Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Menolong moza


__ADS_3

Moza dan kedua temannya merasakan kepanasan. Merasa ada yang aneh pada tubuhnya, Moza berinisiatif untuk pulang lebih dulu. Ternyata Ria memiliki pendapat yang sama, dirinya juga ingin segera keluar dari sana karena menyadari ada yang aneh pada tubuhnya juga.


"Kalian mau kemana?" tanya Roni.


"Aku dan Ria pulang dulu ya Ron. Lus ayo kamu ikut pulang nggak?" tanya Moza kepada Lusi


"Aku masih ingin di sini Za, sebentar lagi aja ya" ucap Lusi.


Lusi juga merasakan perubahan pada tubuhnya, namun ia biasa saja. Ia tahu jika ia sudah meminum obat per*ngs*ng. Dan ia tidak takut jika harus berhubungan badan malam ini dengan Roni, karena sebelumnya mereka juga sudah pernah melakukannya.


"Benar kata Lusi, sebentar lagi ya. Ini belum 10 menit dari kalian datang, masa sudah mau pulang" ucap Rico tentu saja tidak akan membiarkan Moza dan Ria keluar dari ruangan.


"Maaf Rico, aku mau pulang saja. Permisi" ucap Moza yang melangkah keluar sambil menahan rasa panas di tubuhnya


"Eits, tidak bisa begitu dong cantik. Tunggu sebentar lagi saja ya" ucap Roni menghalangi langkah Moza.


"Minggir Roni, aku mau pulang!" ucap Moza kesal, ia yakin jika Roni sudah menjebak dia dan teman-temannya.


Namun Roni tentu saja tidak bisa membiarkan itu terjadi, Roni mengkode temannya yang lain yang menarik Ria untuk duduk kembali. Sedangkan dirinya menarik Moza hingga Moza duduk di pangkuannya.


Efek obat itu semakin terasa dan sentuhan kulit Roni pada kulit tangannya, membuat Moza semakin tidak bertenaga. Namun dengan sedikit kesadaran yang ia miliki, Moza memberontak, Saat Roni hendak menciumnya.


Moza sempat melihat, keadaan Ria yang sama dengan dirinya yang tengah berjuang sekuat tenaga. Memberontak dari sentuhan teman-teman Roni. Bahkan kini Ria menangis karena ketakutan dan hampir kehilangan kesadarannya.


Moza juga melihat keadaan Lusi, namun temannya itu justru menikmati sentuhan demi sentuhan teman-teman Roni padanya. Bahkan Lusi mende**h menikmatinya dan membalas perlakuan mereka.


BRAK!!!


Roni dan kawan-kawan nya terkejut saat pintu ruangannya tiba-tiba di tendang oleh seorang wanita yang menggunakan masker.

__ADS_1


Wanita itu melangkah dengan menarik Moza dalam pelukannya dan menendang Roni dengan sangat keras hingga Roni jatuh tersungkur.


Dalam keadaan setengah sadar, Moza melihat wanita bermasker itu, entah mengapa hatinya merasa lega ada yang menyelamatkannya dari bajingan Roni.


"Alpha 02 Beri mereka pelajaran!" ucap wanita yang tak lain Elie itu.


Seorang berpakaian hitam dengan topeng yang berwarna senada itu, Dengan sangat cepat memukuli Roni dan kawan-kawannya. Namun tidak sampai mati, hanya saja kondisi mereka cukup parah, dengan beberapa tulang mereka mungkin patah dan harus terbaring lama di rumah sakit.


Orang berpakaian hitam itu adalah penjaga bayangan dari The Darkness, juga seorang wakil 1 dari Alpha sebagai tim eksekusi, yang sebelumnya sudah Elie hubungi untuk datang malam ini ke Mare Club'.


Hanya dengan Alpha 02, Seorang. Pasukan curut seperti Roni dan kawan-kawannya, yang kasih muda dan lemah. Hanya perlu menggunakan kurang dari 1% kekuatannya untuk memberi mereka pelajaran.


Setelah Roni dan kawan-kawannya tidak sadarkan diri, Elie menyuruh Niel masuk dan membawa teman Moza yang bernama Ria pergi dari Club'.


Kemudian meninggalkan Lusi di dalam sana yang tersiksa karena obat per*ngs*ng. Elie tentu saja tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada Lusi.


Setelah di suntik obat penawar Moza dan Ria tertidur lelap. Perlahan Efek obat Per*ngs*ng itu menghilang. Penawar Milik Elie tidak memiliki efek samping yang membahayakan, jadi itu aman selama sesuai dengan dosis yang di butuhkan.


"Terimakasih Dokter Vano. Maaf sudah merepotkan mu" ucap Elie


"Sama-sama nona Queen, sudah tugas saya" ucap Dokter Vano


"Aku akan memberikan bonus untukmu setelah ini" ucap Elie lagi


"Terimakasih banyak nona, kalau begitu saya permisi" ucap Dokter Vano kemudian keluar dari dalam kamar hotel.


"Niel, kau urus semua yang terjadi di Mare Club'. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun. Dan semua yang terlibat menjebak calon adik iparku, hancurkan mereka beserta keluarganya" ucap Elie dengan nada datar.


"Baik" ucap Niel kemudian ia pergi keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Daniel sekarang tahu, mengapa Elie terlihat sangat cemas dan peduli dengan gadis itu. Ternyata gadis itu adalah adik dari Finn. Laki-laki yang bisa melelehkan hati seorang Queen Legendaris, yang sangat keras dan sulit untuk di luluhkan itu.


...


Tuuuuttt....


"Halo Sayang, ada apa? Tumben telepon, tidak terjadi sesuatu yang buruk, kan?" tanya Stella sedikit cemas saat putri bungsunya telepon. Pasalnya saat ini hampir jam 9 malam dan Elie belum pulang.


"Halo Mom, maaf mom malam ini Elie nggak pulang ke rumah. Elie malam ini tidur di Air Hotel. Boleh Elie minta tolong sesuatu mom?" ucap Elie


"Hotel? Minta tolong apa El?" ucap Stella sedikit bingung dan mencerna ucapan Elie, ia tidak ingin berprasangka buruk sebelum putrinya menjelaskan padanya terlebih dulu.


"Begini mom, tadi saat di jalan Elie nggak sengaja ketemu sama adiknya Finn, Moza dan temannya. Dia ada masalah jadi Elie bantu, dan sekarang keduanya tidak bisa pulang karena masih dalam kondisi drop." ucap Elie menghela nafas


"Jadi Elie bawa mereka ke hotel dan Elie nggak bisa tinggalin mereka. El minta tolong mommy kabarin Tante Fara kalau Moza di ajak El nginap di rumah, El takut Tante Fara khawatir karena Moza belum pulang" ucap Elie


"Oh seperti itu, ya sudah nanti mommy kabarin jeng Fara kalau begitu. Tapi kamu tidak apa-apa kan? Bagaimana kondisi Moza sekarang?" ucap Stella


"Tenang mom, Elie dan Moza baik-baik saja. Apa perlu Video call biar mommy percaya dan merasa tenang" ucap Elie terkekeh.


"Tidak perlu, mommy percaya padamu. Kalau begitu kamu jagain Moza dan hibur dia ya" ucap Stella.


Meskipun ia tidak tahu apa yang di alami Moza, tapi Stella yakin jika putrinya bilang baik-baik saja maka begitulah adanya, ia percaya dan juga merasa lega tidak terjadi hal yang buruk.


Setelah menelepon Mommy nya, Elie menelepon pelayan untuk mengambil selimut dan juga bantal. Malam ini Elie tidur di Sofa, bukannya tidak mau buka kamar lain. Lagian jika ia buka kamar lain juga gratis, karena Hotel ini miliknya sendiri.


Tapi yang Elie takutkan, saat Keduanya sadar dan tahu mereka ada di kamar hotel. Takutnya mereka terkejut dan berpikir jauh yang tidak-tidak. Jadi dengan adanya Elie di sana, ia bisa menjelaskan semuanya. Jika semua sudah berlalu dan baik-baik saja.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2