Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Tentang peristiwa itu


__ADS_3

Dalam tidurnya ia gelisah dan tidak tenang, nafas Elie terengah lalu ia terbangun. Saat ini tengah malam dan ia terbangun setelah ia memimpikan kejadian yang sama, yang ia lihat di mimpi sewaktu tidur di mobil Finn.


Meskipun pada awalnya ia berencana akan ke kantor Q.A Technologi besok, untuk meminta Dirga mencari tahu tentang kejadian itu. Elie mengurungkan niatnya dan ingin mencarinya sendiri karena saat ini ia sangat penasaran.


Ia turun dari ranjang dan mengambil laptop miliknya. Kantuknya tiba-tiba hilang begitu saja, karena rasa penasaran dengan mimpi itu membuat nya susah tidur kembali.


Cukup lama jemari lentik miliknya berselancar di atas keyboard, setelah kurang lebih 10 menit mengotak-atik laptopnya. Ia akhirnya mendapatkan apa yang ingin ia ketahui.


Elie terlihat sangat terkejut saat melihat data itu, akhirnya sekarang ia tahu mengapa ia tidak asing dengan mimpi itu. Jadi tempat kejadian itu, wanita gila, juga mimpi seakan dirinya menjadi orang lain, ternyata berhubungan.


Karena mimpi itu adalah kilas balik, tentang ingatan pemilik tubuh yang asli atau Aurel, saat Aurel masih kecil.


"Jadi yang ku tolong saat itu adalah Aurel juga kak Alexa. Dan anak laki-laki itu tak lain adalah Sean, astaga?" ucap Elie.


#Flashback


Airani kecil, melangkah di area hutan di sebelah barat daya ibukota. Biasanya di tempat itu ia melatih tubuhnya agar kuat, tak jarang ia sering berkelahi dan bermain dengan Zio.


Zio adalah Harimau jantan liar yang hidup di hutan yang kita sebut saja bernama Hutan X. Zio yang berhasil di taklukan Airani setengah tahun yang lalu itu, selalu menemaninya berlatih saat Ia ke hutan itu.


Entah apa yang ada di pikiran Airani kecil saat itu. Di usianya yang seharusnya bermain bersama anak perempuan sebaya dengannya. Bermain boneka, atau yang lainnya, justru ia asik melatih fisik dan juga kepekaannya, bahkan bermain dengan binatang liar seperti harimau.


Saat itu Zio mengaum, seperti mengisyaratkan sesuatu. Airani mengikuti langkah kaki Zio yang menunjukan sebuah rumah cukup besar di pinggiran hutan.


Awalnya Airani heran mengapa Zio membawanya ke sebuah rumah yang terlihat tua dan pastinya tidak berpenghuni seperti itu.

__ADS_1


"Tidaaaakkkk!!!!"


Terdengar suara anak laki-laki yang menggema di telinga Airani, sukses membuatnya terkejut dan langsung berlari ke arah rumah itu.


"Ternyata ada sesuatu di sana" ucap Airani, ia kemudian melangkah mengendap, ia mencoba melihat apa yang terjadi di sana.


Dengan tubuh kecilnya, ia berhasil menaiki dan berjalan dengan hati-hati di atap rumah tua itu. Ia membuka salah satu genteng dan melihat yang ada di bawahnya.


Ia melihat hal yang baru pertama kali ia lihat, ia tidak tahu apa yang di lakukan wanita itu. Yang saat ini tengah memaksa anak laki-laki kecil yang terus memberontak dan menangis.


Wanita itu membimbing tangan mungil anak laki-laki itu agar meremas dada dan juga menarik jemari tangan anak itu masuk ke area bawah miliknya.


Airani saat itu masih polos, meskipun ia adalah anak perempuan yang sangat pintar. Namun ia masih di bawah umur dan hal yang ia lihat saat ini adalah hal baru.


Namun yang dia pahami, wanita itu tengah menganiaya ketiga anak kecil itu. Bahkan dua anak perempuan tetlihat tergeletak bersimbah darah di kepalanya.


Setelahnya ia mengirim photo dan lokasi ke kepolisian terdekat untuk segera di tindak, mengingat kondisi saat ini adalah darurat.


Beruntung di sana masih terdapat sinyal, hingga Airani langsung gerak cepat dengan mengirim pesan.


📨 HELP! Aku menemukan penculikan. Keadaan korban kritis dan butuh penanganan segera. Lokasi📍


PLAK!!!


Suara tamparan bergema lagi, Airani yang mendengarnya terkejut dan menoleh, ia melihat anak laki-laki itu jatuh tersungkur dan memegangi dadanya seperti sesak nafas lalu setelah itu pingsan.

__ADS_1


Wanita itu hanya jalan acuh meninggalkan anak laki-laki itu, kemudian melakukan perg*mulan sambil mend*sah di atas pria tua yang sejak tadi hanya terbaring dan ikut mend*sah bersamanya.


BUGH!!!


Airani memukul wanita gila itu dengan balok kayu dan membuatnya pingsan, begitu pula dengan laki-laki tua itu. Ia kemudian mengikat dua orang itu, dan meninggalkan pesan untuk polisi jika keduanya adalah tersangka, terutama wanita itu.


Tak lama polisi datang, ternyata saat ada pengirim berita dari orang tidak di ketahui. Polisi terkejut saat melihat photo anak kecil yang tengah di cari-cari, yaitu ketiga anak dari orang besar di negara ini yang di culik selama 2 hari ini. Menemukan titik terang, polisi segera menuju ke lokasi.


Dan terjadilah penggrebekan tersebut. Sedangkan Airani sudah masuk hutan lagi setelah polisi datang, tidak ingin tahu lagi apa yang selanjutnya terjadi.


#Flashback Off


"Astaga Dragon... Jadi yang aku lihat dulu itu, tentang penculikan dan pelecehan Aurel, Kak Lexa dan Sean. Ya Tuhan!!" pekik Elie tertahan.


Ia tidak menyangka hal seperti ini terjadi. Dan mungkin karena kejadian itu, Sean mengalami trauma berat yang mengakibatkan penyakit OCD nya itu.


"Ya Tuhan, Jadi kemungkinan baik aku atau kak Lexa tidak berpengaruh pada Sean jika bersentuhan. Karena kami terikat dalam satu kejadian saat itu. Mungkin jika aku yang dulu masih hidup, Sean juga tidak akan berpengaruh dengan sentuhanku" Gumam Elie lagi.


Kini ia mengerti kasus mimpi yang terjadi padanya. Jika tebakannya benar, baik Aurel maupun Alexa mengalami lupa ingatan pasca terjadinya penculikan itu karena terluka di bagian kepala yang mereka alami.


Sebenarnya hilang ingatan itu merupakan hal yang bagus, karena dengan itu membuat Aurel dan Alexa jadi tidak menderita karena terus teringat kejadian buruk itu.


Sedangkan Sean, ia yang mengingat kejadian itu. Menjadi menderita selama bertahun-tahun sampai saat ini.


Elie melirik jam sudah jam dua dini hari, ia memutuskan untuk tidur. Ia harap tidurnya nyenyak setelah mengetahui hal ini.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2