
Melihat Elie dan Cheryl pergi, Lidya ingin menahannya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya di cekal Arthur, yang saat ini tengah berkeringat dingin memandang ponselnya.
"ARTHUR!!!!" teriakan dari ponsel Arthur terdengar begitu keras hingga Lidya juga bisa mendengarnya.
"Kau pasti tahu kenapa aku meneleponmu bukan???" ucap Finn dengan nada marah dan sangat dingin. Membuat Arthur tegang seketika sedangkan Lidya hanya diam karena ia gagal mengenali suara Finn di telepon.
"B-Bos..." ucap Arthur gugup.
Mendengar itu, barulah Lidya tahu jika yang menelepon adalah Finn. Pengusaha kaya raya muda yang menjadi targetnya. Tapi ia tidak tahu untuk apa Finn menelepon Arthur, dan tidak menghubungkannya dengan kejadian barusan.
"Datang dan jelaskan!!! Bawa serta wanita itu ke markas!!!" ucap Finn lagi.
"Ba-baik bos" ucap Arthur.
Ia segera membawa Lidya kesana, awalnya Lidya menolak dan bertanya mau kemana Arthur membawanya pergi.
Arthur menahan amarahnya dan mengatakan jika bos ingin bertemu dengannya. Tentu saja Lidya senang, ia pikir jika bos mungkin sudah mulai menyadari pesonanya. Dan ia dengan senang hati untuk ikut pergi bersama dengan Arthur.
...
Meskipun dalam keadaan kesal, Elie masih ingat jika hati kakaknya kini tengah terluka. Ia menoleh ke arah Cheryl yang hanya diam tanpa ekspresi.
Cheryl memang terlihat biasa saja, tapi Elie tahu jika kakaknya itu tengah dalam keadaan bersedih.
"Kakak tidak apa-apa?" tanya Elie
"Hmm, memangnya kakak kenapa El?" tanya Cheryl bersikap seolah tidak ada yang terjadi.
"Jangan ada yang di tutupi kak, aku tahu kakak memendamnya sendirian" ucap Elie
"Huffftt..." Cheryl menghela nafasnya dan mendongakkan kepalanya ke atas.
"Aku sudah bilang jika aku akan menyerah, dan mencoba melupakannya. Memang itu sulit, terlebih saat tahu dan melihat ia punya kekasih, hatiku memang masih sakit El. Tapi aku justru lebih sakit dan marah karena kekasihnya mengataimu, aku tidak bisa menerima nya" ucap Cheryl
Elie terlihat berkaca-kaca saat kakaknya berkata seperti itu padanya. Dulu, itu semua adalah hal yang langka bahkan mustahil terjadi.
"Kak..." ucap Elie memeluk kakaknya itu, meskipun sedikit sulit karena masing-masing dari mereka memangku anak.
"Kakak tidak sendiri, ada aku di sini" ucap Elie
"Aku tahu, terimakasih. Aku kadang bingung karena aku tidak tahu kehidupanku yang dulu seperti apa, tapi aku bahagia memiliki kalian yang benar-benar peduli padaku" ucap Cheryl dengan tulus.
"Aku juga bersyukur dengan hilang ingatan yang kakak Alami. Walaupun terdengar jahat aku mengatakan itu, namun dengan begitu kakak bisa menjalani hidup dengan lebih baik lagi" ucap Elie.
__ADS_1
"Apa kakak masih mencintai Arthur? Apa kakak perlu bantuan ku?" tanya Elie dengan serius.
"Bohong jika aku mengatakan sudah tidak mencintainya. Tapi meskipun begitu, aku sedang menata hati dan menutup perasaanku untuknya. Jadi aku tidak butuh bantuan apa-apa, aku hanya butuh teman saja untuk berbagi keluh kesah" ucap Cheryl
"Kalau begitu anggap aku adik atau teman kakak, aku siap mendengarkan keluh kesahmu" ucap Elie.
"Tentu! Terimakasih" ucap Cheryl terkekeh dan mengelus kepala Elie.
"Lalu bagaimana dengan Fin? Kamu pasti membuatnya kalang kabut karena ucapanmu tadi" ucap Cheryl
"Biarkan saja, suruh siapa ia menyembunyikan hal itu dariku. Aku mengatakan hal itu agar ia yang menyelesaikan wanita itu. Kalau aku yang bertindak, mungkin akan lebih parah lagi" ucap Elie menyeringai membuat Cheryl merinding seketika.
Selama beberapa bulan ini, Cheryl menyadari jika di balik sosok Elie yang cantik dan lembut. Ia memiliki kekuatan yang sangat besar yang mampu menekan lawannya.
Jadi Cheryl tidak khawatir tentang Elie, hanya saja ia kasihan dengan Finn. Pasti suami bucinnya itu saat ini tengah kalang kabut karena perkataan istrinya di telepon.
"Semoga Tuhan berbaik hati memberikanku sedikit kebahagian. Aku harap di masa depan Tuhan berkenan memberikanku seseorang yang juga sangat tulus mencintaiku dan menerima keadaanku apa adanya" ucap Cheryl dalam hati.
Elie yang mendengar itu mengamini ucapan kakaknya itu. Ia juga berharap agar kakaknya itu bisa hidup bahagia dengan orang yang tulus mencintainya.
....
Mobil BMW Sport milik Arthur berhenti di sebuah mansion mewah yang di jadikan markas JRS di Indonesia.
Lidya sedikit kesal karena Arthur tidak membukakan pintu untuknya, jadi ia membuka pintu sendiri dan berjalan cepat mengejar Arthur yang sudah lebih dulu keluar.
Ceklek!!!
Pintu terbuka, terlihat di sana hanya ada Azel yang tengah duduk di sofa tamu.
"Hai bro, wuuuoohh kau membawa siapa?" tanya Azel menggunakan bahasa Inggris.
"Membawa pesanan bos, di mana bos?" jawab Arthur.
Mendengar perkataan Arthur, orang lain pasti salah paham. Namun Azel mengerti jika wanita yang di bawa Arthur adalah wanita yang akan segera sirna hidup tenangnya sebentar lagi.
Karena Azel sangat paham, kalau bosnya itu adalah seorang suami bucin akut pada istrinya. Jadi tidak mungkin bermain dengan wanita lain.
"Di ruangan kerja, kamu masuklah! Bos sudah menunggumu! Dan kamu Nona manis, sebaiknya kamu menunggu di sini dan mengobrol denganku sebentar" ucap Azel tersenyum.
Lidya hanya diam tertegun, karena tidak menyangka jika Azel sangat tampan meskipun masih di bawah Finn. Hidupnya pasti bak di surga di kelilingi pria pria tampan.
Dia tidak tahu jika sebentar lagi kehidupan neraka yang justru menanti di depan nya.
__ADS_1
Arthur segera beranjak menuju ke ruang kerja Finn sendirian. Ia mengetuk pintu dan masuk setelah di berikan izin.
"Bos" ucap Arthur dengan sopan.
Finn yang memunggunginya pun berbalik dan melihat ke arah Arthur.
"Jelaskan padaku apa yang terjadi!" ucap Finn dingin
"Ba-baik...." ucap Arthur.
Arthur pun menceritakan pertemuannya dengan Elie di pusat bermain anak di sebuah mall.
Finn menggertakkan giginya kala mendengar Lidya mengatai istri tercintanya seorang janda beranak satu. Jelas jika Lidya mengatakan itu untuk mempermalukan Elie di depan umum, dan secara tidak langsung mengatakan jika Elie adalah seorang janda penggoda.
BUGH!!!
Pukulan keras mendarat di wajah tampan Arthur. Saking kerasnya membuat darah kental keluar dari mulut dan hidungnya.
"Itu untuk kamu yang sudah berani membuat istriku marah padaku, Arthur!!!" ucap Finn dengan amarah.
Arthur tidak marah karena tindakan Finn yang memukul dirinya, karena dirinya pantas mendapatkannya.
"Harusnya aku memukulmu lebih awal!" ucap Finn kesal lalu duduk di kursi kerjanya.
Arthur bingung kenapa Finn mengatakan hal itu, ia sama sekali tidak mengerti.
"Bingung? Kau memang bodoh Arthur! Jika bukan karena aku menghargaimu menjadi orang kepercayaanku dan juga salah satu sahabatku. Aku sudah memaki dan memukulmu hingga sekarat karena membuat mood istriku jelek, juga melepaskan berlian untuk batu kali" ucap Finn
Arthur makin tidak mengerti apa maksud melepaskan berlian untuk batu kali.
"Kakak iparku memang bukan orang yang baik dulu, tapi aku bersyukur dia hilang ingatan secara permanen dan mengubah sifatnya yang buruk itu menjadi lebih baik. Hingga membuat istriku menjadi bahagia dan bisa merasakan kasih sayang dari seorang kakak yang dulu tidak pernah ia dapatkan darinya" ucap Finn.
Arthur jelas tahu yang di maksud kakak ipar adalah Cheryl. Meskipun ia tidak tahu jika Elie telah bereinkarnasi, namun yang ia tahu jika Elie adalah anak angkat dari keluarga Eleanor, jadi wajar jika Cheryl di sebut kakak ipar oleh Finn.
"Awalnya aku pikir kau memiliki perasaan yang sama padanya. Tapi karena kau sudah menolaknya beberapa kali, dan dia juga mengatakan sudah menyerah untuk mengejar cintamu. Jadi aku pikir itu akan baik-baik saja di masa depan" ucap Finn.
Degh!
Mendengar itu hati Arthur merasakan sakit yang teramat pedih. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, ia seperti tidak rela saat mendengar Cheryl sudah menyerah mengejar cintanya.
Ia merasakan kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga. Arthur akhirnya menyadari perasaannya untuk Cheryl kini sudah bertumbuh. Namun terlambat menyadarinya.
Akankah masih ada kesempatan untuknya untuk membuat Cheryl kembali melihatnya? Pikirnya dalam hati.
__ADS_1
...••••...