
Di dalam kamar Alexa, Elie hanya pasrah saat kakaknya menariknya masuk ke kamar penuh dengan warna pink dan hitam itu, juga beberapa poster dengan gambar empat perempuan cantik, namun berpenampilan Swag dan perut tanpa lemak.
Tentu saja itu semua karena kakaknya sangat menyukai dan mengidolakan group dari negeri ginseng itu.
Alexa menepuk sebelah tempat duduk di sofa yang ia duduki saat ini. Sofa itu cukup untuk dua orang dan juga satu meja mini yang di atasnya sudah ada dua cangkir coklat panas untuk keduanya.
"Beri tahu pada kakak, kenapa kau yakin kakak tidak akan terjebak jika menandatangi kontrak aneh itu" ucap Alexa penasaran
"Itu bukan kontrak aneh, kak. Itu hal biasa yang di lakukan oleh perusahaan besar. Dengan tingkat keuntungan yang mereka dapatkan selalu tinggi setiap tahunnya. Apa kakak sudah menandatangani nya?" tanya Elie
"Kakak sudah menandatangani setelah kau mengatakan tidak ada masalah dengan kontrak itu saat di telepon. Tapi kenapa kau bisa yakin jika itu perusahaan bukan abal-abal. Apa kau sudah menyelidiki perusahaan itu sebelum nya?" tanya Alexa lagi.
"Hmm, dan aku kenal dengan pemilik perusahaan itu" ucap Elie
"WHAT??? Kau bohong kan?" ucap Alexa sedikit berteriak karena tidak percaya.
"El serius kak" ucap Elie meskipun telinganya sedikit berdengung karena teriakan kakaknya.
"Itu perusahaan 10 besar di dunia loh El. Waaahhhh hebaaattt benar adik kakak satu ini, kakak jadi penasaran perusahaan yang kamu bangun itu seperti apa, sampai-sampai kau mengenal banyak tokoh penting" ucap Alexa
"Tunggu sebentar lagi, aku akan memberitahu Kak Lexa dan yang lainnya tentang perusahaan nanti" ucap Elie
"Baiklah terserah padamu saja. Oh iya, pagi tadi kakak bertemu dengan Sean saat ke perusahaan agensi" ucap Alexa
"Ya wajar kalian bertemu, bukannya itu perusahaan adalah salah satu cabang dari Demetri Group. Itu bukan hal aneh kak" ucap Elie
"Benar sih, tapi ada yang aneh. Kau tahu bukan jika Sean punya OCD? Kakak pernah mendengar hal itu dari Daddy dan kak Angga. Tapi saat kakak dan dia tidak sengaja bersentuhan di lift. Dia tidak menunjukan jika ia mengalami reaksi dari sentuhan itu, biasa aja tuh. Aneh kan?" ucap Alexa
Elie yang mendengar itu juga mengerutkan keningnya. Tentu saja ia mengetahui jika Sean tidak bisa bersentuhan dengan wanita kecuali ibu dan juga dirinya.
Namun saat ini Sean juga tidak mengalami reaksi terhadap sentuhan kakaknya. Sebenarnya apa yang terjadi?
"Mungkin kalian jodoh kali" ucap Elie ringan saja
__ADS_1
"Ngaco! Semua juga tahu jika Sean hanya berkata lembut dan tersenyum hanya padamu El" ucap Alexa
"Ya kan jodoh tidak ada yang tahu, lagian perasaan seseorang bisa berubah kak. Aku pikir kakak cocok dengan Sean, aku juga lihat Sean bukan tipikal pria yang akan menyakiti pasangannya" ucap Elie
"Tapi kakak nggak menyukai dia, lagian yang dia sukai adalah kamu" ucap Alexa menggelengkan kepalanya
"Kakak bukan tidak mencintainya, hanya saja cinta itu belum tumbuh di hati kalian berdua. Lagian ada pepatah mengatakan jika cinta akan tumbuh karena terbiasa" ucap Elie
"Kakak nggak mau pikirin soal itu. Lalu kenapa kamu sendiri tidak coba membangun hubungan lebih dekat dengannya. Kakak yakin jika Sean sangat menyukaimu" ucap Alexa
"Aku nggak bisa kak, karena hatiku saat ini sudah di miliki oleh laki-laki lain dan aku tidak ingin dia kecewa atau sakit hati" ucap Elie yang sontak membuat Alexa terkejut.
"Apa orang itu Finn?" tebak Alexa
Bukan tanpa alasan Alexa menebak jika orangnya adalah Finn. Pasalnya, selama beberapa hari ini, Finn selalu mengantar dan menjemput adik perempuannya itu.
Dan lagi sifat cuek dan dingin Elie saat bicara dengan orang lain berbeda saat ia bersama dengan Finn.
"Woaaahhh, apa kau sudah memberi jawaban pada Finn? Apa kalian sudah jadian?" tanya Alexa penuh antusias menanyakannya
"Ya, beberapa hari lalu kami resmi pacaran" ucap Elie
"Waaahhh Parah!!! Kabar bahagia seperti ini kau baru memberitahu pada kakakmu yang cantik ini sekarang? Pokoknya kakak minta kompensasi Karena telat mengetahui nya, kakak juga akan minta kompensasi dari Finn karena sudah berani mencuri hati adik kesayangan kakak" ucap Alexa bercanda
"Aku akan memberikan satu set perhiasan 'Star Diamond' series sky blue terbaru yang baru meluncurkan produknya pagi tadi. Bagaimana apa kompensasi nya cukup kakak? Dan bukannya Finn sudah memberikan kakak kompensasi dengan mengusulkan nama Kakak untuk brand ambassador Queen parfum" ucap Elie.
Mendengar itu Alexa melebarkan matanya saking terkejut dan tidak percaya dengan ucapan adiknya itu.
Ia terkejut mengenai kompensasi dari Finn. namun ia tidak terlalu fokus pada hal itu. Ia tertuju pada ucapan Elie yang mengatakan akan memberikannya satu set perhiasan yang ia inginkan.
Star Diamond series sky blue, yang baru saja di rilis. Adalah berlian berwarna biru yang sangat indah dan cantik, dan di sulap dengan rancangan yang sangat indah dan unik.
Hanya ada 3 set yang di keluarkan.
__ADS_1
Satu set terdiri dari anting, gelang, cincin dan kalung. Set satu dengan yang lainnya juga memiliki perbedaan dari segi bentuk dan juga ukirannya.
Perhiasan itu di bandrol dengan harga hampir 100 Milyar rupiah. Bagaimana Alexa tidak syok saat mendengar adiknya akan memberikan itu sebagai kompensasi dengan mudahnya secara cuma-cuma.
Hellooo ini bukan minuman Star bvcks yang harganya tidak seberapa tapi Star Diamond, Alexa lemas memikirkannya. Dan ia tidak tahu jika Elie serius mengatakan itu, dan kemungkinan perhiasan itu akan dia terima esok hari.
...
Gista sedang memperhatikan seseorang yang saat ini tengah duduk di meja cafe tidak jauh dari tempat dirinya duduk.
Dia memberikan kode dengan tangannya dan di balas dengan senyuman seorang pria muda di sebelah pria lainnya tengah menyantap makanan. Dan dua lainnya yang tengah asik Mabar dan sibuk di ponsel mereka.
Pria yang tengah makan itu tidak lain adalah Gerald. Yang tengah nongkrong di salah satu cafe dengan teman-teman nya.
Saat Gerald tengah fokus makan, pria di sebelah yang tersenyum pada Gista, terlihat menaruh pil kecil di minuman Gerald tanpa ketahuan.
Pil itu cepat sekali larut dalam air, dan saat Gerald meminumnya seringai muncul di bibir pria tadi.
"Kenapa kepalaku tiba-tiba pusing ya? Mana udara jadi panas lagi" ucap Gerald.
"Lebih baik kau istirahat saja Ger, aku antar cek in hotel aja ya. Soalnya rumah kamu terlalu jauh dan aku harus cepat pulang, nyokap udah mulai ngomel suruh aku cepet pulang. Kau tahu jika rumah kita nggak searah. Kalau nggak minta nih sama dua curut anterin kamu pulang" ucap Pria itu menunjuk ke arah dua teman yang sibuk mabar
"Kalian berdua bisa anter aku balik ke rumah nggak?" tanya Gerald masih bisa menahan pusingnya
"Sorry Ger, lagi nanggung nyerang, anterin sama Reza aja ke hotel" ucap Keduanya
Gerald menghela nafas dan berdiri dan menarik temannya yang bernama Reza yang satu-satunya tidak ikut Mabar.
"Ya sudah kamu antar aku cek in hotel saja za" ucap Gerald
"Siap bos" ucap Reza dengan smirk yang tidak di sadari Gerald dan memberikan kode acungan jempol ke arah Gista.
...••••...
__ADS_1