Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
pemutusan hubungan


__ADS_3

Setelah kepergian ayah mertuanya, Rico mengacak rambutnya dan mencengkeramnya dengan kuat. Ia tidak mungkin menghindar, benar yang di ucapkan Ayah mertuanya. Ini adalah buah dari perbuatannya di masa lalu dan dia harus bertanggung jawab. Terlepas ia menginginkan nya atau tidak.


"Aku memang pria bodoh, menelantarkan istri sebaik dan sempurna seperti Rani bahkan menyakitinya. Hanya karena mengikuti hawa nafsuku dan gelap mata, hingga melakukan dosa besar" ucap Rico memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Aku menyesal, Rani maafkan aku sayang" ucap nya lagi.


Tak lama, ponselnya berdering, terlihat nama Cheryl di layar ponsel miliknya itu. Dengan enggan Rico menekan ikon berwarna hijau itu dan menjawabnya.


"Halo sayang... Bagaimana dengan keputusanmu? Apa kau sudah memiliki jawabannya" ucap Cheryl terdengar di ujung telepon tanpa basa-basi, langsung menanyakan ke hal menyangkut jawaban Rico.


Rico menghela nafasnya, ia memejamkan matanya sejenak untuk meyakini hatinya.


"Baiklah, ayo kita menikah!" ucap Rico dengan sangat berat hati, namun ia harus melakukannya sesuai keinginan dari ayah mertuanya.


Mendengar hal itu, tentu saja Cheryl sangat terkejut sekaligus senang. Akhirnya Rico setuju untuk menikahinya.


"Benarkah sayang? apa kau serius?" tanya Cheryl memastikannya sekali lagi.


"Ya, Ayo kita menikah besok" ucap Rico lagi.


"Be-besok? Apa tidak kecepetan sayang? Bagaimana kalau seminggu lagi saja? Biar aku bisa prepare dan memesan gaun pengantin dulu" ucap Cheryl


"Aku ingin menikahimu besok, Kau tinggal pilih saja, menikah dengan ku besok atau tidak sama sekali" ucap Rico kemudian menutup telepon sepihak tanpa menunggu jawaban Cheryl.


"Aaaarrrggghhh!!!" teriak Rico frustasi


...


Sementara itu, Adrian mengemudikan mobilnya menuju kantor firma hukum. Ia sudah menelepon kuasa hukumnya untuk bertemu saat ini juga.


Dan tibalah kini Adrian di kantor kuasa hukumnya bernama Redi Prakoso,SH,MH


"Selamat siang, Silahkan duduk Pak Adrian" ucap Redi sopan. Adrian langsung duduk setelah di persilahkan.


"Siang Pak Redi, maaf saya mengganggu waktu anda mendadak" ucap Adrian tidak enak hati.


"Tidak menganggu sama sekali Pak, kebetulan saya sedang ada waktu senggang saat ini. Apa ada hal yang bisa saya bantu Pak Adrian?" ucap Redi


" Begini, aku ingin mengubah surat wasiatku hari ini juga" ucap Adrian

__ADS_1


"Apa bapak akan mewariskannya ke putri sulung anda?" tanya Redi karena sebelumnya itu yang Adrian minta seminggu setelah putri bungsunya meninggal.


"Bukan, tapi saya ingin mendonasikannya seluruh kekayaan saya, baik perusahaan, rumah mobil dan lain-lain ke yayasan sosial setelah saya meninggal nanti. Dan saya juga ingin membuat surat pemutusan hubungan antara orang tua dan anak terhadap putri sulung saya Cheryl Letisya Eleanor" ucap Adrian yang sukses membuat Redi terkejut.


"Bisa tolong jelaskan secara terperinci Tuan Adrian" ucap Redi dengan hati-hati. Karena ia tidak ingin menyinggung orang di depannya.


Adrian kemudian menceritakan nya pada Redi, Karena yang orang lain tidak tahu. Redi Prakoso adalah teman akrab Adrian sejak sekolah dasar. Dan mereka adalah sepasang sahabat.


Setelah menjelaskannya, Redi mengangguk mengerti mengapa Adrian melakukan hal ini.


"Baik Tuan kalau begitu anda bisa tulis tangan surat wasiat anda dulu, kemudian akan saya ketik dan keduanya akan di tanda tangani oleh anda setelah nya" Ucap Redi kemudian ia beranjak untuk mengetik dokumen tentang surat wasiat itu selain tulisan tangan.


...


Elie dan Finn seharian ini menikmati setiap wahana di taman bermain, sesuai keinginan Elie yang menginginkan menaiki semua wahana. Finn pun dengan senang hati mewujudkanya.


Elie tertawa bahagia dengan lepas, Finn yang melihatnya sangat senang. Ia berjanji akan terus membuat Elie bahagia.


"Kau sudah tidak kepikiran tentang hal itu, sayang?" tanya Finn, yang menjurus ke arah keluarga Demetri.


"Tentu tidak, hal itu tidak penting dan buat apa aku memikirkan hal yang mengesalkan, itu semua membuang-buang waktu ku begitu saja" ucap Elie.


"Kau benar, ayo Kita bersenang-senang lagi. Kita naik itu, bagaimana?" ucap Finn menunduk


Tangannya selalu di genggam lembut oleh Finn, Finn selalu menuruti kemauan gadisnya itu.


Dan kini merek menikmati wahana tornado,di mana orang yang meminkannya di ombang ambing bagaikan terkena badai tornado.


"Sudah puas?" tanya Finn


Elie menggeleng sambil cemberut, membuat Finn gemas dan mencubit pelan pipi Elie.


"Ayo kita naik itu sebelum beli permen kapas dan pulang. Hari juga sudah malam" ucap Elie sambil menunjuk ke arah bianglala yang tinggi di penuhi lampu cantik dan berputar dengan pelan.


"As you Wish, My Queen" ucap Finn sambil mengulurkan tangannya yang di sambut Elie dengan senyum mengembang


"Let's go" ucap Elie dengan antusias.


Di dua kehidupannya, baru kali ini ia pergi ke taman hiburan yang selalu ia lihat dari televisi, majalah dan internet.

__ADS_1


Mungkin pemilik tubuh yang asli pernah,namun tidak dengan Elie yang sekarang. Dan pengalamannya pergi ke taman hiburan saat ini dengan sang kekasih, merupakan sejarah termanis dalam hidupnya dan Takan ia terlupakan.


Finn dan Elie dengan sabar menunggu antrian yang cukup panjang. Meskipun ia bisa saja menggunakan latar belakang mereka. Namun mereka tidak melakukannya karena itu tidak akan menjadi bermakna bagi keduanya nanti.


Dan Elie menginginkan dirinya berkencan layaknya orang berpacaran pada umumnya nya.


Akhirnya tiba giliran Finn dan Elie naik. Dengan wajah yang berbinar Elie sangat semangat dan antusias. Finn tersenyum melihat kebahagiaan gadisnya itu


"El" panggil Finn


"Hmm?" balas Elie dengan gumaman


"Apa kau tahu cerita tentang bianglala" ucap Finn yang mendapat gelengan kepala dari Elie.


"Mau tahu?" tanya Finn yang kini di angguki oleh Elie


"Ada mitos mengatakan, jika seorang pasangan kekasih naik bianglala. Mengatakan perasaan dan berciuman saat mencapai puncak tertinggi. Hubungan mereka akan abadi selamanya" ucap Finn


Finn beralih dari posisi duduknya, dari saling berhadapan kini saling beriringan. Finn menggenggam tangan Elie dengan lembut di tatapnya mata cantik dan inda itu


"Elie" ucap Finn yang kini jaraknya sangat dekat bahkan hembusan nafas Finn terasa di wajahnya.


"Y-ya?" ucap Elie, entah mengapa dirinya sangat gugup saat ini.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Finn menyusupkan tangan sebelahnya ke tengkuk leher Elie.


Ia memiringkan wajahnya dan mendekat dan,


Cup!


Bibir keduanya saling bersentuhan, membuat Elie terkejut dan membelakan matanya, sedangkan Finn memejamkan matanya. Sedikit demi sedikit Finn menggerakkan bibirnya dan ******* Bibir bawah Elie dengan sangat lembut.


Elie terhanyut dan memejamkan matanya. Ia menyambut ciuman Finn dan membalasnya. Hal itu terjadi cukup lama keduanya berciuman mesra.


Sampai Akhirnya Finn melepas ciuman itu dan mengusap bibir Elie dengan ibu jarinya.


"Bibirmu manis sayang, aku sangat menyukainya" ucap Finn tersenyum hangat lalu mencium Elie sekali lagi dan berakhir dengan Finn mencium kening Elie dengan dalam.


Setelahnya Finn merengkuh Elie dalam pelukannya dan meletakan kepala Elie ke dadanya, jantungnya berdebar kencang tentu saja Elie mendengar dan merasakannya.

__ADS_1


Finn memeluknya erat sambil tersenyum hangat dan sesekali mencium rambut Elie yang wangi buah kiwi itu. Sedangkan Elie menyusupkan kepalanya dan membalas memeluk Finn erat dengan wajah memerahnya.


...•••...


__ADS_2