
Di dalam mobil milik Finn, Aurelie memaksa untuk mengendarai mobil sedan milik Finn itu menuju ke rumah sakit, Finn hanya pasrah karena ia paham jika Aurelie sangat keras kepala saat menginginkan sesuatu.
Jauh di dalam lubuk hatinya, Finn tersenyum. Terlebih saat Aurelie memilih untuk bersama dirinya daripada di antar Sean pulang. Terlebih saat adegan memeluknya dari belakang, Hampir saja Finn berteriak kegirangan karenanya.
Untungnya akal sehatnya masih berjalan dengan sangat baik dan masih tahu malu untuk tidak bertingkah seperti anak TK yang baru saja di belikan mainan kesukaan oleh ibunya.
Meskipun ia tahu jika Aurelie melakukan hal ini karena perasaan bersalah ataupun ungkapan terimakasih padanya, karena telah menahan pisau lipat itu untuknya.
Namun sekecil apapun perhatian Aurelie yang di berikan untuknya, bagi Finn itu adalah hal paling manis dan terindah di dalam hidupnya.
"Sudah sampai, ayo turun!! Kak, kakak juga ikut turun" ucap Aurelie pada kedua orang yang duduk di samping dan bangku belakang itu.
Alexa memandang wajah Finn yang terfokus memandangi sang adik.
"Apa dia yang di ceritakan Elie kemarin? Siapa namanya? Ah iya aku ingat, Finn bukan sih? Woaaahh, Adek kesayanganku pinter banget cari Crush. Mana ganteng-ganteng semua njiirrr!!! Minder aku, berasa tak laku saja diri ini pemirsah. Sedangkan Elie di rebutan dua cowok super tampan dan super tajir lah aku? Hanya jadi remahan rengginang" ucap Alexa terkekeh
Aurelie yang mendengar batinan kakaknya itu menahan tawanya, memang benar jika dirinya selalu di keliling cowok tampan.
Jika di nilai dari 1-10, Sean dan Finn sama-sama punya nilai 9,5. Sedangkan Keegan dan Daniel punya nilai 9. Seandainya saja Alexa tahu, masih ada cowok lain selain Sean dan Finn yang mengelilingi adiknya. Entah apa yang akan di pikirkannya. Mungkin dia muntah darah atau pingsan saking syok nya.
...
Di IGD, Finn mengernyitkan kening saat perawat wanita hendak membersihkan lukanya. Apalagi terlihat pandangan terpesona dari perawat itu padanya, membuat Finn merasa kurang nyaman.
"Panggil rekanmu yang laki-laki!" ucap Finn pada perawat itu
"Tapi yang sedang Stand by di IGD saat ini semuanya perempuan" ucap perawat itu mengalihkan pandangannya, karena melihat tatapan tidak suka dari Finn.
"El, kita pulang aja ya" ucap Finn lagi dengan nada yang lembut. Sangat kontras dengan ucapannya pada perawat tadi.
"Lah kita baru sampai, dan lukamu harus segera di obati Finn, takut infeksi" ucap Aurelie
"Aku nggak mau di sentuh wanita lain. Kau tidak dengar yang Stand by di IGD semuanya wanita?" ucap Finn cemberut
__ADS_1
"Astaga, ini kondisi darurat Finn" ucap Aurelie
"Kalau begitu kamu saja yang obati aku, gimana?" ucap Finn tersenyum penuh makna, membuat Alexa terkikik melihat tingkah Finn kepada adiknya.
"Lah, aku mana bisa? Apa lagi jika lukanya harus di jahit. Ya sudah tunggu sebentar" ucap Aurelie ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Panggil Dokter Vano ke IGD bilik nomer 3 rumah sakit pusat kota!" ucap Aurelie
"...."
"Bukan aku, tapi teman yang luka" ucap Aurelie lagi terdengar menjelaskan.
"...."
"Ya, aku tunggu sekarang" ucap Aurelie kemudian mematikan teleponnya
"Siapa yang kamu telepon El?" tanya Alexa
"Oh" ucap Alexa, meskipun ia tidak tahu penampilan Daniel, tapi dia tahu jika Daniel adalah asisten pribadi sang adik.
Awalnya Aurelie juga ingin membawa Alexa bertemu dengan psikiater takut ada guncangan mental atas apa yang terjadi tadi. Namun Alexa menolak, karena dirinya saat ini merasa baik-baik saja.
Tak berselang lama, Dokter Vano. Dokter tampan yang berusia 27 tahun datang, Dokter Vano merupakan kepala Q.A Hospital di Ibukota pusat kota.
"Saingan lainnya, astaga kenapa Elie di kelilingi cowok ganteng mulu? Apalagi yang di telepon tadi, kedengerannya seperti cowok juga. Gadisku memang luar biasa populer di antara para cowok rupanya" ucap Finn dalam hati
Aurelie terkekeh dalam hati mendengar batinan Finn.
...
D.G Entertaiment
Sepeninggal Aurelie, Alexa dan Finn. William memanggil beberapa Bodyguard lagi untuk datang ke ruangan.
__ADS_1
Sean dengan Aura gelap yang menyelimuti di sekitarnya karena dalam kondisi sangat marah, setelah membuka data yang di berikan Aurelie padanya.
Yang berada di ruangan itu tertunduk ketakutan, terutama Antonio yang tubuhnya sudah bergetar hebat karena kejahatannya terkuak di depan bos besar.
"A-am-puni saya Tu-tuan muda, tolong lepaskan saya kali ini. Sa-saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Antonio bersimpuh di lantai.
"Will!!" Ucap Sean dengan tangan dan gigi yang menggerutuk menahan amarah.
"Saya, tuan muda" jawab William
"Seret mereka semua ke polisi, dan biarkan komandan pusat kota yang menanganinya. Bilang padanya jika aku yang menyuruh nya, dan berikan pelajaran untuk orang-orang ini!" ucap Sean menatap tajam ke orang di depannya.
"Baik" ucap William langsung
"Ah, dan juga tuntut Pelangi Production dengan pasal penipuan dan tindakan asusila sebagai rumah produksi ilegal. Hancurkan perusahaan itu dan buat orang yang berada di belakangnya sehancur-hancurnya hingga tidak bisa bangkit lagi!!!" ucap Sean lagi dengan nda dingin penuh emosi.
"Ampun tuan, tolong ampuni saya. Jangan hancurkan bisnis saya, saya menyesal sudah melakukan tindakan ilegal, kami akan memperbaikinya sesuai aturan yang baik dari awal. Tolong berikan kesempatan" ucap salah satu Pria yang ada di sana, yang di ketahui sebagai Direktur dari Pelangi Production.
Sean tidak menggubrisnya, ia keluar dari ruangan dan meminta anak buahnya yang lain menjaganya sampai kepala kepolisian Ibukota datang.
"Suruh siapa kau berani macam-macam dengan wanita dari tuan muda. Apalagi rekanmu itu hampir melukainya dengan pisau, sungguh tidak sayang nyawa" ucap William dengan tatapan tajamnya
"Kalian semua jaga tempat ini, jangan biarkan satu pun lolos. Biarkan pihak polisi yang membawanya, kepala kepolisian tahu apa yang harus ia lakukan pada para cecunguk ini" ucap William pada bodyguard nya.
"Siap laksanakan bos" ucap Bodyguard serempak.
Di luar ruangan Sean mengepalkan tangannya, saat tahu bawahannya sendiri sudah membuat wanitanya menderita, terlebih saat Sean melihat video saat salah satu pria yang di pukul oleh Finn hendak melayangkan pisau ke arah Aurelie. Itu hampir membuat jantung Sean sempat berhenti menyaksikan hal itu.
Sean sangat berterimakasih pada Finn karena telah memasang badan untuk Aurelie. Namun dirinya juga cemburu saat mengingat Aurelie memeluk pria lain dan menariknya keluar. Meskipun pria itu adalah adik sepupunya sendiri.
Tak lama tim kepolisian datang dan langsung bergegas membawa ke lima tersangka. Sedangkan satu lagi yang di hajar Finn, di larikan ke rumah sakit terdekat, di jaga oleh orang-orang Sean yang sekarang di gantikan oleh pihak kepolisian. Gio yang juga terluka juga di rawat di rumah sakit sakit yang sama.
...
__ADS_1