Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Tindak kekerasan dan percobaan pembunuhan


__ADS_3

Adrian sudah mulai tenang setelah Elie memberikannya obat dari dalam tasnya. Ia mencoba mengatur nafasnya sesuai yang di ucapkan Kelvin padanya.


Elie juga melihat keterkejutan di wajah sang suami setelah melakukan percakapan di telepon milik Adrian.


"Apa yang terjadi mas?" tanya Elie dengan raut wajah cemas, ia yakin sesuatu yang buruk mungkin saja terjadi pada orang terdekatnya. Jika tidak, mana mungkin ayahnya terkena serangan jantung dan wajah suaminya begitu cemas.


"Yahhh..." ucap Finn ragu, ia justru melirik ke arah Adrian yang masih mengatur nafasnya.


"Katakan mas! Tidak mungkin ayah terkena serangan jantung, jika ia tidak mendengar kabar tidak baik" ucap Elie mendesak Finn, Finn menghela nafas sejenak.


"Tadi pihak rumah sakit jiwa yang telepon" ucap Finn


"Apa terjadi sesuatu pada kak Cheryl?" tebak Elie


"Hmm, mereka bilang kak Cheryl saat ini di larikan ke rumah sakit terdekat dan dalam kondisi kritis, dan mengalami pendarahan yang serius juga kehilangan banyak darah" ucap Finn lagi yang membuat semuanya terkejut.


"A-apa yang terjadi padanya? Kenapa bisa Kak Cheryl di larikan ke rumah sakit bahkan dengan kondisi kritis?" tanya Elie terkejut


"Mereka bilang jika mereka mendengar teriakkan Kak Cheryl mengamuk, saat perawat datang. Justru mereka melihat Cheryl berlumuran darah di bagian kepala dan juga dia tengah di cekik oleh pasien lainnya" ucap Finn


"Ya Tuhan" ucap Elie menutup mulutnya dan jatuh terduduk lunglai di lantai saat ia mendengar kabar itu.


Bagaimanapun buruknya sikap Cheryl padanya dulu, ia tetap kakaknya. Melihat Istrinya jatuh terduduk lemas, Finn langsung mendekat.


"Sayang...!!!" teriak Finn terkejut dan menopang Elie.


"Hiks..." tangis Elie tertahan, Finn paham jika istrinya terkejut mendengarnya. Ia segera memeluk dan menenangkannya.


Kelvin merasa sedih dan juga iba karenanya, meskipun ia bingung dengan tingkah putrinya yang terlalu terpuruk mendengar itu.


Namun ia menghalau pikiran Tidak-tidak, ia hanya berpikir jika putrinya memang sudah sangat dekat dengan keluarga Eleanor.


"Sayang kamu harus kuat demi ayah" bisik Finn ke istri, lirih. Dan hanya di dengar oleh Elie saja.


Mendengar itu, Elie tersadar jika ayahnya lebih syok dan butuh di tenangkan saat ini. Jadi ia segera menghapus air matanya dan melepaskan pelukan Finn.

__ADS_1


Ia beranjak dari tempatnya sekuat tenaga, ia juga melihat jika Tari kini sudah berada di ruang tamu. Bahkan Stella juga datang menggendong Baby Al yang sudah terbangun.


Ikatan batin Baby Al dengan sang ibu terhubung, jadi ia terbangun dan menangis sebentar sebelum Stella menggendong dan membawanya ke Elie.


"Apa yang terjadi, El?" tanya Stella.


"Putri sulung Ayah Adrian masuk ke rumah sakit, Mom. Elie, mas Finn dan ayah akan ke rumah sakit. Mom, maaf merepotkan mommy. Boleh El titip Baby Al sebentar?" ucap Elie.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi? Ya sudah kalian harus ke sana dan juga hati-hatilah. Jangan khawatirkan Baby Al, mommy akan menjaga nya" ucap Stella, Elie mengangguk.


"Mom, sepertinya Daddy juga akan ikut ke rumah sakit" ucap Kelvin pada istrinya.


"Hmm, iya Dad. Daddy juga hati-hati di jalan" ucap Stella lagi.


Kemudian, mereka berempat berangkat ke rumah sakit dengan Finn yang mengemudi.


....


#Flashback


Setelah cukup lama memberontak, pasien itu akhirnya diam dengan sendirinya. Itu membuat Perawat merasa lega.


Perawat laki-laki kemudian membantu membersihkan tubuh pasien itu dan mengantikannya dengan baju bersih.


Pasien baru yang seorang pria berusia kurang dari 30 an itu terlihat cukup tenang sekarang. Setelah sedikit rapih dan terurus, Perawat memberikannya makan dan mengawasinya sampai ia menghabiskan makannya dan minum obat yang mereka berikan.


Saat perawat itu keluar, pasien itu menatap ke arah pintu dengan pandangan dingin.


"Kenapa tidak ada yang mempercayaiku jika istriku masih hidup dan sudah berenkarnasi? Aku tidak gila!" ucap pasien itu.


"Rani sayang, kenapa kamu menikah dengan laki-laki lain? Padahal kamu adalah istriku! Kenapa???" ucap pasien yang ternyata adalah Rico setengah berteriak.


"Ha-ha-ha, kamu memang pantas di tinggalkan Rico! Hiks, hiks, Rani aku mencintaimu, aku mohon kembalilah padaku sayang, maafkan aku!" ucap Rico setelah ia tertawa sedetik kemudian ia menangis.


Rico kemudian membuka pintu ruangan kamar yang salahnya, perawat lupa mengunci pintu ruangan tersebut. Rico melangkah keluar, ia terus menyebut nama Rani dalam langkahnya.

__ADS_1


Namun langkahnya terhenti saat ia melihat sosok wanita yang sedang duduk di bangku taman dan tengah asik berbicara dengan pot bunga.


Wajah Rico mengeras saat melihatnya, ia kemudian melangkah cepat menghampiri sosok wanita itu. Dan langsung menarik dan memukul nya hingga wanita yang tidak lain adalah Cheryl itu jatuh tersungkur.


"Akkkhhhh,,, ampuuunn!!!! Lepaskan aku!!! Lepaskan aku!!! kembalikan anakku!!! tidaaaakkkk!!" teriak Cheryl ia langsung berjongkok, meringkuk sambil menutup kedua telinga dengan kedua tangannya.


Di mana saat itu adegan di mana ia di pukul dan di paksa oleh bodyguard madam Freya terlintas di kepalanya.


"Tidaaakkk!!! Aku tidak mauuu, jangaaannn! Tolooong lepaskan aku, hiks!!!" teriak Cheryl lagi sambil memberontak.


Cheryl sama sekali tidak sadar siapa yang memukulnya, orang yang kini tidak henti-hentinya menendangnya.


"Wanita sialan!!!! ini gara-gara kamu, istri ku pergi!!!! Aku akan membunuhmu!!!" teriak Rico memukul dan menendang Cheryl dengan membabi buta.


Ia kemudian melihat balok kayu yang ia gunakan untuk memukul kepala dan tubuh Cheryl berkali-kali. Hingga kepala dan wajah Cheryl penuh dengan luka dan darah.


"Ha-ha-ha, mati kamu dasar ja**Ng si*lan!!! Kau perusak rumah tanggaku!!!! Kembalikan istriku padaku!!!" Ucap Rico terus memukul membabi-buta.


"Akhh... uughhh... Sa-kiiitt am-puunn" teriak Cheryl yang sudah tidak berdaya.


"Hiksss, kembalikan Istriku!!! mati kau!!! Ha-ha-ha bagaimana rasanya aku cekik sayangku? hiks bukan, kau bukan sayangku, tapi kamu benalu di hidupku dan Rani!!!" teriak Rico lagi sambil mengeratkan cekikan tangannya di leher mantan istrinya itu.


Beberapa saat perawat yang mendengar keributan dan teriakan segera datang, namun mereka terlambat. Karena yang terjadi di luar akal sehat mereka, mereka menyaksikan pembunuhan di tempat.


Segera perawat lari untuk menghentikannya, sementara perawat lain memanggil bantuan. Karena bantuan perawat itu cekikan terlepas. Namun nafas Cheryl tersengal terlebih luka di kepala, wajah dan tubuhnya sangat parah.


"Lepaskan aku!!! Biarkan aku membunuh wanita sundal itu!!!!" teriak Rico yang terpaksa di berikan suntikan obat bius dan kemudian tidak sadarkan diri.


Cheryl langsung di larikan ke rumah sakit, ia masih bernafas meskipun sangat lemah. Jadi secepat mungkin petugas membawanya ke rumah sakit untuk Segera di tangani.


Sedangkan Rico di masukan ke ruangan dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Sebelum pihak keluarga yang bersangkutan dan polisi datang. Karena tersangka kali ini adalah ODGJ atau Orang Dalam Gangguan Jiwa.


#Flashback Off


...••••...

__ADS_1


__ADS_2