
Pagi harinya di kamar Angga dan Tari.
Tari yang terbangun terlebih dulu karena kebelet, ingin beranjak ke kamar mandi. Namun baru saja ia berdiri, ia terjatuh karena merasakan lemas dan pedih di area bawahnya.
"Akkhh" pekik Tari.
Mendengar itu Angga terkejut dan langsung membuka matanya.
"Ya Tuhan sayang, kamu kenapa?" tanya Angga, dan segera beranjak dari tempat tidur dan membantu istrinya lalu mendudukkannya di tepi ranjang.
"Ga, Bagian bawahku sakit sshhh" ucap Tari dengan raut wajah meringis.
"Astaga sayang, memang kamu mau kemana?" tanya Angga
"Aku mau ke kamar mandi. Ini semua gara-gara kamu sih, semalam kamu seperti binatang buas, tidak pernah bosan menyerang dan membuatku tepar berkali-kali" ucap Tari dengan mulut mengerucut.
"He-he maaf sayang, habisnya itu enak. Bukannya kamu juga merasakan yang sama? Buktinya kamu terus berteriak, teruuuss yaaaang, aaahhh enak yang, lagi yang aaahhh ahhh di situ ah iya di situuuu aahhh" ucap Angga menirukan gaya Tari.
"Iiiish, kamu nyebelin" ucap Tadi menutup wajahnya, ia merasa malu saat Angga menggodanya. Memang benar jika tadi malam dirinya juga menikmati permainan panas bersama suaminya itu, meskipun awalnya ia merasa sakit sekali.
Angga gemas melihat istrinya yang tengah malu, ia kemudian mencium kening Tari dan menggendongnya.
Tari yang terkejut, spontan langsung mengalungkan tangannya ke leher Angga, agar tidak terjatuh.
"Aku akan menjadi kaki kamu selama bagian bawahmu sakit. Ayo aku antar ke kamar mandi, aku minta gaya baru di kamar mandi ya sayang" ucap Angga tanpa malu-malu.
Tari yang malu hanya menyembunyikan kepalanya di dada Angga, tidak berani menjawab.
...
Di kamar Sean dan Lexa.
Lexa terbangun dari tidurnya, ia terkejut mendapati Sean yang tertidur dengan kepala berada di lengannya. Tangan kekar suaminya di letakan di atas kain yang berada di atas perutnya.
Perasaan Lexa menghangat, senyum manis terukir di bibirnya. Ia mengingat perlakuan dan perhatian Sean semalam. Saat dirinya tidak bisa memenuhi kewajibannya, karena tiba-tiba datang bulan.
Terlebih saat tengah malam, Lexa merasakan sakit di perutnya. Sean menjadi panik dan khawatir saat melihat istrinya meringis kesakitan sambil memegangi perutnya dan menangis.
Ia sampai searching di internet cara meringankan sakit perut saat datang bulan. Sean dengan sabar dan telaten mengompres perut dengan kain hangat, karena berhubung tidak ada botol kaca di dalam kamar.
Lexa mengelus rambut Sean, membuat sang empunya mengerjapkan matanya, terbangun.
__ADS_1
"Selamat pagi sayang, kamu sudah bangun?" ucap Sean kemudian duduk dan mencium bibir istrinya.
Mungkin ini akan menjadi rutinitas terbarunya, mencium istri sebelum dan bangun tidur, rasanya sangat menyenangkan dan membuat candu.
"Hmm, selamat pagi juga sayang" ucap Lexa
"Bagaimana perutmu?" tanya Sean sambil mengelus perut istrinya itu.
"Sudah lebih baik, terimakasih" ucap Lexa tersenyum manis.
"Sama-sama sayang, kamu mau mandi dulu atau sarapan dulu?" tanya Lexa lagi.
"Aku mau mandi dulu" ucap Sean.
Mereka pun kemudian bergantian mandi, lalu melakukan sarapan bersama perdananya di dalam kamar hotel.
...
Di kamar Finn dan Elie.
Finn terbangun terlebih dahulu, ia kemudian mencium kening istrinya yang masih tidur sebelum beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Kirim pesan jika kau sudah menemukan sesuatu" di ucap Finn lalu menutup teleponnya.
"Sesuatu apa mas?" tanya Elie dengan suara serak se*si khas bangun tidur, buat Finn mengalihkan netranya menatap wajah istrinya.
"Selamat pagi sayang, Cup! Morning kiss" ucap Finn sembari mengecup singkat Bibir istrinya.
"Selamat pagi juga mas. Tadi kamu teleponan sama siapa?" tanya Elie
"Arthur, aku sedang meminta Arthur menyelidiki sesuatu" ucap Finn.
"Apa tentang Kakakku?" tanya Elie yang di angguki Finn.
"Tunggu sebentar lagi, aku akan menemukan bukti semuanya" ucap Finn.
Elie hanya mengangguk dan merentangkan tangannya ke arah Finn. Finn terkekeh dan membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya, lalu menggendong istrinya ke kamar mandi. Sungguh laki-laki yang sangat peka dan pengertian bukan.
...
Saat ini semua keluarga tengah mengantar Angga dan Tari ke airport. Keduanya akan melakukan perjalanan bulan madu ke negeri sakura selama 7 hari.
__ADS_1
Tentu saja bulan madu Sean-Lexa dan Finn-Elie di undur, Jelas dengan alasan yang berbeda.
"Kamu kenapa nggak jadi bulan madu? Apa istrimu juga tengah datang tamu aliennya?" tanya Sean pada sepupunya itu. Finn yang paham langsung merespon bahkan meledek kakak sepupunya itu.
"Tidak! Elie tidak sedang kedatangan tamu alien baik dari Mars, Jupiter ataupun Pluto. Kami bahkan melakukan malam pertama dengan sangat intim. Kau tahu? Rasanya sangaaaat woooooaahh luarrrr biasa nikmaaatttt, apalagi jepitannya, muantaaaappp" ucap Finn setengah berbisik.
Sean yang mendengarnya tentu saja iri, karena dia tidak bisa melakukan kegiatan coblos menyoblos itu.
"Si*lan!" maki Sean setelah tahu ia di goda oleh adik sepupunya itu.
"Ha-ha-ha" tawa Finn menggema senang.
...•••...
Elie dan Finn saat ini berada di mobil, mereka berdua menuju sebuah rumah mewah di tengah kota. Rumah itu tidak lain adalah tempat yang di buat khusus untuk berkumpul Jade Royal Squad saat di Indonesia.
Rumah atau mansion mewah itu memiliki sebuah ruang bawah tanah, dan di sana terdapat seseorang yang tengah di sandera, ya, sandera itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ari yang berhasil di tangkap oleh anak buah Arthur.
"Ini mansion siapa, mas?" tanya Elie melihat mansion mewa bergaya klasik modern itu.
"Ini mansion JRS di Indonesia sayang. Selama di Indonesia Azel CS akan tinggal di sini" ucap Finn yang kini melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu posesif.
Mereka berdua kemudian mengobrol sambil berjalan menuju mansion mewah itu. Tentu saja di dampingi Arthur yang menatap mereka iri dan jengah, namun ia bahagia melihat Finn sekarang bahagia.
"Di mana orang itu?" tanya Elie
"Ada di ruangan bawah tanah, kau mau ke sana sekarang?" ucap Finn yang langsung di angguki Elie dan membawa Elie ke sana.
Kini Elie tengah berada di sebuah ruangan bawah tanah. Di sana ada sosok laki-laki yang wajahnya di tutupi kain hitam.
"Buka!" ucap Finn pada Arthur.
Arthur langsung membuka penutup kepala itu, hingga terpampang wajah laki-laki yang cukup tampan dengan bekas pukulan memar di pipi kirinya dan juga luka robek di sudut bibirnya.
Laki-laki itu menatap datar dan tajam ke arah Finn, Elie dan juga Arthur.
Degh!
"Ri-Rio!" ucap Elie terkejut.
...••••...
__ADS_1