Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Bertemu kekasih gelap


__ADS_3

Mendengar ucapan asistennya, tubuh Alexa menegang saat baru saja selesai melakukan pemotretan kedua dan pengambilan video iklan.


Bagaimana mungkin Sean kini mencarinya, apa yang sebenarnya yang tuan muda itu inginkan lagi darinya setelah mencuri ciuman pertamanya. Begitu pikir Alexa.


"Ayo kita pergi perusahaan sekarang! Tidak baik membuat bos besar menunggu" ucap Gio semangat empat lima.


"Ya" dengan enggan Alexa ikut pergi ke perusahaan D.G Entertainment.


Sesampainya di perusahaan, Alexa di sambut oleh William dan mempersilahkan Alexa untuk masuk, sedangkan Gio di minta untuk menunggu di depan saja.


Alexa melihat sosok pria tampan yang duduk dengan pakaian rapih, tengah fokus dengan berkas di depannya.


"Selamat siang tuan muda. Ada keperluan apa anda memanggil saya datang?" ucap Alexa dengan nada biasa saja dan ekspresi wajah yang datar.


Mendengar suara Alexa, Sean mendongak. Entah mengapa dirinya merasa senang melihat Alexa yang kini tengah berdiri di depannya, meskipun raut wajahnya datar saat menatapnya.


"Mari silahkan duduk dulu nona Alexa!" ucap Sean mempersilahkan Alexa duduk di sofa tamu.


"Nona Alexa, aku memanggilmu untuk mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf" ucap Sean.


Alexa hanya diam tidak menjawab.


"Saya mendengar dari mamah dan juga William, jika anda yang sudah merawat saya saat saya tidak sadarkan diri. Saya ucapkan terimakasih karena anda sudah mau merawat saya dengan tulus" ucap Sean, melihat Alexa yang hanya diam saja Sean melanjutkan ucapannya kembali.


"Dan saya juga minta maaf atas kelancangan saya yang sudah berani mencium anda, sesaat setelah saya sadar. Tolong maafkan kekhilafan yang saya lakukan. Jujur saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa melakukan hal seperti itu pada anda" ucap Sean dengan tulus.


"Entahlah, mengatakan maaf itu mudah tuan muda. Tapi mengatakan itu adalah hal yang sulit. Yang jelas saya merasa kecewa karena kau berani mengambil hal yang tidak harusnya. Bahkan itu hal pertama yang aku jaga selama 23 tahun untuk suamiku kelak, meskipun hanya bibir" ucap Alexa menatap Sean tajam


"Aku mengerti, aku salah, tolong maafkan aku. Itu juga merupakan hal pertama bagiku mencium seorang gadis selama ku hidup" ucap Sean merasa bersalah.


"Hah, itu bukan alasan kau bisa berbuat seenaknya tuan muda" ucap Alexa


"Lalu aku harus dengan cara apa agar anda bisa memaafkan aku nona?" tanya Sean.


"Sudahlah, lupakan saja semuanya, aku malas membahas hal ini. Anggap semua itu tidak pernah terjadi. Tolong jangan ganggu saya dan jangan mempersulit saya, mungkin setelah menyelesaikan kerja sama iklan saya dengan F.A Corporation. Aku akan mengundurkan diri dari dunia entertainment. Aku harap kita tidak bertemu lagi, Permisi" ucap Alexa


Ia melangkah pergi begitu saja meninggalkan Sean yang masih duduk terpaku menatap Alexa. Entah mengapa hatinya merasa tidak rela gadis itu pergi.


Sean mengusap wajahnya kasar, ia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Bahkan Sean sendiri tidak menyadari jika setelah kejadian ciumannya dengan Alexa.

__ADS_1


Bukan hanya ia tidak memikirkan Elie gadis yang ia pikir ia cintai itu. Dan ia juga sudah tidak lagi mengalami mimpi buruk yang selalu menerornya setiap malam.


...


Tangan Dareen mengepal kuat saat melihat wanita yang ia sukai bermesraan dengan kekasihnya di pojokan kantin.


Meskipun bermesraan di sini merujuk pada keadaan di mana Finn tengah menyuapi makanan pada gadisnya dengan tatapan lembut.


Jangan lupakan tatapan Elie yang begitu senang menerima perlakuan manis Finn, membuat Dareen terbakar cemburu.


"Cih, awas saja. Akan aku buat kau sendiri yang membuat gadisku meninggalkanmu, Finn" gumam lirih Dareen.


Dareen kemudian melangkah meninggalkan kantin dan bergegas untuk pulang saja. Namun saat ia melihat lembaran yang tertempel di Mading.


Langkahnya terhenti, ia melihat brosur camping dan data siapa saja mahasiswa yang ikut di dalamnya.


"Aurelie?" ucap Dareen tersenyum tipis saat melihat nama gadis yang di sukainya ikut


Namun tatapan wajah Dareen mengeras saat melihat nama Finn juga tertera di sana. Sudah di pastikan Finn juga ikut berpartisipasi, jika Elie ikut.


"Bagus juga jika dia ikut, aku akan menjalankan rencana ku di sana kalau begitu" ucap Dareen tiba-tiba dan menyeringai.


...


BRAK!!!


"Aahh Maaf, aku tidak sengaja!" ucap Seorang pria tidak sengaja menabrak troli Cheryl.


"Kalau jalan tuh pake mat.... Ari!!" ucap Cheryl terkejut saat melihat seseorang yang ia kenal.


"Cheryl, kau disini?" tanya pria yang bernama Ari itu


"Ah iya, aku sedang berbelanja" ucap Cheryl sedikit malu karena sebelumnya ia tidak pernah belanja kebutuhan makanan.


Paling ia pernah beli makanan ringan untuk ngemil, bukan sayur-sayuran dan bahan masakan lain.


Cheryl memilih belanja di supermarket, karena ia malas berpanas-panasan jika ia beli di pasar.


"Woow, luar biasa. Seorang Cheryl belanja kebutuhan pokok" ucap Ari terkekeh

__ADS_1


"Apa yang salah?" tanya Cheryl ketus.


"Tidak ada yang salah sayang, aku hanya kaget. Hmmm" ucap Ari, ia memperhatikan ada yang berbeda dengan Cheryl, kemudian matanya melebar melihat sesuatu.


"Cheryl, kau Hamil???" Pekik Ari terkejut setengah berbisik di telinga Cheryl.


Mendengar itu wajah Cheryl memucat, dan menyembunyikan perutnya dan tertutupi troli.


"Sayang, jangan-jangan itu anak kita. Benar bukan?" tebak Ari dengan wajah susah di tebak.


"Tidak!! I-ini bu-bukan anak kamu!" ucap Cheryl. Membuat pengakuan jika ia benar-benar tengah hamil.


"Lalu anak siapa?" tanya Ari memicingkan matanya


"A-anak Rico, suamiku" ucap Cheryl


"Rico? Suami? Ku sudah menikah???" ucap Ari terkejut.


"Tidak-tidak, aku yakin itu pasti anakku bukan? Aku sangat tahu, Rico sudah lama tidak menyentuhmu, setelah Rani meninggal. Benar kan?" ucap Ari.


"Bu-bukan!..." ucap Cheryl dan ia hendak pergi, namun tangannya di cekal oleh Ari dan di peluk olehnya.


"Jangan pergi aku mohon sayang, kau tahu aku sangat merindukanmu. Apalagi saat aku tahu kau tengah hamil anakku, aku akan bertanggung jawab, oke" ucap Ari.


Mata Cheryl terbelalak kaget.


Ia tidak menyangka Ari akan mengatakan hal itu, dan justru senang saat tahu dirinya tengah hamil anaknya.


Ya, yang di kandung Cheryl adalah anak Ari. Selingkuhan dan juga kekasih gelapnya. Meskipun Ari tidak setampan Rico, namun Ari merupakan anak dari orang yang berada meskipun bukan keluarga kaya yang super seperti dirinya dulu..


Cheryl tidak menyangka jika Ari mengatakan akan bertanggung jawab atas bayi yang ia kandung


"Ari terlihat senang saat tahu aku hamil, apa benar dia akan bertanggung jawab? Aku ragu karena dia dulu seorang playboy" ucap Cheryl dalam hati.


Di tengah kegalauannya, Ari kembali memeluk Cheryl dan mengelus kepalanya.


"Kau tahu, aku sangat ingin punya anak, terimakasih kamu mau mempertahankan anak kita sayang" ucap Ari mengecup puncak kepala Cheryl.


"Ari, benar kau ingin bertanggung jawab?" ucap Cheryl menangis di dalam pelukan Ari.

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan bertanggung jawab" ucap Ari, ia menarik salah satu sudut bibirnya. Entah apa yang saat ini ada di pikiran Ari, yang jelas itu bukan sebuah senyuman tapi sebuah seringai.


...••••...


__ADS_2