
Keegan sedikit mengagumi keberanian Finn yang langsung mengakui hubungan mereka dengan tegas. Dan panggilan kakak padanya membuat dirinya entah mengapa merasa senang mendengarnya.
"Ekhm..." Keegan berdeham menenangkan diri.
"Jadi kau tuan muda Lance? Apa pekerjaanmu sekarang? Tidak mungkin kau hanya mengandalkan statusmu sebagai seorang pewaris keluarga Lance saja, bukan?" ucap Keegan masih dengan nada datarnya namun tidak dingin seperti tadi.
"Kau seperti sedang interogasi tersangka aja" ucap Daniel menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakaknya itu.
"Sudah kau diam saja!" ucap Keegan pada Daniel dan melirik ke arah Finn lagi meminta jawaban darinya atas pertanyaannya tadi.
"Benar aku adalah anak dari keluarga Lance. Tapi tanpa mewarisi kekayaan dari orang tuaku pun, aku yakin bisa mencukupi apapun yang Elie inginkan. Mengenai pekerjaan, Kakak tertua tidak perlu khawatir. Tentu saja aku memilikinya" ucap Finn
"Pekerjaan apa itu?" tanya Keegan lagi
"Dia ketua F.A Corporation" yang menjawab bukan Finn melainkan Elie yang sedikit jengah dan tidak suka kekasihnya si interogasi seperti seorang tersangka.
"APA??? F.A Corporation???" teriak Daniel dan Keegan secara bersamaan.
"Tidak usah teriak!" ucap Elie kaget, ia tidak sadar jika dirinya juga tengah berteriak.
"Benarkah itu? Jangan sekali-kali kau coba membohongi kami. Kau mungkin bisa memperdaya Elie tapi tidak denganku" ucap Keegan menatap Finn
"Kau pikir aku mengatakan itu tanpa ada dasar apa?" ucap Elie kesal. Finn memegang tangan Elie dengan lembut untuk memenangkannya.
"Kalian bisa mengkonfirmasikannya sendiri dengan Justin George Khel" ucap Finn
Keegan tidak bodoh, ia langsung paham dan yakin yang di ucapkan Elie dan Finn adalah kebenarannya.
Meskipun masyarakat umum mengira Justin adalah pemilik F.A Corporation. Namun Keegan dan pengusaha sukses lainnya tahu, jika Justin hanyalah seorang kaki tangan dari pemilik sebenarnya.
Ternyata pemilik sebenarnya ada di depannya saat ini, dan orang terkaya 10 besar dan di urutan ke 6 dunia itu adalah kekasih dari adik angkat kesayangannya. Itu tentu saja sangat mengejutkan.
Ia segera minta maaf pada Elie dan Finn, atas ucapannya. Ia tidak mungkin menyinggung singa betina yang bisa mengamuk kapan saja.
__ADS_1
Tentu saja ia memperingati Finn untuk menjadi dan tidak menyakiti Elie, baik itu fisik maupun batin.
"Cukup interogasinya, sekarang mana oleh-oleh yang kau janjikan? Berikan padaku sekarang! Aku harus pergi lagi karena ada urusan lainnya setelah ini" ucap Elie
"Bilang aja kau mau pacaran" ucap Daniel
"Iri bilang boss... Makanya cari pasangan, Udah tua masih aja pada betah ngejomblo" ucap Elie telak, tepat mengenai sasaran keduanya, Finn hanya terkekeh melihat kekasihnya menekan mental kedua kakak angkatnya itu.
Setelah selesai urusan dengan Keegan dan membawa oleh-oleh yang Keegan bawa dari kalimantan. Elie dan Finn melanjutkan acara mereka dan melajukan mobilnya ke arah kediaman Keluarga Demetri.
...
Di kediaman Eleanor, Cheryl tengah menelepon beberapa orang untuk mewujudkan ancaman dia kepada Rico.
"Berapa yang kau inginkan sebagai bayarannya?" tanya Cheryl yang tengah berbicara dengan ponsel yang menempel di telinganya.
"...."
"Aku setuju, aku akan mengirimkan setengah uangnya terlebih dahulu sebagai DP. Untuk sisanya aku akan mentransfer setelah kalian berhasil melakukannya" ucap Cheryl.
"...."
Setelah telepon terputus, Cheryl kembali menelepon seseorang yang tak lain adalah Rico.
"Akhirnya kamu jawab juga telepon aku, sayang" ucap Cheryl
"Mau apalagi kamu?" tanya Rico dengan ketus
"Tentu saja menanyakan kembali, apa kau berubah pikiran dan ingin menikahiku?" tanya Cheryl dengan senyum di wajahnya.
"Jangan harap. Itu tidak akan terjadi. Itu hanya ada dalam mimpimu!" ucap Rico setengah berteriak
"Kau... " ucap Cheryl kini geram
__ADS_1
"Kalau kau tak bersedia, akan aku hancurkan makam Rani! Kau tahu aku tidak akan bermain-main dengan ucapanku bukan, Rico!" ucap Cheryl.
"Kau tidak akan berani melakukannya" ucap Rico lagi.
"Tentu saja aku berani, kau pikir aku takut? Aku bahkan sudah menyuruh orang yang saat ini mungkin sudah berada di area pemakaman istrimu" ucap Cheryl
"Kau... " ucap Rico terdengar sangat marah.
"Aku hanya ingin kau bertanggung jawab dengan bayi yang sedang aku kandung, Rico. Ini adalah anakmu, darah dagingmu. Apa kau lupa bagaimana kita merintih kenikmatan saat membuatnya, bahkan saat Rani masih hidup" ucap Cheryl
"Tutup mulutmu!!" ucap Rico geram
"Kenapa? kau tidak suka? Dulu saja kau selalu mengerang nikmat saat di atasku, memujaku dan membuatku melayang sampai melupakan keberadaan istrimu. Apa kau lupa siapa yang sudah menghancurkan masa depanku dulu? Itu adalah kamu! Setelah kematian Rani kau malah menghempaskan aku begitu saja, padahal kematian Rani bukan hanya salah diriku, melainkan kesalahan kamu juga. Hingga ia meninggal tepat setelah melihat kita berpacu dalam kenikmatan yang kita berdua rasakan di ranjang kamar milik kalian berdua" ucap Cheryl.
"...." Rico diam saja, yang di ucapkan Cheryl benar adanya.
"Aku beri kau waktu satu jam untuk berpikir, aku akan meneleponmu lagi nanti untuk meminta jawabanmu. Ingat, jika kau menolak. Aku akan membongkar paksa makam Rani, dan membawa mayatnya untuk ku berikan pada buaya yang kelaparan. Kau tahu aku adalah kakak kandung Rani, tentu pihak pengelola makam tidak akan melarangku melakukannya. Kalau pun iya, semua bisa di selesaikan dengan uang tutup mulut, bukan?" ucap Cheryl kemudian mematikan sambungan teleponnya.
Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia mengelus perutnya yang masih rata itu.
"Ibu janji akan membuat ayahmu mau mengakuinya dan bertanggung jawab pada kita. Meskipun ia bukan ayah kandungmu, ibu akan membuat nya mengakui dan memberikan kasih sayangnya padamu seperti seorang ayah kandung. Tidak akan ibu biarkan seorang pun yang menghalangi rencana ibu." gumamnya dalam hati.
Yang tidak di sadari oleh Cheryl, saat ini seorang pria paruh baya tengah terduduk lemas memegang dadanya.
Air matanya jatuh sambil menahan isakkan tangis yang keluar dari mulutnya agar tidak terdengar oleh siapapun.
"Ya Tuhan, yang aku dengar tidak benar bukan? Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi pada kedua putriku? Apakah kematian putri bungsuku ada kaitannya dengan putri sulungku" ucap Adrian dalam hati.
Setelah terduduk cukup lama, dengan langkah gontai ia turun ke lantai pertama dan masuk ke dalam kamarnya.
Awalnya ia ke kamar Putrinya untuk memberitahu jika dirinya mendapatkan undangan pesta dari rekan bisnisnya. Rencana ia akan membawa Cheryl ke pesta itu besok malam, mengenalkannya sebagai pewaris tunggal Eleanor.
Namun kenyataan yang ia dengar di balik pintu amat sangat mengejutkan dirinya, untuk saja penyakit jantungnya tidak kambuh, dan kondisi tubuhnya dalam keadaan prima.
__ADS_1
Setelah menenangkan dirinya sebentar, Adrian memutuskan untuk ke kediaman Rico. Ia ingin mendengar penjelasan dari menantunya itu.
...