Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Syarat dari Robert


__ADS_3

Mendengar Finn yang membalas dengan menyentil fakta buruk tentangnya. Robert tidak bisa tidak kesal, namun ia berusaha tenang dan tidak terpancing emosi.


Berbeda dengan cucunya, saat melihat ketampanan Finn dari dekat, Carmila tidak bisa menahan dirinya lagi. Wajahnya memerah, dia sungguh tergila-gila dengan laki-laki pujaannya itu.


"Finn..." Ucap Carmila


Ia melangkah menghampiri Finn, mengabaikan jika ada orang lain di dalam ruangan itu. Bahkan ia tidak sadar menampilkan senyum yang terlihat sangat bodoh dan menjijikan.


"Kau!!!" Geram Carmila menahan amarahnya, kala Azel bergerak dengan cepat menghalangi langkahnya mendekati Finn.


"Tolong perhatikan sikap anda, Nona Carmila" ucap Azel tegas dengan nada datar dan dingin.


Finn hanya diam saja, tidak perlu bertindak apapun, bahkan ia juga tidak repot-repot melirik. Ia yakin, Azel tahu apa yang harus ia lakukan dan tidak akan pernah mengecewakannya.


"Ekhmm..." Robert berdeham, ia tidak ingin terjadi keributan. Ia sangat paham kepribadian cucu perempuannya yang sangat terobsesi dengan ketua F.A Corporation itu.


"Jangan berdiri saja, ayo silahkan duduk!" ucap Robert lagi dengan cukup sopan.


Finn mengambil tempat duduk terlebih dahulu yang cukup jauh dari tempat duduk mereka berempat. Begitu pun Azel yang senantiasa mengikuti, duduk di samping Finn .


"Apa kabarmu Tuan Finn? Apa di negara asalmu ada hal yang menarik, hingga kau Betah berlama-lama di sana? Anda bahkan sudah jarang terlihat di negara ini" ucap Robert


"Tentu saja kabarku sangat baik, dan tentang itu adalah urusan pribadi ku. Tidak penting untukku berbagi cerita dengan orang luar dan asing" ucap Finn sarkas dan dingin


"Ah begitu, aku senang kau baik-baik saja" ucap Robert dengan senyuman palsunya.


"Tidak usah berbelit-belit dan membuang waktu berharga ku lebih lama. Sebenarnya apa yang ingin anda bahas denganku Tuan Robert? Apakah ada masalah dalam kontrak kerjasama? Hingga membuat mu merasa tidak puas dan belum mengesahkannya sampai saat ini" tanya Finn to the point. Ia tidak ingin masalah ini bertele-tele, dan ia ingin segera mengakhiri permasalahan tentang kontrak ini agar cepat pulang ke Indonesia.


"Kau sungguh tidak sabaran Tuan Finn. Baiklah, sejujurnya tidak ada masalah dengan kontrak kerjasama yang perusahaanmu tawarkan pada kami. Saat ini juga kita bisa menandatangani kontrak kerjasama itu. Namun aku memiliki syarat sebelumnya" ucap Robert


Finn duduk dengan tenang dan tidak terkejut. Ia sebelumnya sudah menebak, jika ada sesuatu yang di inginkan oleh tua Bangka itu, sampai-sampai harus dirinya yang mengurus kontrak kerjasama ini.


"Apa syarat nya?" tanya Finn datar

__ADS_1


Robert tersenyum, ia sangat yakin jika Finn tidak akan menolak syarat apapun darinya, demi melakukan kontrak kerjasama Mega Proyek yang bernilai fantastis itu.


"Aku hanya meminta kamu menikah dengan cucu perempuanku satu-satunya, Carmelia." Ucap Robert.


Melihat ekspresi wajah Finn yang biasa saja, tanpa ekspresi, baik marah atau lainnya. Membuat Robert semakin yakin jika Finn tidak akan menolak permintaannya.


Carmelia yang sudah tahu tentang permintaan sang kakek tentu saja sangat senang. Akhirnya impiannya dekat bahkan menikah dengan laki-laki pujaan hatinya akan segera terwujud.


Berbeda dengan Azel yang mengepalkan tangannya kuat karena marah, namun ia menahannya karena Finn belum memberikan instruksi padanya.


"Lalat tua ini sama saja seperti cucunya. Bermimpi terlalu tinggi, jika dirinya bisa terbang menggapai langit, tanpa tahu langit itu tidak mungkin bisa dia sentuh. Bahkan sejauh dan sekuat apapun ia berusaha, tetap tidak akan bisa di raihnya. Dasar Bodoh!" gumam Azel dalam hati.


"Atas dasar apa, memintaku menikah dengan cucu anda? Bagaimana jika aku menolaknya?" ucap Finn masih dengan sikap tenangnya.


"Tentu saja atas dasar saling menguntungkan. Dengan aliansi pernikahan antara kau dengan cucuku, perusahaan kita bisa bergabung dan menjadi lebih besar lagi. Apalagi, Carmila sangat cantik dan ia seorang selebriti terkenal. Kau tidak akan rugi mendapatkan keduanya" ucap Robert masih dengan senyumnya.


"Pastinya kau akan menyesal jika menolak syarat ini. Selain melepas begitu saja Mega proyek yang tentu saja menjadi proyek terbesar dalam kurun waktu 50 tahun terakhir di negara ini. Perusahaan mu juga tidak akan sanggup berdiri lama di kota ini karena sudah menyinggung perusahaan terbesar di negara ini" ucap Robert percaya diri


"Oh, Menarik" ucap Finn hanya satu kata, ia mengangguk dan menaruh ibu jari dan telunjuk di dagunya dan tersenyum.


"Jika kau menikah dengan Carmila, dan perusahaan bergabung. Ini akan membuat perusahaan kita bisa menduduki tiga besar di dunia. Kalian bisa bertunangan dulu besok, selebihnya aku akan mengurus pesta pernikahan kalian yang paling mewah dalam abad ini, dalam waktu sebulan" ucap Robert.


Makin terbanglah Carmila, ia akan menjadi nyonya Finn dalam waktu satu bulan kedepan.


"Baiklah, aku sepertinya tidak punya pilihan lain" ucap Finn


Robert dan Carmila tersenyum lebar, penawaran menguntungkannya tidak mungkin di tolak. Terbukti Finn langsung takluk, saat ia mengancamnya sedikit.


Carmila yang sedari tadi menahan diri untuk tetap diam dan tidak menganggu pembicaraan antara kakek dan juga sang pujaan hati, kini berani membuka suara.


"Sayang, besok kita bertunangan dan sebulan lagi kita menikah. Bukankah kita harus mencari cincin pasangan? Dan boleh aku meminta sesuatu padamu?" ucap Carmila dengan tatapan manja yang membuat orang mual.


"Katakan!" ucap Finn malas

__ADS_1


Carmila sangat senang dan dia menoleh ke arah Azel yang tengah duduk tenang. Carmila menunjuk Azel dengan senyum menyeringai, mengejek.


"Aku ingin kau pecat dia. Sayang, dia kemarin sudah membuatku malu di depan banyak orang. Aku ingin kau pecat babu tidak tahu diri ini" ucap Carmila merengek.


Finn menaikan sebelah alisnya mendengar yang di ucapkan Carmila. Ia kemudian melirik ke arah asisten pribadinya itu.


"Azelio...." ucap Finn hanya satu kata.


Carmelia tersenyum cerah, ia yakin calon suaminya itu akan langsung memecat Azel.


"Ya, Ketua" jawab Azel yang saat ini jemarinya ada di keyboard laptop milik bosnya.


"Selesai..." ucap Finn yang datar, entah itu pertanyaan atau pernyataan.


"Ya" jawab Azel singkat dan menutup kembali Laptop dan memasukan kembali ke dalam tas.


Tiba-tiba saja Finn berdiri dari duduknya, di susul Azel yang ikut berdiri. Empat lainnya di sana terkejut dan tidak mengerti.


"Sayang, mau kemana?" tanya Carmila yang spontan ikut berdiri.


"Benar itu Finn, bahkan kita belum menanda tangani berkas kerjasama" ucap Robert yang ikut bingung dan berdiri.


Finn tersenyum miring, atmosfer di sana berubah dingin.


"Aku tidak butuh proyek kecil mu itu, Pak tua!" ucap Finn sarkas


"La-lalu pernikahan kita?" tanya Carmila bodoh.


"Siapa yang mengatakan ingin menikah denganmu? Dan jangan panggil aku sayang, karena kau Ti-DAK PAN-TAS!" ucap Finn tertawa mengejek Carmila.


"Jangan keterlaluan kau Finn!!! Apa maksudmu dengan itu, Hah?? Bajingan kecil, Aku bisa saja menghancurkanmu dan perusahaan kecilmu itu saat ini juga!!" teriak Robert marah karena merasa di permainkan oleh Finn.


"Silahkan, itu pun jika kau mampu melakukannya, Pak tua. Dan jangan panggil namaku, karena kita tidak sedekat itu" ucap Finn kemudian melangkah keluar.

__ADS_1


"Fiiinnnn....!!! Tidak!!!! Kita harus tetap menikah, Fiinnnn... Jangan tinggalkan aku!" teriak Carmila tidak terkendali dan berlari mengejar Finn.


...••••...


__ADS_2