
Setelah dari rumah sakit jiwa, Adrian tidak langsung pulang ke kediaman nya. Ia justru menuju ke arah mansion keluarga Adhisti.
Karena hatinya merasa sedih, Ia ingin mengunjungi cucu laki-laki nya, yang tak lain adalah Baby Al. Agar perasaannya sedikit lebih baik.
Adrian memilih ke rumah Adhisti di banding ke rumah Ari, karena jarak keluarga Adhisti lebih dekat dari posisinya sekarang.
Jalanan ibukota macet seperti biasanya, namun tidak terlalu padat dan masih bisa jalan meskipun dalam batas kecepatan 30-40 km/jam.
Tapi tetap saja karena banyaknya lampu merah di persimpangan jalan, membuat jarak tempuh dari rumah sakit jiwa ke mansion Adhisti memakan waktu setengah jam lamanya.
Adrian di sambut baik di sana, dirinya sudah dianggap bagian keluarga atau kerabat dekat Adhisti, karena sudah menganggap Elie sebagai putrinya juga.
"Adrian, tumben kau datang ke sini?" sapa Kelvin, tanpa memanggil embel-embel tuan. Karena mereka sudah sepakat untuk menjadi saudara, dan tidak ada kecanggungan.
"Oh, Kelvin. Aku ingin menengok cucu laki-lakiku. Apa Elie ada di rumah?" ucap Adrian.
Kelvin paham yang di maksud cucu laki-lakinya itu adalah Baby Al. Kelvin tidak keberatan dengan panggilan itu, karena mereka berdua menjadi saudara sekarang.
"Masuk dulu, duduk di sini. Elie ada di kamarnya, biar nanti aku panggilkan Elie dan Baby Al ke sini" ucap Kelvin
Adrian mengangguk dan duduk dengan tenang di sofa tamu. Dia hanya sendiri di sana, sedangkan Kelvin beranjak ke arah kamar Elie untuk memanggil putrinya itu untuk keluar.
Tok! Tok! Tok!
"El..." panggil Kelvin dari luar kamar.
CEKLEK!!!
"Ya, Dad..." ucap Elie setelah membuka pintunya.
"Ada Adrian di depan, dia bilang ingin menengok cucu laki-laki nya" ucap Kelvin.
"Ayah di sini? Baby Al baru aja tidur dad. Aku nggak bisa tinggalin, karena mas Finn sedang keluar membelikan makanan yang aku mau" ucap Elie
"Ya sudah biarkan Aku tidur, Adrian pasti paham dan menunggu di depan sampai baby Al bangun. Temuilah dulu, biar Daddy nanti minta mommy jaga Al di sini" ucap Kelvin.
Kelvin memang meminta istrinya untuk menjaga baby Al. Meskipun ada babysiter, namun saat ini Baby Al tertidur di kamar Elie dan Finn, bukan di kamar khusus baby Al.
Tidak etis membiarkan Nani masuk ke kamar, karena bukan ranahnya untuk masuk di area pribadi majikan yang bukan tempatnya.
"Hmm, nanti Elie ganti pakaian dulu Dad, sambil nunggu mommy datang" ucap Elie
__ADS_1
"Ya sudah, Daddy panggil mommy dan ke bawah dulu temani Adrian" ucap Kelvin.
Elie bergegas masuk ke kamar untuk Menganti pakaian, tak lama pintu kamarnya kembali di ketuk. Setelah di bukakan pintu, Stella masuk mengantikan Elie menjaga Baby Al yang sedang tidur nyenyak.
"Maaf Elie merepotkan mommy untuk menjaga Al" ucap Elie merasa tidak enak.
"Nggak apa-apa sayang. Baby Al juga cucu mommy. Baby Aiden dan Ariella juga sedang tidur di kamar khusus si kembar. Ada Tari dan Babysiter yang menjaga juga, jadi mamah menganggur sekarang" ucap Stella
Memang keluarga Adhisti saat ini menyewa 3 Babysiter masing-masing untuk cucu mereka, kecuali Baby Arsen yang saat ini tinggal di mansion Demetri.
"Makasih mom, Elie temui Ayah Adrian sebentar ya" ucap Elie
"Iya, sana temui ayah angkatmu. Kasihan dia sudah jauh-jauh datang ke sini" ucap Stella dengan lembut.
Elie mengangguk dan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Di sana ia melihat Ayahnya dan juga Daddy nya tengah asik berbincang berdua.
"Ayah..." panggil Elie
"Hai El..." sapa balik Adrian sambil tersenyum.
"Ayah tumben datang nggak bilang dulu? biasanya selalu chat dulu sebelum ke sini" ucap Elie
"Ayah kebetulan lewat dan mampir, terlebih ayah juga kangen sama baby Al" ucap Adrian
"Tidak apa-apa, ayah masih bisa menunggunya sampai Baby Al bangun" ucap Adrian.
Kemudian mereka bertiga berbincang ringan, sambil di selingi candaan. Namun bunyi ponsel milik Adrian memotong pembicaraan mereka.
"Rumah sakit Jiwa?" ucap lirih Adrian mendapati nomor telepon yang masuk adalah nomer rumah sakit jiwa.
"Ada apa yan?" tanya Kelvin
"Ini Vin, ada telepon dari Rumah sakit jiwa" ucap Adrian apa adanya.
Kelvin sudah mengetahui apa yang terjadi pada putri sulung Adrian. Ia juga ikut menyayangkan dan bersimpati atas apa yang terjadi padanya.
Maka dari itu, Kelvin tidak aneh saat Adrian menyebut rumah sakit jiwa. Keluarga Adhisti sangat menyambut Adrian sebagai kerabat dekatnya. Terlebih Adrian adalah ayah angkat putri bungsunya dan juga orang yang baik.
"Angkat saja yah, mungkin ada hal penting yang ingin di bicarakan" ucap Elie yang entah mengapa perasaannya tidak enak, begitupun apa yang di rasakan oleh Adrian.
"Hmm, kalau begitu aku angkat dulu" ucap Adrian. Setelahnya ia mengangkat teleponnya dengan menggeser icon berwarna hijau itu.
__ADS_1
"Hallo..." ucap Adrian kemudian sesaat ia menggeser icon hijau itu
"........."
"A-apa???!!!" teriak Adrian sambil memegang dadanya yang terasa sakit.
"Astaga Ayah...." teriak Elie
"Adrian!!!" teriak Kelvin juga bersamaan.
Telepon yang di pegang Adrian mendadak jatuh, Adrian meringis merasakan sakit yang begitu sakit di dadanya.
"Ayah, ya Tuhan" ucap Elie panik melihat penyakit jantung ayahnya kambuh.
Bersamaan dengan itu Finn datang membawa plastik berisikan makanan dan terlihat terburu-buru masuk ke dalam mansion saat mendengar teriakkan Elie dan Kelvin.
Ia khawatir terjadi hal yang buruk di dalam. Bukan hanya Finn, namun semua penghuni rumah juga mendengarnya.
Tari langsung keluar kamar ingin mengetahui apa yang terjadi, sedangkan Stella tidak bisa keluar karena tidak ada yang menjaga Baby Al.
"Apa yang terjadi? Ayah!!" tanya Finn terkejut saat ia melihat kondisi ayah mertuanya.
"Hiks ayah terkena serangan jantung mas, setelah menerima telepon" ucap Elie menangis.
"Ya Tuhan, coba periksa tas ayah. Mungkin ayah membawa obat di sana" ucap Finn memberikan masukan.
Elie baru ingat saat Finn mengatakan itu, karena memang Adrian selalu membawa obat di dalam tasnya.
Finn mengetahui ponsel Adrian masih menyala, ia kemudian mengambil ponsel itu, melihat nama rumah sakit jiwa tertera di sana, membuatnya mengerutkan keningnya.
"Hallo, apa anda mendengar suaraku..." ucap Finn.
"......." sahut di ujung telepon
"Bisa tolong ulangi apa yang anda bicarakan pada mertua saya?" ucap Finn lagi.
"........"
"Apa?! Ya Tuhan! Baik, kami akan ke sana sesegera mungkin" ucap Finn.
Ia kemudian menoleh ke arah Elie dan yang lainnya. Terlihat Adrian sudah lebih baik setelah meminum obatnya. Dan ia kemudian menatap Finn, begitu pula dengan Elie dan Kelvin
__ADS_1
...••••...