Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Kondisi Cheryl


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Finn kini sudah masuk ke area parkir rumah sakit. Adrian dan Elie bergegas turun, di ikuti Finn di belakang nya.


Mereka langsung bergegas menuju ruang perawatan VIP di lantai 6, di mana Cheryl di rawat. Begitu keluar dari lift, mereka mendengar suara teriakan wanita yang tak lain adalah Cheryl.


"Aaakkhhh Jangan mendekat!! Lepaskan aku!! Toloonggg Kembalikan anakku! jangan ambil anakku!!!" teriak Cheryl.


Adrian, Elie dan Finn setengah berlari ke arah ruangan mendengar teriakan Cheryl.


Para penjaga yang stand by di depan sana hanya membiarkan ketiganya masuk, karena Arthur memberikan kode untuk membiarkan mereka masuk.


"Ya Tuhan, Cheryl" ucap Adrian hendak mendekat, namun lagi-lagi teriakan ketakutan Cheryl terdengar, hingga membuatnya hati seorang Adrian terluka dan juga sakit melihat keadaan putrinya seperti itu.


"Tidakk!!! Jangan mendekat!!! Aku tidak mau!!! Aaakkkhhh lepaskan aku!!!" Teriak Cheryl lagi.


"Maaf Pak, lebih baik anda jangan mendekat dulu! Sepertinya pasien mengalami gangguan depresi yang cukup berat. Ia akan mengamuk jika ada laki-laki yang mendekat padanya. Jadi tolong keluar dan jangan mendekat dulu" ucap Dokter


"Dok, boleh saya bertemu kak Cheryl dan coba menenangkannya. siapa tahu bisa" ucap Elie yang di perbolehkan oleh dokter karena Elie adalah wanita.


"Sayang..." ucap Finn menggeleng, ia tidak mengizinkan istrinya masuk.


"Sebentar saja, mas. Aku tidak akan kenapa-kenapa, aku janji" ucap Elie tersenyum dan mencoba menenangkan suaminya.


"Hmm, baiklah. Tapi kamu harus tetap hati-hati..." ucap Finn pasrah dan mengizinkan nya. Elie hanya mengangguk.


...


Elie menatap seorang wanita yang masih mengamuk itu. Hati nya sakit melihat kondisi kakaknya saat ini.


Kondisi Cheryl benar-benar mengenaskan, selain kondisinya yang acak-acakan. Terlihat pipi yang masih lebam dan sudut bibirnya yang masih ada bekas luka.


Kejiwaan Cheryl terganggu, Elie tahu jika itu bukanlah sandiwara. Jika itu hanya sandiwara, ia bisa mengetahuinya meskipun tanpa bantuan kelebihannya membaca batinan seseorang.


"Kak...." ucap Elie pelan


"Pergi!!! Jangan dekati aku!!!" teriak Cheryl lagi. sambil meringsut dan menundukan kepalanya tidak ingin melihat.

__ADS_1


"Kak, lihat aku. Aku tidak berniat jahat padamu" ucap Elie lembut.


Cheryl terdiam lalu mendongak ke arah Elie, melihat di depannya seorang wanita. Cheryl tiba-tiba saja merangsek mendekat dan memeluk Elie.


Elie terkejut, selama ia hidup. Ini kali pertama ia di peluk oleh kakaknya itu. Saat ini Elie berusaha untuk tidak menangis, karena sebuah pelukan.


"Tolong! Bawa aku dari sini! Aku takut, Sakiitt, anakku! Anakku mana???" ucap Cheryl dengan mimik wajah cepat berubah-ubah.


"Kakak tenang yah, ada aku di sini" ucap Elie.


"Nama adek siapa? Kamu jangan panggil aku kakak, kamu itu anakku ya he-he. huhuhu anak mamah udah gede, maafin mamah tidak bisa merawatmu hiksss" ucap Cheryl dari tertawa kemudian menangis sambil tangannya menyentuh wajah Elie


Elie melihat itu tidak tahan dan meneteskan air matanya, mungkin yang di alami Cheryl membuatnya mengalami trauma cukup berat hingga membuat kejiwaannya terganggu.


Setelahnya, Dokter diam-diam memberikan suntikan penenang saat perhatian Cheryl ke arah Elie.


Perlahan mata Cheryl terpejam, dokter pun mulai mengganti perban di perut Cheryl. Karena ia terlalu banyak memberontak dan bergerak, hingga tidak sadar membuat lukanya terbuka sedikit.


Elie dan Dokter kemudian keluar, Finn dan Adrian langsung menghampiri keduanya.


Sedangkan Finn menarik istrinya dalam pelukannya, ia tahu hati istrinya tengah bersedih melihat kondisi kakaknya.


"Saya sudah memberikan obat penenang untuk nona Cheryl. Sepertinya nona Cheryl harus segara di berikan perawatan khusus oleh dokter psikologis. Gangguan kejiwaan nya di kategorikan berat. Saya sarankan setelah luka jahitan sesar kering, bawa dia ke rumah sakit jiwa agar bisa mendapatkan penanganan khusus lebih awal.


Dan saya minta sementara ini, nona Elie sering-sering datang. Karena pasien hanya mau berinteraksi dengannya" ucap Dokter.


Finn hanya mengangguk mengerti dan masih menepuk punggung istrinya, sedangkan Adrian kini terduduk lemas mendengar kondisi putrinya.


Finn sebenarnya keberatan jika istrinya harus merawat Cheryl, namun ia tidak bisa egois. Jadi ia serahkan semuanya pada istri tercintanya.


...••••...


Sudah seminggu semenjak Cheryl sadar, Elie selalu menemaninya di rumah sakit. Hanya Elie. Karena Finn tidak ingin masuk sama sekali walaupun hanya sekedar menengok.


Ia lebih memilih menunggu di luar ruangan. Finn tidak nyaman berdekatan dengan wanita selain istrinya. Dan dia juga tidak ingin memberikan peluang pada wanita mana pun orangnya selain istrinya, masuk ke dalam kehidupannya.

__ADS_1


...


Hari ini rencananya Cheryl akan di pindahkan ke rumah sakit jiwa, karena jahitannya sudah tidak mudah terbuka, karena Cheryl masih dalam tahap pengawasan di rumah sakit, jadi luka itu juga sering di pantau.


Jika menanyakan tentang Ari. Ari atau yang di panggil Rio oleh Elie, kini tengah mendekam di penjara dengan masa tahanan 6 bulan penjara.


Rani kecil sementara ini di asuh oleh Riana, Riana yang tahu kondisi suaminya di penjara hanya bernafas lega. Pasalnya apa yang di takutkan ya tidak terjadi.


Ya, ia takut jika ia kehilangan sosok Ari yang di cintai nya. Namun ia bersyukur tuan besar Eleanor dan juga Nona keluarga Adhisti berbaik hati memaafkannya dan memberikannya hukum ringan.


Riana tidak keberatan suaminya mendekam penjara, karena dengan begitu suaminya sadar akan kesalahan yang sudah ia perbuat dan tidak melakukannya lagi di masa depan.


Riana mengasuh Rani kecil dengan penuh kasih sayang layaknya ibu dan anak kandung. Hingga bayi mungil itu sudah terbiasa dengan kehadirannya.


"Hallo Rani sayang" sapa Elie saat bertemu dengan keponakannya dan Riana di mansion milik Ari.


"Hallo aunty" ucap Riana menirukan suara anak kecil membuat Elie terkekeh.


Meskipun keduanya baru bertemu dua kali, namun Elie dan Riana sangat cepat akrab. Itu karena keduanya memiliki sifat yang welcome.


"Apa Rani merepotkanmu Kak?" tanya Elie dengan sopan.


"Tidak sama sekali, aku juga sangat senang bisa menjaga dan merawatnya. Terimakasih sudah memberikan aku kesempatan, bisa merasakan menjadi seorang ibu" ucap Riana tersenyum tulus.


"Ya, karena hanya kamu yang bisa merawat keponakanku satu ini. Aku harap kamu bisa menjaga amanah dari kami. Merawat dan menjaga Rani kecil dengan baik" ucap Elie


"Tentu saja aku akan menjaganya dengan baik, dia adalah putri yang aku cintai. Meskipun bukan aku yang mengandung dan melahirkannya" ucap Riana, Elie meresponnya dengan tersenyum melihat ketulusan seorang Riana.


Jika di pikir lagi, pantas saja Riana bisa membuat si keras kepala Ari luluh. Itu karena kebaikan seorang Riana.


Tentang hak asuh Rani kecil, keduanya sepakat untuk membiarkan Riana yang merawatnya, terlebih melihat kondisi Cheryl yang sampai saat ini belum stabil.


Bahkan dokter memperkirakan butuh waktu minimal satu tahun untuk memulihkan kondisi kejiwaan Cheryl.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2