
Mendengar kedua orang tuanya masuk ke rumah sakit, Melinda bergegas datang ke rumah sakit di mana kedua orang tuanya di rawat.
Ia keluar dari rumah begitu saja, ia lupa jika dirinya saat ini sedang viral di seantero masyarakat negeri ini. Melinda keluar tanpa menggunakan masker atau penutup wajah, agar orang-orang tidak mengenalinya.
Akibatnya saat ini ia menjadi bulan-bulanan orang yang mengenali wajahnya, hingga membuat kerumunan orang dan melemparinya dengan telor, batu kerikil, dan yang lainnya. Saat ia baru turun dari mobil di area parkir rumah sakit.
"Dasar jal*ng menjijikan, mati kau sana!!!!" teriak salah seorang yang melempari Melinda dengan telor busuk, hingga bau tidak sedap menyebar di sekitaran area parkir rumah sakit.
"Wanita menjijikan, Pergi kau!!! Jangan merusak pemandangan mataku dengan wajah selang**ngan mu itu" ucap lainnya
"Cukuuuppp, Ampuuuunnn hu-hu-hu. Tolong berhenti melempari ku, sakiitt..." Isak Melinda menahan sakit dan juga merasa malu.
"Dasar tidak tahu diri, percuma cantik tapi otaknya penuh dengan hal menjijikan, semoga Tuhan memberikan kamu penyakit mematikan agar kau jera!!!" Teriak orang-orang.
Beruntung saat itu Melinda di amankan oleh security yang berjaga dan di bawa masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, akibat lembaran kerikil yang melukai wajah, kepala dan anggota tubuh lainnya.
Dokter umum yang berjaga, sangat malas dan juga tidak suka mengobati wanita macam Melinda, di tambah bau busuk menyengat dari tubuhnya.
Namun karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan ia bekerja secara profesional, jadi ia melakukan yang terbaik untuk mengobati siapapun pasiennya tanpa membeda-bedakan statusnya.
Sebelumnya Melinda di minta mandi terlebih dulu dan berganti pakaian dengan pakaian pasien, sebelum ia di obati.
....
Kabar mengenai Melinda yang di bully di depan rumah sakit tersebar, Elie yang melihat berita nya mengerutkan kening.
"Kenapa sayang?" tanya Finn yang saat ini tengah bersama dengan Elie di rooftop AILIE Resto.
"Aku membaca ini, apa ini ulah mu, Finn?" tanya Elie menunjukan sebuah artikel online tentang Melinda yang di lembari batu kerikil, telor busuk dan lain-lain.
"Jika tentang berita yang tersebar pagi tadi, itu memang aku yang menyebarkan kelakuan buruknya di media sosial. Tapi untuk perundungan itu, tentu saja bukan aku! Bukan levelku menyuruh orang melakukan perundungan" ucap Finn
Elie yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya, ia percaya yang di ucapkan kekasihnya itu. Finn kini menarik Elie ke dalam dekapannya lebih dalam.
"Aku sudah memperingati dia, untuk tidak mengganggu hubungan kita waktu itu. Harusnya ia mendengar ucapanku yang tidak pernah main-main, jika menyangkut orang yang aku sayang. Aku mengatakan aku akan menyebarkan kelakuan buruknya ke semua orang jika ia tidak berhenti. Dia yang memilih jalannya sendiri, setelah mengabaikannya" ucap Finn mengecup pipi kanan Elie.
"Lalu tentang kebangkrutan orang tuanya?" tanya Elie lagi
__ADS_1
"Itu juga aku! Aku juga kasihan pada orang tuanya, namun tetap aku lakukan hal itu. Bukankah kelakuan seorang anak adalah cerminan dari kedua orang tuanya? Mereka tidak bisa mengambil tindakan dan memberikan pelajaran untuk anaknya, justru membiarkan dan memanjakannya. Aku hanya membantu mereka memberikan pelajaran agar ia belajar menerima akibat yang ia perbuat. Tidak semua yang kita inginkan di dunia ini, dapat kita miliki. Jika aku tidak memberikan ia pelajaran, mungkin di masa depan kita sendiri yang akan kerepotan dan mungkin timbul masalah baru lainnya" jelas Finn.
"Apa kau tidak menyesal melakukannya? Bukankah dia wanita yang mencintaimu dan juga memujamu. Apalagi dia cantik dan se*si" ucap Elie.
Finn mengeratkan pelukannya dan mencium aroma wangi di ceruk leher Elie.
"Aku akan menyesal jika aku tidak melakukannya, sayang. Aku tidak ingin mengambil resiko kehilangan dirimu, itu akan membuatku gila dan kehilangan gairah hidup jika itu benar terjadi" ucap Finn
"Jangan bicara seperti itu" ucap Elie mengingatkan
"Itu memang kenyataannya, aku mencintaimu Elie. Hanya kamu, wanita yang boleh memilikiku selama aku hidup. Aku tidak ingin dan tidak peduli dengan wanita lainnya" ucap Finn mencium pucuk kepala kekasihnya
Elie tersenyum, ia menikmati pelukan hangat Finn. Ia bersyukur Tuhan masih menyayanginya, memberikannya kebahagian dengan kehadiran orang-orang yang menyayanginya.
...
Di tempat pemotretan, Alexa dengan profesional melakukan pekerjaannya sebagai model. Tiba-tiba di luar begitu ramai, semua orang menoleh ke belakang melihat apa yang terjadi.
Ternyata kedatangan Sean membuat semua orang terkejut, pasalnya Sean selama menjabat sebagai CEO Demetri Group, tidak pernah sekalipun mengecek secara langsung ke lapangan yang berhubungan dengan industri entertainment, terlebih jika lokasi bukan di perusahaan melainkan di luar.
"Sasa..." panggil Sean lembut dengan senyum manis ke arah Alexa yang di buat melongo melihat pesona ketampanan seorang Sean.
"Kutub Es mencair!" bisik staf di sana
"Astaga, tampan sekali bos. Sungguh anugerah bisa melihat senyum manis, bos dingin. Ini fenomena langka" ujar yang lain.
"Tadi dia panggil siapa? Sasa? Siapa Sasa?" ucap yang lain
"Sasa itu buat yang masak bukan sih? Temannya aji nomoto" sahut yang lain.
"Itu mah micin Sasa, Bego!" ucap yang lain sambil menoyor kepala teman di sebelahnya.
"Ha-ha-ha lah iya, udah ganti namanya?" sahut temannya tertawa lepas.
Sean menghampiri Alexa yang diam mematung, semua orang terkejut karena Sean datang menemui Alexa.
Seketika gosip beredar di lingkaran D.G Entertainment. Mengatakan jika Alexa adalah calon nyonya masa depan Demetri Group.
__ADS_1
"Apa masih lama pemotretannya?" tanya Sean ambil menyeka keringat Alexa dengan tisu di tangannya.
Tenggorokan Alexa tercekat, ia hanya diam. Mata hitamnya melihat ke arah Sean dengan lembut menyeka keringatnya.
Keduanya menjadi gosip panas orang-orang yang berada di sana.
"Sayang, kenapa kamu diam saja?" tanya Sean lagi, menekan kata sayang karena Alexa hanya diam saja.
"Woaahhh, kau dengar bos memanggil nona Alexa apa? S.A.Y.A.N.G!!" ucap yang lain heboh.
"Tu..." ucap Alexa terpotong.
"Sean!" ucap Sean menekan namanya
"Sayang, jangan panggil aku tuan muda, pak, atau bos. Kau berbeda dengan yang lain, kau bukan bawahanku, kau adalah calon istriku, Oke" ucap Sean lagi membuat Alexa membulatkan matanya karena ucapan Sean di depan semua orang.
"Ini untukmu" ucap Sean memberikan buket coklat yang ia sembunyikan di belakang punggungnya, untuk calon kekasihnya itu.
Sean mengetahui jika Alexa menyukai coklat dari Finn. Sejak Finn menyadarkan dirinya tentang perasaannya pada Alexa. Ia selalu meminta pendapat sepupunya itu.
"Untukku?" ucap Alexa berbinar melihat coklat kesukaannya di bingkai cantik dan indah.
"Ya, coklat manis untuk kamu yang lebih manis" ucap Sean.
Alexa menerima coklat itu dengan senang hati. Ini pertama kali untuknya, ada laki-laki yang mengejar cintanya dan memberikan coklat kesukaannya.
"Terimakasih" ucap nya tulus.
"Sama-sama, apa pemotretanmu belum selesai?" tanya Sean.
"Tinggal mengambil beberapa lagi, kenapa?" tanya Alexa
"Aku ingin mengajakmu makan siang bersama" ucap Sean.
"Lebih tepatnya, mengajak calon pacarku, hmm mungkin calon istriku makan siang" bisik Sean di telinga Alexa, membuat wajah gadis itu memerah malu.
Alexa langsung meninggalkan Sean untuk melakukan pekerjaannya. Tidak baik untuk kesehatan jantung dan kadar gulanya bisa naik jika terus di dekat Sean.
__ADS_1
Bagaimana tidak, Sean begitu tampan dan juga sangat manis saat tersenyum hangat padanya. Saking manisnya membuat Alexa takut, ia bisa terkena diabetes.
...••••...