
Ucapan Elie membuat Finn dan juga Ari terkejut. Finn menyadari jika istrinya benar-benar mengenall sosok Ari ini. sedangkan Ari terkejut karena Elie memanggilnya dengan sebutan Rio, panggilan yang sama, saat Airani memanggilnya.
"Ai..." ucap Ari dengan yakin. Entah mengapa hatinya merasa yakin jika wanita di depannya adalah Airani, meskipun dengan wajah yang berbeda.
Elie tersadar dan terkejut saat Ari memanggilnya dengan sebutan Ai. Ya, hanya Ari lah yang memanggilnya begitu.
"Sayang, kamu kenal bajingan ini?" ucap Finn sembari memeluk pinggang istrinya posesif.
"Tidak!" ucap Elie berpura-pura. Namun Finn paham jika istrinya tidak mungkin mengatakan kenal, karena saat ini ia berada di tubuh Aurelie bukan Airani.
"Kamu Ai...." ucap Ari dengan air mata yang mengembun di pelupuk matanya.
"Bukan! Aku tidak mengenalmu, tapi guruku yang mengenalmu" ucap Elie tenang dan dengan nada suara yang datar.
"Gurumu?" tanya Ari sambil meringis karena luka robek di sudut bibirnya.
"Ya, yang kau panggil dengan sebutan Ai adalah guruku dan juga sahabatku. Aku tahu tentangmu dari guruku, ia mengatakan jika kau adalah salah satu sahabatnya saat masa SMA dulu" ucap Elie mencoba untuk tenang.
Finn hanya menyimak dan tidak melepas pelukan di pinggang Elie. Ia takut istrinya di curi pria lain, ia tidak mau hal itu sampai terjadi.
Meskipun penasaran dengan hubungan Airani dengan Ari dulu, namun ia tetap diam tidak menanyakannya sebelum Istrinya sendiri yang mengatakan padanya.
__ADS_1
"Sahabat?" ucap Arie sambil tersenyum miris.
"Ya aku selalu di anggap sahabat olehnya, meskipun dia tahu aku mencintainya lebih dari seorang sahabat. Aku yang menemaninya dan selalu mensupport Ai, menyayangi dia dan memberikan sepenuh cinta dan perhatianku untuknya. Entah aku bodoh atau bagaimana, tetap ingin berada di sampingnya meskipun tahu Ai hanya menganggapku sahabat, tidak lebih. Bahkan saat ia sudah menikah pun dan sampai detik ini aku masih mencintainya" ucap Ari.
Elie menahan nafas saat Ari mengatakan itu, tentu saja ia tahu. Sahabat lamanya itu menyukai dirinya dulu.
"Lalu kenapa kamu melakukan semua hal ini pada kakak orang yang kamu cintai?" tanya Elie, ia menekan ego-nya dan menanyakan hal yang penting terlebih dahulu.
"Apa hak mu mengetahui semua itu?" ucap Ari
"Aku adalah murid dan juga sahabatnya. Aku di minta Rani untuk menjaga keluarganya, dan kamu justru menyakiti salah satu keluarganya. Bukankah itu sudah menjadi masalahku juga" ucap Elie dengan sungguh-sungguh.
"Apa maksudmu?" ucap Elie dengan kening mengerut
"Apa ada orang di sebut keluarga menyakiti saudaranya sendiri? Bahkan tega membunuh saudaranya sendiri? Karena apa? Karena Cinta? Harta? Cihhh.... Kalau bukan karena aku menyelamatkan Ai saat ia hampir di tabrak Truk, kejatuhan batu saat kita naik gunung, hampir meminum minuman yang sudah di campur racun saat di cafe, bahkan merencanakan menyingkirkan dan menikmati harta Ai dengan meminta si bangsat Rico, untuk mendekatinya. Mungkin Ai sudah sejak lama Ai meninggal, jika saat itu aku tidak cepat tanggap. Kau tahu siapa dalang semua itu terjadi? Tentu saja Kakaknya sendiri!!!" ucap Ari dengan emosi di wajahnya, ia tidak menggubris rasa sakit di pipi dan bibirnya yang terluka.
"Aku payah!!! Aku gagal melindungi Ai Hiks, sampai akhirnya dia meninggal di tangan suami dan kakaknya sendiri. Aku tidak becus menjaganya, aku tidak layak di sebut orang yang mencintainya karena gagal melindunginya.
Aku mendekati Cheryl, bukan karena aku menyukainya. Awalnya hanya karena aku ingin mengalihkan perhatian wanita itu terhadap Rico, agar ia tidak lagi menganggu hubungan Ai dan suaminya. Tapi lagi-lagi aku gagal, hiks, aku gagal melindungi wanita yang aku cintai" ucap Ari menangis mengingat masa lalunya.
"Kenapa Ai tidak mendengarkan ucapanku? kenapa ia tidak mempercayai perkataanku, jika Rico hanya memanfaatkannya saja. Kenapa ia lebih percaya laki-laki bangsat itu di banding aku, orang yang ia anggap sahabatnya? hiks" ucap Ari lagi menundukan kepalanya, hatinya terasa sakit.
__ADS_1
"Aku, tidak masalah jika cintaku tidak terbalas, namun aku tidak terima jika wanita yang aku cintai tersakiti oleh orang lain. Aku terpuruk saat kematian Ai, hidupku hancur, cintaku tidak ada lagi, rasanya sakit melihat orang yang kamu cintai meninggal di saat kamu sudah bertekad untuk melindunginya, ingin rasanya aku mati saja.
Jika bukan karena Riana, mungkin aku sudah mati menyusul Ai dengan bunuh diri melompat dari atas jembatan, karena aku mengalami depresi setelah kematian Ai dan berkali-kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri" ucap Ari nafasnya sudah tersengal karena rasa sakit saat menceritakannya.
Elie terkejut saat mendengar ucapan Ari. Ia merasa sangat bersalah sahabatnya itu. Memang benar Ari sudah memberi tahunya jika Rico tidak baik dan memiliki hubungan dengan Cheryl, namun dirinya saat itu tidak percaya padanya.
Karena baginya, bagaimana mungkin seorang kakak tega melakukan hal itu pada adik kandungnya sendiri.
"Aku minta maaf Rio, aku tidak tahu kau sesakit dan semenderita ini" ucap Elie menangis dalam hati.
Elie berusaha tidak menangis, meskipun saat ini ia ingin sekali mengeluarkan air mata dan mengucapkan kata maaf. Karena ia tahu jika semua yang di lakukan Rico tak lain adalah untuknya.
Finn tahu jika saat ini istrinya tengah merasa bersalah, Finn membalik tubuh istrinya mendekapnya karena tahu istrinya menahan diri untuk tidak menangis.
"Jujur saja, saat mengetahui Cheryl hamil, ingin sekali aku membalas dan membunuhnya dengan anaknya, sama seperti ia membunuh Ai dan anak dalam kandungannya. Tapi aku tidak sejahat itu, aku pikir Bayi itu tidak bersalah sama sekali. Terlebih saat aku dengar dari mulutnya jika itu adalah anakku.
Meskipun aku ragu yang ia katakan, tapi aku tetap memberikannya kemewahan dan memenuhi kebutuhan bayi dan ibunya itu. Setelah ia lahir aku akan melakukan test DNA, meskipun bayi itu nantinya bukan anakku, aku dan Istriku akan tetap merawatnya seperti anak kami sendiri, karena istriku tidak bisa memiliki anak.
Namun aku merasa lega saat tahu, anak itu memanglah anakku. Aku tidak sudi jika anakku di asuh dan hidup bersama wanita kejam berhati iblis seperti DIA. Kau tahu, aku memberikan nama putriku sama seperti nama Ai, agar aku selalu mengingatnya" ucap Ari menceritakan kisah hidupnya pada Elie. Orang yang ia pikir adalah murid dan juga sahabat Airani juga.
...••••...
__ADS_1