
Lusi terisak sambil meringkuk menahan sakit akibat di lempar batu kerikil secara terus menerus. Ia masih belum menyadari jika kelakuannya semalam, membuatnya di hujat banyak orang.
Untung saja dirinya terselamatkan, karena polisi di daerah sekitar datang menyelamatkannya dan membawanya ke kantor polisi.
Saat di kantor polisi dirinya baru mengetahui, jika setelah gagal menjebak Moza dan Ria. Dirinya justru di bawa seseorang dan di tempatkan di ruangan lain di Club' itu.
Karena pengaruh obat, dirinya sangat menikmati di pakai ramai-ramai oleh om-om hidung belang. Dan kegiatan itu di rekam dan di sebar luaskan di jagat Maya. Kini namanya terkenal di seantero negara ini.
"Saya ingin menghubungi keluarga saya Pak" ucap Lusi dengan lemas. Wajah dan tubuhnya kini penuh dengan luka, karena kejadian tadi.
"Ya, silahkan. Jangan lama-lama dan suruh orang tuamu segera datang ke sini. Untuk membuat surat pernyataan dan jaminan" ucap Polisi
"Ya pak, terimakasih" ucap Lusi.
Tuuutttt....
Telepon tersambung.
"Halo, ini siapa?" Ucap seorang wanita di ujung telepon, suaranya lemah seperti habis menangis.
"Bu, ini Lusi. Tolong Lusi Bu, sekarang Lusi ada di kantor polisi" ucap Lusi saat mendengar suara ibunya.
"Astaga Lusi, Kemana saja kamu? Apa yang terjadi padamu nak, sampai kamu ada di kantor polisi, Hiks... Kau tahu, Ibu saat ini ada di rumah sakit. Ayahmu terkena serangan jantung dan sedang kritis. Karena toko, rumah dan juga benda berharga milik kita hangus terbakar tengah malam tadi. Kedua adikmu ibu titipkan ke tetangga sementara" ucap Ibu Lusi
"A-Apa bu, a-ayah masuk rumah sakit? Ke-kebakaran?" ucap Lusi terkejut dengan apa yang ia dengar.
"Nanti ibu jelaskan padamu, sekarang katakan kamu ada di Kantor polisi mana, hiks?" tanya Ibu Lusi, ia belum tahu yang menimpa anaknya itu.
"Kantor polisi daerah pusat" ucap Lusi dengan lemas.
Hancur sudah, nama baik, masa depan, rumah dan harta bendanya, kini sudah hancur lebur. Setelah ini Lusi dan keluarga bisa di pastikan hidup menderita dalam kemiskinan dan hujatan, sepanjang hidupnya.
...
"Uuhhgghh..." Moza terbangun, ia terkejut saat mendapati dirinya berada di sebuah kamar asing.
Ia menghela nafas lega saat memeriksa pakaiannya dan itu masih lengkap. Ia menoleh ke samping dan terkejut melihat sahabat nya, Ria juga terbaring di kasur yang sama.
__ADS_1
"Kau sudah bangun" ucap Elie yang baru keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya.
"K-kau siapa" ucap Moza terkejut melihat ada orang lain, namun ia lega karena itu perempuan.
"Aku yang menolongmu semalam di Club" ucap Elie tersenyum ke arah Moza.
Moza mengingat kejadian semalam, ia ingat jika ia hendak di lecehkan oleh Roni. Lalu seorang perempuan Super Hero bermasker mendobrak pintu dengan sangat kuat dan menyelamatkan dirinya.
"Kakak, perempuan yang bermasker itu?" tanya Moza menatap Elie tanpa berkedip.
"Kakak ini cantik sekali, baik dan juga ilmu beladiri nya sangat hebat. Wooow hebat, sepertinya aku menemukan idola baru saat ini" ucap Moza dalam hati
Elie terkekeh mendengar batinan Moza, dia pikir jika calon adik iparnya ini sangat lucu dan menyenangkan.
"Ya" jawab Elie
"Terimakasih kakak sudah menyelamatkanku dan juga Ria. Tapi kak, di mana temanku satunya lagi?" tanya Moza karena tidak melihat keberadaan Lusi di sana.
"Maksudmu temanmu yang datang bersama denganmu ke Club'?" tanya Elie, Moza mengangguk mengiyakan.
"Aku tidak menyelamatkannya" jawab Elie datar
Elie melangkah mengambil ponselnya di atas nakas, lalu mendekat ke arah Moza. Dengan lembut ia mengusap kepala adik kesayangan dari kekasihnya itu.
"Aku bukannya pilih kasih dan tidak mau menyelamatkan dia. Tapi dia memang tidak pantas untuk menerima bantuan ku" ucap Elie tegas
Moza mendongak menatap tajam Elie karena tidak setuju dengan ucapan Elie. Kenapa Lusi tidak berhak mendapat bantuannya? begitu pikirnya.
"Lihatlah Video ini! Setelah melihat itu, jika kau ingin marah padaku tidak apa-apa, silahkan saja" ucap Elie lagi dan menyodorkan ponselnya kepada Moza.
Moza mengklik untuk memutar video di ponsel penyelamatnya itu. Matanya terbelalak, ia sangat terkejut melihat kebenarannya. Matanya memerah dan tangannya mengepal kuat. Ia tidak menyangka, orang yang sudah ia anggap sahabatnya justru menusuknya dari belakang.
"Maaf dan terimakasih" Ucap Moza lirih.
"Tidak apa-apa dan sama-sama" Ucap Elie duduk di tepi ranjang, berhadapan dengan Moza
"Boleh ku tahu nama kakak? Dan dari mana mendapatkan video itu dan tahu jika aku adalah orang yang ingin di jebak mereka berdua?" tanya Moza
__ADS_1
"Panggil saja Elie. Aku tidak sengaja mendengar mereka mengobrol di tempat makan. Saat itu aku sedang makan dan duduk tak jauh dari keduanya. Karena dia menyebut namamu, tentu saja aku tidak bisa mengabaikannya, bukan" ucap Elie
"Elie? Kenapa nama itu seperti Familier?" ucap Moza.
Ia mencoba mengingat nama itu, lalu ia menoleh ke arah Elie dan menatapnya dengan mata terbuka lebar.
"Kakak kenal dengan kakakku?" tanya Moza sedikit menebak, ia takut kalau mereka hanya kebetulan memiliki nama yang sama.
"Ya, tentu saja aku sangat mengenal Finn" ucap Elie tersenyum manis.
"Woaahh, Kakak ipar!" ucap Moza dengan mata berbinar dan bersemangat, ia benar-benar yakin sekarang. Jika yang di depannya adalah kekasih kakaknya.
Elie terkekeh mendengar Moza memanggilnya kakak ipar dengan penuh semangat.
"Halo, Moza. Salam kenal, senang bertemu dan berkenalan denganmu. Akdik yang cantik" ucap Elie masih dengan senyum hangat nya.
"Halo kakak iparku yang juga tak kalah cantik, salam kenal. Aku juga senang berkenalan dan memiliki kakak ipar secantik dan sehebat kamu" ucap Moza tersenyum lebar, ia melupakan begitu saja kejadian yang menimpanya malam tadi.
"Boleh aku memelukmu, Kak" ucap Moza
"Tentu" ucap Elie membuka tangannya dan menerima pelukan Moza.
Tak lama kemudian Ria terbangun, dia terkejut dirinya ada di tempat asing. Namun ia lega saat melihat Moza dan seorang wanita cantik.
Moza menceritakan semuanya pada Ria, tentu saja Ria sangat marah saat mengetahuinya. Tapi dia juga bersyukur dan berterima kasih pada Elie, karena dirinya tidak berhasil di jebak dan sudah di selamatkan.
Moza juga dengan semangat dan bangga memberitahu Ria, jika Elie adalah kakak iparnya.
...
London, Inggris.
Finn masih tidur dengan nyenyak di mansion miliknya, karena di London masih tengah malam dan Finn memanfaatkan waktu untuk istirahat. Tentu saja karena besok banyak hal yang harus ia urus.
Walaupun ia mendapat kabar buruk dari Kekasihnya terkait kejadian yang menimpa adik satu-satunya itu. Finn bisa beristirahat dengan nyaman, karena Elie sudah membantunya menjaga Moza.
Sebelum tidur ia mengabari Justin, ia meminta salah satu anak buahnya menjaga adiknya dari kejauhan. Ia tidak mau kejadian serupa terulang kembali.
__ADS_1
Tentu saja Finn merasa tidak enak dengan Elie, harusnya ia yang sebagai kakaknya yang melindungi Moza. Namun Finn juga bersyukur, Elie sangat peduli dengan keluarganya. Tentunya itu membuat cintanya pada gadisnya itu semakin besar.
...••••...