Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Ketua?


__ADS_3

"Bagaimana tempatnya? Apa kau suka?" tanya Sean dalam nada yang lembut dan senyum yang tidak pernah luntur di wajahnya.


"Hmm lumayan nyaman juga" ucap Elie sambil menganggukkan kepalanya.


Saat makanan mereka datang, Elie sedikit mengernyit saat melihat dua orang pelayan menggunakan sarung tangan saat menyajikan makanan, namun ia mengabaikannya.


"Mungkin ini standar pelayanan di sini" Gumam Elie dalam hati, ia lupa jika Sean mempunyai OCD"


Mereka berdua kemudian makan dengan cukup tenang dan sesekali mereka mengobrol tentang pekerjaan dan hal lainnya.


"Hmm, El, apa kau akhir pekan ini tidak ada acara?" tanya Sean setelah menghabiskan makanan miliknya.


"Ada apa memangnya?" tanya Elie


"Aku ingin mengajakmu ke rumah, kebetulan keluarga dari ibuku dari Beijing akan kembali ke China. Dan mereka ingin bertemu denganmu sebelum mereka pulang ke negaranya" ucap Sean


"Hah? Kau bilang apa barusan?" tanya Elie bingung. ia mengernyitkan keningnya takut ia salah mendengar yang di ucapkan Sean.


"Keluarga ibuku, keluarga Chu dari Beijing ingin bertemu denganmu" ucap Sean lagi.


"Kenapa mereka ingin bertemu denganku? Aku bahkan tidak mengenal mereka" tanya Elie tidak mengerti


"Tidak mungkin aku mengatakan mereka ingin bertemu dan berkenalan dengan calon cucu menantu mereka, bukan?" ucap Sean dalam hati.


Elie mengerutkan keningnya mendengar batinan Sean. Namun ia tidak mengatakan apapun karena ia tidak tahu harus berkata apa.


"Mereka hanya ingin bertemu dan kenal saja. Aku mengatakan pada mereka jika kau adalah seorang pengusaha muda yang sukses" ucap Sean tidak sepenuhnya berbohong.


"Sepertinya tidak bisa. Takutnya aku ada kegiatan lain saat itu" ucap Elie menolaknya secara halus.


Bagaimana pun ia harus menjaga perasaan Finn yang terlebih dahulu dekat dengannya. Mengenai perasaannya pada Sean, sampai saat ini Elie hanya merasa nyaman sebagai seorang teman dalam sharing berbisnis ataupun teman biasa.


Sean yang mendengar itu hanya menghela nafas kecewa. Namun ia tidak bisa memaksa Elie untuk bersedia datang ke rumahnya.


..._¤_...


Pagi-pagi sekali, Finn sudah siap dengan stelan kasual nya, tentunya ia sangat tampan dan juga wangi. Ia turun ke bawah bergabung dengan keluarganya yang sebentar lagi akan menikmati sarapan mereka.


Kecuali Papahnya yang masih berada ruang kerjanya, karena ada sesuatu yang harus ia periksa, dan sarapannya akan di antar oleh sang istri nanti setelah mereka sarapan.

__ADS_1


"Mau kemana sudah rapih dan wangi Kak?" tanya Moza, adik perempuan Finn


"Kepo" jawab Finn dengan nada datar dan cueknya.


"Cih, kakak nggak asik" ucap Moza berdecih.


"Bodo" balas Finn


"Dengan sifat kakak yang kaya kutub dan datar itu, siapa pula gadis yang mau dengan manusia batu tak berekspresi seperti kakak, huh" ucap Moza kesal.


"Sepertinya kamu akan kalah Za, gayanya kakakmu tengah dekat dengan seorang gadis" ucap Fara menimpali


"Oh ya? Emang ada gadis yang mau sama Kak Finn, mah? Apa mata gadis itu katarak? Awwwss sakit kak" ucap Moza mengelus keningnya yang terasa pedas karena jitakan jemari sang kakak.


"Kalau ngomong tuh yang bener, sembarangan nyumpahin calon kakak ipar kamu katarak" sungut Finn.


"Issshh kalau bukan katarak apa namanya coba? Kok mau sama manusia modelan kaya kakak" ucap Moza


"Tentu saja dia gadis cantik dan luar biasa, karena sudah melihat dengan benar jika kakak adalah pria tampan dan juga bermasa depan cerah tentunya. Mamah aja setuju dan mendukung, ia nggak mah?" ucap Finn meminta persetujuan mamahnya


"Kalau itu mamah setuju, El memang menantu idaman mamah. Kau harus bisa meluluhkan hatinya dan menjadikannya menantu mamah Finn" ucap Fara bersemangat.


Moza hanya melongo melihat interaksi antara mamah dan kakaknya. Dia penasaran dengan calon kakak iparnya itu. Apa iya se luar biasa yang ia dengar dari keduanya.


...


Finn memarkirkan mobilnya di halaman kediaman Adhisti. Ia kemudian menekan Bel dan di buka oleh maid di sana.


"Den Finn ya?" tanya maid yang di angguki oleh Finn


"Mari masuk Den, Silahkan duduk, saya panggilan nona El dulu" ucap Maid pamit sopan.


Maid itu kemudian melangkah meninggalkan Finn yang duduk di ruang tamu dan Melangkah menuju kamar Elie berada di lantai dua.


"Finn, kau datang jemput El?" tanya Kelvin yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Selamat pagi om, iya om, Finn minta izin ajak Elie keluar dan mungkin pulang sedikit terlambat" ucap Finn sopan sambil menyalami tangan Kelvin


"Pagi juga, memang kalian mau kemana?" tanya Kelvin

__ADS_1


"Finn mau ajak El jalan-jalan ke ibukota keliling saja dan nonton di bioskop. Kebetulan filmnya tayang jam setengah 8 malam nanti, jadi pasti terlambat om. Oh iya Om, boleh minta nomer telepon Om Duke" ucap Finn


"Panggil om Kelvin saja, jangan Om Duke. Berasa orang kerajaan antah berantah mana, jika di panggil Duke" ucap Kelvin terkekeh.


"Ini nomer om, kamu coba misscall sekarang, biar om juga simpan nomer telepon kamu" ucap Kelvin.


"Baik om" ucap Finn


Lalu keduanya saling menyimpan nomer di ponsel mereka. Mereka melakukan ini untuk berjaga-jaga untuk segala kemungkinan terjadi. Dan Kelvin juga melihat Finn adalah orang yang bisa di percaya, jadi Kelvin sedikit tenang jika Elie keluar bersama Finn.


"Finn... Loh Daddy di sini juga, tidak kerja dad?" ucap Elie yang baru turun.


"Iya sayang, kebetulan daddy keluar dari ruang kerja ketemu Finn yang lagi nungguin kamu. Daddy berangkat kerja sebentar lagi. Kalian mau berangkat sekarang?" tanya Kelvin


"Iya dad, El sama Finn pamit ya. Tolong kasih tau mamah dan kakak." ucap Elie


"Iya, hati-hati. Finn, om titip anak gadis om, jaga baik-baik" ucap Kelvin


"Tentu om, tenang saja. Kami pamit dulu om" ucap Finn kemudian pamit pergi bersama Elie.


...


Elie tercengang saat mereka berhenti dan mobil mereka terparkir di depan gedung perkantoran yang sangat besar. Bahkan gedung itu sama besar dengan gedung miliknya.


F.A Corporation nama itu terpampang di depan gedung. Elie mengerutkan keningnya, namun ia mengikuti langkah Finn tanpa banyak bicara.


Sampai akhirnya mereka berdua sampai di lantai paling atas, tanpa adanya hambatan saat lewat. Karena hanya ada security dan juga resepsionis yang ada di sana yang menyapa mereka dengan sopan.


Elie menatap tangannya yang di genggam erat oleh Finn, sejak keluar dari mobil.


"Perusahaan siapa ini Finn? Kenapa kita kemari?" tanya Elie.


"Ikut saja, setelah sampai aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Aku janji" ucap Finn sungguh-sungguh


"Elie hanya mengangguk dan mengikuti Finn menuju sebuah ruangan. Dan secara kebetulan Justin lewat di sana dan menyapa keduanya.


"Selamat pagi Ketua dan nona... " ucap Justin bingung memanggil gadis di depannya dengan sebutan apa.


"Ketua?" batin Elie membelakan matanya tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


...


__ADS_2