Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Pergi ke Group Eleanor


__ADS_3

Sean yang berada di dalam ruang kerjanya berteriak dengan keras. Begitu segar dalam ingatannya pagi tadi yang ia saksikan.


#Flashback


Mengingat kejadian tidak mengenakkan yang terjadi saat pertemuan Elie dan juga keluarga Chu. Sean belum sempat meminta maaf pada Elie secara langsung, karena kesibukannya di perusahaan.


Melihat masih ada waktu sebelum pertemuan meeting jam 10 pagi nanti, Sean memutuskan untuk mendatangi Elie dan sekalian menjemputnya berangkat kuliah.


Namun saat ia sampai depan gerbang kediaman Adhisti, ia melihat Elie masuk ke dalam mobil Finn, sepupunya.


"Kenapa di mana-mana selalu ada Finn di dekat Elie" ucap Sean mengepalkan tangannya dan memukul stir mobil.


Melihat mobil Finn jalan, Sean memutuskan untuk mengikutinya hingga mobil Finn masuk ke area parkir kampus.


Sean memperhatikan sampai keduanya keluar dari mobil, terlihat Finn membukakan pintu untuk Elie keluar, dan di sambut dengan senyuman manis dari Elie.


Tak cukup sampai di situ, Finn juga menggandeng tangan Elie masuk ke dalam kampus. Bahkan Elie tidak menolaknya sama sekali dan membalas genggaman erat tangan Finn.


Dari situ Sean merasakan sakit di hatinya, ia tidak rela melihat wanita yang ia cintai bersama dengan pria lain, meskipun pria itu adalah sepupunya sendiri.


Sean bergegas melajukan mobilnya dengan kencangnya menuju perusahaan, dengan hati yang terluka.


#Flashback Off


Mendengar teriakan tuan mudanya, William yang berada di depan ruangan yang tidak tertutup rapat itu. Langsung berlari masuk ke dalam ruangan kerja Sean.


"Tuan muda, anda kenapa?" tanya William khawatir, apalagi saat ia melihat kondisi Sean yang acak-acakan.


"Hatiku sakit Wil. El, aku melihat El dan Finn bergandengan tangan dan saling melemparkan senyum manisnya. Seperti nya mereka sudah jadian, aku terlambat Wil, hiks... aaakkkhhh" teriak Sean lagi dan melempar kunci mobilnya.


William tidak menyangka tuan mudanya bisa seperti ini, hanya karena seorang gadis. Dan dia juga bingung bagaimana ia memenangkan Sean, karena dia sendiri tidak memiliki pengalaman menghibur orang lain.


"Belum tentu mereka pacaran tuan muda, bukankah mereka berteman. Mungkin mereka hanya berpegangan tangan biasa. Anda tahu bukan jika nona memiliki trauma dengan suatu hubungan?" ucap William mencoba bicara dengan pelan Sean.


"Tapi, aku tidak pernah melihatnya begitu dekat dengan laki-laki, Wil. Namun kenapa jika bersama Finn, dia sedekat itu? Hati ku sakit melihat nya" ucap Sean.


"Jujur saja saya juga tidak tahu, jika anda penasaran, kenapa anda tidak menanyakannya sendiri pada nona Aurelie? Jika anda suka padanya, kenapa anda tidak coba untuk mendekati dan menyatakan perasaan anda padanya?" ucap William


"Kau benar, Will. Aku tidak bisa menyimpulkan hal itu hanya karena penglihatanku saja, tanpa mendengarkan penjelasan darinya" ucap Sean.


"Apa hari ini ada waktu luang Wil?" tanya Sean lagi


"Jadwal kita sampai besok padat tuan, bagaimana jika aku mengatur waktu lusa nanti" ucap William


"Baiklah, tolong atur waktu ku, agar bisa memulai pendekatan dengan El" ucap Sean yang di angguki oleh William.


...

__ADS_1


Finn dengan setia menunggu di luar kelas Elie, karena kelasnya berakhir terlebih dulu. Tak lama kemudian kelas Elie berakhir.


"Sudah lama nunggunya Finn?" tanya Elie


"Nggak, aku juga baru selesai kok" ucap Finn tersenyum.


"Mau makan siang di kantin atau di luar?" tanya Finn dengan lembut


"Kantin aja" ucap Elie.


"Ya sudah, yuk ke sana!" ucap Finn menggandeng Elie, yang menyambutnya dengan hangat.


Gerald yang menyaksikan dari kejauhan mengepalkan tangannya. Meskipun ia tahu dari forum kampus, jika Elie dan Finn sudah official. Namun hati kecilnya tidak rela, gadis yang dulu sering mengikutinya itu, kini sudah di miliki oleh orang lain.


Menyesal? Tentu saja Gerald menyesal, karena lebih mempercayai Gista dulu. Hingga ia menyia-nyiakan gadis cantik, baik dan juga kaya raya seperti Elie.


"Mau makan apa hm?" tanya Finn


"Mau soto ayam, sama es teh manis" ucap Elie


"Ya sudah kamu tunggu di sini, aku belikan makanannya dulu" ucap Finn yang di angguki oleh Elie.


Finn memang tipikal pria yang memanjakan wanitanya. Ia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya pada orang lain. Namun untuk Elie, ia rela melakukan apapun demi menyenangkan kekasih nya itu.


"Ini punya mu, ayo di makan mumpung masih panas, kalau sudah dingin berkurang enaknya" ucap Finn.


"Hmm, terimakasih" ucap Elie tersenyum


Drrrrtttt!!


Ponsel Finn di atas meja bergetar, terlihat nama Justin di sana.


"Angkat saja, mungkin ada hal penting" ucap Elie


"Maaf, aku angkat dulu ya" ucap Finn yang di angguki Elie. yang melanjutkan sesi makannnya.


Finn mengangkat telepon nya di tempat, sambil menyeka bibir Elie yang terkena kuah soto dengan tisu.


"Ada apa?" tanya Justin


"Ketua, ada masalah di perusahaan. Bisakah anda datang ke perusahaan?" tanya Justin.


"Katakan saja masalah di sini!" ucap Finn


"Maaf, tidak enak jika membahasnya lewat telepon" ucap Justin


"Haish... Apa masalahnya tidak bisa kau atasi sendiri?" ucap Finn kesal

__ADS_1


"Hal ini membutuhkan campur tangan anda ketua" ucap Justin lagi.


Elie memegang tangan Finn dan mengangguk, ia memberikan kode agar Finn pergi ke perusahaan. Finn menghela nafas sembari membalas mengelus jemari tangan kekasihnya itu.


"Baik, nanti aku akan ke sana" ucap Finn kemudian menutup teleponnya secara sepihak.


"Sayang" ucap Finn


"Pergilah, mungkin Justin membutuhkanmu di kantor" ucap Elie


"Kamu ikut aku ke kantor ya?" tanya Finn tersenyum, namun Elie menggeleng.


"Aku masih ada kelas, pergilah! Aku bisa pulang sendiri nanti" ucap Elie


"Aku akan menjemputmu saat kelasmu berakhir" ucap Finn.


"Nggak perlu, Kalau mau jemput, kamu jemput aku di perusahaan ayah saja. Soalnya setelah selesai kelas, aku akan ke sana untuk menandatangani dokumen peralihan saham Hotel" ucap Elie


"Baiklah kamu hati-hati saat ke sana" ucap Finn.


"kamu juga hati-hati" balas Elie.


Setelah selesai makan, Finn berangkat menuju perusahaannya, sedangkan Elie melanjutkan kelasnya, sebelum ia ke perusahan Eleanor Group.


....


Di perusahaan Eleanor, Elie saat ini tengah memakai maskernya dan menuju ke resepsionis.


"Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?" tanya Resepsionis


"Saya ingin bertemu Tuan Eleanor" ucap Elie


"Maaf atas nama siapa?" tanya Resepsionis lagi dengan sopan.


"Queen dari Q.A Group" ucap Elie yang sontak membuat Resepsionis terkejut.


Ia tidak menyangka jika Queen legendaris adalah sosok perempuan yang masih sangat muda.


"Silahkan anda ke lantai paling atas, menggunakan lift sebelah kanan, Ketua Queen" ucap Resepsionis sopan.


"Terimakasih" ucap Elie, kemudian ia beranjak ke arah lift.


Ting!


Suara pintu lift terbuka.


Degh!!!

__ADS_1


Alangkah terkejutnya Elie saat mendongak dan hendak melangkah maju masuk ke dalam lift. Ia melihat wajah yang sangat ia benci dan tidak ingin ia lihat lagi seumur hidupnya. Justru kini muncul tepat di depannya.


......••••......


__ADS_2