Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Pernikahan


__ADS_3

"Pagi Cheryl" sapa Arthur saat ini sudah berada di depan kediaman Eleanor.


Cheryl terkejut melihat kedatangan Arthur lagi dan lagi. Ia di buat heran sendiri, kenapa pria yang dulu menolak kehadirannya berkali-kali, justru beberapa hari ini gencar mendekatinya.


Cheryl tidak tahu tujuan Arthur mendekatinya karena apa. Ia sudah mengabaikannya seminggu ini, namun Arthur tetap saja mendekatinya.


Bukan karena perasaannya terhadap Arthur sudah menghilang. Cheryl hanya takut, takut dirinya berharap lagi.


Takut ia sudah berangan tinggi dan menyimpulkan jika Arthur menyukainya atau mengejarnya, karena sikapanya belakangan ini.


Lalu di masa depan kenyataannya tidak demikian. Ia juga takut merasakan sakit untuk kesekian kalinya dengan orang yang sama. Itu terlalu menyakitkan, hatinya tidak cukup kuat untuk itu.


"Hmm..." jawab Cheryl acuh


"Kamu mau kemana pagi-pagi udah cantik dan rapih Che?" tanya Arthur dengan senyum semanis gula, meski sudah sering di abaikan oleh Cheryl. Namun ia bertekad untuk dekat kembali dengan wanita di depannya.


"Kenapa tuan Arthur ada di rumahku pagi-pagi? Apa anda tidak punya kesibukan lain?" tanya Cheryl mengabaikan pertanyaan Arthur.


"Tentu saja aku menunggumu, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap Arthur tidak masalah pertanyaan ia di abaikan.


"Maaf aku sibuk hari ini. Jadi silahkan pergi" ucap Cheryl melangkah keluar gerbang dan hendak menyetop taksi.


Namun tangannya kini di genggam oleh Arthur dan di tarik kembali ke dalam menuju mobil Arthur yang di parkir di halaman mansion.


"Lepaskan tanganku! Apa-apaan sih?" ucap Cheryl kesal.


"Tidak perlu menyetop taksi, nona manis. Aku hari ini sama sekali tidak sibuk, jadi biarkan aku bisa mengantarmu kemanapun kau mau hari ini. Ayo masuk!" ucap Arthur sudah membukakan pintu co.driver untuk Cheryl dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya.


Karena kesal Cheryl langsung masuk dengan cemberut, ia menyerah karena malas berdebat. Arthur tersenyum saat Cheryl tidak menolaknya lalu menutup pintu setelah Cheryl duduk. Ia berjalan memutar dan membuka pintu kemudi lalu ia masuk.


"Kau mau kemana sekarang, nona cantik?" tanya Arthur lembut


"Jalan X..." ucap Cheryl dingin.


"Oke kita jalan sekarang, tapi pakai dulu sabuk pengaman nya. Atau kau mau aku yang kannya untuk mu?" ucap Arthur

__ADS_1


Cheryl langsung memasang sabuk pengamannya dengan cepat. Arthur hanya terkekeh melihat tingkah wanita di sampingnya.


Kemudian ia mengemudikan mobil, yang ternyata menuju ke arah kediaman Ari, tempat putri semata wayangnya berada.


...


Di mansion Adhisti, Finn-Elie dan juga Baby Al sudah siap dengan pakaian couple mereka. Hari ini ia akan menghadiri pesta pernikahan Gerald & Megan.


Kedatangan Finn dan keluarga kecilnya menarik perhatian di tempat acara. Selain mereka adalah pasangan generasi dua orang kaya di negeri ini.


Penampilan mereka yang sangat tampan dan sangat cantik juga menjadi pusat perhatian.embuat semua orang iri dengan paras yang nyaris sempurna keduanya.


Terlebih bocah kecil yang dalam gendongan Elie yang sangat menggemaskan, Baby Al menarik perhatian orang-orang.


Mereka bertiga mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Gerald yang melihat mereka datang terkejut, karena ia merasa tidak mengundang keduanya.


"Finn, El, akhirnya kalian datang juga. Makasih loh udah hadir di pernikahan aku dan mas Gerald" ucap Megan tersenyum tulus.


Mendengar istrinya mengatakan itu, Gerald akhirnya tahu jika istrinya yang mengundang Finn dan Elie. Ia baru tahu jika istrinya merupakan sahabat kecil Finn dan Sean.


Gerald tersenyum dengan wanita yang dulu membuatnya galau itu, yang di balas senyum juga dari Elie. Perasaannya pada Elie memang belum sepenuhnya hilang. Namun bukan berarti ia tidak mencintai istrinya karena perasaannya itu..


Justru setelah bertemu Meganlah, ia bisa move on dan mau membuka lembaran baru dengannya. Ia bertemu Megan saat ia di luar negeri, dengan sifat Megan yang ceria membuatnya tertarik hingga membuatnya jatuh cinta .


Ia memang masih tersisa sedikit rasa pada Elie, itu semua untuk mengingatkan dirinya. Agar di masa depan, ia tidak mengulang kesalahan yang sama dan tidak menyia-nyiakan perasaan tulus seseorang padanya.


Sama seperti ia menjaga wanita yang tulus mencintainya, yang saat ini sudah sah menjadi istrinya. Ia berjanji akan selalu ada dan mencintai Megan sepenuh hatinya.


"Ya, karena kau sudah mengundang kami, tentu saja kami harus datang. Selamat untukmu, semoga kau dan Gerald bahagia, langgeng sampai maut memisahkan dan segera di beri momongan yang lucu dan menggemaskan" ucap Finn tulus mendoakan teman kecilnya itu.


"Terimakasih, Finn. Eh mana Sean dan istrinya? mereka datang kan?" tanya Megan.


"Aku tidak tahu, tapi kakak ipar bilang, mereka pasti datang" ucap Finn lagi.


"Hmm kalau begitu, terimakasih sekali lagi. Ayo makan dulu, di sini banyak makanan enak loh, ada juga makanan MPASI yang di sediakan buat tamu undangan yang membawa bayi mereka" ucap Megan

__ADS_1


"Tentu, kami ke sana dulu kalau begitu" ucap Finn pamit


Mereka kemudian menuju stand makan, tak lama Finn dan Elie melihat Sean datang bersama dengan Lexa juga putra semata wayangnya.


kehadiran mereka juga sama-sama membuat pusat perhatian, itu sudah biasa bagi mereka.


...••••...


Sebulan telah berlalu, Elie, Cheryl dan Riana tengah sibuk mengatur pernikahan Adrian dan Kaylee yang akan di laksanakan tiga hari lagi.


Ya, keduanya memutuskan untuk menikah setelah mengetahui dan meyakinkan perasaan mereka masing-masing.


Tentu saja hal itu di sambut baik oleh Elie dan Cheryl, mereka hanya berharap kedua orang tuanya itu bisa bahagia. Elie juga sudah membiasakan diri memanggil Kaylee dengan sebutan ibu, bukan Tante lagi.


"El, bagaimana dengan katering dan persiapan lainnya?" tanya Cheryl


"Aku sudah menghubungi pihak katering dan tidak ada masalah dengan itu. Pihak WO juga sudah bekerja dengan baik, persiapan sudah 90 persen oke" jawab Elie


"Bagus kalau begitu. Aku tidak sabar melihat ayah dan ibu bersanding di atas pelaminan" ucap Cheryl dengan senyum lebar dan antusias.


"Lalu kapan kamu menyusul, Ril?" celetuk Riana


"Ah, aku tidak tahu, pasangan saja aku tidak punya" ucap Cheryl


"Loh, lalu kamu kemanakan bule tampan itu Ril?" tanya Riana lagi.


"Kami hanya teman" ucap Cheryl, ia sendiri ragu bagaimana hubungan mereka sebenarnya.


"Aku juga tidak tahu hubunganku dengan Arthur bagaimana, sampai sekarang semuanya berjalan seperti biasanya. Namun tidak pernah ia menyatakan perasaannya, atau mungkin hanya aku yang terlalu berharap jika ia mendekatiku karena ingin mengejar ku" ucap Cheryl dengan sedih dalam hati.


Elie yang mendengar itu menghela nafas, ia merasa gemas dengan Arthur. Mungkin ia harus memberi bahan bakar pada api, agar Arthur merasa panas dan segera bertindak.


Elie akan membicarakan hal ini dengan Finn saat di rumah. Karena Finn pernah mengatakan padanya, tentang Arthur yang mengakui perasaannya untuk Cheryl di depan Finn saat itu.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2