Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Rencana Dareen


__ADS_3

"Duduk di sini saja Rel" ucap salah satu mahasiswi yang satu jurusan dengannya yang bernama Nindi, ia menepuk salah satu kursi di sampingnya yang masih kosong.


"Terimakasih, tapi Elie duduk denganku!" ucap Finn menarik pelan Elie agar duduk di sebelahnya.


"Maaf Di, aku duduk dengan Finn saja" ucap Elie sambil tersenyum tidak enak ke arah teman sekelas nya itu.


"Okeh tidak masalah. Santai saja, mungkin pacarmu tidak ingin jauh-jauh dari kami" ucap mahasiswi itu dengan senyum ramah.


Finn dengan sigap menaruh tas milik dirinya dan Elie ke bagasi kecil di atas tempat duduk. Kemudian ia duduk di samping kekasihnya itu, dengan manja menyenderkan kepalanya ke bahu Elie.


"Finn" ucap Elie


"Biarkan begini sayang" ucap Finn lembut.


Elie merasa malu karena hampir semua mahasiswa dan mahasiswi lain menatap ke arah mereka berdua.


Sedangkan Dareen yang kebetulan satu mobil dengan Elie dan Finn, ia menatap tajam dan mengepalkan tangannya erat melihat kedua orang yang duduk tak jauh darinya.


...


Ada dua bus yang kini sudah terparkir area camping, tempat di mana mereka akan membangun tenda di sana. Semua mahasiswa dan mahasiswi yang berpartisipasi dalam acara camping, segera turun dari bus.


Setelah berkumpul melakukan briefing sebentar tentang pembagian kelompok Hiking dan tempat berbagi tenda untuk tidur.


Semua orang yang berpartisipasi di bagi dua orang perkelompok untuk tidur di tenda dan mulai membangun tenda mereka masing-masing.


Elie satu kelompok dengan Nindi, mereka mendirikan tenda dengan cekatan. Sedangkan Finn membangun tendanya berdua dengan Gusti, teman satu kelompok untuk tidur.


Untuk Acara Hiking Finn, Elie, Gusti dan Nindi satu kelompok yang memang sudah di bicarakan Oleh Elie di kampus sebelumnya.


"Tri, kamu cari kayu bakar di temani Finn! Aurelie juga cari kayu bakar, di temani Dareen! Ini hanya kelompok sementara untuk mencari kayu bakar yang ajan di jadikan api unggun dan bahan buat memasak" ucap ketua panitia.

__ADS_1


Dareen tersenyum penuh kemenangan, tidak sia-sia ia menyuap ketua panitia, agar ia bisa memiliki waktu berdua dengan Elie. Sedangkan Finn merasa kesal dan tidak suka dirinya di pisah dengan Elie.


Namun Elie menoleh, menatap dan mengangguk kecil ke arah Finn. Finn yang paham dengan kode itu dan hanya menghela nafas pasrah, dan mengikuti sinyal dari kekasihnya.


Ia tahu jika mungkin kelompok sementara itu di bentuk secara sengaja. Dan ia juga penasaran apa yang sebenarnya ingin di rencanakan oleh Dareen.


...


Elie kini tengah mencari kayu bakar di temani Dareen yang melangkah di belakangnya. Laki-laki itu selalu mengambil kayu yang di pungut oleh Elie.


Dareen berusaha mencari muka dengan bersikap Gentle dan selalu memasang senyum di wajahnya di depan Elie.


"Biar aku saja yang bawa, tangan kamu yang sangat lembut itu jangan sampai terluka oleh ranting-ranting kering ini. Biar aku saja yang memungut dan membawanya" ucap Dareen.


Elie tidak menggubris ucapan Dareen, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bahkan ekspresi wajahnya yang datar, ia mengabaikan Dareen dan berlalu pergi mencari kayu atau ranting-ranting yang lain.


"El, biar aku yang bawa, sini!" ucap Dareen hendak mengambil ranting yang berada di tangan Elie.


"Huft, gadisku memang sangat dingin dan sulit untuk di taklukan dengan pesonaku yang membara. Kau membuat ku sangat penasaran dan sangat bergairah jika berdekatan dengan mu sayang" gumam Dareen dalam hati dan tersenyum tipis


Elie yang mendengar batinan itu hanya mendengus jijik, ia tidak suka dengan tipikal pria yang terlalu terobsesi pada hal yang bukan seharusnya. Apalagi terobsesi dengannya, itu membuatnya makin ilfil.


Saat tengah berjalan, telinga Elie berkedut, sebagai seorang ahli dalam penyerangan dan pengintaian. naluri Elie sangatlah tajam, ia dengan cepat menyadari sebuah pergerakan dalam jarak kurang dari 50 meter dari posisi ia berdiri.


"Tiga orang, Ha-ha-ha! Kita lihat apa yang sebenarnya di rencanakan cecunguk itu. Apa maksudnya ia ingin menyergapku dengan tiga orang dengan kemampuan rendahan seperti itu? Bahkan melawan lebih dari 10 orang pun, aku tidak akan bergerak dari posisiku berdiri dan bisa membunuh mereka dalam sekejap" ucap Elie.


Wusshhh!!!


Benar saja, tiga orang dengan menggenakan penutup wajah dengan pakaian hitam-hitam. Tiba-tiba muncul di depan Elie.


"Hai, cantik. Ikut kami yu,kita bersenang-senang" goda salah seorang di antara Tiga orang itu.

__ADS_1


"Si..." belum juga menyelesaikan satu kata, ucapan Elie di serobot begitu saja oleh Dareen.


"Heii, siapa kalian?? Pergi dari sini dan berani-beraninya kalian ganggu pacarku!" Teriak Dareen yang kini sudah berdiri di depan Elie.


"Cih, dia pikir aku akan kukuh dan jatuh cinta padanya, hanya dengan dia memerankan tokoh seorang pahlawan yang menyelamatkan wanita cantik? Ha-ha-ha imajinasi nya sungguh bodoh dan tidak kreatif. Dia pikir aku gadis bodoh? Menggunakan trik murahan untuk menjeratku" ucap Elie dalam hati.


Dareen memberikan kode dengan kedipan matanya pada tiga orang di depannya. Melihat kode itu, ketiganya segera menyerang Dareen bersamaan, namun tidak menggunakan tenaga mereka q.


Elie hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia berbalik dan meninggalkan Keempat orang bodoh yang tengah mempermainkan drama Opera, si Pitung melawan Trio penyamun.


Tidak ada Faedahnya dia menyaksikan Drama membosankan itu. Ia melangkah menjinjing kayu bakar dan membawanya menuju tenda.


Dareen yang sedang berpura-pura berkelahi dan berhasil menghempaskan ketiganya sesuai skenario yang mereka buat


"Jangan takut Aurel, mereka sudah aku kalahkan dan tidak akan berani menggertak dan menggoda mu" ucap Dareen dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Loh, Rel, kamu di mana??" teriak Dareen ia menoleh ke kanan kiri.


Pasalnya saat Ia menoleh ke belakang, namun ia terkejut tidak melihat Elie di sana.


"Ah, mungkin ia terlalu takut, berlari dan bersembunyi. Atau dia sudah kembali ke tenda, dia pasti akan berterima kasih padaku nantinya, yang sebagai pahlawan ini" monolog Dareen tersenyum sendiri.


"Kalian bertiga, pergilah!!! Tugas kalian sudah selesai, uang sisanya nanti saya transfer" ucap Dareen


Mereka pamit dan pergi, setelahnya Dareen berjalan ke arah tenda.


"Aaaaaahhhh Toloooongggg!!!" sebuah teriakan wanita terdengar kencang


Bukan hanya Dareen yang mendengar, semua orang yang tidak jauh di sana juga mendengarnya dan bergegas menuju ke arah teriakan itu, termasuk Elie yang tahu jika itu suara Tri yang bertugas mencari kayu bakar bersama dengan Finn.


Dareen menyunggingkan senyum, ia yakin jika yang teriak adalah Tri.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2