Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Angga terkejut


__ADS_3

Setelah melihat adiknya masuk ke dalam mobil milik Finn, Angga membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam restoran.


Meskipun ada dua hal yang mengganjal di hatinya saat ini, yaitu tentang siapa laki-laki yang begitu familiar, yang di lihatnya tadi bersama dengan adiknya juga Finn. Dan juga tingkah adiknya yang begitu lengket dengan Finn, yang bahkan keduanya bergandengan tangan.


Angga juga melihat Finn yang saat ini senyum cerah yang sangat menawan ke arah adiknya juga, memperlakukan Elie bak ratu dengan membukakan pintu untuknya.


Angga menepis pikirannya, nanti ia akan tanyakan tentang hal itu pada adiknya saat dirinya sudah berada di rumah. Sekarang cacing perutnya sedang berdemo meminta makan.


"Untuk berapa orang kak? Di ruangan private atau umum" tanya pelayan dengan sopan.


"Satu orang, Pakai ruangan Private" jawab Angga


"Baik, tunggu sebentar kak" ucap pelayan itu


Lalu pelayan itu memanggil salah satu rekannya, yang bertugas mengantarkan tamu dan mengatakan jika Angga memesan ruangan privat. Dan pelayan baru itu mengangguk mengerti.


"Silahkan ikuti saya sebelah sini, kak" ucap pelayan yang baru saja di panggil.


Angga mengikutinya hingga ia masuk ke salah satu ruangan private restoran itu. Angga mengangguk pelan karena merasa dekorasi di ruangan itu terlihat sangat artistik dan juga nyaman. Suhu udara juga di sesuaikan dengan baik.


Setelah memesan. sambil menunggu makanan datang, mengotak-atik ponselnya secara acak. Ia membuka google dan setelah lama berselancar di sana, ia tak sengaja ia melihat photo di barisan berita bisnis.


Degh!


"Pria ini... Astaga..." ucap Angga terkejut dan menutup mulutnya.


Ia kemudian mengklik link berita itu, wajahnya makin terlihat terkejut.


"Ya Tuhan, pria yang bersama Elie tadi adalah asisten dari orang terkaya nomor satu di negara ini? Woooaahhh, adek ku gileeee hebat bener ya, bisa kenal sama orang-orang hebat seperti ini" monolog Angga masih dalam mode terkejut dan bangga, jika adiknya kenal dengan orang-orang hebat.


Setelahnya pikirannya tentang asisten orang terkaya di negaranya itu terpotong karena pelayan datang mengantarkan makanan.


"Silahkan di nikmati kak" ucap Pelayan menata makanan di atas meja kemudian permisi keluar.

__ADS_1


Angga menikmati makanan lezat di restoran ini, berapa kali ia memuji enaknya rasa masakan itu, saat masuk ke dalam mulut dan juga perutnya. Sampai di salah satu suapan, pikirannya mengarah ke suatu tempat.


"Uhhuuukkk... Uhuuuukk..." Angga tersedak hingga hidung nya terasa pedih, Angga bergegas mengambil minum dan menenggaknya.


"Uhuk... A-asisten itu bernama Daniel, Bukan? Bu-bukankah asisten di perusahaan Elie juga bernama Daniel yang sering El panggil Niel? Ya-ya-ya, aku ingat itu saat El menerima telepon dari asistennya saat berhasil menjual unit apartementnya" ucap Angga


Jika saja Angga saat itu sudah sadar saat Daniel datang ke rumah sakit saat ia di rawat. Mungkin ia akan tahu sejak lama.


"Daniel? Asisten? Queen? Q.A Group? OH EM JI, ASTAGA NAGA!!!!!" teriak Angga kecang karena terkejut dengan tebakannya sendiri, beruntung ruangan itu kedap suara. Jadi tidak terdengar oleh orang di luar ataupun ruangan sebelah nya.


Angga refleks menepuk kedua pipinya sendiri, setelah menarik nafas dan menghembuskan nya selama beberapa kali. Angga segera meminum minumannya lalu bergegas berdiri, kini perutnya tiba-tiba merasa kenyang,eskipun makanannya masih banyak di atas meja.


Dengan sigap ia keluar dari ruangan dan membayar makanan yang ia pesan di kasir. Lalu ia pergi membawa mobilnya pulang ke rumah.


...


Di dalam mobil, Finn menggenggam erat tangan Elie dan sesekali mencium nya. Elie yang merasa nyaman, membuka seat belt dan mengarahkan kepalanya dan di senderkan ke pundak sang kekasih


"Apa kau merasa senang sudah bertemu dengan ayahmu, sayang?" tanya Finn dengan nada yang sangat lembut dan penuh kasih sayang


"Hmm, aku sangat senang. Kau tahu, tadi ayah memelukku, bahkan menganggap ku putri angkatnya" ucap Elie dengan senyum bahagia mengembang di wajah cantiknya.


"Aku juga bahagia jika melihatmu bahagia sayang. Terus lah bahagia setiap waktu" ucap Finn tersenyum dan mengecup kepala Elie singkat.


"Aku memberi tahu identitas ku yang mana anak bungsu dari keluarga Adhisti pada ayah. Namun aku tidak bisa memberi tahu yang sebenarnya, jika aku adalah Airani. Aku sudah memutuskan jika aku akan menutup rapat rahasia tentang hal ini, dan membiarkan kamu menjadi satu-satunya yang tahu" ucap Elie


"Aku akan mendukung semua keputusan mu" ucap Finn.


"Terimakasih untuk semuanya, Finn" ucap Elie tulus.


"Sama-sama sayang, sekarang kita mau kemana? tanya Finn


"Pulang! Aku sudah lelah dan ingin segera istirahat" ucap Elie dengan nada manja.

__ADS_1


"Baiklah my Queen, aku akan mengantarmu pulang. Tidurlah, jika sudah sampai di rumahmu, aku akan membangunkanmu" ucap Finn


"Hmm" ucap Elie kemudian memejamkan matanya dan tak lama kemudian dia tertidur, sedangkan Finn memeluk nya dengan tangan kirinya.


Finn sengaja mengemudi dengan pelan agar tidur Elie nyenyak dan tidak terganggu, karena ada beberapa polisi tidur hingga membuat guncangan ringan di mobil saat melewati nya.


...


Gista tengah menggandeng seorang pria tua yang kurus masuk ke dalam sebuah hotel berbintang. Tentu saja pria itu berbeda dengan pria-pria yang sebelum-sebelumnya, karena itu pelanggan barunya.


Kehidupan gelap yang di lakukan Gista, yang awalnya hanya untuk menutupi biaya kuliahnya itu, membuatnya makin ketergantungan, terlebih ia dengan mudahnya menghasilkan pundi-pundi cuan yang masuk ke dalam rekening miliknya.


"Sayang, aku akan mandi dulu" ucap Gista dengan nada sen*ual, sudah seperti seorang j*l*ng profesional dengan jam terbang yang tinggi.


Setelah selesai mandi, dirinya langsung di tubruk dan pelanggan barunya ini dengan tidak sabar untuk menikmati setiap jengkal tubuh Gista.


"Sayang, Tunggu dulu. Pakai dulu pengamannya" ucap Gista, menolak dengan halus saat pemukul itu siap masuk ke goa miliknya


"Pakai pengaman tidak enak sayang, enak Tel*nj*Ng tanpa sarung" ucap pelanggannya yang sudah bernafsu melihat Goa milik Gista dan segera ingin mengunjunginya.


"Jangan sayang, aku tidak bisa mengambil resiko, karena hari ini masa suburku" ucap Gista dengan lembut.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan mengeluarkannya di dalam. Kalau tidak, aku sekarang membawa pil pencegah kehamilan, setelah melakukannya kau bisa meminum nya" ucap pria itu lagi


Gista terdiam, ia ragu untuk menerima pengaturan pelanggan barunya.


"Aku akan membuatmu 3 kali lipat dari harga seharusnya, bagaimana?" ucap pria itu lagi, melihat Gista diam ia menaikannya lagi hingga 5 kali lipat yang artinya dia di bayar 50 juta malam ini.


"Baiklah" ucap Gista menerimanya, karena uang yang akan ia terima lebih banyak malam ini. Dan membuatnya tergiur dengan jumlahnya.


Tidak ada masalah baginya jika tidak menggunakan pengaman. Toh ia akan meminum pil pencegah kehamilan setelah nya, jadi ia tidak mungkin hamil.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2