Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Pajak jadian?


__ADS_3

Menatap mata Finn, entah mengapa hatinya gelisah. Ia takut hubungannya dengan Finn hancur sama seperti di kehidupan sebelumnya. Meskipun Elie mempercayai Finn, namun bayang-bayang di khianati selalu menjadi ketakutan terbesar dalam hidupnya.


Bahkan saat ia bersyukur di lahirkan kembali menjadi Aurelie dan menata masa depan yang baru lagi bersama dengan Finn. Namun ia juga masih sering bertanya-tanya, kenapa Tuhan memberikannya kehidupan baru? Apa tujuan ia di lahirkan kembali? Bahkan dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya saat ia menjadi Airani.


"Sayang... Jangan diam saja, aku janji aku tidak akan ke Inggris. Aku tidak peduli dengan kontrak kerja sama itu, yang terpenting adalah kamu. Uang bisa di cari, kejayaan bisa di perjuangkan lagi. Tapi kamu, tidak akan bisa terganti" ucap Finn yang kini memeluk kekasihnya itu


"Maaf Finn, aku hanya takut" ucap Elie lirih


"Apa yang kamu takutkan?" tanya Finn dengan lembut, namun Elie hanya diam saja.


"Aku tidak akan seperti suamimu di kehidupan mu yang dulu, aku juga tidak akan seperti Gerald di kehidupan Aurel yang dulu. Selamanya aku akan menjadi Finn, Finn yang selalu mencintai dan memprioritaskan Elie di segala tempat dan waktu" ucap Finn menggenggam tangan Elie.


"Aku percaya, maafkan aku yang masih teringat akan trauma ku yang dulu" ucap Elie


"Terimakasih sudah mempercayaiku, dan aku akan membuat trauma masa lalumu menghilang hingga tidak tersisa, aku mencintaimu" ucap Finn mengecup kening Elie


Finn tetap tersenyum dengan hangat penuh cinta di mata dan tindakannya. Meskipun Elie tidak pernah membalas perkataan sayang dan cinta untuknya.


Namun selama Elie bersama dengannya, itu sudah lebih dari cukup buat Finn. Setidaknya, gadis pujaannya merasa nyaman dan menerimanya dengan tangan terbuka.


Masalah cinta itu bonus, bukankah cinta akan tumbuh karena terbiasa? iia tidak tahu perasaan Elie yang sesungguhnya padanya, karena Elie tidak pernah mengatakan hal itu. Dan Finn juga bukan peramal ataupun kekasihnya yang bisa membaca pikiran seseorang.


Namun ia selalu yakin dengan hatinya, apalagi saat melihat Elie yang takut kehilangan ataupun di khianati oleh nya. Bukankah itu berarti perasaan Elie terhadapnya semakin terbuka, dan hanya membutuhkan waktu untuk dirinya bisa menempati orang nomor satu di hati Elie.


"Kita pulang sekarang, aku akan menjemputmu besok untuk kuliah" ucap Finn tersenyum.


"Kamu tidak jadi ke inggris?" tanya Elie dan Finn menggelengkan kepalanya.


"Aku akan menemanimu di sini" ucap Finn tersenyum dan mengelus kepala Elie sambil mengendarai kembali mobilnya.


"Berangkatlah, aku tidak apa-apa. Pekerjaanmu sangat penting, dan itu kontrak yang sangat besar bukan?" ucap Elie yang sudah memikirkan masak-masak untuk mengizinkan Finn berangkat ke Inggris, ia tidak mau egois.


"Tapi kamu lebih penting dari segalanya" ucap Finn

__ADS_1


"Finn, kamu bisa berangkat dan mengurus perusahaan mu. Tidakkah kamu ingin bekerja keras untuk hidup bersamaku nantinya? Aku tidak ingin kekasihku yang mungkin akan menjadi suamiku nantinya, tidak bertanggung jawab pada pekerjaannya" ucap Elie


Mendengar itu, hampir saja Finn menginjak rem. Untung dia sadar sepersekian detik sebelum ia menginjak rem dan mengendalikan mobilnya dengan aman. Jantungnya berdetak cepat saat ini tidak bisa ia kendalikan.


"D-dia mengatakan apa tadi? Hidup bersama? Su-suami? Ya Tuhan, jantungku seperti mau lepas dari tempatnya. Kenapa hatiku begitu berbunga-bunga mendengarnya. Aku harap itu benar-benar terjadi" ucap Finn dalam hatinya.


Cup!


Masih dalam mode terkejut, Finn kembali di kejutkan lagi dengan pipi kirinya di kecup oleh Elie. Wajahnya seketika memerah seperti kepiting rebus, ia tidak tahan ingin membalas mencium kekasihnya itu. Dan saat itu kebetulan di perempatan jalan sedang lampu merah.


Tak!


Finn langsung melepas seat beltnya dan beranjak ke arah Elie dan mencium bibir manis kekasihnya itu, dengan penuh gairah. Elie mengalungkan tangannya dan membalas lu**Tan bibir Finn.


Mereka saling membelit hingga pagutan mereka terlepas saat bunyi klakson mobil di belakang terdengar karena lampu sudah hijau.


Finn kembali ke tempat kemudinya langsung memasang seat belt dan melajukan mobilnya kembali dengan senyum sumringah tidak luntur di wajahnya. Ia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya.


...


"Loh, Angga, Lexa, tumben masih duduk-duduk di ruang tamu? Biasanya kalian nonton TV di ruang keluarga atau udah nangkring di tempat tidur" ucap Kelvin, ia melihat jam yang melingkar di tangannya, sudah pukul 8 malam lebih.


"Nunggu, El dad" jawab Angga.


"Kalian sudah makan malam?" tanya Stella, yang di balas gelengan oleh keduanya.


Bagaimana mau makan, pikiran mereka masih terpaku dengan dokumen kepemilikan unit apartemen mewah yang tergeletak di atas meja. Jadi mereka kehilangan nafsu makan sebelum menanyakannya pada Finn secara langsung.


"Astaga, kenapa kalian belum makan? Mommy masak dulu kalau gitu" ucap Stella.


"Nanti saja mom, Lexa belum lapar" ucap Alexa menahan ibunya pergi


"Angga juga mom, masih belum lapar" ucap Angga menimpali.

__ADS_1


Stella hanya menghela nafasnya, ia lalu memperingatkan untuk tetap mengisi perut mereka, agar tidak terkena magg nantinya. Alexa dan Angga hanya mengangguk dan keduanya berjanji akan makan nanti setelah Elie pulang. Dan mengatakan jika mommy nya tidak usah masak, karena mereka akan pesan makanan via online.


Stella hanya mengangguk dan meninggalkan keduanya, karena ingin membersihkan diri. Sedangkan Kelvin yang masih berdiri, tidak sengaja melihat ada berkas di atas meja, ia penasaran lalu menanyakannya.


"Berkas apa itu Ga?" tanya Kelvin


Angga dan Alexa saling berpandangan.


Melihat kedua anaknya sibuk saling lempar pandangan, Kelvin berinisiatif mengambil berkas itu dan membacanya. Mata Kelvin terbelalak melihat berkas apa yang ada di tangannya.


"Lexa, kamu membeli unit apartemen baru?" tanya Kelvin menatap ke arah putrinya penuh tanya, namun dengan nada lembut.


"Bu-bukan Lexa dad" ucap Alexa


"Bukan gimana? Ini jelas tertera nama kamu sebagai pemiliknya" ucap Kelvin heran dengan Jawaban putri pertama nya itu.


"Lexa benar dad, memang itu atas nama Lexa, tapi bukan Lexa yang beli unit itu" ucap Angga membuat alis Kelvin berkerut.


"Daddy nggak ngerti" ucap Kelvin menggelengkan kepalanya


"Itu, yang beli Finn Dad" ucap Angga


"Finn? Untuk apa Finn membelikan unit mewah untuk Lexa?" tanya Kelvin tidak percaya.


Kelvin yakin jika Finn menyukai anak bungsunya, bahan sudah menyatakan perasaan nya pada Eli. Tapi kenapa Finn justru membelikan Unit untuk Alexa. Apa tujuannya? pikir Kelvin


"Finn membelikannya sebagai pajak jadian Finn dengan Elie" jelas Angga


"Pajak jadian? Mereka pacaran? Membelikan unit mewah hanya sebagai pajak jadian??" tanya Kelvin tidak percaya yang di angguki keduanya.


"Makanya Angga di sini nunggu Finn dan El pulang. Angga ingin menanyakan kenapa Finn memberikan unit yang harganya selangit pada Alexa" ucap Angga


"Kalau begitu, Daddy juga ikut tunggu mereka di sini" ucap Kelvin duduk di ruang tamu juga di samping Angga???.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2