Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Golongan Darah


__ADS_3

Kini Finn dan yang lain sudah sampai di rumah sakit. Mereka langsung bergegas masuk, karena tidak tahu Cheryl di bawa ke ruangan apa.


Finn mengambil inisiatif menanyakan di ruangan mana Cheryl berada.


"Nona Cheryl saat ini ada di ruangan ICU di lantai pertama lorong sebelah kanan, tuan" ucap Perawat itu dengan nada manja sambil tersenyum malu melihat ketampanan Finn.


Finn mengernyit merasa kurang senang dengan pandangan resepsionis itu padanya, namun saat ini bukan waktunya peduli dengan hal itu.


Jika tidak, ia mungkin bisa membuat Resepsionis itu menangis darah karena telah mencoba menggodanya, Finn beruntung Elie tidak tahu akan itu.


Finn langsung meninggalkan resepsionis setelah mendapatkan jawaban itu, tanpa mengatakan satu kata pun. Ia terlalu malas untuk mengucapkan terimakasih, sedangkan


Resepsionis merasa sedikit kesal karena di abaikan, namun ia tidak bisa melakukan apa-apa. Karena ia memiliki SOP sendiri, jadi ia hanya bisa diam.


...


Mereka kini sudah berada di depan ruang ICU, Setelah 5 menit, terlihat Dokter baru saja keluar dari ruangan itu dan menghampiri mereka yang tengah duduk.


"Apa tuan-tuan dan nyonya adalah keluarga pasien yang bernama Cheryl?" tanya dokter paruh baya.


"Benar Dok, saya ayahnya. Bagaimana keadaan putri saya?" ucap Adrian dengan bibir bergetar.


"Putri anda saat ini masih dalam keadaan kritis. Pukulan di kepala dan wajahnya sangat parah, tulang hidung dan tulang pipi retak. Yang lebih parah adalah tengkorak belakang yang mengalami cedera serius dan harus segera di operasi secepatnya.


Karena setelah melakukan pemeriksaan lanjut, terlihat adanya gumpalan darah di otak dan beberapa syaraf terjepit yang sangat membahayakan nyawa pasien" ucap Dokter.


"Tolong lakukan terbaik Dok, lakukan operasi segera!" ucap Elie


"Tapi tingkat keberhasilan operasi hanya 50%, mengingat kondisi pasien sangatlah parah. Jika pun berhasil, mungkin pasien akan mengalami perubahan di wajah dan juga kehilangan ingatannya secara permanen" ucap Dokter


Adrian terdiam, ini keputusan yang sangat sulit. Namun ia akan mengambil resiko, yang terpenting saat ini adalah keselamatan putrinya. Karena jika tidak segera di tidak, kemungkinan nyawanya akan melayang saat ini juga.


"Tolong operasi sekarang juga, Dok!" ucap Adrian mengambil keputusan bulat.

__ADS_1


"Baiklah, anda bisa mengurus administrasinya. Tapi ada hal lain yang sangat penting, pasien saat ini kehilangan banyak darah dan di butuhkan donor darah sekarang juga dan karena itu sangat di butuhkan selama operasi berlangsung. Namun sayangnya golongan darah O Rhesus negatif di rumah sakit dan bank darah sedang kosong. Mungkin ada anggota keluarga lain yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien?" tanya Dokter.


"Ya Tuhan, bagaimana ini? Ternyata Cheryl memiliki darah yang sama dengan mendiang ibunya, sedangkan aku memiliki darah A" ucap Adrian mengusap wajahnya kasar.


Untuk operasi, tentu tidak masalah dengan biaya semahal apapun, meskipun persentase selamatnya rendah. Namun bisa di ambil keputusan tentang itu dan Adrian masih sanggup membayarnya.


Namun mencari orang yang memiliki golongan darah yang langka yang sama, itu sangatlah susah.


Elie juga terdiam tidak berkomentar,. Jika dirinya yang dulu, ia memiliki darah yang sama dengan kakaknya itu. Namun saat ini ia berada di tubuh Aurelie yang memiliki darah B.


Finn pun sama, ia memiliki darah AB, jadi tidak bisa mendonorkan darahnya untuk kakak iparnya itu.


Di tengah dilema, Elie mengingat satu nama yang mungkin memiliki darah yang sama dengan Cheryl.


Meskipun mungkin perkiraannya salah. Namun tidak ada salahnya ia mencoba bertanya, dari pada tidak sama sekali.


"Ayah, seperti nya kita harus menanyakan pada seseorang, mungkin ia memiliki darah yang sama dengan Kakak" ucap Elie.


Sontak Adrian mendongak dan menatap putri bungsunya itu dengan raut wajah penuh harapan saat mendengarnya.


"Tante Kaylee" ucap Elie


Mata Adrian membola, ia melupakan keberadaan adik dari mendiang istrinya itu. Sampai saat ini ia belum bertemu dengan Kaylee, Elie justru lupa rencana ia mempertemukan Adrian dengan Kaylee, karena sibuk dengan urusan bulan madu, pendidikan, kerjaan dan sekarang mengurus Baby Al.


"Apa kamu punya nomer teleponnya?" tanya Adrian lagi


"Hmm, seperti nya ada, Elie akan coba telepon dia dan menanyakan apakah ia memiliki golongan darah yang sama dengan kakak atau tidak" ucap Elie yang di angguki Adrian.


...


Tuuuttt Tuuuuttt.....


Terdengar nada tersambung di ponsel milik Elie. Ia dengan harap-harap cemas dan tidak sabar menunggu Kaylee mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Hallo" ucap suara di ujung telepon. Akhirnya Kaylee mengangkat teleponnya.


"Hallo Tante Kaylee, ini aku Elie. Apa Tante masih ingat dengan ku?" ucap Elie


"Ah, Elie. Ada apa El? Kenapa baru telepon sekarang? Padahal Tante sudah lama menunggu telepon dari kamu. Apa kamu sekarang butuh tangan ajaib Tante untuk meng make over kamu atau teman mu mungkin?" ucap Kaylee terkekeh dengan nada suara yang lembut dan juga terdengar bahagia saat berbicara dengan Elie.


"Maaf Tante, Elie lupa untuk menghubungi Tante saat itu. Elie menelepon bukan untuk hal itu. Tapi Tante, boleh Elie tanya sesuatu tidak?" ucap Elie pelan


"Tanya apa? Tanyakan saja El, jika Tante bisa jawab. Pasti akan menjawabnya" ucap Kaylee, mendengar itu Elie menghela nafas panjang.


"Apa Tante memiliki golongan darah O Rhesus negatif?" tanya Elie, dalam hati ia berdoa semoga tebakannya adalah benar.


"Loh, kok kamu bisa tahu?" ucap Kaylee.


Mendengar itu, raut wajah Elie sumringah. Ia senang saat ternyata tebakan ia benar, kini ia hanya berdoa semoga Kaylee dengan senang hati mau menolong kakaknya.


"Hmm, begini Tan. Kakak angkatku, Cheryl. Yang juga anak dari kakaknya Tante Kay, sedang dalam kondisi kritis karena terlalu banyak kehilangan darah dan membutuhkan donor darah secepatnya. Bisakah Tante menolong keponakan tante, dengan mendonorkan darah tante?" ucap Elie setenang mungkin. Meskipun hatinya berharap cemas.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi??? Kenapa bisa hal itu terjadi? Tentu El, tentu Tante mau menolong keponakan tante. Kalau boleh tahu, Dia di rawat di mana sekarang?" ucap Kaylee.


"Di Sentra Medika Utara, ruangan ICU. Tante sekarang ada di mana?" ucap Elie


"Tante ada di daerah pusat kota, Tante ke sana sekarang dan akan sampai di sana dalam setengah jam" ucap Kaylee, dalam hatinya tentu saja ia khawatir dengan keadaan keponakannya itu.


"Terimakasih tante dan hati-hati di jalan" ucap Elie.


Tak lama sambungan telepon terputus. Adrian langsung mendekat ke arah putri bungsunya itu.


"Bagaimana El?" tanya Adrian.


"Tante Kay bilang, ia memiliki darah yang sama. Dan akan sampai di sini dalam setengah jam" ucap Elie sumringah.


"Syukurlah..." ucap yang lain menghela nafas lega.

__ADS_1


"Kalau begitu biar aku yang mengurus administrasinya agar langsung di persiapkan untuk operasinya, Ayah, Daddy dan Kamu sayang, tunggu di sini hmm.." ucap Finn yang di angguki oleh Elie.


...°°°••••°°°...


__ADS_2