Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Kebodohan Seorang Arhur


__ADS_3

Elie merebahkan kepalanya yang sedikit terasa pusing karena terlalu bekerja keras mengurus pernikahan sang ayah.


Finn mendekati istrinya yang baru pulang itu, tangannya terulur mengelus dan memijat lembut kepala istrinya. Ia tahu jika Elie tengah kecapean saat ini.


"Mas..." gumam Elie lirih saat tahu yang memijatnya adalah sang suami.


"Jangan terlalu di forsir, lagian sudah ada WO yang mengurusi semuanya. Aku tahu kau ingin melakukan yang terbaik untuk ayahmu, tapi kamu juga harus sayang diri kamu sendiri" ucap Finn


"Hmm, maaf mas, aku lupa waktu hari ini..Aku pikir aku sibuk hari ini biar besok aku bisa istirahat dan memberikan waktuku untukmu dan Baby Al" ucap Elie.


"Aku tahu! Sekarang kamu mandi gih. Kita makan malam bersama, Baby Al mencarimu sejak siang tadi, ia rindu bundanya" ucap Finn


"Iya mas, aku tidak enak seharian ini meninggalkannya, aku mandi dulu kalau begitu, Cup!" Elie bangkit dan mengecup dan mel*mat singkat bibir Finn sebelum ke kamar mandi.


"Sayang, kau jahil. Kau membuatnya bangun tapi kamu pergi begitu saja, dasar tidak bertanggung jawab" ucap Finn saat istrinya menggodanya.


"Ha-ha-ha" Elie hanya tertawa ringan menanggapi ucapan suaminya dan segera masuk ke kamar mandi.


...


Di ruang makan, semuanya sudah ada di meja makan. Begitupun Baby Al yang sedang di suapi oleh Elie dengan MPASI.


Setelah bermain sebentar dan menidurkan Baby Al, Elie kembali ke kamar dan mendekati sang suami yang sedang membaca dokumen di atas tempat tidur.


"Sibuk hm?" tanya Elie


Mendengar suara istrinya, Finn menyimpan dua lembar map dokumen berwarna biru itu ke atas nakas.


"Nggak terlalu, aku hanya mengeceknya sekali lagi untuk meeting besok siang dengan klien" ucap Finn menarik istrinya mendekat.


Finn membawa sang istri ke dalam pelukannya. Wangi maskulin milik Finn dan wangi ringan bunga lili menyatu dan sangat menenangkan.


"Mas, aku ingin meminta bantuanmu, boleh?" ucap Elie


"Tentu saja boleh sayang, aku akan melakukan segalanya untukmu. Memang ada sesuatu yang tidak bisa kau lakukan? Biar aku membantumu kalau begitu" ucap Finn segera.


"Ini tentang Arthur" ucap Elie


"Arthur? Kenapa dengan anak itu? dia bikin ulah yang membuat kamu marah lagi? Tapi perasaan sekretarisnya sekarang adalah laki-laki" ucap Finn bingung.


"Ih, bukan tentang sekretaris mas. Aku tahu kalau sekretarisnya sekarang adalah laki-laki. Tapi bukan tentang itu masalah nya. Ini tentang hubungan Arthur dan Kak Cheryl" ucap Elie


"Emangnya ada apa dengan mereka?" tanya Finn.

__ADS_1


"Karena tidak ada apa-apa makanya aku tanya mas, apa bener Arthur bilang ke kamu kalau dia menyukai kakakku?" tanya Elie


"Ya, ia mengatakannya sendiri. Bahkan ia bertekad untuk mengejar kak Cheryl dan menjalani hubungan yang serius" ucap Finn


"Tapi kenapa tidak ada kemajuan? Maksudku, hubungan mereka berhenti di titik yang tidak pasti" ucap Elie


"Lah, kenapa tidak pasti? Bukannya mereka sudah pacaran?" tanya Finn


"Ya belum, makanya aku bilang mereka berada di titik yang tidak pasti. Hubungan Gantung, karena mereka belum jadian" ucap Elie.


"Arthur bilang padaku, kalau mereka sudah sangat dekat dan mereka sepasang kekasih sekarang" ucap Finn bingung.


"Arthur bilang begitu?" tanya Elie terkejut


"Ya, aku tidak mungkin salah dengar sayang" ucap Finn


"Tapi yang aku dengar dan yang aku tahu, Hubungan mereka memang dekat tapi tidak ada kejelasan hubungan mereka itu pacaran atau tidak. Bahkan Arthur belum pernah menembak atau menyatakan perasaan cintanya pada kakak?" ucap Elie


"Hah???" ucap Finn juga sama terkejutnya.


"Astaga.... Jangan-jangan bocah bodoh itu, ya Tuhan" ucap Finn menggelengkan kepalanya.


"Kenapa mas?" tanya Elie.


"Emang ada yang begitu mas?" tanya Elie


"Ada, Arthur contohnya. Dia itu manusia yang tidak pernah jatuh cinta yang sebenarnya l, gayanya doang yang kaya player. Aslinya ia nol pemahaman tentang Cinta" ucap Finn


"Astaga, terus gimana dong mas?" tanya Elie


"Ya sudah kamu tenang aja, nanti besok mas coba ngomong ke dia biar pikiran dia kebuka" ucap Finn.


"Hmm, makasih mas" ucap Elie.


....


Keesokan harinya, Finn memanggil Arthur ke ruangannya. Ia merasa gemas sekali dengan sahabatnya yang satu itu.


"Bos..." ucap Arthur.


Keduanya kemudian duduk di sofa tamu, tatapan Finn sangat dingin seperti biasanya. Namun Arhur merasa tatapan dingin bosnya sangat berbeda.


"Bagaimana hubungan kamu dengan kakak iparku?" tanya Finn langsung

__ADS_1


"Baik-baik saja" ucap Arthur. Ia heran tumben-tumbenan, bos nya itu menanyakan hal itu.


"Apa kamu serius dengan ucapan kamu saat itu, bahwa kamu menyukainya dan akan mengejarnya?" tanya Finn lagi


"Ya seriuslah bos, Cheryl kan sekarang wanitaku bos" ucap Arthur


"Kalian memang udah pacaran?" tanya Finn lagi


"Udah bos! Emang kenapa sih bos?" tanya Arthur heran


"Kamu udah menyatakan perasaan cintamu padanya dan memintanya menjadi kekasihmu?" tanya Finn lagi mengabaikan keheranan dan rasa bertanya-tanya Arthur.


"Belum, tanpa mengatakan nya pun kita sudah tahu perasaan kita masing-masing seiring berjalannya waktu" ucap Arthur Enteng


TAK!!!


Sebuah jitakan keras mendarat di kepala Arthur.


"Awwsss, bos kenapa kau menjitakku, apa salahku?" ucap Arthur meringis kesakitan


"Apa salahmu heh? Kau sangat bodoh Arthur! Kau pikir hanya dengan saling memahami perasaan kau anggap sudah selesai tanpa mengatakan cinta dan memintanya menjadi pacarmu, begitu?" tanya Finn


"Bukannya seperti itu, bos?" ucap Arthur


"Astaga, ini bukan gaya pacaran seperti yang kau pikirkan Arthur. Kau tahu apa yang di rasakan kakak iparku saat ini? Meskipun kalian saling tahu perasaan masing-masing, tapi tetap saja suatu hubungan harus di perjelas. Kamu mengatakan kalian saling ngerti dan tahu perasaan masing-masing. Bagaimana jika yang di pikirkkan kakak ipar tidak kedemikian karena kau tidak pernah menyatakan cintamu padanya? Bisa jadi ia mengira jika kamu hanya ingin berteman dengannya, Tidak ada yang tahu kan?" ucap Finn


Arthur diam saja menyimak apa yang di ucapkan Finn. Ia tidak memotong pembicaraan Finn.


"Kau justru membuat hubungan kalian gantung dengan kakak iparku, hubungan kalian tidak jelas arahnya kemana tanpa kepastian suatu hubungan" ucap Finn lagi


"Mungkin kesempatan kamu bersama kakak iparku akan segera hilang. Aku dengar ada laki-laki yang menyatakan cintanya pada kakak iparku dan mengajaknya menjalin hubungan yang serius dengannya, dan kini laki-laki itu sedang menanti jawabannya. Menurutmu, apa yang akan kak Cheryl jawab? Apakah ia akan bertahan dengan kamu yang tidak jelas mau di bawa kemana hubungan kalian berdua? Atau ia menerima laki-laki yang sudah sangat jelas menyukainya dan memberikan kepastian cinta untuknya?" ucap Finn


Mendengar itu Arthur sangat terkejut, ia kemudian berdiri dan hendak keluar.


"Hei mau kemana kau??" tanya Finn terkejut.


"Aku ingin nyonya bos, mau minta wangsit dan wejangan buat menyatakan perasaanku pada kakaknya dengan cara yang baik dan benar" ucap Finn kemudian berlari keluar ruangan.


"Dasar Semprul!!! Kan kamu bisa nanya padaku Begoooo! Arthuurrr!!!" teriak Finn kesal sambil menggelengkan kepalanya atas tingkah sahabatnya itu.


"Astaga, seperti nya aku salah waktu untuk bicara dengannya. Sebentar lagi meeting dengan klien. Dia malah kabur!" ucap Finn menepuk jidatnya.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2