Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Apa jatuh cinta serumit ini?


__ADS_3

"Tuan muda" William memanggil dengan lirih.


Ia menatap tuan mudanya yang masih duduk sembari meremas dadanya, nafasnya tersengal dan air matanya terus mengalir.


Sean mendongak melihat William yang kini ada di depannya, tatapannya menyaratkan kepedihan yang mendalam di hatinya. William seperti merasakan apa yang tengah di rasakan Sean, ia tahu tuan mudanya itu tengah merasakan kesedihan juga luka yang amat menyakitkan.


"Haaaahhh....Haaaahhh...." Sean tidak sanggup mengeluarkan kata-kata, nafasnya begitu tercekat.


Lidahnya terasa sangat kelu, ia ingin berteriak untuk sedikit menenangkan gejolak lara di hatinya. Namun ia tidak bisa melakukannya, rasa sakit di hatinya terlalu dalam dan menyakitkan.


"Tuan muda, Hiks... Anda harus kuat, anda harus bisa ikhlaskan semuanya, anda pantas bahagia. Hiks...Banyak cinta yang lain yang menanti anda di masa depan" ucap William ikut menangis memeluk tubuh tuan mudanya itu.


"Haaaahhh... Hiksss.... Wil... Hiksss... Ra-sanya haaahhh Sa-kittt sekali....Hiks" Sean melepas tangisannya, tangisan yang begitu menyayat hati.


"Iya tuan muda saya tahu, menangis lah! Luapkan semua kesedihan anda, lepaskan semuanya hiks" ucap William


Sejujurnya William tidak ingin menyalakan Elie karena sudah menolak cinta tuan mudanya yang begitu tulus. Hanya saja ia tidak ingin Sean menderita lebih banyak lagi.


William sangat tahu betapa berat kehidupan seorang Sean, derita yang di alami Sean selama bertahun-tahun sangat berat untuk di jalani.


Awalnya William merasa kehadiran Elie merupakan kebahagiaan yang di kirim Tuhan untuk Sean, mengingat senyum yang dulu hilang kembali menghiasi wajahnya yang selalu datar selama bertahun-tahun, pasca tragedi itu terjadi.


Namun ternyata, Tuhan masih ingin mengujinya. Menguji dengan menambahkan luka baru di hati Sean, yang baru pertama kali jatuh cinta dan juga terluka hatinya.


....


Elie saat ini memandangi langit-langit kamarnya, pikirannya melayang tentang penolakannya pada Sean. Dia sungguh tidak ingin menyakiti Sean, tapi ia juga tidak mungkin menerima orang yang tidak ia cintai.


Ia tidak bisa tidur malam ini, ia gelisah karena perasaan bersalah sudah menyakiti orang lain yang tulus padanya. Seandainya Finn ada, mungkin ia saat ini berkeluh kesah padanya dan menenangkan dirinya.


Mengingat kekasihnya itu, ia mengambil ponselnya lalu mengirim sebuah pesan.


💬 Finn

__ADS_1


Hanya satu kata itu, pesan yang di kirim Elie.


Namun Finn yang kebetulan sedang menimbang-nimbang akan menelepon kekasihnya itu atau tidak. Terkejut sekaligus senang saat melihat pesan itu.


Ia awalnya ragu saat ingin menelepon, takutnya Elie sudah tidur. Karena di tempat Elie sudah masuk tengah malam. Namun karena Elie yang menghubunginya, ia tahu kekasihnya itu belum tidur.


Tuuuuttt....


Finn melakukan panggilan Video.


"Haii, sayang. Kamu kok belum tidur?" tanya Finn dengan lembut dan senyum yang manis.


"Belum, aku tidak bisa tidur" ucap Elie dengan nada lirih.


"Kenapa Hmm? Apa ada yang mengganggu pikiran kamu?" tanya Finn


"Ya kau benar, aku memang tengah kepikiran soal Sean" ucap Elie


"Ada apa dengan Sean, sayang?" tanya Finn berusaha berfikir positif.


"Saat aku bertemu dengannya saat makan malam tadi, dia menyatakan perasaannya padaku. Huuuffttt" ucap Elie menghela nafas mendongak ke atas.


"L-Lalu?" tanya Finn, jujur saat ini Finn sudah mulai gelisah dalam hatinya, bahkan ia tidak bisa bernafas.


Siapa yang tidak gelisah dan tidak nyaman saat tahu ada laki-laki lain yang menyatakan perasaannya pada wanita yang kita cintai.


"Aku menolaknya secara langsung" ucap Elie yang membuat Finn menghela nafas lega. Hantaman keras di hatinya terasa di angkat lalu di buang jauh-jauh darinya.


"Lalu, kenapa kamu jadi kepikiran tentang itu?" tanya Finn


"Jujur aku merasa tidak tega, terlihat perasaannya begitu tulus. Apa lagi aku tahu jika ia sedang merasakan sakit yang teramat dalam di hatinya. Apa aku terlalu berlebihan menolaknya secara langsung, Finn?" ucap Elie


"Sayang, kamu nggak salah. Sean juga tidak salah. Karena cinta, hadir pada siapa? kapan waktunya? dan di mana tempatnya? Tidak ada yang tahu" ucap Finn lembut

__ADS_1


"Kecuali kamu menolaknya padahal kamu jelas mencintainya, itu berarti kamu salah. Sekarang aku tanya, apa yang kamu cintai adalah Sean" ucap Finn, padahal hatinya juga merasa tidak rela dan sakit, saat ia menanyakan hal itu.


Elie menatap wajah kekasihnya di layar ponselnya, entah mengapa dirinya tidak suka Finn menanyakan tentang itu.


"Kenapa kau menanyakan itu? Apa kau tidak percaya padaku? Bukankah sudah jelas jawabannya? Aku lebih memilihmu, apa itu masih tidak bisa menjawabnya?" ucap Elie menatap wajah Finn dengan mata berkaca-kaca.


Melihat kekasihnya hampir menangis karenanya, Finn merasa bersalah karena bertanya seperti itu. Dia tidak ada maksud seperti itu.


"Maafkan aku El, tidak seharusnya aku menanyakan hal itu padamu. Maaf sayang, tolong jangan menangis, hatiku sakit melihatnya" ucap Finn memohon


"Aku tentu saja percaya padamu, tapi aku juga tidak ingin kamu merasa bersalah karena penolakanmu pada Sean. Cinta tidak bisa di paksakan, aku yakin lambat laun Sean akan mengerti dan menerimanya. Mungkin saat itu ia juga akan membuka hatinya untuk wanita lain. Aku mohon maafkan aku, kamu boleh memakiku semauku, aku salah. Tapi tolong jangan menangis, El" ucap Finn lagi.


Elie menghela nafasnya, entah mengapa ia menjadi lebih sensitif hanya karena satu kalimat. Padahal di kehidupan dulu ia tidak pernah seperti ini, apa orang yang jatuh cinta memang serumit ini dan membuat pikiran menjadi bodoh?


"Kau tidak salah, aku juga minta maaf. Aku hanya ingin berbagi keluh-kesah dan tidak ingin kau berpikir macam-macam, makanya aku menceritakan ini padamu" ucap Elie


"Tapi aku merasa tidak menyesal menolaknya, Justru aku akan menyesal. Jika aku membiarkannya terus menerus berharap dan memupuk cintanya lebih lama padaku. Yang justru akan semakin membuatnya tersakiti karena tidak berbalas" lanjut Elie.


"Kamu tidak salah sayang, hanya aku saja yang sudah merasa takut terlebih dulu saat kau membahas laki-laki lain. Aku jelas mengerti perasaan Sean.


Jika aku yang berada di posisi Sean, pasti juga aku juga sangat terluka mengingat besarnya rasa cintaku padamu. Namun hidup selalu berputar dan berjalan, kita harus menerimanya dengan lapang dada. Kita juga tidak mungkin memaksa orang yang tidak memiliki perasaan cinta pada kita. Biarkan waktu yang menghapuskan semua luka di hati Sean" ucap Finn


"Jadi, buang rasa bersalahmu. Kita doakan saja semoga ia cepat bisa bangkit dan menemukan kebahagiaan untuk dirinya dengan wanita lain yang kita tidak tahu itu siapa nantinya" ucap Finn lagi.


"Ya, aku harap juga seperti itu" ucap Elie


"El, aku merindukanmu. Maaf aku pergi lama dan tidak bisa menemanimu di sana. Yang jelas, hati ini hanya untukmu. Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dan kembali ke sana" ucap Finn mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin kekasihnya terus kepikiran rasa bersalahnya pada Sean.


"Aku juga merindukanmu. Ya, lekaslah kembali, aku membutuhkan mu. Hanya kamu yang bisa membuatku merasa tenang" ucap Elie.


"Tunggu aku, Aku mencintaimu" ucap Finn


...••••...

__ADS_1


__ADS_2