Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Sean gelisah


__ADS_3

William sedikit pusing melihat tuan mudanya sedari tadi bolak balik seperti setrikaan. Karena ia tidak tahan lagi, akhirnya ia angkat suara menegur tuan mudanya itu.


"Tuan muda, bisakah anda berhenti mondar mandir? Aku pusing melihatnya. Sebenarnya apa yang membuat anda kepikiran hingga membuat anda gelisah seperti ini?" tanya William.


"Ah, tidak! Aku tidak sedang gelisah atau memikirkan apapun!" ucap Sean menyangkal ucapan William


"Tidak mungkin anda tidak memikirkan sesuatu, buktinya anda sudah mondar-mandir lebih dari setengah jam" ucap William


"Selama itu?" tanya Sean terkejut mendengar pernyataan asisten pribadi nya itu.


"Ya, bahkan beberapa menit lagi sudah masuk 1 jam anda mondar mandir di depan meja kerjaku" ucap William memutar matanya.


"Aahhh" ucap Sean menggaruk tengkuk lehernya canggung.


Ia kemudian kembali masuk ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya. Sejujurnya ia kepikiran ucapan Alexa yang mengatakan ingin keluar dari dunia entertainment.


"Bukankah itu berarti akan sulit bagiku melihatnya lagi saat ia keluar dari perusahaan ku?" gumam Sean dalam hati.


Sean sendiri tidak menyadari jika dirinya saat ini terpaku pada satu gadis yang membuatnya susah tidur hanya karena ucapan akan keluar dari dunia entertainment.


Mungkin saat ini adalah musim semi di hati Sean mulai bermekaran. Hanya saja dirinya belum sepenuhnya menyadari itu semua.


William sendiri yang melihat tingkah tuan mudanya aneh setelah bertemu dengan Alexa kemarin, hanya menggelengkan kepalanya heran.


....


Finn melangkah keluar dari mobilnya menggunakan masker, setelah selesai kuliah ia langsung bergegas ke Q.A Group, perusahaan milik kekasihnya.


Ia segera bergegas masuk, namun ia di berhentikan oleh resepsionis saat ia sudah berdiri di depan lift dan hendak menekan tombol nya.


"Mohon maaf tuan, bisa ikut saya sebentar untuk konfirmasi data tamu yang masuk ke perusahaan?" ucap Resepsionis sopan.


"Tentu" ucap Finn datar


Finn mengikuti langkah resepsionis menuju mejanya, baginya tidak ada masalah. Ia paham jika itu merupakan bagian dari SOP kerja mereka.


Mungkin saja resepsionis itu, baru melihat Finn datang ke perusahaan, meskipun saat itu Finn pernah datang bersama dengan Elie dan juga Eveline, tidak menutup kemungkinan jika saat itu mereka berbeda orang.

__ADS_1


"Boleh sebutkan nama anda dan tunjukan anda datang tuan" ucapnya lagi.


"Finn!! Aku datang mengunjungi kekasihku, Queen" ucap Finn masih dengan nada datar.


Namun resepsionis yang mendengar itu menegang seketika. Beberapa waktu lalu, Daniel menginstruksikan jika ada orang bernama Finn dan mengaku sebagai kekasih bos besar. Biarkan dia masuk, karena dia memang kekasih Queen.


"Oh, maafkan saya tuan, saya gagal mengenali anda dan membuang waktu anda juga menahan anda di sini" ucap Resepsionis merasa tidak enak


"Tidak masalah, itu merupakan pekerjaanmu" ucap Finn


"Terimakasih, Kalau begitu silahkan masuk tuan" ucap Resepsionis.


Setelah Finn menghilang di balik Lift, Resepsionis menghela nafas lega, seakan ada beban berat terangkat dari tubuhnya. Bagaimana pun ia takut menyinggung perasaan kekasih dari bos besar nya itu.


TING!!!


Pintu lift terbuka, Daniel yang melihat Finn datang segera menganggukkan kepalanya sopan.


Meskipun Ia adalah kakak angkat Elie, tapi saat ini mereka ada di perusahaan. Dan Finn adalah tamu juga seorang ketua dari perusahaan besar. Jadi tentu saja ia tahu batas kesopanannya.


"Siang juga Tuan Daniel. Apa Queen ada di dalam?" ucap Finn


"Ada, Silahkan masuk saja! Nona sudah menunggu anda di dalam" ucap Daniel


"Terimakasih" ucap Finn.


Finn langsung membuka pintu ruangan kerja Elie, dapat di lihat Elie begitu serius mengecek laporan di depannya.


"Kau sudah datang?" ucap Elie.


"Hais, telingamu begitu tajam El, padahal aku membuka pintu dengan pelan dan hati-hati. Tetap saja ketahuan" ucap Finn terkekeh dan melangkah ke arah meja kerja Elie.


"Aku merindukanmu" ucap Finn langsung mencium pipi kiri Elie lembut.


"Kau ini, Baru juga tidak bertemu dalam hitungan jam" ucap Elie terkekeh melihat kelakuan kekasihnya itu.


"Sejam saja sudah lama bagiku sayang, aku terbiasa berangkat ke kampus bareng. Tapi hari ini aku berangkat sendiri, seperti ada yang kurang lengkap saat kamu tidak ada di sampingku" ucap Finn.

__ADS_1


"Dasar gombal, Sudah ayo duduk di sofa, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Elie terkekeh dan berdiri dari duduknya menuju sofa tamu.


"Ingin membicarakan apa hmm?" tanya Finn seraya memeluk pinggang Elie, posesif saat sudah duduk di sofa tamu.


"Aku ingin menanyakan pendapatmu tentang Sean dan Kak Lexa" ucap Elie membuat kening Finn mengerut.


"Maksudnya gimana?" ucap Finn kurang paham, Finn pikir mungkin gadisnya itu tengah merencanakan menjodohkan kakak perempuannya dengan Sean.


"Jadi gini....." ucap Elie menceritakan apa yang di ceritakan Alexa pagi tadi saat di rumah.


"Woooaahhh, Jadi Kak Sean mencium kak Lexa?" ucap Finn terkejut.


"Hmm, itu yang di ceritakan Kak Lexa padaku pagi tadi" ucap Elie.


"Hmm terus masalahnya?" tanya Finn.


"Aku berencana membicarakan hal ini dengan Sean, dan juga perihal mimpi yang terjadi saat kita kecil" ucap Elie


"Mimpi, Mimpi apa?" tanya Finn karena ia benar-benar tidak tahu.


Elie menceritakan mimpi yang di alaminya, dan ingatannya saat dulu menjadi Airani dan menyelamatkan mereka.


"Kalau menurutku, kamu tidak usah bertemu Kak Sean, biar nanti aku yang membicarakan hal ini padanya. Dan jika tebakananku benar, kemungkinan besar Kak Sean memiliki perasaan pad Kak Lexa" ucap Finn.


"Aku setuju kamu yang membicarakannya. Tapi tidak yakin, bukankah beberapa waktu lalu Sean menyatakan perasaannya terhadapku, bahkan sampai ia sakit. Aku takut kak Lexa hanya jadi pelampiasan karena sakit hati padaku" ucap Elie


"Sayang, aku pikir itu bukan pelampiasan. Mendengar dari cerita kamu mengenai mimpi dan kejadian yang benar-benar terjadi saat kau kecil. Aku pikir baik Kak Sean dan Kak Lexa sudah terikat sejak kejadian itu. Logikanya saja, kenapa Kak Sean mau mencium Kak Lexa kalau dia tidak menyukainya?


Mungkin saja Kak Sean menolak mengakui hal itu, Bibir bisa saja membantah, tapi anggota tubuhnya berkata jujur. Bisa di lihat saat ia bersamamu dulu, meskipun ia mengatakan menyukaimu. Namun ia selama ini menahan diri untuk tidak menciummu, tapi saat bersama Alexa, tanpa sadar ia menciumnya bukan?" ucap Finn


"Jadi?" tanya Elie


"Tebakanku adalah Kak Sean sudah mulai memupuk rasa pada kakakmu. jika tebakanku benar, aku yakin saat ini Kakak sepupu ku itu tengah gelisah saat Kak Lexa mangatakan jika ia akan keluar dari dunia entertainment" ucap Finn.


Elie mendengarkan ucapan Finn, mungkin memang benar apa yang di katakan kekasihnya itu. Terlebih Finn akan membicarakan hal ini pada Sean.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2