
Rico masuk ke rumah dengan wajah kesal, ia pulang lelah setelah bekerja di perusahaan orang tuanya. Yang hanya di berikan jabatan sebagai karyawan biasa di bagian Keuangan, karena ayahnya mengatakan jika ia harus terbiasa terlebih dulu bekerja dari bawah.
Tentu saja itu semua atas usulan dari kakaknya namun berbeda ibu dan hanya berselisih satu tahun dengannya, bernama Ferdi. Ferdi jelas sangat tidak menyukainya semenjak ia dan ibunya datang ke keluarga Sebastian setelah ibu Ferdi meninggal karena sakit.
Sakitny nyonya Sebastian dulu pun terjadi setelah mendiang ibu Ferdi, mengetahui pernikahan kedua sang suami dengan ibu Rico yang bahkan sudah melahirkan Rico yang saat itu berusia 6 tahun.
Namun di antara Rico dan Ferdi, sang ayah jelas lebih menyayangi Ferdi, karena Ferdi adalah anak dari perempuan yang sangat di cintai nya dan juga Ferdi memiliki perangai yang baik dan juga lebih cerdas di banding Rico dalam bekerja.
Back to story'
Setelah lelah pulang bekerja, bukannya di sambut baik dengan senyum dan juga secangkir kopi atau teh. Atau menawarkan air hangat untuk ia mandi dan juga makanan enak yang menggoda lidah. Sama seperti dulu saat ia di layani Airani, meskipun sibuk dengan pekerjaannya, Rani tetap melayaninya saat ada waktu luang.
Namun kedatangan Rico justru di sambut dengan mobil Cheryl yang mogok di depan gerbang, yang bahkan membuatnya berbalik untuk membelikan bensin dan juga memarkirkan kedua mobil itu ke halaman rumah kecilnya satu persatu.
Rumah kecil yang sebenarnya tidak terlalu kecil, karena rumah itu cukup luas. Memiliki 3 kamar dengan kamar mandi di dalam, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan ruang kerja.
Namun memang terlihat lebih kecil di bandingkan mansion mewah Eleanor ataupun mansion Airani.
"Astaga Cheryl!!!" teriak Rico saat masuk ke rumah mendapati lantai berdebu, bahkan banyak bungkus camilan yang masih tergeletak di atas meja dan remah kue di atas sofa.
Terlebih bau gosong menguar dari arah dapur, merasuk ke Indra penciuman Rico.
"Ya sayang" jawab Cheryl dengan tangan memegang spatula dan juga memakai celemek di badannya.
"Apa yang kau lakukan seharian ini, Hah? Kenapa rumah masih berantakan, berdebu dan kotor? Dan bau gosong apa ini?" teriak Rico
"Astaga telor masakanku" ucap Cheryl setengah berlari ke arah dapur.
__ADS_1
Terlihat asap mengepul karena Telor gosong sudah menghitam penuh seperti arang. Setelah mematikan kompor, Dan membuang telur yang gosong itu.
Cheryl menoleh ke arah Rico berdiri. Di lihatnya suami tercinta nya itu terbengong-bengong melihat dapur seperti kapal pecah.
PLAK!!!
"Bodoh!!! Jika kau nggak bisa masak, tidak perlu masak! Kau ingin menghancurkan dapur hah? atau kau ingin membakar rumahku dengan kecerobohan mu, iya? Beberes rumah saja kau tidak becus, apalagi masak dan menyenangkan hati suami. Dasar istri tidak berguna!!!" teriak Rico sambil memijat keningnya yang pusing melihat kelakuan Istrinya.
"Jangan berteriak padaku!!!" teriak balik Cheryl
"Kau tahu sejak dulu aku tidak bisa melakukan pekerjaan rumah yang menjijikan seperti ini. Kenapa kamu tidak mempekerjakan pembantu rumah tangga saja? Aku itu harusnya sibuk merawat diriku dan juga bayi kita, aku butuh refreshing nyalon dan shopping. Bukan mengurus rumah kecil kaya gini" ucap Cheryl tidak tahu malu.
"Aaakkhhh lepas Rico... Ampun! Lepaskan, sakit!" teriak Cheryl saat rambutnya di tarik dengan kencangnya.
"Mempekerjakan pembantu kau bilang? Nyalon? shopping? Kau sungguh tidak waras, Cheryl!!!" pekik Rico sambil mendorong Cheryl hingga jatuh terduduk di atas sofa.
"Aku tidak peduli itu. Asal kau tahu, jangankan nyalon dan shoping atau nyewa pembantu. Uang bulananmu saja aku hanya bisa kasih kau 5 juta" ucap Rico.
"Apa?? Mana cukup uang 5 juta sebulan? Itu bahkan tidak ada setengahnya dari uang belanja harianku sebelum kita menikah" ucap Cheryl
"Jangan banyak mimpi woy!!! di sini bukan keluarga Elenaor mu yang sangat kaya raya itu. Sekarang aku hanya seorang pegawai biasa di perusahaan Sebastian. Masih beruntung gajiku 2x lebih besar dari karyawan dengan posisi yang sama yaitu 10 juta" ucap Rico
"WHAT 10 juta?? Kenapa kau tidak bekerja di perusahaan ayah saja? dan kenapa di perusahaan keluarga kamu, kamu malah hanya mendapatkan jabatan sebagai karyawan biasa. Harusnya kamu minta jabatan direktur kek, atau paling rendah manager umum" ucap Cheryl mengomel.
"Kau pikir itu perusahaan milikku hah? Meskipun aku anak dari pemilik perusahaan, tentu saja aku harus merintis karir dari awal lagi di sana" ucap Rico kesal, istrinya itu bukannya menenangkan dan memberikan support malah membuat kepalanya hampir pecah.
"Kalau begitu aku mau pulang ke rumah, aku tidak sanggup tinggal di sini!" ucap Cheryl merajuk
__ADS_1
"Pulang saja sana, itu pun jika kau masih di terima di sana!!" ucap Rico yang membuat Cheryl terkejut
"Apa maksudmu?" tanya Cheryl memandang Rico.
"Ayahmu, sudah memutuskan hubungan keluarga denganmu. Kau bukan lagi bagian dari keluarga Eleanor" ucap Rico menyeringai mengejek ke arah Cheryl.
"Tidak! Tidak mungkin! Kau pasti bohong!" teriak Cheryl sambil menggelengkan kepalanya.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, yang jelas, ayahmu sudah mengetahui perihal kematian putri tersayangnya. Bahkan yang meminta aku menikahimu adalah beliau, Kalau tidak, mungkin kau sudah mendekam di penjara seumur hidup" ucap Rico
"T-tidak, ayah tidak mungkin melakukan itu pada ku, kau berbohong!!" teriak Cheryl
"Terus saja kau bertingkah, kau akan tahu kebenaran dari yang aku katakan padamu barusan. Jika kau tidak sanggup, cukup bercerai saja. Beres, bukan!!" ucap Rico terkekeh.
"Tidak, aku tidak ingin bercerai!" ucap Cheryl menangis dan memegang tangan Rico sambil menggelengkan kepalanya.
Ia tidak punya pilihan lain, jika ia di cerai oleh Rico. Sementara ia sudah di usir dari rumah dan di coret dari kartu keluarga dan surat warisan. Secara hukum dirinya bukan lagi bagian dari anggota keluarga Eleanor. Dan dia tidak lagi memiliki apa-apa.
Maka ia tidak lagi memiliki tempat untuk pulang jika bukan di sini. Cheryl menangis dan menjerit di dalam hati, kenapa Tuhan begitu tidak adil padanya.
...
Angga mematikan mesin mobilnya dan hendak keluar untuk makanan di restoran yang cukup ramai dan ia juga melihat ulasan yang sangat bagus perihal restoran yang saat ini di depannya itu.
Namun tangannya bergenti membuka pintu mobil, saat ia melihat adik bungsunya dengan dua orang pria, tidak lain adalah Finn dan juga Daniel. Keluar dari dalam resto dan sedikit berbincang sebelum masuk ke mobil masing-masing.
Saat melihat Daniel, Angga seakan familiar dengan wajah itu. Ia ingat-ingat namun ia gagal untuk mengingat nya dan dia pun menyerah dengan itu.
__ADS_1
...•••...