
Pagi harinya jam lima, Elie sudah terbangun karena mendengar ada getaran pesan masuk ke ponselnya. Elie langsung mengambil ponselnya dan melihat pesan yang masuk itu.
💬 Sayang, aku sudah sampai di London. Aku baru saja landing dan Sekarang sedang menuju ke mansionku yang ada di negara ini. Jika kau sudah bangun bisa kah kau memberiku kabar. Aku merindukanmu -Finn
Melihat pesan dari Finn, Senyum di bibir Elie mengembang. Ia langsung mengirim pesan balasan jika ia baru saja bangun tidur.
Drrrrtttt..!!!
Sebuah Video Call masuk, Elie beranjak menuju balkon kamar hotel dan segera mengangkat video itu.
"Haii, sayang. Apa aku menganggu waktu istirahat mu?" Sapa Finn dengan senyum hangat di wajahnya.
"Haii, Finn. Tidak menggangu, aku juga baru saja bangun. Lagian di sini sudah hampir pagi" ucap Elie
"Baru bangun saja sudah cantik begini, ahhh aku sangat merindukanmu" ucap Finn dengan wajah cemberutnya yang menggemaskan di mata Elie.
"Aku juga merindukanmu" ucap Elie sedikit menolehkan wajahnya, karena kini wajahnya sudah memerah.
Jantung Finn saat ini berdetak sangat cepat, mendengar kalimat langka yang keluar dari mulut Kekasihnya itu. Senyum Finn mengembang sempurna saat melihat semburat rona merah di pipi kekasihnya yang saat ini sengaja di sembunyikan.
Hati Finn tergelitik, ternyata gadisnya bisa malu juga. Dan Finn sangat bahagia, setidaknya Elie mulai terbuka dan berani membalas ungkapannya.
"Kamu masih di mobil?" tanya Elie mengalihkan pembicaraan.
"Hmm, aku ada di dalam taksi menuju kediamanku di kota ini. El, kamu ada di mana?" ucap Finn melihat background El, ia yakin jika itu bukanlah balkon mansion Adhisti.
"Aku ada di kamar Air hotel, hmm Finn. ada yang ingin aku beritahu padamu" ucap Elie
"Kamu menginap di hotel? Beritahu tentang apa?" tanya Finn dengan nada tetap lembut seperti biasanya.
"Ini tentang kenapa aku yang menginap di hotel dan ini juga tentang adikmu" ucap Elie
__ADS_1
"Moza? Ada apa dengan Moza?" tanya Finn mengerutkan kening bingung.
"Jadi ceritanya...." Elie mulai menceritakan semuanya pada Finn.
Berawal saat ia makan setelah mengantar Finn di airport dan tidak sengaja mencuri dengar percakapan dua remaja, dan menyelidiki benar atau tidaknya Moza yang di maksud mereka adalan Moza Adik dari Finn.
Sampai yang terjadi di club' dan sekarang Moza dan temannya yang bernama Ria ada di hotel bersamanya.
"Aku sudah memberikan penawarnya agar menghilangkan efek dari obat per*ngs*ng yang ada di tubuh Moza" Jelas Elie
"Apa kau tahu siapa yang melakukannya?" tanya Finn dengan suara yang tetap lembut.
Meskipun nada bica Finn terdengar lembut, namun Elie tahu jika Finn saat ini tengah menahan emosinya agar tidak meledak.
Tentu saja itu karena saat ini Finn tengah berbicara dengan kekasih hatinya, jadi sebisa mungkin ia mengendalikan dirinya.
"Ya, aku tahu identitas mereka, aku juga sudah meminta Daniel untuk memberi pelajaran dan menghancurkan keluarga semua yang terlibat. Termasuk Manager Club' juga tidak lolos dariku, meskipun ia hanya menjadi jalan untuk pemuda itu bisa membooking tempat di sana" ucap Elie
Finn terdiam, ia seperti mencerna semua yang di ceritakan oleh Elie. Namun telinganya mendengar semua yang di jelaskan kekasihnya itu.
"Dan harusnya aku mencegahnya sejak awal, agar Moza tidak perlu mendapatkan perlakuan tidak senonoh dan merasakan terskiksa karena efek obat itu. Namun jika aku menasehati Moza yang sebelumnya belum pernah bertemu denganku, dia tidak mungkin percaya dengan orang asing bukan. Aku juga pikir ini bisa menjadi pelajaran untuk kedepannya, agar dia tidak mudah di percaya oleh teman yang bisa menusuknya dari belakang." ucap Elie
"Apa Moza sudah di sentuh oleh bajingan itu?" tanya Finn menggigit merapatkan bibirnya karena giginya menggerutuk menahan emosi.
"Belum, saat ia hampir di cium oleh bajingan cilik itu, aku sudah mendobrak pintu itu dan menyelamatkan Moza dan juga temannya. Maafkan aku Finn..." ucap Elie.
Finn menatap Elie yang berada di layar ponselnya.
"El, kau sama sekali tidak salah. Justru harusnya aku berterimakasih padamu karena sudah menyelamatkan Moza. Maaf, tadi aku diam bukan karena marah padamu. tapi aku mencoba meredam amarahku agar tidak meledak saat ini juga. Aku merasa bersalah, aku yang sebagai kakak justru tidak bisa melindungi orang yang ku sayangi" ucap Finn tersenyum lembut.
"Kau tahu El, jika saja kau ada di sini. Mungkin aku sudah memeluk dan menciummu saat ini juga. Karena aku begitu bersyukur pada Tuhan, yang telah mengirim dirimu untukku. Terimakasih sayang, Aku sangat mencintaimu" ucap Finn. tersenyum sangat manis.
__ADS_1
"Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Itu juga bukan salah kamu, karena saat ini kamu tidak ada di negara ini. Jangan banyak berpikir, aku akan menjaga Moza selama kau di London. Bekerjalah dengan semangat, selesaikan urusanmu yang ada di sana dan segera lah kembali. Kau boleh memeluk dan menciummu sepuasmu saat kita bertemu" ucap Elie
"Ha-ha, kau ternyata bisa menghiburku sayang. Baiklah tunggu aku kembali, dan jangan lupakan janjimu. Aku tutup dulu teleponnya, aku sebentar lagi aku sampai di mansion. Aku akan meneleponmu saat ada waktu senggang. Jaga diri baik-baik dan jangan sampai lupa makan selama aku tidak ada" ucap Finn
"Hmm Kau juga, istirahat yang cukup dan makan yang teratur" ucap Elie
...
Saat ini Roni dan kelima temannya berada di rumah sakit, mereka berenam masih belum sadarkan diri sejak semalam. Keluarga mereka datang melihat keadaan anak-anak mereka, tentu saja mereka marah dan ingin mengusut hal ini ke pihak yang berwajib.
Namun sebelum itu terjadi, mereka justru mendapat kabar buruk, jika perusahan miliknya tiba-tiba saja bangkrut. Semua harta berharga milik mereka akan di sita dan masih terlilit hutang yang cukup besar di bank meskipun barang berharga mereka di sita.
Mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi, Saat mereka kebingungan, mereka mendapat sebuah pesan anonim. Yang mengatakan bahwa anak mereka telah menyinggung orang yang tidak seharusnya. Di pesan anonim juga melampirkan bukti tindakan ilegal keluarga di perusahaan dan juga bukti kelakuan sang anak selama ini.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, anak masuk rumah sakit, perusahaan bangkrut, kini mereka di datangi polisi tentang kasus di perusahaan dan juga kasus anak-anak mereka.
Di lain tempat.
"Siapa anak gadis ini, Oh astaga kasihan sekali" ucap beberapa orang, saat melihat seorang gadis tergeletak di pinggir jalan, seperti di buang begitu saja dengan pakaian acak-acakan.
"Sepertinya gadis ini tidak asing, siapa ya?? Astaga!! Bukankah dia remaja wanita yang saat ini viral di internet. Yang Video mesum dengan om-om di bar itu?" ucap Salah seorang yang mengenalinya.
"Tunggu aku lihat di internet, waahh kau benar. Ternyata benar ini wanita yang viral itu, bahkan baju yang ia pakai sama. Jangan-jangan gadis ini mabuk atau kelelahan setelah melayani banyak orang hingga ia pingsan di jalan" ucap yang lainnya.
"Gadis apanya, Gadis jebol iya, mungkin udah longgar karena sering di pake" ucap vulgar salah seorang warga.
"Ini anak memberikan contoh buruk untuk gadis muda lainnya. Tidak bisa di biarkan" ucap seorang ibu-ibu yang kini melempari gadis yang tidak sadarkan diri itu dengan batu kerikil.
"Uugghhh..."gadis itu adalah Lusi, ia tersadar karena merasakan sakit, di lempari batu kerikil oleh orang-orang.
"Dasar gadis rubah, pe**cur kecil, rasain ini!!! Dasar sampah masyarakat!" teriak ibu-ibu masih melemparinya dengan batu kerikil.
__ADS_1
"Ampun, apa salahku, tolong hentikan!!!" Teriak Lusi yang kini tengah menangis menahan sakit di sekujur tubuhnya.
...••••...