yang di pelihara.


"Aku tidak apa-apa, sekarang kita bisa tinggal bersama-sama dan tidak terpisahkan" ucap Ari, menghapus air mata sang istri.


Ia kemudian menoleh ke arah Rani kecil yang mengikuti Riana yang memegang pipinya.


"Sayang, kamu masih kenal papah kan? Papah merindukanmu" ucap Ari ingin memeluk dan mencium buah hatinya, namun Riana menjauhkannya.


"Nia..." ucap Ari heran dan kesal namun kata-kata Riana membuat senyum Ari mengembang.


"Kamu mandi dulu dan cukur! Baru boleh pegang Rani" ucap Riana mulai mengomel seperti dirinya seperti biasanya.


Ari terkekeh dan menoleh ke arah putrinya


"Lihat itu sayang, baru juga papah pulang. Mamah udah mulai ngomel, nanti gedenya kamu jangan cerewet kaya mamahmu ini ya sayang" ucap Ari terkekeh, sambil berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Dalam hati ia merasa senang, begitupun dengan yang Rasakan Riana. Mereka berharap kebersamaan mereka tidak pernah berakhir.


....


Waktu cepat sekali berlalu kini kandungan Elie sudah memasuki 9 bulan. Menurut HPL ia akan lahir sekitar 1 mingguan lagi, namun saat ini ia sudah merasakan kontraksi. Ia tidak yakin ini kontraksi palsu atau bukan.

__ADS_1


Finn yang tengah mengelus perut sang istri terkejut saat melihat sang istri meringis dan sedikit panik.


"Mas, jangan panik, tenanglah. Mungkin ini hanya kontraksi palsu" ucap Elie.


"Maaf sayang, aku hanya khawatir kamu kenapa-kenapa" ucap Finn membantu menumpuk bantal untuk istrinya bersender. Lalu ia merebahkan badan Elie agar nyaman.


Namun Elie terkejut saat melihat air bening yang mengalir di bawah. Ia tahu apa itu karena ia pernah mempelajarinya dari internet, atau bertanya pada Dokter dan mommynya.


Ia ingin mengatakan pada Finn, tapi ia takut suaminya itu lebih panik, namun ia tidak punya pilihan selain itu.


"Mas, tolong hubungi mamah atau Mommy. Bilang susul kita ke rumah sakit" ucap Elie


"Rumah sakit? Kamu kenapa sayang?" ucap Finn terdengar sangat cemas


"Mas jangan panik, aku tidak apa-apa, tapi sepertinya aku mau melahirkan. Tolong panggilkan Bi Inah, minta bibi bawa koper yang sudah kita siapkan. Kita ke rumah sakit sekarang!" Ucap Elie setenang mungkin agar suaminya tidak begitu panik.


"Ya-ya, kamu tunggu di sini sebentar sayang" ucap Finn sedikit blank, hingga ia mondar mandir selama beberapa saat.


Setelah mendengar suara istrinya lagi ia baru sadar, lalu ia segera keluar dari kamar dan memanggil Bi Inah dan menelepon Arthur untuk segera datang dalam waktu lima menit. Tak lupa ia juga mengabari orang tuanya dan juga orang tua Elie.


Setelah itu segera kembali ke kamar, ia melihat Elie tengah berjalan dan mengambil Tas miliknya.


"Aku tidak apa-apa mas. Tolong ambilkan charger ponsel dan masukan ke tas ku" ucap Elie tengah mengontrol nafasnya.


Tak lama bi Inah datang dan membawa koper kecil milik Elie, yang mana sudah di siapkan dari jauh-jauh hari.


Arthur juga sudah sampai dan berjalan tergesa-gesa masuk ke mansion. Namun langkahnya terhenti, saat Finn terlihat tengah menggendong istrinya apa bridal style.


"Ketua" ucap Arthur


"Buka kan pintu mobil!!" ucap Finn, yang di angguki Arthur.


Elie hanya diam saat dirinya di gendong suami menuju mobil Arthur. Segera setelahnya mobil itu melaju menuju rumah sakit.


Elie segera di tangani oleh Dokter Vania yang sudah stand by, setelah mendapat kabar dari pasien Super VVIP nya yang akan segera melahirkan.


Jelas Elie adalah pasien dengan prioritas utamanya, karena berkatnya ia bisa menjadi miliuner dadakan hanya karena memeriksa dan memastikan Elie hamil.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Finn.


"Sudah pembukaan ke delapan, kami sudah menyiapkan ruangan bersalin. Jadi kita akan memindahkan nyonya ke sana, Tuan boleh ikut menemani nyonya di dalam ruang bersalin nanti" ucap Dokter Vania.

__ADS_1


Finn memenggang tangan Istrinya, ia menyeka keringat sang istri dengan sayang. Ia terus mencium kening Elie memberikan kekuatan untuknya.


"Kamu kuat sayang, demi aku dan anak kita" ucap Finn.


Sebenarnya dirinya takut, terlebih melihat Elie meringis dengan keringat mengalir deras, mengejan dan begitu keras perjuangan melahirkan buah hati mereka.


Elie memilih melahirkan secara normal, meskipun Finn membujuk Elie untuk melakukan tindakan operasi, karena tidak sanggup melihat istrinya menderita dan kesakitan.


Namun Elie tetap memilih Ingin melahirkan secara normal, dan Finn hanya pasrah dan menyetujuinya.


Melihat perjuangan hebat Elie, Finn berjanji akan terus menyayangi dan mencintai Elie dan anak-anak mereka.


....


"Bagaimana keadaan Elie dan cucuku? Apa ia masih di dalam?" tanya Fara dan juga Stella bersamaan.


"Bagaimana kondisi Elie" tanya Adrian yang juga datang


"Masih di dalam nyonya, tuan" ucap Arthur.


"Mamah, tenang, Elie pasti kuat. Dia dan cucu kita pasti selamat dan baik-baik saja" ucap Theo


"Iya mom, El pasti kuat, Kita berdoa saja untuk mereka" ucap Angga dan Kelvin bersamaan.


Tari juga ikut bersama suaminya datang, ia merengek untuk ikut ke rumah sakit. Jadi Angga mau tidak mau membawa istrinya yang juga tengah hamil besar itu.


"Oaaa Oaaa...."


Terdengar suara tangis bayi, membuat semua orang menangis bahagia. Finn junior telah lahir, mereka menyambutnya dengan suka cita.


Ya Finn junior, karena Elie melahirkan Baby boy.


Di tengah, kebahagiaan mereka. Tiba-tiba Tari mendesis merasakan kontraksi di perutnya yang sangat besar karena tengah mengandung anak kembar sepasang.


"Sayang kamu kenapa??" tanya Angga khawatir karena mendengar istrinya mendesis kesakitan.


"Astaga, Angga istrimu mau melahirkan! Pah, cepat panggilkan dokter sekarang!!!" ucap Fara terkejut saat melihat air ketuban mengalir di sela kaki Tari.


Suasana berubah ramai di depan ruang bersalin karena Tari juga akan melahirkan.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2