Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Tendangan Telak


__ADS_3

Orang yang membuka pintu itu langsung masuk, membuat Kaylee dan Tina spontan menghalangi langkah orang itu, yang hendak masuk.


"Minggir!" ucap orang itu pada keduanya.


"Maaf tuan, ini bukan tempat yang sembarangan bisa di masuki orang, jika ingin bertemu, lebih baik berkabar dulu dengan pihak keluarga mempelai" ucap Kaylee yang di angguki antusias oleh Tina.


"Aku tidak butuh izin siapapun, aku ingin bertemu dan bicara dengan istriku!" ucap orang itu, membuat Tina dan Kaylee mengerutkan kening tidak mengerti.


"Tuan maaf, sepertinya anda salah tentang sesuatu. Di ruangan ini belum ada yang pernah menikah, termasuk Ag, eh Tina maksudku" ucap Kaylee meralat ucapannya.


"Minggir, aku bilang, aku ingin bertemu dengan istriku, dia!" ucap orang itu menunjuk ke arah Elie.


"Hey tuan, ye salah orang. Nyonya Lance belum menikah meskipun sebentar lagi akan menikah sih. Yang jelas si cantik sampai saat ini masih gadis tahu" ucap Tina.


BRUK!!!


Tiba-tiba saja orang itu menjatuhkan dirinya dan berlutut.


"Rani sayang, aku yakin kamu tahu kenapa aku datang? Tolong batalkan pernikahannya, kamu adalah istriku! Kamu tidak bisa menikah dengan laki-laki lain. Sayang aku mohon maafkan perbuatan aku yang dulu padamu" ucap orang yang tak lain adalah Rico.


"Tuan, sepertinya anda salah orang" ucap Elie yang saat ini diam-diam mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Sayang, jangan bersembunyi lagi. Aku sudah tahu semuanya, aku mendengar saat kau berbicara dengan ayah di kantor. Aku saat itu pergi setelah mendengar ucapan kamu dan mencoba menenangkan diri kerena terkejut dan memahami apa yang kamu katakan.


Tapi justru aku mendengar kabar kamu akan menikah hari ini, aku sangat terkejut. Tolong batalkan pernikahan kamu dan laki-laki itu, Rani. Aku akui aku salah sayang, tolong berikan kesempatan untukku menebusnya. Kita mulai dari awal menulis dan menyusun kisah cinta kita" ucap Rico dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Aku tidak mengerti apa yang anda katakan tuan. Dan kenapa anda terus memanggilku dengan nama sahabatku?" ucap Elie dengan mimik wajah dan suara yang tenang. Meskipun dalam hatinya ia memaki laki-laki yang tengah berlutut di depannya.


"Sayang tolong jangan mengelak dan berpura-pura tidak tahu, tolong jangan menyiksaku lebih lama lagi dengan rasa penyesalan ini. Aku tahu itu kamu Rani" ucap Rico dengan mata yang mengisyaratkan penyesalan.


Dapat Elie lihat dari penampilan Rico yang sangat berbeda dengan dulu, dulu yang klimis namun sekarang ia membiarkan kumis dan jenggot tipis di wajahnya.

__ADS_1


Tubuhnya kurus dan kantung mata yang tebal. Hanya melihatnya saja Elie tahu jika laki-laki itu kini jatuh terpuruk.


Namun itu semua tidak menggetarkan hati Elie sama sekali. Baginya Rico hanya masa lalu yang ingin ia buang jauh-jauh dari kehidupannya sekarang.


"Maaf tuan Sebastian yang terhormat, apa maksud anda saya Rani, istri anda. Istri anda yang juga sahabat dan guru saya, sudah meninggal sembilan bulan yang lalu. Jika anda lupa, biar saya ingatkan anda kembali.


Queen Airani Eleanor sudah meninggal setelah melihat pengkhianatanmu dengan kakak kandungnya, di rumahnya sendiri. Bahkan ia jatuh dari tangga yang menewaskan dirinya dan juga bayi kalian yang masih berusia beberapa minggu" ucap Elie dengan tenang meski saat ini ia mati-matian menahan emosinya agar tidak meledak.


"Maaf sayang, aku mengakui itu salahku karena menyakitimu. Tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita" ucap Rico


"Sayangnya anda meminta pada orang yang salah dan itu semua sudah terlambat karena istri anda sudah meninggal, Tuan" ucap Elie dengan berdecih jelas sekali dari nada bicaranya ia sangat membenci Rico.


"Tidak, aku tahu kamu adalah Rani istriku yang hidup kembali di tubuh putri bungsu keluarga Adhisti" ucap Rico.


"Apa anda tidak waras! Hidup kembali? Anda pikir ini dunia novel? Ucapan anda sangat tidak masuk akal tuan. Mana mungkin ada cerita seperti itu" ucap Elie dengan nada mengejek.


"Tapi kau be..." ucapan Rico terpotong.


"Kau suami mendiang Airani? Apa yang di ucapkan Nona benar tentang meninggalnya Airani?" tanya Kaylee yang di angguki oleh Rico dan Elie.


Tanpa basa-basi, tendangan yang sangat on point dan juga sangat fatal, yang melakukannya adalah Kaylee tepat mengenai wajah sebelah kiri Rico.


Itu membuat Elie dan Tina terkejut oleh aksi Kaylee. Entah mengapa Elie merasakan perasaan hangat dan senang.


"Si*lan!!! Jika aku tidak sedang bekerja dan melihat tempat ada di mana. Ingin sekali aku menghabisimu bangsat!!! Beraninya kau melakukan itu pada ponakanku, sampai ia meninggal dengan bayi dalam kandungannya" ucap Kaylee dengan nafas tersengal.


Ia merapihkan kembali lipatan dressnya setelah melakukan tendangan itu, ia kemudian memanggil security dan menyeret keluar, Rico yang kini mulai tidak sadarkan diri karena tendangan yang cukup keras itu.


Tina dan Elie mengacungkan jempol mereka ke arah Kaylee. Hingga membuatnya malu.


"Tante hebat!" ucap Elie memuji dengan tulus.

__ADS_1


"Ye nggak tau saja jika sahabat eyke ini pemegang sabuk hitam karate" ucap Tina.


"Sudah, ayo kita poles lagi yang belum selesai" ucap Kaylee melanjutkan pekerjaannya.


...


Di rumah sakit, Cheryl dengan wajah cerianya duduk di tepi brankar. Ia senang hari ini ia bisa pulang, ia tidak sabar untuk bertemu dengan putrinya. Rasa rindu begitu besar ia rasakan pada putri nya itu.


"Apa sudah di bereskan semua Jum?" tanya Ari


"Sudah tuan" ucap Jum


"Sayang semuanya sudah di bereskan. Kamu tunggu sebentar di sini ya, aku urus administrasi sebentar" ucap Ari dengan lembut.


"Hmm, cepatlah! Aku menunggumu, aku tidak sabar melihat putri cantik kita" ucap Cheryl dengan semangat.


"Iya, tunggu sebentar sayang, Jum kamu temani nyonya" ucap Ari yang kemudian keluar dari ruang rawat inap itu.


"Kalian bersiaplah!" ucap Ari di ponselnya, lalu ia mematikannya kembali. Setelah nya ia berjalan menuju admistrasi rumah sakit.


Setelah selesai, ia kembali ke ruang rawat inap, Cheryl. Ia lalu dengan lembut menuntun Cheryl dengan pelan menuju ke mobil.


Cheryl hanya tersenyum senang di perlakukan bak putri. Padahal dirinya sudah tidak apa-apa dan bisa berjalan sendiri, tapi ia menikmati momen Ari yang memanjakannya.


"Kenapa di tutup sayang?" tanya Cheryl saat Ari menutup matanya dengan sapu tangan.


"Aku ingin memberikan kejutan, jadi aku menutup matamu. Kamu bisa tidur bersandar padaku sembari menunggu mobil sampai di Villa, Oke" ucap Ari lembut.


"Hmm, baiklah" ucap Cheryl dengan senyum mengembang di wajahnya dan bersandar di dada Ari.


Ia tidak sabar, kejutan menyenangkan apa lagi yang di persiapkan Ari untuknya. Mengingat betapa perhatian dan cintanya Ari padanya.

__ADS_1


Cheryl menebak jika mungkin dirinya akan di lamar atau di kejutan pesta kecil penyambutan untuk dirinya pulang dari rumah sakit.


...••••...


__ADS_2