
Panti Asuhan Harapan Kasih, tulisan besar itu terpampang besar dan sangat jelas di depan sebuah gerbang yang tinggi menjulang. Jika tidak ada tulisan itu, orang mungkin mengira jika itu adalah Mansion mewah bukan Panti Asuhan.
Karena bangunan itu memanglah sangat besar dan mewah, yang di bangun di atas tanah dengan luas 2 hektare itu. Dan tentu saja, bangunan itu baru di bangun sekitar 3 tahun yang lalu oleh Queen sebagai sponsor utama dari panti ini.
Bukan tanpa Alasan Elie atau dirinya yang di kehidupan dulu begitu peduli dengan panti ini.
Tepat tiga tahun lalu, Elie/Airani saat itu menemukan sebuah fakta, jika ibunya adalah seorang anak yatim piatu yang di besarkan di panti ini, bukan putri dari kalangan orang kaya ataupun pebisnis.
Namun karena cinta Adrian pada mendiang istrinya dulu, ia tidak menggubris latar belakang wanita yang di cintai dan ibu dari kedua putrinya itu.
Itu yang membuat Elie sangat peduli dengan kehidupan panti ini dan berusaha mensejahterakannya. Karena panti itu adalah rumah masa muda ibunya.
"Kak El, kok kakak pakai Masker?" tanya Moza heran melihat Elie menggunakan masker sebelum turun dari mobil.
"Hmm, kakak biasanya datang selalu menutupi wajah kakak, jadi mereka tidak pernah tahu wajah asli kakak" ucap Elie jujur.
"Kenapa?" tanya Moza heran.
"Karena setiap perbuatan baik yang kita lakukan, tidak perlu harus menyertakan identitas agar di ketahui oleh orang lain yang kita bantu agar terlihat baik di depan orang-orang. Cukup mereka tahu, jika masih ada orang yang peduli dengan mereka, itu lebih baik" ucap Elie
Moza mengangguk, ia paham jika Elie tidak ingin menggembor-gembor pada orang lain jika dirinya telah melakukan hal yang baik pada orang lain.
Sama halnya seperti orang bersedekah namun tidak ingin menunjukan siapa dirinya pada orang di berikan sedekah itu. Karena niatnya hanya memberi dengan ikhlas, bukan mendapatkan muka atau pujian dari orang lain.
Namun meskipun begitu, tetap saja seluruh penghuni panti mengenal Queen sebagai pahlawan dan dermawan di hati mereka. Walaupun mereka tidak tahu, bagaimana rupa dan identitas sebenarnya Kak Queen yang menjadi dermawan mereka itu.
"Kak Queeeennnn!!!!!" Seru anak-anak panti yang mengetahui kedatangan Elie dari mobil yang ia kendarai.
Ya, Elie selalu membawa mobil itu saat berkunjung ke panti. Jadi semua penghuni bisa langsung tahu jika Kak Queen mereka sudah datang.
"Halo adik-adik kakak yang tampan dan cantik. Bagaimana kabar kalian, hmm?" sapa Elie tersenyum di balik maskernya.
"Kabar kita baik kak Queen" ucap mereka serempak
__ADS_1
Moza yang melihat anak-anak mengerubungi Elie, tersenyum hangat. Ia semakin kagum dengan calon kakak iparnya itu.
"Kak Queen kita kangen, udah lama Kak Queen nggak datang ke sini" ucap anak-anak itu.
"Kakak juga kangeeeennn banget. Maaf kakak baru datang karena sangat sibuk, tebak kakak bawa apa untuk kalian semua?" ucap Queen.
"Mainan"
"Baju baru"
Buku dongeng"
Dan banyak seruan lainnya yang terdengar bersahutan.
"Betul, selamat tebakan kalian benar, jadi semuanya akan mendapatkan hadiah" ucap Elie yang membuat anak-anak itu bersorak gembira.
"Eh, kakak cantik itu siapa kak Queen?" tanya salah satu anak saat melihat Moza berdiri di samping mobil dan tersenyum.
"Astaga kakak lupa, Moza, Sini!" teriak Elie memanggil Moza agar mendekat.
"Hallo kakak Moza cantik, salam kenal..." Seru anak-anak menyapa Moza bersamaan.
"Hai adik-adik yang tampan dan cantik, salam kenal juga" ucap Moza tersenyum manis.
Moza yang sulit berteman dengan orang-orang, justru sangat cepat beradaptasi dan akrab dengan anak-anak di panti. Elie melihatnya sangat senang, terlebih Moza terlihat bebas dan menikmati waktunya saat bermain dengan anak-anak tanpa beban dan begitu tulus.
Anak-anak juga sangat antusias saat menerima hadiah mereka dari Elie, mereka berbaris tanpa perlu di minta dan menunggu giliran mereka dengan sabar dan tidak saling berebut. Karena mereka tahu, mereka akan mendapat bagian mereka masing-masing. Sungguh didikan yang bagus bukan?
Anak-anak yang paling besar di panti saat ini berumur 12 tahun dan sudah masuk sekolah menengah pertama. Sedangkan yang kecil adalah bayi berusia 6 bulan, yang di titipkan ke panti saat ibu sang bayi meninggal setelah melahirkan. Sedangkan ayahnya tidak bisa merawat karena harus bekerja dan biasanya seminggu sekali datang menjenguk.
"Terimakasih sudah datang Queen. Bagaimana kabarmu nak?" ucap ibu panti lembut.
"Sama-sama Bu, Kabar saya baik. Bagaimana dengan kabar ibu dan lainnya?" tanya Elie
__ADS_1
"Kabar kami semua sangat baik. Sejak nak Queen memberikan dana yang begitu besar untuk memperbaiki dan memfasilitasi semua yang di perlukan oleh panti. Kami sangat berterima kasih pada anda" ucap Ibu panti
"Tidak perlu berterima kasih, dengan melihat mereka tersenyum dan memiliki kehidupan yang layak, merupakan kebahagiaan untuk saya. Oh iya, saya sudah mentransfer uang untuk bulan ini di rekening panti. Jika ada apa-apa jangan sungkan menghubungi saya di nomer telepon yang baru. Karena nomor yang lama saya sudah tidak di gunakan" ucap Elie yang di balas rasa syukur dan terima kasih oleh ibu panti.
Elie dan Moza di sana sampai sore, kemudian mereka pamit dan akan mengunjungi panti jika ada lain kesempatan.
Moza terlihat kelelahan hingga ia tertidur saat perjalanan pulang. Elie mengelus kepala Moza yang tengah tertidur itu dengan sayang. Ia benar-benar bahagia bisa merasakan rasanya mempunyai seorang adik perempuan sekarang.
...••••...
Pagi ini Elie menyempatkan diri datang ke perusahaan. Karena tidak ada kelas pagi dan hanya ada kelas siang hari ini.
Ia merindukan Finn-nya, meskipun semalam mereka teleponan sampai jam 7 malam waktu di Indonesia. Tetap saja Elie merindukan kekasihnya itu, sampai-sampai Elie kadang terkekeh sendiri saat mengingat dirinya dengan yang dulu sangat berbeda semenjak merasakan apa itu jatuh cinta.
"Apa kekasihmu masih di Inggris Queen?" tanya Keegan, ya saat ini Keegan ada di ruangannya.
"Hmm, ada kendala cuaca hingga ia belum kembali ke indo. Mungkin besok ia sudah di sini" ucap Elie.
"Oh iya bagaimana dengan sampel produk yang kamu buat?" tanya Keegan.
"Sudah selesai, ambil saja di ruangan pertama kotak berwarna hijau, di mansionku" ucap Elie.
"Hmm, nanti aku lihat. Kamu tidak pergi ke kampus? Ini sudah jam setengah sepuluh, apa kau tidak telat masuk kelas" ucap Keegan
"Aku sampai lupa, kalau begitu aku berangkat ke kampus dulu" ucap Elie kemudian beranjak dari kursi kebesarannya.
Sejujurnya dia malas berangkat lebih awal karena malas bertemu dengan si belang.
Yaps, si belang alias blaster atau blasteran a.k.a Dareen, yang selalu mengganggunya saat bertemu. Elie harap hari ini ia tidak bertemu dengan bule itu.
Karenanya Elie sangat merindukan Finn, jika ada Finn di sisinya mana mungkin ada yang berani mendekatinya.
Kini Mobil Elie sudah memasuki halaman parkir Kampus, ia keluar dari mobil dan melangkah masuk. Namun langkahnya di halangi oleh orang yang di kenalnya.
__ADS_1
"Nona Aurelie, bisa ikut saya sebentar?" ucap orang itu
...••••...