Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Ciuman pertama?


__ADS_3

Ciuman Sean begitu kuat, meskipun Alexa beberapa kali memberontak. Ciuman itu tidak juga terlepas, justru saat ini Sean memperdalam ciumannya. Alexa yang bibirnya di gigit, terpaksa membuka mulutnya membuat Sean mengakses lebih dalam.


Setelah beberapa saat ciuman itu akhirnya terlepas, mereka saling berpandangan selama sedetik sebelum keduanya sadar. Alexa langsung keluar dari kamar Sean, sedangkan Sean masih terpaku tegang saat menyadari siapa gadis yang ia cium.


"Ta-tadi ya-yang aku cium tadi kakaknya Elie? Ya Tuhan, kenapa aku bisa menciumnya? Kenapa dia berada di kamarku? Dan kenapa aku baik-baik saja setelah bangun dari mimpi itu tanpa obat?" Sean bertanya-tanya dengan nada yang begitu lirih dan tidak percaya.


Lalu ia melihat pintu kamarnya, sambil menyentuh bibirnya. Masih terasa betapa lembut dan manis bibir kakak dari wanita yang ia cintai.


Sean mengusap wajahnya kasar, entah setan apa yang merasukinya. Saat ia terbangun dari mimpi buruknya, ia tidak melihat wajah wanita di depannya dengan jelas. Namun tubuhnya bereaksi sendiri dan menciumnya tanpa sadar.


"Bagaimana jika Elie tahu apa yang aku lakukan pada kakaknya. Bisa-bisa ia membenciku dan mengira aku membalas dendam lewat kakaknya. Ya Tuhan, aku melakukan kesalahan fatal. Mana ada muka aku bertemu Elie di masa depan" ucap Sean


Sean juga baru menyadari, jika efek mimpi yang biasanya terjadi setelah ia bangun kini tidak ia rasakan lagi. Bahkan ia merasa tenang di hatinya.


Di luar kamar Sean, terlihat wajah Alexa memerah. Ia sangat marah namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena situasi dan kondisi Sean yang adalah pasien pertamanya tidak mungkin ia timpuk atau pukul, bukan?


"Sial!!! Ciuman pertamaku... Arrgghhh, dasar cowok brengsek, beraninya dia mencuri ciuman pertama ku. Ya Tuhan, kalau bukan karena ingat dia adalah seorang pasien yang baru saja sadar, pengen tak hiiihhhh.... Astaga bibir perawanku yang sudah aku jaga 23 tahun, hiks... Dasar laki-laki gila brengsek, ca*ul, mesum... huaaa Elie, bagaimana ini? Kakak harus bagaimana? huhuhu" gerutu Alexa hampir menangis.


"Nona Alexa, anda kenapa berdiri di sini?" tanya William yang baru saja datang dan melihat Alexa tengah menggerutu.


"Ah.. Ya Tuhan!! Tuan William anda mengagetkan ku, saja" ucap Alexa mengelus dadanya karena terkejut.


"Astaga, dia tadi dengar yang ku katakan tidak ya?" ucap Alexa.


"Nona, Apa anda baik-baik saja?" tanya William lagi.


"Ah iya, saya baik-baik saja. Oh iya tuan Will, Tuan muda sudah sadar" ucap Alexa


"Benarkah?" tanya William berbinar senang dengan kabar baik yang ia terima.


"Ya, Jadi saya mohon undur diri. Pamit pulang, ah sebentar!" ucap Alexa, ia kemudian mengambil kertas kecil di saku nya kemudian menulis sesuatu di sana.

__ADS_1


"Tuan William, ini obat yang harus di tebus di apotek. Dan tolong berikan pada tuan muda sesuai dosis yang sudah saya tulis" ucap Alexa


"Tentu, terimakasih nona Alexa" ucap William tersenyum tulus.


"Kalau begitu saya pamit tuan" ucap Alexa


"Kenapa buru-buru? Saya bisa mengantar anda pulang nona, tapi setelah saya melihat Tuan muda dulu" ucap William


"Tidak perlu tuan, saya pulang sendiri saja. Tolong sampaikan pada Nyonya Demetri, saya pamit pulang. Permisi" ucap Alexa langsung bergegas pergi, ia tidak ingin berlama-lama tinggal di sana.


William memandang punggung Alexa dengan kening mengerut, terlebih ia melihat kakak dari wanita yang di cintai tuan mudanya itu seperti mau menangis.


Namun William mengabaikan dan berjalan masuk ke kamar tuan mudanya. Ia senang tuan mudanya kini sudah sadarkan diri.


...


Finn tersenyum hangat dan sesekali menatap Elie yang duduk di samping kemudi mobilnya. Eveline yang duduk di bangku belakang memutar matanya jengah melihat kelakuan Finn..


Ia tidak menyangka bos sekaligus calon kakak iparnya itu sangat bucin pada kakak tercintanya .


Bahkan Eveline sering mendengar dan melihat, bagaimana bos nya itu selalu menghindar dari wanita keganjenan yang mencoba mendekatinya saat di Inggris.


"Meskipun si bos dingin dan datar seperti jalan tol tak berbelok, terlebih pada wanita. Namun aku senang, ia memperlakukan kak Queen dengan sangat baik dan mencintainya dengan tulus" ucap Eveline dalam hati


Elie yang mendengarnya tersenyum, saat tahu sifat Eveline sejak dulu tidak pernah berubah. Meskipun Eveline adalah anak yang tertutup dan tidak peduli dengan sekitar.


Namun dia adalah tipikal orang yang peduli dengan orang yang ia sayangi.


"Lia, kau masih ingat dengan kedua kakak laki-laki kamu?" tanya Elie pada Eveline.


Ya, memang saat ini mereka bertiga sedang menuju Q.A Group. Untuk bertemu dengan duo curut Keegan dan Daniel.

__ADS_1


"Masih dong kak, tapi Lia belum tahu wajah mereka sekarang. Apa mereka bertambah tampan kak?" tanya Eveline penasaran


"Ha-ha tentu saja, kedua kakakmu tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan dan hebat" ucap Elie


"Sayang, kok muji pria lain?" ucap Finn dengan cemberut membuat tawa Elie pecah dan mencubit pipi Finn gemas.


"Kau cemburu nggak tahu tempat, Finn. Yang aku bicarakan adalah kakak-kakak ku" ucap Elie terkekeh


"Iya nih ketua, huuuu" sorak Eveline.


"Ini karena aku begitu cinta kamu, sayang" ucap Finn mengecup tangan kanan Elie dan tersenyum manis.


"Ketua, inget ada orang di belakang!" sungut Eveline kesal di jadikan obat nyamuk


"Oh ada orang toh? Kirain nggak ada" ucap Finn, membuat Eveline cemberut.


"Kau ini Eve, panggil aku Ketua terus, emang aku ketua OSIS apa? Panggil aku Kak Finn. Karena kau sekarang adalah adik iparku" ucap Finn serius.


"Masih pacar oiii, belum juga nikah. Kakak ipar dari mana coba?" ucap Eveline


"Ya, kalau kakak kamu mau, aku bisa membawanya ke KUA sekarang juga" ucap Finn sungguh-sungguh.


hal itu membuat Elie bersemu merah, dan membuat Eveline terkejut. Ia tidak menyangka jika bosnya sangat serius dengan kakaknya itu.


"Lia, kamu turutin kata kakak ipar mu. Panggil dia Kakak mulai sekarang!" ucap Elie.


Membuat Finn terkejut dan juga sangat bahagia, pasalnya secara tidak sengaja kekasihnya itu mengakui kedaulatannya terhadap Elie.


"Sayang, aku makin cinta kamu. I love you" ucap Finn berbinar.


Kini mobil mereka sudah sampai di perusahaan milik Elie. Elie dan Finn langsung mengenakan maskernya dan berjalan keluar bersama dengan Eveline.

__ADS_1


Elie sudah menghubungi Daniel, dan memintanya dan juga Keegan untuk datang ke ruangan kerjanya. Karena ada suatu hal penting yang ingin ia sampaikan pada keduanya.


...••••??...


__ADS_2