
Menyadari kedua orang di depannya hanya terpaku terdiam, kedua tamu itu berdeham. Namun tetap saja kedua orang di depannya larut dalam pikirannya masing masing.
"Tuan, nona permisi" ucap salah seorang tamu itu melambaikan tangan nya.
"TUAN!!!! NONA!!!" teriak tamu itu, membuat kedua orang di depannya tersadar, bahkan membuat beberapa maid datang tergesa-gesa karena takut terjadi apa-apa.
"Ada apa tuan nona?" tanya maid dengan panik.
Melihat keadaan jadi ramai, kedua tamu itu tersenyum canggung dan menggaruk tengkuk lehernya, merasa tidak enak.
"Maafkan saya tadi berteriak, itu karena tuan dan nona sejak tadi terdiam saja, kami sudah memanggil beberapa kali tapi tidak ada respon" ucap tamu itu, meminta maaf.
"Ah, maaf tadi aku melamun. Kalian pergi lah! Tidak ada apa-apa di sini" ucap Angga yang sudah kembali kesadarannya dan meminta maid pergi.
"Maaf, jadi bagaimana? Bisa di tanda tangani dokumen kepemilikan nya?" tanya tamu itu lagi.
"Tunggu sebentar pak" ucap Angga dan menoleh ke arah adiknya.
"Lexa bisa kamu jelaskan apa maksudnya ini? Apa kamu membeli unit apartemen mewah ini? Apa kamu menghabiskan seluruh tabunganmu untuk membeli ini? Apa Daddy dan mommy mengetahuinya dan mengizinkan nya?" tanya Angga dengan tatapan menyelidiki
"Ah, bukan seperti itu kak. Aku tentu saja tidak berani membeli apartement yang harganya ratusan milyar. Bahkan uang tabunganku tidak cukup untuk membayar DP nya" ucap Alexa menunduk.
"Lalu kenapa kedua orang dari agen properti datang mencarimu? bahkan Dokumen kepemilikan sudah lengkap hanya butuh tanda tanganmu saja. Bukankah itu berarti kau sudah membayarnya?" ucap Angga
"Itu bukan aku yang beli kak, itu dari Finn" ucap Alexa mau tidak mau mengatakan yang sebenarnya.
"Finn?? Pacar El?" tanya Angga terkejut dan tidak percaya.
"Sumpah kak, aku juga awalnya ucapan Finn hanya bercanda akan memberikanku pajak jadian dirinya dengan El, berupa unit apartemen di Sky Blue Tower padaku. Saat itu aku sedang mengungkit keduanya pacaran, tapi aku baru mengetahuinya baru-baru ini, dan aku bercanda meminta pajak jadian padanya. Aku nggak tahu kalau Finn serius dengan ucapannya dan benar-benar memberikanku apartemen" ucap Alexa
"WHAT???" teriak Angga Membuat ketiga orang lainnya terkejut.
"Gilaaaa! Kejutan apa lagi ya Tuhan!! Kedua orang berpasangan itu membuatku sakit kepala karena kebanyakan mikir" ucap Angga mengusap wajahnya kasar.
"Ma-maaf Tuan, bisakah nona Alexa menandatangani dokumennya dulu? Kami harus kembali ke kantor, karena ini sudah hampir petang" tanya Agen properti itu.
Dia dan juga rekannya hanya menjadi penonton percakapan antara dua kakak beradik itu. Mereka sama sekali tidak peduli dengan alasan mengapa mereka bisa mendapatkan Unit ini.
Yang mereka inginkan agar Alexa segera tanda tangani dokumen itu, lalu mereka pulang dengan bonus besar karena berhasil menjual unit termahal di sana.
__ADS_1
"Lexa, tanda tangani saja dulu! Biar nanti kita bicarakan hal ini dengan Finn" ucap Angga yang di angguki Alexa dan kemudian ia menandatangani dokumen kepemilikan atas nama dirinya itu dengan gemetar.
"Terimakasih tuan, nona. Kalau begitu, kami berdua pamit. Semoga anda betah tinggal di Sky Blue Tower, jika ada keluhan, anda bisa menghubungi agen resmi kami, layanan tersedia 24 jam" ucap Agen itu kemudian pergi.
Kedua kakak beradik itu menghela nafas sambil memandangi dokumen yang tergeletak di atas meja itu. Dengan pikiran yang rumit.
...
Di rooftop AILIE Resto, Finn tengah memeluk Elie dari belakang dengan dagu di tempelkan di pundak kekasihnya itu.
Mereka berdua menikmati indahnya matahari terbenam di ufuk barat. dan angin sejuk sepoi-sepoi menerpa keduanya.
"Jangan takut matahari terbenam karena takut akan gelap. Karena aku akan menjadi penerangmu di sepanjang harimu. Dan aku tidak akan takut matahari tenggelam, karena cahaya hidupku ada pada dirimu" ucap Finn
"Aku tahu dan aku percaya" ucap Elie tersenyum dan menikmati hangat pelukan kekasihnya itu.
"Senja yang cantik" ucap Elie melihat pemandangan di depannya
"Tidak secantik dirimu" ucap Finn yang membuat Elie terkekeh.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Finn
"Meskipun aku tahu itu hanya gombalan. Entah mengapa aku merasa bahagia" ucap Elie.
"Lalu adik dan mamahmu? tidak cantik?" tanya Elie
"Cantik, tapi kamu lebih cantik. Ya, setidaknya satu level di atas mamah" ucap Finn kemudian keduanya tertawa bersama.
"Tapi seberapa cantiknya aku, aku akan menua dan keriput, dan kecantikan tidak akan ada artinya lagi saat itu" ucap Elie
"Aku tidak peduli, bukankah saat itu aku bertambah tua dan keriput juga. Lalu apa bedanya?" ucap Finn
"Kau pandai bersilat lidah" ucap Elie
"Lidahku hanya bersilat ketika bertemu kamu saja, awwwsss ha-ha-ha maaf sayang, keceplosan" ucap Finn saat di cubit oleh kekasihnya.
"Silat lidah yuk!" ucap Finn lagi
"Finn!!!" ucap Elie kesal dan cemberut.
__ADS_1
"Kamu menggemaskan saat cemberut begini" ucap Finn mengecup bibir Elie singkat, kemudian mereka melanjutkan menikmati indahnya senja sore hari menjelang malam dengan canda dan tawa.
...
Finn dan Elie kini sudah di mobil Finn, dan berjalan menuju ke kediaman Adhisti. Di sepanjang jalan Finn diam dan menggenggam tangan Elie.
"Ada apa? Katakan lah, aku tahu ada yang ingin kamu katakan?" tanya Elie.
"Hmm, aku harus kembali ke Inggris untuk beberapa hari" ucap Finn
"Apa ada masalah di perusahaan?" tanya Elie
"Tidak terlalu mendesak, hanya saja ada sedikit masalah dengan kontrak kerja dengan perusahaan Kiel Company. Dan ketuanya menginginkan untuk bertemu dengan ku secara langsung, untuk membahas kerja sama antara dua perusahaan ini" ucap Finn
"Kiel Company? Perusahaan terbesar di Inggris, dan termasuk peringkat kelima di dunia?" tanya Elie terkejut.
"Ya, Perusahaannya setingkat di atas perusahaanku. Ini merupakan proyek kerja sama yang cukup besar" ucap Finn terdengar dari nada nya ia sangat malas membahas ini.
"Kenapa kau seperti ogah-ogahan dengan kerja sama perusahaan ini?" tanya Elie.
Finn menggenggam tangan Elie, dan membawanya untuk di cium. Finn melajukan mobilnya cukup pelan hingga jarak yang harusnya di tempuh setengah jam. Mungkin tidak akan sampai dalam waktu satu jam untuk mencapai mansion Adhisti.
"Aku malas bertemu dengan orang-orang Kiel Company" ucap Finn jujur
"Masalah wanita?" tanya Elie
"Mungkin benar, karena kemungkinan jika aku datang. cucu dari ketua Kiel Company, Carmila. Akan datang juga" ucap Finn tanpa menutupinya.
"Carmila? Model internasional yang terkenal itu?" tanya Elie.
Elie mengetahui jika Camila Kiel, adalah model papan atas list S berumur 21 tahun, yang sudah merambah di dunia internasional. Meskipun kakaknya Alexa juga model internasional, namun meskipun di dalam negeri Alexa Model list S. Di dunia internasional Alexa hanya List A.
"Apa dia menyukaimu?" tanya Elie
"Ya, dulu dia selalu mengikutiku seperti penguntit saat aku masih kuliah di Inggris. Namun aku sebisa mungkin menghindarinya dan tidak bertemu dengan nya" ucap Finn membuat Elie terdiam
Melihat Kekasihnya terus terdiam, Finn menepikan mobilnya di area parkir taman. Ia membuka seat belt dirinya dan Elie kemudian mencium bibir kekasihnya itu.
"Jika kau tidak menginginkan aku pergi, aku tidak akan pergi. Aku akan menemanimu di sini." ucap Finn setelah melepas pagutannya
__ADS_1
Mata Finn menatap lekat mata Elie yang menatapnya juga. Finn sangat tahu kegelisahan kekasihnya itu.
...••••...