
Di rumah sakit, perawat dan dokter bergegas masuk ke dalam ruang bersalin. Cheryl yang meringis karena mengalami kontraksi yang cukup intens yang membuat keringat menetes di dahinya.
Dokter segera memeriksa dan meminta keluarga untuk tidak panik, dan meminta suami yang sebagai penanggung jawab untuk memutuskan. Apa istrinya akan melahirkan secara normal atau Sesar?
Ari yang baru tiba di rumah sakit langsung menuju ke ruang bersalin, ia melihat wajah Cheryl yang tengah menahan sakit.
"Ari, sakit banget!" ucap Cheryl dengan wajah memelas dan berkaca-kaca.
"Sabar ya sayang, aku tanya dokter dulu" ucap Ari mengusap kepala Cheryl dengan pelan dan penuh kasih sayang, yang di balas anggukan lemah oleh kekasihnya.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok? Apa memang sudah waktunya melahirkan?" tanya Ari
"Begini Pak, saya sudah memeriksa, dan nyonya Cheryl sudah memasuki pembukaan ketiga. Jika bapak memilih melahirkan secara normal, mungkin menunggu sampai pembukaan 10, kemungkinan malam atau besok pagi Nyonya Cheryl akan melahirkan" ucap Dokter menerangkan
"Bagaimana kalau sesar?" tanya Ari menoleh ke arah Cheryl.
"Kalau anda memilih untuk operasi sesar, kita bisa menyiapkan operasinya saat ini juga" ucap Dokter lagi.
Ari menoleh menatap Cheryl dan menggenggam tangan wanita itu.
"Sayang, kamu mau kan operasi sesar? Aku tidak tega melihat kamu kesakitan seperti ini" ucap Ari dengan tatapan sendu.
Hati Cheryl terharu dan berbunga-bunga, ia melihat perhatian dan kasih sayang Ari padanya sangat besar. Meskipun mereka belum resmi menikah.
Ia kemudian mengangguk setuju, jika dirinya akan melahirkan dengan jalan operasi sesar.
Tak menunggu lama, Ari meminta Dokter untuk bersiap-siap untuk melakukan operasi. Ari mengurus administrasi yang di minta, bahkan ia berbicara secara pribadi dengan dokter mengenai suatu hal.
...•••...
Keesokan harinya, Elie dan keluarga bersiap menuju kediaman keluarga Lance.
Acara syukuran kecil-kecilan itu hanya melibatkan keluarga terdekat dan juga mengundang teman-teman Moza di sekolah.
Saat Finn turun dan bergabung dengan keluarga yang lain, bisik-bisik teman-teman Moza yang perempuan menyeruak.
"Gila, ganteng bangeeetttt"
"Bener, mana cool banget lagi, aaaaa"
"Za, kenalin dong, itu siapa Za yang tampan bingitz?"
__ADS_1
Moza menoleh ke arah pandangan teman-temannya. Ia tidak terkejut teman-temannya tersepona, eh terpesona dengan kakaknya yang dingin bak kulkas berjalan itu.
Lihat saja, saat berbicara dengan saudara yang lain wajahnya sangat datar kaya jalan tol.
"Kakakku" ucap Moza ringan dan cuek
"Woooww, Kamu punya kakak ganteng banget Za, kenalin dong Za. Bisa kali kita jadi saudaraan" ucap salah satu teman Moza.
"Nggak boleh!! Kakak aku udah punya pawang. Calon kakak iparku sangat cantik dan juga keren. Lagian mereka akan menikah Sabtu depan. Ria juga udah kenal kok calonnya" ucap Moza
"Lah, emang aku juga kenal? Emang siapa Za?" tanya Ria.
"Tuh orangnya nya datang, aku pergi dulu menyambut kakak ipar tersayangku" ucap Moza beranjak pergi meninggalkan Ria dan kawan-kawannya.
Ria melihat siapa yang di maksud oleh Moza, yang mengatakan jika dirinya juga kenal dengan calon kakak iparnya itu.
"Wooaaahhhhh, Kakak cantik!" ucap Ria menutup mulutnya tidak percaya saat melihat Moza menghampiri Elie.
Dia sangat jelas tahu siapa Elie, dia adalah pahlawan wanita yang tak hanya Moza yang mengidolakannya, tapi juga dirinya.
Sedangkan teman-teman wanita Moza menghela nafas berat, kenyataan kakak Moza sudah memiliki calon istri yang sebentar lagi menikah. Seketika mereka merasakan patah hati masal sebelum berjuang.
Ria mengangguk semangat dengan wajah dan senyum yang cerah dan berbinar.
"Tentu saja, dia adalah pahlawan wanita yang aku idolakan. Aku pergi dulu samperin idola ku" ucap Ria yang berlari menghampiri Moza dan Elie.
Temannya yang lain hanya melongo, tidak mengerti apa yang di maksud Ria. Namun mereka juga mengakui sangat takjub dan merasa iri karena kecantikan seorang Elie.
"Kakak Cantik!" ucap Ria yang langsung menubruk Elie dengan pelukan.
"Ria" ucap Elie terkejut.
"Woaahhh, senangnya, kakak cantik masih ingat aku" ucap Ria sangat senang.
"Tentu saja aku ingat, kamu adalah sahabat baik Moza" ucap Elie mengelus kepala Ria lembut.
"Kak, aku mau minta tanda tangan dan foto bareng?" ucap Ria antusias.
"Awwss, Moza ih sakit" ucap Ria karena bahunya di pukul Moza pelan.
"Lebay lu, orang mukulnya pelan juga. Lagian kamu apaan minta foto sama tanda tangan, kaya kak Elie seleb aja" ucap Moza sambil cemberut.
__ADS_1
"Biarin, iri bilang bos!!" ucap Ria sambil menjulurkan lidahnya mengejek.
"Udah nggak apa-apa, tanda tangan di mana? Ayo kalau mau foto" ucap Elie terkekeh, sedangkan Finn yang di samping Elie tersenyum melihat calon istrinya sangat dekat dengan adiknya.
"Aku juga ikut foto nya" ucap Moza ikut nimbrung.
"Yeee, tadi aja ngeledekin, sekarang malah ngikut" ejek Ria.
Mereka bertiga kemudian berfoto bersama lalu Elie memberikan tanda tangan di sapu tangan bersih milik Ria.
Ria terpaku saat ia sadar wanita yang baru datang dari toilet. Yang kini sudah di gandeng laki-laki yang sangat tampan. Dia tahu siapa laki-laki itu, karena keduanya saat ini tengah Viral di internet.
"Oh Em Ji, Alexa! Astoge, Moza. Itu Alexa!! Gila....." pekik Ria tertahan.
"Lebay kau, Ria!" ucap Moza.
Alexa tersenyum ke arah Elie dan yang lain, dan berjalan ke arah di mana adiknya berada. Melihat Alexa beranjak ke arahnya, membuat Ria heboh sendiri.
"Astaga dia kemari Za!" ucap Ria heboh
Elie dan Moza hanya terkekeh melihat Ria yang heboh sendiri melihat seleb yang sebenarnya.
"Dari mana Kak?" tanya Elie
"Kakak dari toilet dek, tadi kebelet" ucap Alexa terkekeh.
Ria yang melihat seleb terkenal berdiri hanya berjarak kurang dari satu meter darinya hanya terbengong. Ia berasa di alam mimpi!
Ia juga terkejut saat tahu sesama idolanya sangat dekat.
"Kak, teman Moza ngefans sama kak Lexa. Boleh minta tanda tangan sama Foto bareng nggak?" tanya Moza.
"Boleh dong, yang ini ya temannya?" ucap Alexa lembut dan tersenyum ke arah Ria yang masih terbengong.
"Woy, Ria, jangan bengong Mulu, itu tutup mulutnya. Kebuka gitu, gajah aja bisa masuk tuh ke mulut" ucap Moza sambil menepuk membuat Ria tersadar.
Dia mengabaikan ucapan Moza, ia bahkan hampir berteriak kegirangan bertemu idolanya jika tidak di cegah Moza. Mimpi apa semalam ia dapet rezeki nomplok ketemu dua idolanya itu sekaligus.
Ria makin heboh, saat Moza menjelaskan jika Alexa adalah kakak dari Elie yang mana calon kakak iparnya. Ria sangat iri dengan keberuntungan Moza, namun ia juga senang ia bisa dekat dengan idolanya karena Sahabatnya itu.
...••••...
__ADS_1